
Duke Simons yang terlempar jauh karena Kekuatan Sihir Angin milik Shiena bahkan terlempar sampai ke dinding pembatas Istana. Duke Simons yang terluka akhirnya mengeluarkan darah segar dari mulutnya. Begitu pula dengan Penyihir yang menjadi Pengikut Duke Simons ikut terlempar dan menabrak dinding lalu pingsan tak sadarkan diri. Sedangkan Kesatria-kesatria yang terpelanting merasa kesulitan bergerak setelah terjatuh dari langit.
Semua yang melihat kekuatan Sihir Shiena tak percaya jika Shiena memiliki kekuatan yang sangat hebat dan tak hanya itu Shiena juga ternyata memiliki Sihir Cahaya seperti Ibunya, Duchess Carrole.
Pengikut Duke Simons yang melihat banyak sekali Kesatria yang terkejut dan tak menyangka akan kekuatan Shiena. Salah satu Pengikut Duke Simons yang bisa meloloskan diri dari serangan Tuan Muda Alphonso mencoba mengambil keuntungan dengan menyerang Shiena secara tiba-tiba dari belakang.
Shiena yang tidak tau ada seseorang yang menyerangnya pun berteriak dengan keras. Tuan Muda Alphonso yang melihat Shiena diserang segera berlari melindungi Shiena. Pedang milik Pengikut Duke Simons terpelanting ke atas karena serangan pertahanan dari Tuan Muda Alphonso.
Shiena yang sedang duduk melihat Tuan Muda Alphonso yang memasang badan untuk melindunginya merasa bersyukur.
"Fokuslah untuk mengobati Tuan Duke. Orang itu biarkan aku yang melawannya." ucap Tuan Muda Alphonso.
"Terima kasih Alphons." ucap Shiena terharu.
Tuan Muda Alphonso dengan gagah berani melawan Pengikut Duke Simons dan Kesatria yang mencoba menyerang dan mengganggu konsentrasi Shiena. Tuan Muda Alphonso yang tidak fokus melawan musuh karena harus berbagi konsentrasi melindungi Shiena akhirnya terkena tusukan pedang tepat di jantungnya.
Shiena yang merasa nyawa Duke Carrole telah aman dan tak membahayakan lagi lalu membawa Duke Carrole ke pinggir untuk mendapatkan perawatan lanjutan. Namun Shiena tiba-tiba mendengar teriakan Tuan Muda Alphonso. Shiena melihat Tuan Muda Alphonso yang diserang oleh puluhan Kesatria merasa tak tega. Tebasan pedang dari Kesatria musuh pun menghiasi tubuh Tuan Muda Alphonso. Shiena kemudian berlari menolong Tuan Muda Alphonso.
Kemudian Shiena mengeluarkan Sihir Angin menyerang Kesatria-kesatria itu dan menyebabkan puluhan Kesatria yang menyerang Tuan Muda Alphonso terlempar ke langit dan terjatuh ke tanah hingga tak bernyawa lagi. Pengikut Duke Simons yang pertama kali menyerang Tuan Muda Alphonso pun bergetar ketakutan karena takut kehilangan nyawanya ditangan Shiena.
Tanpa basa-basi Shiena pergi menuju Tuan Muda Alphonso dan menggunakan Sihir Cahaya untuk menghentikan pendarahannya. Shiena yang mengetahui bahwa kemungkinan selamat Tuan Muda Alphonso sangat tipis karena pedang itu telah mengenai jantung Tuan Muda Alphonso pun menangis.
"Shiena!" panggil Tuan Muda Alphonso.
__ADS_1
"Alphons tenanglah. Jangan banyak bicara aku pasti akan menyelamatkanmu. Aku mohon bertahanlah." ucap Shiena sambil menangis.
"Aku tak sanggup lagi. Sakit sekali." ucap Tuan Muda Alphonso merintih.
"Aku mohon bertahanlah." ucap Shiena menangis.
Tuan Muda Alphonso yang melihat Shiena menangis mengangkat tangan kanannya pelan-pelan lalu mengusap air mata Shiena dengan tangannya. Tuan Muda Alphonso tau jika Shiena tak pernah menganggap dirinya lebih dari teman dan guru meskipun begitu cintanya tulus dan tak mengharapkan balasan. Tuan Muda Alphonso akan merasa bahagia jika Shiena juga bahagia meski tak bersamanya.
"Jangan menangis! Aku baik-baik saja." ucap Tuan Muda Alphonso.
"Bagaimana baik-baik saja? Kau terluka sangat parah." ucap Shiena tak bisa menahan air matanya.
"Aku baik jika kau selamat. Aku mencintaimu." ucap Tuan Muda Alphonso.
"Alphons! A-aku..." ucap Shiena terbata-bata.
Setelah berkata demikian Tuan Muda Alphonso pun kehilangan kesadarannya karena kehilangan banyak darah akibat tebasan pedang. Shiena yang melihatnya mengeluarkan air mata dan mengerahkan seluruh Energi Sihirnya untuk menutup kembali luka pada Jantung Tuan Muda Alphonso.
Akhirnya nyawa Tuan Muda Alphonso dapat terselamatkan dari maut tapi Tuan Muda Alphonso belum sadarkan diri karena kehilangan banyak darah. Tuan Muda Alphonso membutuhkan istirahat yang cukup dan tak boleh banyak bergerak jika tidak maka luka di jantungnya bisa terbuka kembali.
Dengan hati-hati Shiena meminta Kesatria Kekaisaran mengangkat tubuh Tuan Muda Alphonso dan membawanya ke ruang perawatan. Shiena yang masih merasa khawatir pun tak memikirkan dirinya lagi yang telah kehilangan banyak Energi Sihir.
Setelah melihat keadaan Duke Carrolez, dan Tuan Muda Alphonso baik-baik saja. Shiena pergi kembali ke Lapangan Istana untuk memberikan pelajaran kepada Duke Simons dan bawahannya. Kali ini Shiena tak bisa memaafkan perbuatannya karena telah membuatnya hampir kehilangan orang yang disayanginya.
__ADS_1
Shiena memang tak menganggap Tuan Muda Alphonso sebagai laki-laki yang dapat dicintai tapi Shiena telah menempatkan Tuan Muda Alphonso di salah satu sudut hatinya sebagai seorang guru dan juga teman yang berharga. Shiena tak akan membiarkan siapapun mengambilnya.
Kaisar Franz yang melihat kejadian itu tak bisa memaafkan Pengikut Duke Simons yang telah mencoba menyerang Shiena. Kaisar Franz pun menyerang Bangsawan itu hingga mengaku kalah dan menyerah. Kaisar Franz dengan tegas memerintahkan Kesatria Kekaisaran untuk menangkap dan mengikat tangan dan kaki dari Pengikut Duke Simons tersebut.
Lalu, Kaisar Franz melihat Duke Simons mengendap-ngendap menuju kudanya untuk melarikan diri. Kaisar Franz yang marah menggunakan Sihir Gelapnya dan menyusup mengejak Duke Simons. Kemudian terjadilah pertarungan satu lawan satu antara Kaisar Franz dan Duke Simons.
Ketika sedang bertarung, Kaisar Franz sekilas melihat Shiena menangis untuk pria lain di depan matanya. Tak terbayang Kaisar Franz akhirnya merasakan sakit di hatinya. Kaisar Franz merasa cemburu pada Tuan Muda Alphonso yang dapat membuat Shiena menangis untuknya. Lalu, saat melihat Shiena pergi bersama Tuan Muda Alphonso, Kaisar Franz sakit hati meskipun dirinya tau jika dirinya tak boleh cemburu karena saat ini Tuan Muda Alphonso telah mengorbankan dirinya sendiri untuk melindungi Shiena sementara dirinya tak bisa melakukan itu karena posisinya yang jauh.
Kaisar Franz hanya bisa menahan perasaannya dan melanjutkan pertarungan. Kaisar Franz pun menyerang Duke Simons dengan membabi buta untuk menghilangkan perasaan resah di hatinya. Duke Simons yang kewalahan pun tak dapat lagi menahan serangan Kaisar Franz dan harus pasrah menerima beberapa sayatan pedang di tubuhnya.
Duke Simons pun terluka cukup parah. Lalu, Duke Simons melangkah mundur tiga langkah ke belakang lalu melihat situasi yang ternyata sangat bertolak belakang dari yang diharapkannya.
'Sial! Kenapa jadi begini? Kenapa semuanya jadi berantakan?' ucap Duke Simons dalam hati.
Duke Simons akhirnya menyadari kekalahan telah berada di depan mata. Duke Simons yang mendapatkan luka yang cukup serius pun merasakan rasa putus asa karena belasan Bangsawan yang menjadi pengikutnya semuanya telah tertangkap dengan tangan dan kaki terikatm Lalu, Kesatria-kesatria yang berada di pihak Duke Simons hanya tinggal sedikit karena telah banyak sekali yang tewas.
Dalam keputusasaan tiba-tiba Raja Michael datang bersama pasukannya. Raja Michael dan ribuan Kesatria datang memasuki Lapangan Istana Kekaisaran yang menjadi medan pertempuran. Kedatangan Raja Michael seolah memberikan angin segar dan secercah harapan untuk menang.
Duke Simons dan Pengikutnya masih berfikir jika Raja Michael dan Kesatrianya datang untuk membantu mereka memutar balikkan keadaan. Duke Simons yang terluka berlari ke arah datangnya Raja Michael dan tak hanya itu semua Kesatria Duke Simons yang tersisa mengikuti apa yang dilakukan Duke Simons.
Kesatria Duke Simons yang dendam pada Kaisar Franz dan Bangsawan yang setia padanya tak bisa menahan diri untuk tidak mengejek. Kesatria Duke Simons telah sangat yakin jika mereka akan menang.
#Bersambung#
__ADS_1
Jangan Lupa Like, Komen dan Vote nya ya..
🥰😍😘😚 Terima Kasih