The Empress Of Mind Reader

The Empress Of Mind Reader
104. Kekeringan dan Kebanjiran


__ADS_3

Shiena yang ingin memastikan apa benar gadis desa yang dikatakan oleh Nona Salsa dan suara yang di dengarnya adalah Anastasya Shera Larsca. Wanita yang selalu menjadi mimpi buruk Shiena setiap waktu dan keberuntungan ada pada Shiena. Gadis yang dibicarakan itu pun berjalan di depan Shiena dan Tuan Muda Alphonso sambil di tarik-tarik oleh Penjaga Taman Kota.


'Aku tidak terima diperlakukan seperti ini. Aku adalah wanita milik Putra Mahkota, aku tak seharusnya mengalami hal ini. Aku Anastasya Shera Larsca akan membalas semua penghinaan ini. Aku akan ingat semua wajah kalian dan aku akan membalas kalian semua.' fikir Anastasya.


'Hah, ternyata Anastasya tak pernah berubah, sifatnya tetap sama seperti dulu.' fikir Shiena.


Tuan Muda Alphonso yang melihat ekspresi Shiena pun berfikir bahwa Shiena mengenal gadis itu.


"Apa Shiena mengenal dia?" tanya Tuan Muda Alphonso.


"Ah.. Tidak!" ucap Shiena spontan.


"Oh, baiklah. Ayo kita pergi." ucap Tuan Muda Alphonso.


"Ayo." ucap Shiena sambil tersenyum.


'Kenapa aku merasa sepertinya Shiena berbohong? Jika benar, kenapa Shiena harus berbohong? tapi sepertinya Shiena tak mungkin berbohong.' fikir Shiena.


'Sepertinya Alphons sudah mulai curiga padaku. Aku harus bersikap cuek pada masalah tadi dan tidak terlalu ikut campur. Aku tak ingin ada yang tau jika aku pernah bereinkarnasi.' ucap shiena dalam hati.


Shiena dan Tuan Muda Alphonso pun pergi berjalan-jalan lagi dan kali ini hanya duduk bersantai di bawah pohon sambil melihat pemandangan dan orang-orang yang berjalan. Tuan Muda Alphonso merasa sangat senang karena bisa menghabiskan waktu bersama Shiena, sementara Shiena masih memikirkan tentang Anastasya.


'Hari ini adalah pertemuan pertamaku dengan Anastasya yang seharusnya terjadi beberapa minggu lagi saat acara Perburuan. Apakah waktu berjalan lebih cepat? Semoga perubahan waktu ini menjadi pertanda baik bagiku dan keluargaku.' ucap Shiena dalam hati.


Tuan Muda Alphonso yang bingung harus membicarakan apa akhirnya membuka obrolan tentang pohon karena saat ini mereka sedang berlindung dari cahaya matahari dan mendatkan kesejukan dari pohon.


"Pohon ternyata punya banyak manfaat ya? Dulu, semua orang mengira bahwa pohon hanya menghabiskan air saja tapi ternyata pohon menyimpan air untuk kita manusia." ucap Tuan Muda Alphonso.


"Ah, benar sekali. Pohon punya banyak manfaat bahkan menjadi sangat dibutuhkan oleh kita manusia dan pohon dapat membantu saat banjir dan juga kekeringan." ucap Shiena.

__ADS_1


"Bagaimana bisa?" tanya Tuan Muda Alphonso.


"Tentu saja. Pohon bisa menyimpan air sehingga ketika banjir, pohon dapat digunakan menyerap lalu menyimpan air tersebut. Lalu, ketika terjadi kekeringan, pohon dapat menggunakan air yang di simpan untuk membut tanah tidak menjadi tandus dan subur. Lihatlah saat ini, kita berada di bawah pohon dan udaranya sangat sejut dan tak terasa panas sama sekali padahal matahari sedang sangat panas." ucap Shiena.


"Ya, kau benar sekali. Jika begitu maka Kaisar harus tau hal ini. Shiena, aku akan mengatakan hal ini pada Kaisar dan kau harus menjelaskannya. Aku yakin masalah kekeringan dan banjir pasti bisa di selesaikan oleh mu." ucap Tuan Muda Alphonso.


'Apakah ini kesempatanku? Jika benar, aku harus memanfaatkannya. Aku harus bisa mendapatkan kepercayaan Kaisar dan mendapatkan Lencana Pembebasan itu.' fikir Shiena.


"Hmmm, apa Kaisar akan mendengarkanku? Bagaimana jika tidak berhasil?" tanya Shiena.


"Tenanglah, aku yakin ini pasti berhasil dan jika tidak ini akan jadi tanggungjawab Balai Penelitian. Bagaimana?" tanya Tuan Muda Alphonso.


"Baiklah." ucap Shiena tersenyum.


Tuan Muda Alphonso juga berfikir seharusnya wilayah Darasta dan Khansa memiliki tempat penampungan air jadi air bisa dimanfaatkan dan tidak menyebabkan masalah. Shiena yang mendengar pernyataan itu menjadi ingat sistem air di kehidupannya yang modern, untuk menangani masalah kekeringan dan kebanjiran itu sama karena mereka saling berkaitan satu sama lain.


Tuan Muda Alphonso sangat bersemangat bertukar fikiran dengan Shiena karena Tuan Muda Alphonso merasa seperti menemukan seseorang yang sangat mengerti dirinya dan memiliki minat dan ketertarikan yang sama dengannya. Tuan Muda Alphonso dan Shiena pun berbincang-bincang sangat lama di bawah pohon tentang kekeringan dan kebanjiran. Shiena memberi tau semua yang diketahuinya untuk membantu dan Tuan Muda Alphonso melakukan hal sama.


Selain membangun waduk, juga harus dibuat sumur-sumur resapan air. Air itu tak semuanya bisa diserap tanah sehingga membutuhkan sumur resapan yang memudahkan tanah meresap air. Pembangunan sumur resapan air ini haruslah dalam agar bisa menyerap lebih banyak air dan dapat menjadi cadangan air ketika kekeringan.


Pohon juga bermanfaat untuk mencegah banjir dan juga kekeringan. Meskipun, tak semua pohon bisa digunakan dan hanya pohon yang berdahan besar yang bisa tapi itu sangat membantu. Menanam pohon mungkin membutuhkan waktu tapi itu bisa menjadi alternatif untuk menanggulangi masalah banjir dan kekeringan. Pohon bisa menyerap dan menyimpan air sehingga ketika banjir, pohon bisa menyerap dan menyimpan airnya dan menguncinya agar tidak terjadi banjir dan ketika kekeringan air yang telah di simpan pohon dapat digunakan untuk membuat tanah tidak menjadi kering.


Di kehidupan modern untuk membangun waduk, sumur resapan air dan menanam pohon membutuhkan biaya, tenaga dan waktu yang lama tapi berbeda di kehidupan ini, semua bisa dilakukan dengan cepat menggunakan sihir.


Tuan Muda Alphonso dan Shiena bertukar fikiran dan ide sampai berjam-jam hingga waktu tak terasa telah sore. Tuan Muda Alphonso dan Shiena memutuskan untuk kembali dan Tuan Muda Alphonso mengantar Shiena pulang kembali ke Kediaman Duke Carrole.


Di perjalanan, suasana menjadi sangat hangat dan tak terasa memunculkan situasi nyaman antara Tuan Muda Alphonso dan Shiena. Ketika melewati Toko Larissa Bake, Shiena meminta berhenti sejenak karena ingin membeli beberapa kue disana.


"Alphons di depan sana ada Toko kue yang sangat enak, namanya Toko Larissa Bake. Apakah kita bisa berhenti sejenak disana?" tanya Shiena.

__ADS_1


"Ah, tentu saja." ucap Tuan Muda Alphonso.


Shiena pun turun dari kereta kuda dibantu oleh Tuan Muda Alphonso. Tuan Muda Alphonso masuk ke Toko bersama Shiena dan menemaninya memilih banyak kue. Tuan Muda Alphonso yang melihat wajah bahagia Shiena menjadi tersenyum.


"Sepertinya kau sangat menyukai dessert ya Shiena?" ucap Tuan Muda Alphonso.


"Benarkah? Apa terlihat jelas?" tanya Shiena malu.


"Tentu saja. Matamu berbinar-binar ketika melihat dessert yang manis dan cantik di depan matamu." ucap Tuan Muda Alphonso.


Ha..ha..ha..


(tawa Shiena)


"Jika kau sangat sesuka itu dengan dessert. Aku janji, ketika aku datang berkunjung ke Kediamanmu, aku pasti akan membawa banyak dessert datang bersamaku." ucap Tuan Muda Alphonso.


"Hmmm, hei. Apa kau berencana membuatku menjadi gendut?" tanya Shiena dengan mata yang disiptkan.


Haa... haa... haa...


(tawa Tuan Muda Alphonso dan Shiena)


Tuan Muda Alphonso dan Shiena tertawa bersama dan tidak memperhatikan disekitar bahwa ada beberapa orang yang melihat. Tuan Muda Alphonso yang berniat baik tapi harus dicandain oleh Shiena membuat hubungan mereka menjadi dekat.


Shiena yang telah selesai memilih dessertnya pun kembali ke kereta kuda bersama Tuan Muda Alphonso. Lalu, mereka kembali ke Kediaman Duke Carrole.


#Bersambung#


Jangan Lupa Tekan Like, Komen, Vote dan Favorite nya ya.. 😁

__ADS_1


Terima kasih.. 🥰😍❤😘


__ADS_2