The Empress Of Mind Reader

The Empress Of Mind Reader
BAB 101. Pernyataan Cinta Di Kereta Kuda


__ADS_3

Keesokan paginya, Shiena telah bersiap-siap sebelum ke datangan Tuan Muda Alphonso. Shiena juga telah memerintahkan Zee untuk mencari tau masalah apa yang saat ini sedang di hadapi Kekaisaran Pearl.


Shiena yang sedang duduk santai sambil memakan dessertnya mendapatkan laporan dari Zee bahwa dia telah menyelesaikan tugasnya.


"Maafkan kelancangan saya yang mengganggu waktu istirahat nona." ucap Zee sopan.


"Tidak masalah. Apa kau telah menyelasaikan tugas yang telah aku berikan?" tanya Shiena.


"Sudah nona. Ini adalah berkas-berkas masalah yang belum di selesaikan oleh Kekaisaran." ucap Zee sambil memberikan beberapa lembar kertas.


"Baiklah. Bisa kau jelaskan intinya saja." ucap Shiena.


" Tentu nona. Pertama, di wilayah selatan Kekaisaran tepatnya di Wilayah Darasta terjadi Kekeringan parah sehingga menyebabkan tanah-tanahnya menjadi tandus dan banyak sekali rakyat yang kelaparan. Kedua, di wilayah Kansha sering terjadi banjir akibat meluapnya air pantai. Meskipun wilayah ini cukup jauh dari pantai namun wilayah Kansha sering terjadi banjir. Ketiga, di wilayah Kansha juga terdapat banyak orang-orang yang sakit karena di sebabkan banjir. Meskipun Kaisar telah mengirimkan banyak penyihir cahaya tapi penyebaran penyakit di wilayah Kansha sulit di tangani. Lalu yang terakhir, di bagian utara Kekaisaran sedang ada wabah penyakit aneh yang menyebabkan banyak sekali orang yang meninggal dalam waktu singkat. Penyakit itu telah menyebar dan sampai ke tiga wilayah Kekaisaran sehingga Kaisar memutuskan menutup akses ke wilayah itu." ucap Zee.


"Baiklah kau boleh pergi." ucap Shiena


Shiena yang mendengar penjelasan Zee mengingat kembali semua yang pernah terjadi di kehidupannya sebelumnya. Wilayah Kansha sering terkena penyakit yang tiada habisnya disebabkan oleh banjir yang sering terjadi. Dulu, Anastasya yang memiliki sihir cahaya mengajukan diri menyembuhkan rakyat di wilayah Kansha untuk mengambil hati Kaisar. Meskipun, Anastasya berhasil Kaisar tetap tidak menyukainya.


'Hmmm, dulu Anastasya mengajukan diri menggunakan sihir cahaya untuk membantu rakyat wilayah Kansha. Baiklah, sekarang aku yang akan melakukannya terlebih dahulu. Aku tak akan membiarkanmu maju selangkahpun di depanku Anastasya.' fikir Shiena.


Shiena juga ingat bahwa di kehidupan dulu hampir ratusan ribu jiwa rakyat Kekaisaran meninggal di sebabkan penyakit di wilayah utara. Penyakit ini sangat menular dan memiliki bintik ruam. Di kehidupan modern, aku tau bahwa nama penyakit ini adalah cacar air dan cacar air sangat lah menular.


'Hmmm, aku akan memutuskan nanti akan mencoba membantu yang mana lagipula aku tidak ingin terlalu mencolok.' fikir Shiena.


Ketika Shiena sedang berfikir dan membaca laporan Zee, Marry datang dan memberi tau bahwa Tuan Muda Roan telah datang dan sedang menunggu. Shiena pun mengangguk dan meminta Marry keluar. Shiena pun bersiap dan bergegas menemui Tuan Muda Alphonso.

__ADS_1


'Hmmm, karena aku tidak lagi menjadi calon istri Putra Mahkota maka pelajaran tentang etika kekaisaran dihentikan namun aku harus tetap memiliki hubungan yang baik dengan guru karena di masa depan guru akan menjadi Pemimpin Tertinggi dari Balai Penelitian Kekaisaran dan juga guru adalah Putra Tertua Duke Watson yang artinya pewaris gelar Duke meskipun dia menolaknya. Jika aku bisa membuat guru menerima gelar itu dan keluargaku mendapatkan dukungan Duke Watson maka tak ada yang perlu aku khawatirkan lagi.' fikir Shiena.


Tuan Muda Alphonso datang dan langsung mengajak Shiena pergi dan Shiena hanya mengikutinya. Perjalanan menuju Balai Penelitian Kekaisaran tidak lah jauh, meskipun banyak orang berfikir tidak ada gunanya Balai Penelitian karena mereka bisa menggunakan sihir tapi Shiena yakin jika dibantu dengan pengetahuan dan ingatan dunia modern Balai Penelitian Kekaisaran pasti akan di akui dan akan sejajar dengan Menara Sihir.


"Apa kau gugup?" tanya Tuan Muda Alphonso.


"Hmmm, tidak. Hanya saja aku takut kalauaku tidak akan diterima jika datang kesana." ucap Shiena.


"Itu tidak mungkin. Kau pasti akan diterima dan semua orang di Balai Penelitian sangat mengagumimu." ucap Tuan Muda Alphonso.


"Benarkah? Bagaimana bisa?" tanya Shiena bingung.


"Apa kau ingat tentang cara membuat air bersih dan pohon? Semua peneliti di Balai Penelitian sangat kagum dengan pengetahuan yang kau miliki. Mereka ingin sekali mengundangmu kemari tapi mereka ragu karena kau adalah putri dari seorang Duke tapi saat aku bilang pada Pemimpin bahwa kau ingin berkunjung mereka sangat senang dan menantikan kedatanganmu." ucap Tuan Muda Roan bersemangat.


"Benarkah? Aku jadi malu." ucap Shiena menundukkan kepalanya.


"Ah, baiklah." ucap Shiena sambil tersenyum.


"Aku juga sangat kagum padamu. Aku tak menyangka ternyata kau juga punya ketertarikan yang sama tentang pengetahuan alam." ucap Tuan Muda Alphonso.


"Ah, a-aku..." ucap Shiena


Shiena bingung harus menjawab apa karena Shiena merasa bahwa dirinya mendapatkan pernyataan cinta yang mendadak. Shiena tak memiliki perasaan apapun terhadap Tuan Muda Alphonso dan ingin menolaknya tapi Shiena juga tak bisa membuat Tuan Muda Alphonso kecewa dan menghancurkan rencana yang telah Shiena susun.


Tuan Muda Alphonso yang sadar bahwa baru saja menyatakan perasaannya menjadi salah tingkah. Tuan Muda Alphonso yang telah memendam perasaannya semenjak Shiena bersama Putra Mahkota ingin sekali mendapatkan jawaban segera dari Shiena tapi Tuan Muda Alphonso sadar bahwa saat ini Shiena pasti tak memiliki perasaan apapun padanya dan bahkan mungkin tak memikirkan tentang cinta terlebih dulu setelah mengalami hal tidak menyenangkan dengan hubungannya bersama Putra Mahkota.

__ADS_1


"Ma-maaf maaf maaf. Perkataanku tadi pasti mengejutkan sekali. Aku tak bermaksud membuatmu bingung atau merasa tidak nyaman. Aku hanya ingin kau tau bahwa kau tak sendiri. Kau memiliki banyak orang yang menyayangimu. Aku tak terburu-buru soal cinta. Aku akan menunggumu dan membuatmu merasakan hal yang sama denganku." ucap Tuan Muda Alphonso.


Shiena tau apa yang difikirkan dan diinginkan Tuan Muda Alphonso sebenarnya karena Shiena telah membaca fikiran Tuan Muda Roan setelah dia mengatakan perasaannya. Shiena menjadi sangat lega setelah mendengar perkataan Tuan Muda Alphonso meskipun Shiena masih ragu karena yang dikatakan Tuan Muda Alphonso sedikit berbeda dengan yang difikirkannya.


'Sudahlah. Aku akan fikirkan nanti masalah ini karena yang terpenting adalah membuat hubungan ini tidak menjadi canggung dan merenggangkan. Hah, kenapa aku merasa seperti menjadi Playgirl ya?' fikir Shiena


"Hmmm, terima kasih guru sudah mau mengerti." ucap Shiena sambil tersenyum.


"Hmmm, Shiena bisakah jika kau tidak memanggilku guru? Aku sudah tidak menjadi gurumu lagi bukan?" ucap Tuan Muda Alphonso.


"Ah, baiklah. Aku harus memanggil apa? Bagaimana dengan Alphons." ucap Shiena smabil tersenyum


Tuan Muda Roan yang namanya di sebut oleh Shiena menjadi tidak karuan. Tua Muda Roan menjadi sangat senang dan detak jantungnya berdetak semakin tak karuan.


"Ya. Panggil saja alphons." ucap Tuan Muda Roan.


Tak terasa perjalanan mereka sudah sampai di Balai Penelitian Kekaisaran. Shiena pun turun dari kereta kuda di bantu Tuan Muda Alphonso. Shiena dan Tuan Muda Alphonso masuk ke dalam Balai Penelitian Kekaisaran.


#Bersambung#


Ayo di tebak, kira-kira apa yang terjadi di dalam Balai Penelitian Kekaisaran ya?


(Antara Shiena dan Alphons) 😍🥰


Yang tau jawabannya komen di bawah ya.. 😁👇

__ADS_1


Jangan Lupa Tekan Like, Komen, Vote dan Favorite nya ya.. 😁


Terima kasih.. 🥰😍❤😘


__ADS_2