The Empress Of Mind Reader

The Empress Of Mind Reader
BAB 139. Kekhawatiran Kaisar


__ADS_3

Yang Mulia Kaisar memberi titah bahwa Putra Mahkota tidak diizinkan kembali ke Akademi sebelum sembuh sehingga Putra Mahkota kembali ke Istana bersama Kaisar.


Putra Mahkota sangat marah karena dirinya harus menderita rasa gatal karena kecerobohan bawahannya. Tak hanya itu, Putra Mahkota juga merasa terancam karena banyak pria yang mencoba mendekati Shiena setelah dirinya berhasil mendapatkan gelar Rose Pearl Carrole terlebih lagi Shiena merupakan Putri Tunggal dari Keluarga Duke yang merupakan Keluarga kedua berpengaruh setelah Keluarga Kekaisaran.


Tak hanya itu, Anastasya yang merupakan wanita yg telah mengambil sedikit tempat di hati Putra Mahkota bahkan saat ini sedang dekat dengan Duke Simons yang bertentangan dengan Keluarga Kekaisaran.


Putra Mahkota telah beberapa kali mencoba menghubungi Anastasya tapi selalu tak ada jawaban. Hal itu membuat Putra Mahkota menjadi semakin marah.


Sementara Anastasya yang baru kembali dari Acara Perburuan Naimar siang hari baru istirahat dan tertidur sehingga tak bisa menjawab panggilan dari Putra Mahkota. Amy yang mengetahui ada panggilan dari Putra Mahkota tak berani mengangkatnya karena takut dimarahi Anastasya dan dihukum oleh Kaisar.


Anastasya yang baru terbangun malam harinya bahkan tak sempat untuk menjawab panggilan dari Putra Mahkota. Anastasya yang ingin mandi pun memanggil Amy untuk mempersiapkannya. Anastasya fikir bahwa dia akan dilayani seperti biasanya tapi ternyata Anastasya dilayani layaknya Bangsawan Atas dengan pemandian yang sangat mewah serta memakan Makanan yang sangat enak dan mewah dengan bahan makanan yang mewah. Anastasya menikmati hidupnya layaknya Nyonya di Vila itu.


Putra Mahkota yang marah pun menghancurkan semua barang yang ada di kamarnya dan semua pelayan yang ada disana semuanya keluar karena tak ingin menjadi sasaran selanjutnya dari kemarahan Putra Mahkota.


Robert yang melihat kemarahan Putra Mahkota mencoba membujuk dan menghentikannya tapi tak berhasil. Putra Mahkota terus saja membanting barang yang ada di dalam kamar itu.


Tiba-tiba Kaisar datang bersama penasehatnya. Kesatria yang menjaga di depan pintu kamar Putra Mahkota bersiap untuk memberitaukan kedatanga Kaisar tapi Kaisar menghalanginya untuk tidak memberitau Putra Mahkota dengan satu kode jari tangan setelah Kaisar mendengar kegaduhan dan barang-barang yang pecah.


"Yang Mulia, saya mohon tenanglah. Saya tau anda pasti sangat marah dan kesal saat ini tapi anda harus menahan emosi anda Yang Mulia. Kita ada di Istana sekarang, bagaiamana jika Yang Mulia Kaisar mendengarnya?" ucap Robert membujuk.


"Kau ingin aku tenang. Bagaimana aku bisa tenang dengan semua rasa gatal yang aku rasakan ini? Ini semua terjadi karena kau tidak bisa mengerjakan tugas yang aku berikan dengan benar!" bentak Putra Mahkota.


"Hamba mohon maafkan hamba Yang Mulia. Saya siap menerima hukumannya Yang Mulia." ucap Robert menyesal.


"Ya, benar sekali! Kau memang pantas dihukum. " ucap Putra Mahkota marah.


"Hamba siap menerima hukuman apapun Yang Mulia." ucap Robert menundukkan kepala.


"Baiklah. Aku akan menghukummu setelah kau melaksanakan tugas dariku yang ini. Aku ingin kau membuat Marquess Laurence kalah dalam pertandingan Ujian Menara Sihir. Aku tak mau tau caranya, aku ingin dia kalah!" perintah Putra Mahkota.


"Baik Yang Mulia. Saya akan melaksanakannya." ucap Robert.

__ADS_1


"Kau harus berhasil kali ini. Aku tak ingin kau gagal untuk kedua kalinya setelah kau gagal memberikan bubuk gatal ke tubuh Marquess Laurence." ucap Putra Mahkota.


"Baik, Yang Mulia." ucap Putra Mahkota.


Putra Mahkota yang telah membayangkan ekspresi wajah Marquess Laurence yang kalah pada Ujian Menara Sihir membuat perasaan Putra Mahkota menjadi senang kembali. Lalu, Putra Mahkota memerintahkan pelayan untuk menyiapkan air untuk mandiannya.


Putra Mahkota yang masih tak terbiasa dengan air dingin selalu menggerutu dan menggigil sehingga membuat Putra Mahkota masuk dalam selimut untuk menghangatkan tubuh.


Sementara itu, Kaisar yang dari tadi berada di depan pintu merubah ekspresi wajahnya yang awalnya biasa saja menjadi masam dan suram. Kesatria yang berjaga di pintu depan hanya menundukkan kepala karena tak sanggup dengan aura gelap yang di pancarkan oleh Kaisar.


Kaisar dan Penasehat Kekaisaran kembali ke ruang kerja Kaisar. Kaisar yang marah dengan sikap tidak dewasanya Putra Mahkota yang bahkan melakukan hal buruk pada orang lain dan menggunakan kekuasaan semena-mena.


"Anak itu baik sifat dan sikapnya sama saja seperti ibunya. Bagaimana bisa aku mempercayakan Kekaisaran ini padanya?" tanya Kaisar.


"Putra Mahkota mungkin belum menemukan tujuannya Yang Mulia. Harap Yang Mulia bersabar." ucap Penasehat Kekaisaran.


"Mau sampai kapan aku bersabar? Aku tak bisa menunggu terlalu lama. Kau tau sendiri bahwa semakin hari diriku akan semakin tua dan umur Putra Mahkota telah cukup dewasa untuk menjadi Kaisar sebentar lagi." ucap Kaisar cemas.


"Aku bahkan sampai saat ini berharap Permaisuri dan Putraku masih hidup. Bukankah kau juga berfikir dan berharap agar adik dan keponakanmu masih hidup." ucap Kaisar.


"I-itu!" ucap Penasehat Kekaisaran yang bingung.


"Aku tau apa yang ingin kau katakan tapi mau bagaiamana lagi. Seperti ini lah yang aku rasakan sebagai seorang ayah. Aku bukan hanya seorang Kaisar tapi juga seorang ayah. Setidaknya sampai saat ini aku masih berharap Putraku masih hidup." ucap Kaisar sedih.


"Yang Mulia." ucap Penasehat Kekaisaran ikut sedih.


"Aku ingin sendiri. Kau boleh pergi sekarang." ucap Kaisar.


"Baik Yang Mulia." ucap Penasehat Kekaisaran keluar.


Kaisar sangat sedih dengan nasib Kekaisaran yang difikirnya akan mengalami masa kehancuran jika dipegang oleh Putra Mahkota. Kaisar bahkan sempat berfikir untuk mencabut status Putra Mahkota pada Pangeran Brian dan menggantinya dengan keponakannya yaitu Tuan Muda Roan tapi Kaisar langsung menghilangkan fikiran itu karena jika Putra Mahkota tau. Kaisar khawatir Tuan Muda Roan akan menjadi sasaran selanjutnya.

__ADS_1


Kaisar bahkan sekarang merasa cemas dan khawatir dengan kesalamatan Marquess Laurence. Kaisar yang ingin menyelamatkan Marquess Laurence mengirim Kepala Kesatria Kekaisaran menuju Menara Sihir untuk menyerahkan surat penting dari Kaisar untuk Tetua Agung.


Kaisar ingin Tetua Agung menolong Marquess Laurence dari tindak kecurangan atau hal buruk yang akan terjadi pada Marquess Laurence akibat tindakan Putra Mahkota.


Kaisar juga mengirim Kesatria Kegelapan yang merupakan Kesatria Elit yang dilatih Rahasia oleh Kaisar dan Pendahulunya. Kesatria Elit adalah orang-orang yang memiliki kemampuan hebat dan memiliki Sihir Gelap. Kaisar memerintahkan Kesatria Elit mengikuti dan mengawasi gerak-gerik Putra Mahkota dan selalu melaporkannya.


Tak terlihat di permukaan, semua bangsawan dan rakyat Kekaisaran berfikir bahwa orang yang memiliki Sihir Gelap adalah musuh Kekaisaran sehingga setiap ditemukan anak yang memiliki Sihir Gelap akan ditangkap dan dibunuh dan kenyataannya anak tersebut tidaklah dibunuh tapi dilatih untuk menjadi Kesatria Elit untuk melindungi Takhta Kekaisaran.


'Aku tidak boleh diam saja lagi. Aku juga tidak boleh hanya memaklumi semua tindakan Putra Mahkota. Anak itu harus diberi pelajaran berharga. Jika dia memang tidak layak menjadi Kaisar maka aku akan melepaskan statusnya sebagai Calon Kaisar. Aku tidak akan membiarkannya menghancurkan Kekaisaran yang telah aku dan Pendahuluku jaga. Bagaimana aku bisa menghadap Para leluhur dengan tenang jika Penerusku sendiri lah yang menghancurkan Kekaisaran ini.' fikir Kaisar.


Kaisar menjadi semakin gelisah dan khawatir sehingga kesehatannya perlahan menurun. Kaisar yang sudah sangat cemas dengan nasib rakyatnya dan harus memikirkan Putra Mahkota yang tak bisa diandalkan sama sekali.


#Berasambung#


**Hai readers.. 😍🥰


Ayo main tebak-tebakan dengan Author..


Readers maunya siapa yang menjadi Kaisar selanjutnya? Lalu beri alasannya ya.. 🥰😍😘


A. Putra Mahkota yang sekarang (Putra Mahkota Brian Shura De Pearl)


B. Sepupu Putrq Mahkota (Tuan Muda Alphonso)


C. Putra Kaisar yang dikira telah meninggal (Author hidupin lagi)


Jawabannya yang paling bagus akan menentukan alur cerita di Novel ini. Jawabannya silahkan komen dibawah ya.. 👇👇👇


Jangan Lupa Tekan Like, Komen, Vote dan Favorite nya ya.. 😁


Terima kasih.. 🥰😍❤😘**

__ADS_1


__ADS_2