The Empress Of Mind Reader

The Empress Of Mind Reader
BAB 123. Kesembuhan Peserta Menara Sihir


__ADS_3

Dalam perjalanan pulang, Shiena terus memikirkan tentang situasi yang terjadi di ruang perawatan. Shiena merasa sangat kasihan kepada keluarga korban karena merasa sangat khawatir dan cemas dengan nasib peserta yang kemungkinan menjadi cacat.


Shiena ingin menolong mereka semua tapi tak ingin membahayakan nyawanya untuk orang lain. Shiena pun kembali ke ruang kerja Duke Carrole. Shiena menceritakan semuanya. Duke Carrole mengerti apa yang dirasakan Shiena karena Duke Carrole tau bahwa putrinya adalah gadis yang baik hati.


Duke Carrole ingin mengizinkan tapi takut Shiena akan kenapa-kenapa jika mengobati semua orang, dalam pembimbangan ternyata Duchess Carrole datang yang diam-diam telah mendengar semua itu. Duchess Carrole mengizinkan karena merasa jika itu ada pada posisinya maka dirinya pasti akan hancur.


Duchess Carrole tak mengizinkan dengan mudah karena Shiena harus mengajak Duke Carrole dan Duchess Carrole bersamaan ketika mengobati. Shiena yang senang pun mengangguk setuju dan berlari memeluk kedua orangtuanya. Shiena tau bahwa Duke Carrole dan Duchess Carrole adalah orang yang sangat baik.


Shiena pun meminta izin untuk kembali ke kamarnya. Shiena juga meminta Marry menyiapkan banyak makanan yang tidak mudah busuk selama beberapa hari untuk dibawa ke kamarnya. Marry pun mengiyakan dan membawa semuanya. Shiena memerintahkan Marry untuk keluar dan jangan masuk mengganggunya karena ingin beristirahat.


Setelah Marry keluar, Shiena menyimpan semua bahan makanan dan juga minuman kedalam cincin ruang serta membawa beberapa gaun untuk mengganti pakaian. Shiena pun mencoba berlatih Sihir Gelap kembali di ruang cincin. Shiena yakin kali ini dia pasti berhasil. Dengan usaha dan kerja keras, Shiena berlatih selama satu minggu penuh di cincin ruang yang artinya istirahat di kamarnya selama tujuh jam membuahkan hasil yang sangat baik. Shiena telah dapat mengendalikan Sihir Gelapnya dengan sempurna.


Shiena menerima semua kejadian buruk yang dialaminya di masa lalu dan membuka lembaran baru di kehidupan saat ini bersama orang-orang yang mencintainya dan ternyata itu lah kunci untuk pengendalian Sihir Gelap agar tak termakan Kegelapan diri sendiri yaitu Ikhlas.


Pada malam harinya, Shiena keluar dari cincin ruang dan memanggil Marry dan memerintahkannya membantu dirinya bersiap-siap untuk makan malam bersama Duke Carrole dan Duchess Carrole.


Setelah makan malam, Shiena kembali ke kamarnya dan meminta Marry untuk meninggalkannya sendiri untuk istirahat. Shiena yang melihat Marry serta pelayan lain telah keluar semua, Shiena mengganti pakaiannya untuk mempermudahnya menyembuhkan orang.


Shiena memakai sebuah pakaian sederhana dengan selendang terikat di pundak hingga kedua tangannya. Shiena menggunakan celana dengan sepatu hak tinggi seperti kehidupannya di masa modern. Shiena mengikat rambutnya keatas dan menyisakan sedikit helaian rambut di sekitar telinganya dan tak lupa memakai cadar untuk menutup wajahnya. Shiena memakai jepitan rambut dengan tongkat yang dililit oleh ular.


Ada legenda mengatakan, ribuan tahun lalu ado seseorang yang memiliki Sihir Cahaya yang sangat kuat. Orang itu selalu memakai tongkat yang dililit oleh ular. Dikatakan juga orang tersebut dapat menghidupankan orang mati. Semua orang percaya bahwa Keluarga Kerajaan Emerald adalah keturunan langsung dari sang legenda.


Shiena yang telah siap menggunakan Sihir Gelapnya dan menyusup ke Kamar Duchess Carrole yang mana Duke dan Duchess Carrole telah menunggunya.


"Putriku, apa yang kau pakai itu?" tanya Duchess Carrole melihat celana Shiena.


"Ini celana ibu. Aku memakai ini untuk mempermudah gerakanku." jawab Shiena santai.


"Baiklah. Apa kau siap Shiena?" tanya Duke Carrole.

__ADS_1


"Iya ayah." jawab Shiena.


"Tunggu, pakailah ini di sekitar jepitanmu." ucap Duchess Carrole.


"I-ini!" ucap Shiena terbata-bata.


"Ini adalah Emerald milik keluarga Kerajaan Emerald." ucap Duchess Carrole.


"Bukankah ibu tak ingin semua orang tau tengangku? Kenapa memintaku memakai ini?" tanya Shiena bingung.


"Ibu tau. Ibu merasa akan lebih baik jika kau memakainya. Entahlah, hati kecil ibu berkata seperti itu." ucap Duchess Carrole.


"Sudahlah. Ayo kitar pergi sekarang." ucap Duke Carrole.


"Baik, ayah." jawab Shiena.


Shiena pun sampai di tempat perawatan dan mengeluarkan Duke Carrole dan Duchess Carrole tapi sebelumnya Shiena meminta Duke Carrole menyebarkan bubuk tidur ke seluruh tempat di ruang perawatan dengan Sihir Debu lalu kembali ke dalam cincin ruang setelah tugasnya selesai.


Semua orang pun tertidur pulas, Shiena tau bahwa karena kurangnya fasilitas. Semua peserta yang menjadi korban dibawa ke satu ruangan besar dan itu sangat mempermudah shiena.


Shiena masuk ke ruang itu tapi Shiena melihat orang misterius yang berdiri di tempat tidur Catherine.


'Sampah tetaplah sampah! Sampah tidak seharusnya ada dan harus segera dimusnahkan!' fikir orang misterius.


'Apa maksudnya? Orang ini sepertinya memiliki niat yang sangat jahat' ucap Shiena dalam hati.


Shiena yang mengetahui maksud jahat dari orang misterius itu mulai waspada dan hati-hati. Shiena yang tadinya merasa tenang perlahan menjadi takut karena energi sihir yang sangat besar terpancar dari orang misterius itu. Orang itu berjalan maju secara perlahan menemui Shiena, Shiena yang merasa terancam tanpa sadar ikut memundurkan satu kaki kirinya.


Orang misterius yang berjalan maju dan perlahan terlihat sosok sebenarnya yang ternyata adalah Wax pelaku utama dari semua masalah ini. Wax sangat tidak menyukai orang lemah dan ingin segera melenyapkanya. Shiena yang tiba-tiba ingat apa yang terjadi di atas arena perlahan menjadi semakin takut dan lebih waspada akan serangan yang tiba-tiba. Shiena yang mencoba membaca fikiran Wax menjadi semakin khawatir karena tak bisa membaca apapun sekarang.

__ADS_1


'Apa yang ada difikirannya sekarang? Apa dia ingin menghabisiku seperti peserta yang lain? Kenapa aku tak bisa membaca apapun?' fikir Shiena cemas.


'Tenanglah putriku. Kami bersamamu.' fikir Duchess Carrole.


Shiena yang awalnya takut dan cemas perlahan tenang seperti mendapatkan kembali energi yang tadi telah hilang. Wax yang tak melihat wajah ketakutan lagi dari Shiena menjadi bingung lalu tiba-tiba Wax merasa ada energi yang sangat kuat bahkan bisa dibilang amat sangat kuat tertuju padanya.


Wax yang merasa terancam pun memilih untuk pergi dari ruangan perawatan itu. Shiena yang merasa lega terduduk di lantai karena kakinya lemas. Namun, Duke Carrole meminta Shiena bergegas karena takut efek bubuk tidur akan cepat berakhir, Shiena pun mencoba menguatkan kakinya dan berdiri kembali lalu melakukan semuanya sesuai rencana awal.


'Aku tidak boleh takut. Aku harus kembali ke rencana awal.' fikir Shiena membulatkan tekat.


Duchess Carrole pun segera memberi petunjuk kepada Shiena agar bisa menyembuhkan semua dalam sekali pancaran sihir cahaya. Duchess Carrole juga memberikan sebuah pil pemulih untuk segera ditelan setelah sihir cahaya itu memudar. Duke Carrole dan Duchess Carrole masuk kembali kedalam cincin ruang.


Shiena melakukan semua seperti yang diminta oleh Duchess Carrole. Shiena berdiri di tengah ruangan lalu menyalurkan energi sihirnya ke kedua telapak tangannya dan berkonsentrasi.


Ketika Shiena mulai menyalurkan energinya, semua keluarga peserta yang tertidur karena efek bubuk tidur perlahan mulai sadar kembali. Mereka yang belum sadar sepenuhnya menjadi benar-benar sadar setelah melihat cahaya emas yang sangat terang yang bersinar di dalam ruang perawatan. Seorang anak kecil mengintip dan melihat ada seorang gadis mengeluarkan cahaya dari tangannya dan perlahan semua orang sadar. Anak kecil itu berteriak sangat kencang.


"Kakak! Kakak! Kakak!" ucap anak kecil.


"Ada apa?" tanya seorang keluarga pasien.


Semua orang mencoba masuk dan melihat yang terjadi. Mereka semua terkejut melihat cahaya terang yang perlahan memudar dari seorang gadis tapi wajahnya tak terlihat. Mereka semua hanya melihat jepitan tongkat yang dililit ular dengan batu emerald. Lalu, semua orang sadar kembali dan gadis itu menghilang.


Shiena yang takut penyamarannya terbongkar pun segera pergi menggunakan Sihir Gelap lalu kembali ke kediamannya. Shiena pun mengeluarkan Duke Carrole dan Duchess Carrole ke kamarnya dan Shiena kembali ke kamarnya juga untuk istirahat.


#Bersambung#


Jangan Lupa Tekan Like, Komen, Vote dan Favorite nya ya.. 😁


Terima kasih.. 🥰😍❤😘

__ADS_1


__ADS_2