The Empress Of Mind Reader

The Empress Of Mind Reader
BAB 152. Stiff Grogolia


__ADS_3

Shiena segera kembali ke Kediamannya karena takut melihat Duke Carrole dan Duchess Carrole cemas. Tak butuh waktu lama, hanya dalam beberapa menit kereta kuda yang membawa Shiena telah sampai di Kediaman Duke Carrole.


Shiena segera masuk ke kamarnya dan mengganti pakaiannya dibantu oleh Marry. Shiena mengingatkan Marry untuk tidak menceritakan masalah itu pada siapapun. Marry pun mengiyakan permintaan Shiena.


Saat berganti pakaian Marry yang penasaran akan Bangsawan mana yang menyelamatkan Nonanya mencoba bertanya pada Shiena.


"Nona, aku penasaran sebenarnya Tuan Bangsawan yang menolong Nona terlihat sangat berkelas." ucap Marry.


"Kau benar. Aku juga berfikir hal yang sama. Dia seperti Bangsawan Atas tapi jika dia Bangsawan Atas di Kekaisaran ini aku pasti akan mengetahuinya karena umurnya tak jauh berbeda denganku." ucap Shiena bingung.


"Lalu, apakah dia berasal dari Bangsawan Kerajaan lain, Nona?" tanya Marry penasaran.


"Ntahlah. Aku sendiri tidak tau tapi pakaiannya itu memiliki lambang Kekaisaran kita jadi tidak mungkin jika dia berasal dari Kerajaan lain." ucap Shiena.


"Hmmm, identitasnya sangat misterius, Nona." ucap Marry.


"Kau benar. Apa jangan-jangan dia berasal dari pedesaan dan baru tiba di ibukota?" tanya Shiena.


"Apakah itu mungkin Nona?" tanya Marry.


"Sepertinya tidak, Aku juga tidak tau." ucap Shiena.


'Siapa dia sebenarnya? tapi siapapun dia, sepertinya identitasnya tidaklah sederhana. Aku harus berteman dengannya jika bertemu lagi.' fikir Shiena.


Ketika sore menjelang, ada kereta kuda yang memasuki Mansion Utama Keluarga Duke Carrole, Shiena yang penasaran meminta Marry turun dan mencari tau.


Setelah beberapa menit, Marry pun kembali bahwa yang datang adalah calon partner bisnis Duke Carrole. Marry tak bisa mencari tau mereka membicarakan tentang bisnis apa karena Duke Carrole dan Partnernya berada di dalam Ruang Kerja Duke.


Setelah beberapa jam berlalu waktu makan malam pun tiba, Duke Carrole mengajak partnernya untuk makan malam bersama. Shiena dan Duchess Carrole pun turun untuk makan malam bersama. Duke Carrole pun memperkenalkan partner bisnis barunya.


"Baiklah, kita akan membicarakan rinciannya nanti setelah pertemuan selanjutnya." ucap Duke Carrole.


"Tentu saja, Tuan Duke." ucap Partner Duke.


"Mari, ikutlah makan malam bersama." ucap Duke Carrole.


"Benar, Tuan. Kami sudah menyiapkan hidangan yang mungkin Tuan sukai." ucap Duchess Carrole.


"Jika Nyonya Duchess telah mengatakannya. Saya tentu saja tidak bisa menolaknya." ucap Partner Duke.

__ADS_1


Duke Carrole, Duchess Carrole dan Partner Bisnis Duke telah memasuki ruang makan dan Shiena pun baru datang lalu memberi salam.


"Ah, Putriku. Kemarilah!" perintah Duke Carrole.


"Baik, Ayah!" ucap Shiena sopan.


"Perkenalkan ini Tuan Stiff Grogolia. Dia adalah Partner Bisnis ayah yang baru." ucap Duke Carrole.


"Senang bertemu dengan anda Tuan Grogolia." ucap Shiena.


"Tentu saja. Senang bertemu dengan Lady yang cantik seperti anda." ucap Tuan Grogolia sambil mengambil tangan Shiena dan mencium punggung tangannya.


'Akhirnya kita bertemu juga Tuan Grogolia, Sang Penipu! Kali ini akan aku buat kau menyesal telah mencoba mengganggu Keluargaku!' fikir Shiena.


"Baiklah, mari kita lanjutkan makan malam ini." ucap Duchess Carrole.


"Tentu saja. Silahkan duduk Tuan Grogolia." ucap Duke Carrole.


Selama makan malam, Duke Carrole dan Tuan Grogolia terus saja membicarakan bisnis mereka. Tuan Grogolia selalu memuji kehebatan Duke Carrole dalam melakukan investasi karena selalu akurat dan berhasil menghasilkan untung yang sangat banyak. Tuan Grogolia juga tak henti-hentinya memberikan pandangan menarik jika investasi ini berhasil.


Shiena yang mendengarnya ingin sekali melemparkan salad yang ada di depannya ke wajah Tuan Grogolia yang bermulut manis.


Shiena yang tak tahan dengan ucapan manis dan bualan dari Tuan Grogolia mencoba menyerang keinti percakapan itu.


"Ayah, aku sangat senang jika seandainya bisnis ini berhasil tapi ayah. Aku ingin tau bagaimana jika bisnis gagal? Apakah Tuan Grogolia akan mendapatkan kerugian seperti kita nantinya?" tanya Shiena.


"Ah, kau benar putriku. Kami belum membicarakannya sama sekali masalah itu." ucap Duke Carrole.


"Tuan Duke, Kenapa kita harus membicarakan kerugian? Bukankah itu akan memberikan fikiran buruk?" ucap Tuan Grogolia.


"Hmmm, saya tidak berfikiran seperti itu Tuan. Jika kita tidak membicarakan masalah kerugian di awal dan hanya membicaraka keuntungan saja. Bagaimana jika seandainya kerugian itu terjadi? Bukankah itu akan menjadi masalah besar nantinya." ucap Shiena.


"I-itu..." ucap Tuan Grogolia terputus.


"Atau jangan-jangan Tuan Grogolia sengaja tidak ingin membicarakan masalah kerugian karena ingin membuat ayahku mengalami kerugian sendiri?" tanya Shiena.


'Gadis ini sangat berbahaya. Bagaimana bisa dia tau apa yang aku rencanakan?' fikir Tuan Grogolia.


'Kau baru tau awalnya. Permainan baru dimulai. Bersiaplah!' fikir Shiena.

__ADS_1


"Ah, tentu saja tidak. Bukankah kita akan bertemu lagi nanti sekalian melihat daerah yang akan menjadi tambang investasi saya dan Tuan Duke. Saat itu, kami pasti akan membahasnya karena saat ini waktu sangat terbatas." ucap Tuan Grogolia.


'Aku harus menghentikan pembicaraan soal kerugian ini dan jika nanti telah sampai di lokasi tambang aku akan membuat Duke Carrole langsung menyetujui investasi ini.' fikir Tuan Grogolia.


'Hmmm, jangan kau fikir bisa melakukannya. Apapun yang kau rencanakan. Kau tak akan bisa menang dariku!' fikir Shiena.


Shiena yang mengetahui bahwa Tuan Grogolia akan pergi ke lokasi pertambangan langsung saja Shiena merubah ekspresi wajah dan sikapnya untuk mendapatkan perhatian Tuan Duke Carrole agar bisa ikut pergi.


"Lokasi Pertambangan? Dimana itu ayah?" tanya Shiena antusias.


"Lokasinya tak jauh dari Istana Kristal milikmu yang diberikan oleh Kaisar." ucap Duke Carrole.


"Benarkah ayah? Apa aku boleh ikut ayah? Aku belum pernah ke Istana Kristal lagi pula kita bisa sekalian berlibur setelah melihat lokasi pertambangan. Benarkan ibu?" ucap Shiena dengan tatapan memelas.


'Tidak boleh. Nona Shiena tidak boleh ikut. Jika dia ikut rencanaku pasti akan kacau dan Tuanku pasti akan marah padaku.' fikir Tuan Grogolia.


"Lady, disana bukanlah tempat liburan. Disana sangat berbahaya. Banyak hewan buas dan monster, akan sangat berbahaya jika Lady ikut pergi kesana." bujuk Tuan Grogolia.


'Hmmm, trik murahan Kau kira bisa membuatku takut. Aku tau rencanamu. Aku pastikan bahwa rencanmu!' ucap Shiena dalam hati.


"Kenapa aku harus takut? Bukankah ayahku adalah Jenderal Perang terkuat. Ayah bisa membakar sampai hangus hewan buas dan monster-monster itu apalagi orang yang mencoba menipu. Ayahku akan membuatnya menjadi daging panggang dengan sekali semburan Api Sihirnya. Aku juga punya ibu yang memiliki Sihir Cahaya, jika aku luka separah apapun pastinya akan dapat disembuhkan oleh ibuku. Benarkan ayah ibu?" tanya Shiena meminta pembelaan.


"Tentu saja Putriku tak akan mengalami luka sedikitpun. Ayah akan selalu melindungimu dan menjagamu." ucap Duke Carrole percaya diri.


"Begitu pula dengan ibu, ibu pasti akan memastika tak akan ada luka sedikit pun dikulit cantik Putri Kesayangan ibu." ucap Duchess Carrole.


"Jadi bagaimana? Apa kita akan pergi?" tanya Shiena.


"Tentu Saja." ucap Duke Carrole dan Duchess Carrole bersamaan.


Shiena yang melihat ekspresi tidak senang dari wajah Tuan Grogolia merasa sangat senang.


'Gawat! Perubahan rencana. Aku takut jika nanti aku akan ketahuan. Aku harus melaporkan ini pada Tuanku.' ucap Tuan Grogolia.


'Tuan? Siapa Tuannya? Aku harus mencari tau segera dan menjerat mereka berdua. Siapapun yang mencoba menghancurkan keluargaku? Mereka harus hancur terlebih dulu!' ucap Shiena dalam hati.


#Bersambung#


Jangan Lupa Tekan Like, Komen, Vote dan Favorite nya ya.. 😁

__ADS_1


Terima kasih.. 🥰😍❤😘


__ADS_2