The Empress Of Mind Reader

The Empress Of Mind Reader
BAB 273. Acara Pengangkatan Status I


__ADS_3

Keesokan paginya di Kediaman Watson, Semua orang menjadi sangat sibuk termasuk Kepala Pelayan dan Pelayan Kediaman Watson karena mempersiapkan kepergian Tuan Duke dan Nyonya Duchess. Setelah kepergian Duke Watson dan Duchess Watson lebih dulu ke Istana Kekaisaran, semua pelayan pun fokus membantu Tuan Muda Alphonso bersiap-siap karena pada hari ini Tuan Muda Alphonso akan menerima gelar baru sebagai Duke Watson menggantikan ayahnya. Sementara itu, adiknya telah bersiap-siap dengan pakaian sebagai Jenderal Keluarga Watson juga pergi ke Istana Kekaisaran untuk mendaptkan pengakuan dari Kaisar Franz sebagai Pelidung Keluarga Watson.


Setelah Tuan Muda Alphonso siap, Tuan Muda Alphonso segera turun dan pergi ke Kediaman Strolana menjemput Lady Francise sebagai pasangannya di Acara itu. Lady Francise yang diberitau oleh Pelayan jika Tuan Muda Alphonso telah datang bergegas turun karena tak ingin membuatnya menunggu lama. Lady Francise berdandan dengan sangat cantik dan anggun berharap jika Tuan Muda Alphonso dapat tertarik dan menyukainya.


Tuan Muda Alphonso yang melihat Lady Francise datang bergegas menyambutnya dengan mengulurkan tangan lalu mereka masuk ke dalam kereta kuda dan pergi bersama menuju Istana Kekaisaran. Tuan Muda Alphonso yang tau jika akan sulit baginya memberikan cinta sebagai sepasang kekasih kepada Lady Francise memutuskan untuk membuat Lady Francise tidak bersedih meski tanpa harus mendapatkan cinta darinya.


Sementara itu Kediaman Laurence yang juga di undang oleh istana telah sangat sibuk semenjak Nyonya Maria sakit. Kepala Pelayan Rumah Tangga yang mengatur semuanya menggantikan Nyonya Maria sebelum adanya Nyonya Rumah yang baru. Meskipun Tuan Muda Roan telah diangkat menjadi Marquess Laurence tapi karena kontribusinya yang sangat besar melindungi Rakyat dan Bangsawan selama mengungsi membuat Kaisar Franz memutuskan untuk menaikkan statusnya yang membuat nama Keluarga Laurence menjadi berjaya.


Marquess Laurence yang telah selesai bersiap-siap segera pergi ke Istana sendirian tanpa pasangan yang membuatnya menjadi incaran Nona Muda Bangsawan karena dalam usia muda telah menjadi Kepala Keluarga Laurence dan bahkan sebentar lagi akan menjadi seorang Duke. Tak hanya itu, Marquess Laurence yang juga merupakan salah satu Tetua Menara Sihir membuatnya sebagai Calon Suami Idaman No 1 di Kekaisaran.


Marquess Laurence yang tak berniat memilih salah satu dari Nona Bangsawan yang menyukainya pun memutuskan untuk tak menghiraukan siapapun. Nona Muda Bangsawan yang sakit hati ditolak oleh Marquess Laurence berkumpul dan membuat gosip yang tak menyenangkan. Mereka menyebarkan gosip bahwa Marquess Laurence adalah seorang Gay.


Marquess Laurence yang mengetahui gosip tentangnya tak tinggal diam. Marquess Laurence langsung memerintahkan mata-matanya untuk mencari tau sumber dari gosip itu lalu meminta pertanggungjawaban. Marquess Laurence menggunakan harta dan kekuasaannya untuk membuat Nona Bangsawan yang menggosipkannya tak berani menampakkan wajahnya lagi didepan Marquess Laurence.


Seiring berjalannya waktu, Marquess Laurence merubah pola fikirnya untuk tidak akan membiarkan siapapun menindasnya atau menekannya apalagi kerabatnya sendiri karenanya Marquess Laurence tidak seperti dulu yang akan diam jika ada orang yang mengusiknya.


Tetua dan Sesepuh Keluarga Laurence yang mengetahui jika Marquess Laurence telah cukup umur untuk menikah tapi masih belum memiliki pasangan pun memutuskan untuk memilihkan calon istri yang ideal untuk Marquess Laurence.

__ADS_1


Marquess Laurence yang tak suka diperlakukan seperti boneka yang harus menuruti perkataan orang lain apalagi di balik itu semua terdapat niat tersembunyi untuk mengendalikannya. Marquess Laurence yang telah mengetahui niat tidak baik dari mereka semua yang ingin mengambil Gelar Kepala Keluarga Bangsawan melalui wanita yang akan dinikahkan dengannya membuat Marquess Laurence kesal.


Marquess Laurence pun mengirimkan Surat Peringatan kepada semua Tetua dan Sesepuh Keluarga Laurence untuk tidak ikut campur dalam urusannya. Meskipun begitu masih ada beberapa kepala keluarga yang menghiraukan Surat Peringatan dari Marquess Laurence karena mereka berfikir jika Marquess Laurence masih muda dan masih dapat dikendalikan dengan seenaknya karena masih belum mengetahui banyak hal tentang dunia.


Marquess Laurence yang tidak suka akhirnya membuat perhitungan kepada mereka semua dengan memindahkan salah satu Keluarga yang mengabaikan suratnya ke suatu tempat. Kepala Keluarga , dan Nyonya Rumah serta Putra-Putri mereka diteleportasikan oleh Marquess Laurence ke dalam Hutan Kesepian dan dalam waktu beberapa jam telah terdengar berita yang menggemparkan bahwa ada satu keluarga bangsawan yang habis menjadi mangsa Hewan Buas dan Monster di dalam Hutan Kesepian.


Tetua dan Sesepuh Keluarga Laurence yang mendengar kabar itu sangat mengenal Keluarga Bangsawan yang menjadi korban yang membuat semuanya menjadi sangat terkejut. Tetua dan Sesepuh Keluarga Laurence juga menyadari bahwa Marquess Laurence adalah orang yang menjadi dalang dari kejadian itu dan setelah kejadian itu tak ada lagi Tetua dan Sesepuh Keluarga Laurence yang berani memaksa Marquess Laurence lagi untuk memilih Nona Bangsawan pilihan mereka.


Sedangkan Keluarga Carrole tak kalah sibuk dengan Keluarga Bangsawan lain. Keluarga Carrole menjadi sangat sibuk sejak satu hari sebelum Acara Pengangkatan Status diadakan. Nyonya Duchess Carrole dengan cepat memerintahkan Pelayannya untuk membersihkan Kediaman dengan sangat bersih dan mengganti beberapa perabotan dengan yang baru.


Kepala Pelayan yang bertugas untuk mengkoordinir Pelayan melakukan tugasnya dengan sangat baik. Duke Carrole dan Duchess Carrole yang telah selesai bersiap-siap pergi ke Istana terlebih dahulu meninggakkan Shiena yang masih belum selesai berdandan.


Tak hanya Shiena yang berdandan tapi juga Amy dan Ana juga ikut merias diri karena pada hari yang sama mereka akan ikut ke Acara Pengangkatan Status sebagai pasangan dari Baron Fromboo dan Tuan Grogolia yang akan naik statusnya menjadi Bangsawan.


Shiena yang telah selesai berdandan segera turun menuruni tangga dengan elegan dan anggun. Shiena memakai Gaun berwarna merah muda dengan tambahan warna silver serta mutiara di beberapa sisinya. Shiena juga memakai sepatu yang terbuat dari kaca yang kokoh dengan taburan mutiara untuk memperindah sepatu tersebut. Shiena tak memakai riasan kepala yang mencolok dan hanya menggeraikan rambutnya tak lupa memakai satu jepitan rambut kecil yang diikatkan kebelakang.


Shiena tak memakai riasan kepala yang berat karena nanti saat Acara Kenaikan Status berlangsung. Kaisar Franz akan mengumumkan bahwa Shiena Ve Carrole akan menjadi Tunangannya sekaligus Calon Permaisuri masa depan. Shiena akan diberikan sebuah mahkota kecil untuk menunjukkan statusnya yang baru.

__ADS_1


Kaisar Franz kemudian maju menjemput Shiena dan mengulurkan tangannya. Kemudian, Kaisar Franz dan Shiena pergi ke Istana menggunakan kereta kuda Kekaisaran dengan Lambang Keluarga Kekaisaran Pearl.


Kaisar Franz dan Shiena yang baru sampai di Istana tak langsung masu kedalam Ruang Acara melainkan menunggu di Ruang Istirahat. Kaisar Franz dan Shiena baru masuk ke Ruang Acara setelah Kepala Pelayan Istana memberikan tanda jika sudah saatnya untuk masuk.


Dengan suara terompet yang berbunyi dengan keras beriringan, Kaisar Franz menggandeng Shiena masuk ke dalam Ruang Acara. Semua tamu yang datang segera menundukkan kepala sebagai tanda hormat mereka akan kedatangan Kaisar Franz.


Setelah Kaisar Franz telah berada di atas podium, Kaisar Franz yang masih menggandeng Shiena memerintahkan semuanya untuk mengangkat kepala. Semua Bangsawan yang melihat Kaisar Franz bersama Shiena menjadi sangat terkejut meskipun mereka telah memprediksinya.


"Hari ini adalah Hari Kedewasaanku sekaligus Pengangkatan Status beberapa Bangsawan yang berjasa. Pada hari ini juga aku ingin memberikan Pengumuman Pertunanganku dengan Shiena Ve Carrole." ucap Kaisar Franz.


Tepuk riuh berbunyi tiada henti. Semua orang mengucapkan rasa bahagia dan syukurnya. Kaisar Franz dan Shiena terlihat sangat bahagia dengan pengumuman itu kecuali dua orang yang merasa telah kalah dalam pertarungan cinta.


#Bersambung#


Jangan Lupa Like, Komen dan Vote ya..


🥰😊😍😘

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2