The Empress Of Mind Reader

The Empress Of Mind Reader
BAB 75. Cara Penyembuhan Shiena


__ADS_3

"Salam Yang Mulia Raja. Semoga panjang umur dan sehat selalu." ucap Duke Carrole.


"Hentikan basa basimu. Dimana cucuku? Aku ingin melihatnya." ucap Raja Terdahulu Kai.


"Mari ayah. Saya akan mengantarmu langsung." ucap Duke Carrole.


Duke Carrole dan Raja Terdaulu Kai pun pergi menuju kamar Shiena. Tinggallah Duchess Carrole, Tuan Muda Roan dan Zee di ruangan itu.


"Zee, kau boleh kembali untuk beristirahat." perinta Duchess Carrole.


"Baik Nyonya." ucap Zee memberi hormat.


Setelah kepergian Zee, Duchess Carrole pun mengucapkan terima kasih kepada Tuan Muda Roan.


"Roan, terima kasih untuk semua bantuanmu. Bibi merasa sangat bersyukur sekarang." ucap Duchess Carrole.


"Tolong jangan katakan hal itu bibi. Aku senang bisa membantu. Maaf bibi tapi apa boleh aku melihat keadaan Shiena." ucap Tuan Muda Roan.


"Tentu saja. Ayo kita susul mereka." ucap Duchess Carrole sambil tersenyum.


Duchess Carrole dan Tuan Muda Roan pun pergi menuju kamar Shiena menyusul Duke Carrole dan Raja Terdahulu Kai.


Raja Terdahulu Kai dan Duke Carrole datang terlebih dahulu dan mengusir semua pelayan untuk menunggu di luar.

__ADS_1


"Cucuku! Kenapa hal ini bisa terjadi padamu?" tanya Raja Terdahulu Kai sedih.


Duke Carrole yang melihat hal itu pun tak bisa menutupi kesedihannya. Mereka berdua pun ikut bersedih dengan semua yang telah menimpa Shiena.


"Tenanglah cucuku. Kakek ada di sini. Kakek akan menyembuhkanmu. Kakek akan menggunakan semua kekuatan kakek agar kau bisa sadar kembali." ucap Raja Terdahulu Kai.


Raja terdahulu Kai pun memeriksa Shiena dengan cara menyentuh pergelangan tangannya dan mencoba membaca denyut nadinya.


Ketika Raja Terdahulu Kai sedang memeriksa Shiena, Duchess Carrole dan Tuan Muda Roan datang dan masuk ke kamar Shiena.


Setelah selesai memeriksa Raja Terdahulu Kai menghela nafas yang sangat panjang dengan raut wajah masam.


"Bagaimana ayah? Apakah Shiena bisa sadar kembali?" tanya Duchess Carrole.


"Lalu, bagaimana caranya membuat kenangan bahagia agar putriku kembali sadar ayah?" tanya Duke Carrole putus asa.


"Kau harus masuk ke dalam alam bawah sadarnya dan menunjukkan kenangan bahagia untuk menghapus kenangan yang tidak mengenakan itu." ucap Raja Terdahulu Kai.


"Aku ibunya. Aku akan masuk ke dalam alam bawah sadarnya lalu membawa putriku kembali." ucap Duchess Carrole.


"Itu mustahil. Karna untuk masuk kedalam alam bawah sadar seseorang hanya dapat dilakukan satu kali dan jika tidak berhasil maka tidak akan ada kesempatan lagi. Kita hanya menunggu hingga Shiena sadar dengan sendirinya dan itu tak tau sampai kapan." ucap Raja Terdahulu Kai sambil mengepalkan tangannya.


Raja Terdahulu Kai sangat marah dan sedih dalam waktu yang bersamaan. Akhirnya Raja Terdahulu Kai pergi meninggalkan kamar Shiena karna takut jika lebih lama lagi disana dia akan menangis dan runtuhlah ketegaran hatinya.

__ADS_1


Raja Terdahulu Kai pergi ke ruang kerja Duke Carrole dan menenangkan diri disana.


Sedangkan, Duchess Carrole yang mendengar hal itu pun terjatuh ke lantai dan kakinya terasa sangat lemas sehingga tidak bisa berdiri dengan benar.


Duchess Carrole pun menangis dengan histeris seperti hati seorang ibu yang teriris karna melihat nasib buah hatinya yang telah ia kandung dan ia lahirkan dengan penuh perjuangan dalam keadaan yang sangat memilukan.


Duke Carrole yang tak tahan melihat istrinya menjadi seperti itu hanya bisa memeluknya dengan erat.


Duchess Carrole yang merasa kelelahan karna menangis akhirnya tertidur di pelukan Duke Carrole. Duke Carrole pun menggendong Duchess Carrole ke kamarnya untuk beristirahat.


Setelah selesai mengantar Duchess Carrole, Duke Carrole pergi ke ruang kerjanya yang telah di tunggu oleh Raja Terdahulu Kai.


Sementara itu, Tuan Muda Roan yang mendengar hal itu menjadi semakin marah dan benci kepada Putra Mahkota, perasaan ingin membalaskan semua perbuatan Putra Mahkota semakin kuat.


*Ingin sekali rasanya ku hancurkan kekaisaran ini. Lalu ku penggal kepala Putra Mahkota itu dengan tanganku sendiri. Aku tidak terima Shiena harus mengalami nasib seperti ini.* fikir Tuan Muda Roan dengan dendam yang membara.


Tuan Muda Roan pun pergi dari kamar Shiena tanpa mengatakan apapun karna memang tidak ada yang bisa dia katakan saat ini karna suasananya sudah menjadi sangat suram.


Tuan Muda Roan pun kembali ke Kediaman Marquess Laurence dengan menggunakan teleportasi.


#Bersambung#


Jangan Lupa Tekan Like, Komen, Vote dan Favorite nya ya.. 😁

__ADS_1


Terima kasih.. 🥰😍❤😘


__ADS_2