The Empress Of Mind Reader

The Empress Of Mind Reader
BAB 321. Sakit


__ADS_3

Raja Philiph dan Permaisuri Yerome serta seluruh orangnya pun pergi dari Kekaisaran Pearl. Semua orang yang mengetahui itu menjadi terkejut termasuk Nona-nona Bangsawan yang ternyata telah menghabiskan malam yang menggairahkan bersama Raja Philiph. Mereka tidak menyangka jika mereka ditinggalkan begitu saja tanpa penjelasan.


Nona-nona Bangsawan itu pun marah dan berencana meminta bantuan Kaisar Franz tapi Kaisar Franz tidak meresponnya karena menganggap itu adalah pilihan dari Nona-nona Bangsawan yangmana mereka melakukan itu sama sama suka sehingga tidak ada yang namanya pertanggungjawaban.


Jawaban dari Kaisar Franz membuat Nona-nona Bangsawan itu frustasi sehingga mereka pun mengurung diri dan tidak ingin melakukan apapun hingga Nyonya dan Tuan Bangsawan yang mengetahui kejadian yang menimpa Putri mereka sangat sedih dan meminta bantuan Kaisar Franz dan tetap saja ditolak hingga akhirnya Bangsawan itu pasrah dan menerima keputusan Kaisar Franz.


Kepergian Raja Philiph ternyata membawa banyak masalah bagi Kaisar Franz terutama Nona-nona Bangsawan yang telah ditidurinya. Kaisar Franz baru mengetahui bahwa Raja Philiph telah merayu banyak Nona muda dengan janji menjadikan mereka Ratu atau Permaisuri di Kerajaannya.


Kaisar Franz pun menceritakan semua itu pada Permaisuri Shiena. Permaisuri Shiena yang mendengarnya menjadi ikut marah. Permaisuri Shiena akhirnya sadar jika Raja Philiph memang benar-benar Pria yang brengsek.


Satu minggu pun berlalu setelah kepergian Raja Philiph, Permaisuri Shiena yang telah merasa tidak sehat sebelum Perayaan Ulang Tahunnya semakin menjadi hingga akhirnya Permaisuri Shiena pingsan.


Kaisar Franz yang sedang bekerja pun langsung berlari menemui Permaisuri Shiena ketika mendapatkan kabar jika Permaisuri Shiena telah jatuh pingsan. Kaisar Franz yang telah sampai di kamarnya pun bergegas memanggil Dokter Kekaisaran.


Dokter itu pun datang dengan terburu-buru lalu langsung memeriksa kesehatan Permaisuri Shiena. Dokter mengetahui bahwa Permaisuri Shiena hanya kurang sehat disebabkan karena terlalu lelah dan kurang istirahat.


Sehingga Dokter Kekaisaran memberikan saran agar Permaisuri Shiena beristirahat yang cukup dan tidak diizinkan untuk berdiri untuk beberapa hari. Permaisuri Shiena juga diharuskan meminum vitamin untuk membuatnya cepat pulih.


Kaisar Franz pun segera memerintahkan Dayang Pribadi Permaisuri Shiena untuk mengurusi vitamin untuk Permaisuri Shiena. Kaisar Franz yang sangat khawatir pun memilih untuk tetap tinggal di dalam kamar dan menemani hingga Permaisuri Shiena sehat kembali.


Namun, hal itu tidak berlangsung lama karena Kaisar Franz diharuskan kembali bekerja karena ada Bangsawan yang mengajukan protes meminta Kaisar Franz memberikan somasi kepada Raja Philiph untuk menikahi Putri-putri mereka.


Kaisar Franz yang tidak ingin Permaisuri Shiena yang sedang sakit terganggu karena Bangsawan-bangsawan yang sedang melakukan protes pun memutuskan untuk segera menemui mereka semua.


Kaisar Franz kemudian memerintahkan Jenderal Istana, Kesatria Elit, dan Kesatria Istana untuk membawa Kepala Keluarga Bangsawan itu menemuinya secara langsung dan membubarkan sisanya.

__ADS_1


Kaisar Franz pun memerintahkan Kesatria berjaga dan tidak membiarkan siapapun masuk ke dalam kamar Permaisuri kecuali dayang pribadinya. Kesatria itu pun mengangguk mengerti sehingga Kaisar Franz pun bergegas pergi menemui Bangsawan-bangsawan itu.


Jenderal Istana bergerak menuju kerumunan massa dan meminta Kepala Keluarga untuk mengikutinya menemui Kaisar Franz dan meminta Kepala Keluarga untuk membubarkan orang-orang yang dibawanya karena telah mengganggu kenyamanan Istana.


Kepala Keluarga itu menolak membubarkannya karena takut jika Kaisar tidak akan mau memenuhi tuntutannya. Jenderal Istana yang mendengarnya menjadi geram.


"Tuan, anda bisa ikut dengan saya menemui Yang Mulia Kaisar dan tolong Tuan bubarkan semua orang." perintah Jenderal Istana.


"Tidak bisa! Mereka harus tetap disini. Aku akan pergi menemui Kaisar dan mereka akan tetap disini karena aku khawatir jika Yang Mulia akan menolak permintaan kami." ucap Kepala Bangsawan.


"Apa anda mencoba menentang perintah dari Kaisar?" tanya Jenderal Istana.


"Kami melakukannya demi Putri kami. Putri kami harus mendapatkan keadilan." ucap Kepala Bangsawan-bangsawan itu.


Kaisar Franz yang telah keluar dari kamar Permaisuri Shiena dan pergi menenui Kepala Keluarga itu mendapat laporan dari Kesatria Elit bahwa Kepala Bangsawan itu menolak untuk membubarkan orang-orangnya sebelum Kaisar Franz berjanji memenuhi keinginan mereka.


Kaisar Franz pun pergi menemui Kepala Bangsawan dan juga orang-orangnya dengan wajah yang sangat marah dan aura yang membunuh yang sangat kuat sehingga membuat siapapun yang melihat Kaisar Franz tidak berani menatap wajahnya.


Ketika sampai di tempat, semua Bangsawan yang awalnya bernyali besar dan memiliki semangat yang sangat besar dan yakin tidak akan gentar dengan ancaman apapun tiba-tiba membeku di tempat karena aura membunuh yang keluar dari Kaisar Franz.


Suhu udara yang tadinya normal berubah menjadi turun drastis menjadi sangat dingin sehingga Nona Bangsawan yang juga ikut dalam Protes itu menggigil ketakutan lalu merapat ke Nona-nona Bansgawan lainnya.


"Apakah kalian berencana melakukan pemberontakan pada Kekaisaran ini?" tanya Kaisar Franz dengan nada yang sangat menakutkan.


"Ti-tidak Yang Mulia. Kami hanya ingin meminta keadilan Yang Mulia." ucap Nona Bangsawan.

__ADS_1


"Keadilan?" tanya Kaisar Franz sambil mengangkat satu alisnya.


"Benar Yang Mulia. Jika Yang Mulia tidak bisa memberikan kami keadilan maka kami akan melakukan protes disini sampai Yang Mulia memenuhi keinginan kami." ucap Kepala Keluarga Bangsawan.


Kaisar Franz yang awalnya tidak ingin semua orang yang ada di Istana tau tentang masalah ini tapi setelah Kaisar Franz mendengar laporan Kesatria Elit Kaisar Franz pun berubah fikiran. Kisar Franz sengaja membuat masalah ini menjadi besar dan membuat semua orang mengetahuinya bahkan bila perlu sampai diberitakan di Surat Kabar.


Semua pelayan pun akhirnya berkumpul di sekitar tempat itu dan mulai bergosip. Kepala Keluarga dan Nona Bangsawan yang melihat pun menjadi khawatir semua orang akan membicarakan Keluarga mereka hingga bisa membuat reputasi keluarganya hancur.


Kaisar Franz yang mengetahui maksud dari semuanya tidak membiarkan masalah ini selesai begitu saja.


"Kalian ingin keadilan atas perbuatan yang tidak pantas dilakukan oleh Putri-putri kalian. Bukankah Nona-nona Bangsawan ini dengan sukarela menyerahkan malam pertama mereka kepada Raja Philiph padahal mereka tidak terikat dalam hubungan apapun. Lalu, jika saat ini Raja Philiph meninggalkan mereka, apakah kau fikir kalian bisa meminta keadilan?" tanya Kaisar Franz dengan nada tinggi.


Semua orang pun bergosip dan membicarakan perbuatan Nona-nona Bangsawan itu. Nona Bangsawan yang awalnya berfikir dapat menekan Kaisar Franz tidak menyangka akan dipermalukan di depan semua orang hingga akhirnya Kepala Keluarga Bangsawan itu memilih mundur dan pergi dari Istana.


Namun, Kaisar tidak membiarkannya. Kaisar Franz memerintahkan Kesatria Istana dan kesatria Elit untuk menangkap semuanya dan menjebloskannya ke dalam Penjara Kekaisaran. Kaisar Franz pun memberikan titah untuk menghukum mereka dengan hukuman kurungan selama satu minggu.


Mereka semua yang tidak ingin dihukum pun memohon ampun kepada Kaisar dan melemparkan kesalahan pada Keluarga mereka tapi Kaisar Franz yang telah sangat marah pun mengabaikan permintaan mereka.


Kesatria Elit dan Kesatria Istana pun menyeret semuanya secara paksa di depan Para Pelayan dan Kesatria Penjaga dan membawanya ke Penjara dan dalam waktu singkat keadaan menjadi normal kembali dan Pelayan itu pun kembali ke tempatnya masing-masing.


#**Bersambung#


Jangan Lupa Like, Komen dan Vote ya..


🥰😊😍😘

__ADS_1


Terima kasih**


__ADS_2