
Kaisar Franz yang merasa semua belum berakhir segera memerintahkan Kesatria yang masih sehat untuk segera membantu membawa Kesatria-Kesatria dan Bangsawan yang terluka setelah melawan musuh untuk dibawa ke Ruang Perawatan. Ruang Perawatan yang awalnya tidak lah banyak tapi semenjak Kaisar Franz mengetahui rencana Duke Simons yang ingin melakukan kudeta. Kaisar Franz dengan cepat mengalihfungsikan beberapa ruangan untuk dijadikan tempat perawatan orang-orang yang terluka nantinya.
Ruang Perawatan itu memiliki fasilitas yang lengkap seperti ranjang pasien dan banyak lagi peralatan medis lainnya agar dapat mempermudah Dokter dan Perawat melakukan tugas meereka dengan sangat baik. Kaisar Franz yang sangat mementingkan kesehatan dan keselamatan rakyatnya hingga mengeluarkan titah kepada Pihak Medis untuk melakukan tugasnya dengan sebaik-baiknya dan jika mereka mendapatkan satu saja keluhan dari Pasien dan keluarganya tentang kinerja mereka maka Kaisar Franz tidak akan segan-segan memberikan hukuman yang berat
Setelah memberi perintah, Kaisar Franz segera kembali ke Ruang Kejanya. Kaisar Franz sebenarnya ingin menemani Shiena dan menyapa Duke Carrole tapi tugas negara telah menunggunya sehingga Kaisar Franz harus mementingkan kepentingan semua orang daripada dirinya sendiri. Kaisar Franz yang merasa Pihak Medis tak akan bisa menangani pasien dengan cepat kemudian berfikir untuk menghubungi Menara Sihir untuk meminta bantuan.
Kaisar Franz kemudian menghubungi Tetua Agung untuk memilih murid-muridnya yang berbakat dan tentunya yang memiliki Sihir Cahaya untuk dapat membantu menyembuhkan orang-orang yang yang terluka lalu segera mengirimnya ke Istana Kekaisaran dengan teleportasi.
Tetua Agung yang ternyata selalu memantau jalannya Perang melalui alat sihirnya telah mengetahui bahwa Kaisar Franz telah memenangkan Perang itu. Tetua Agung juga telah mengetahui bahwa Marquess Laurence terluka dalam Peperangan itu. Tetua Agung yang mendapatkan pesan pribadi dari Kaisar Franz menjadi tersenyum setelah mengetahui jika Kekaisaran membutuhkan bantuannya.
Tetua Agung pun memanfaatkan kesempatan ini untuk membantu karena ternyata Tetua Agung secara diam-diam telah mengetahui identitas Gadis Suci yang ternyata adalah Shiena Ve Carrole, Calon Permaisuri masa depan. Tetua Agung ingin membuat Shiena sepenuhnya masuk dan bergabung dengan Menara Sihir sehingga Menara Sihir memiliki kekuatan yang cukup untuk mengalahkan Organisasi Sihir dari Kerajaan lainnya.
Tetua Agung dengan cepat memanggil tiga Tetua lainnya dan berdiskusi. Setelah mendapatkan titik terang, Tetua Agung segera mengirimkan Muridnya ke Istana dan tak lupa Tetua Agung ikut pergi ke Istana untuk melihat sendiri keadaan Istana setelah Perang terjadi.
Kaisar Franz yang mendapatkan surat balasan dari Tetua Agung segera menemui Tetua Agung di titik teleportasinya. Setelah lima belas menit menunggu akhirnya Tetua Agung dan Murid Menara Sihir sampai juga di Istana Kekaisaran. Kaisar Franz tanpa rasa malu atau segan kemudian mengucapkan terima kasih dan berjanji akan memberika imbalan yang sesuai untuk semua kerja keras mereka.
Lalu semuanya pergi ke Ruang Perawatan. Murid-Murid Menara Sihir dengan cepat berbaur dan membantu Dokter menyembuhkan pasien sementara Tetua Agung pergi melihat Marqess Laurence yang tak sadarkan diri.
__ADS_1
Shiena yang melihat kedatangan Tetua Agung segera bangkit dari kursinya dan mengucapkan salam hormat. Tetua Agung kemudian tersenyum dan mengangguk. Tetua Agung kemudian melihat kondisi Marquess Sepenuhnya. Tetua Agung sangat terkejut saat tau jika ada Energi Sihir orang lain yang berada di dalam tubuh Marquess Laurence karena setau Tetua Agung hanya orang yang memiliki Kekuatan Sihir Cahaya level Surgawi yang dapat melakukannya. Tetua Agung kemudian melihat kearah Shiena yang saat ini berada di dekat Duke Carrole.
'Sepertinya Gadis ini benar-benar adalah Gadis Suci seperti dugaanku.' ucap Tetua Agung dalam hati.
Shiena yang tak mengetahui isi fikiran Tetua Agung dari Menara Sihir terus melihat Duke Carrole yang mulai bereaksi. Shiena tidak memanggil Dokter atau orang dari Menara Sihir. Shiena berencana merawat dan mengurus Duke Simons sendiri tanpa merepotkan orang lain. Sementara yang lainnya tak terlalu peduli karena mengingat Shiena memiliki Sihir Cahaya seperti ibunya dan terlebih status Shiena yang lebih tinggi dari mereka menjadi alasan yang kuat.
Sementara itu, Kaisar Franz yang hanya mengantar Tetua Agung dan Muridnya ke Ruang Perawatan segera kembali ke Ruang Kerjanya. Kaisar Franz sebenarnya ingin sekali menemui Shiena dan menemaninya tapi Kaisar Franz harus memendam perasaan itu. Kaisar Franz memanggil Pelayan Istana untuk memberika Shiena beberapa buah segar dan minuman untuk menemaninya dan tak lupa Kaisar Franz juga menyelipkan kertas ucapan maaf.
Lalu, Kaisar Franz memanggil Tuan Eit dan kemudian memberikan lembaran-lembaran kertas yang berisikan bukti kejahatan Duke Simons, Anastasya dan Pengikutnya untuk diserahkan ke Pihak Penyidik Kekaiasaran untuk melakukan Penyelidikan mendalam pada masalah ini untuk mengetahui semua orang yang terlibat. Kaisar Franz tak akan membiarkan satu orang musuh pun terbebas dari masalah ini.
Tuan Eit kemudian segera meninggalkan Ruang Kerja Kaisar Franz dan bergegas ke Kantor Penyelidikan Kekaisaran untuk menyampaikan perintah Kaisar Franz. Tuan Eit tidak lupa pergi berkunjung ke Penjara Kekaisaran untuk melihat Para Pemberontak disiksa selama di dalam Penjara.
Nona Bangsawan itu bahkan merasa sangat ketakutan dan jijik karena berada di ruangan yang sangat berbeda dengan yang selama ini mereka tempati. Sekarang mereka harus terbiasa hidup di dalam Penjara dengan tempat tidur dari tikar dan makanan yang sederhana untuk Rakyat Jelata yang sangat miskin. Bahkan mereka harus menerima kenyataan jika mereka hanya tinggal menunggu waktu hingga waktu eksekusi diumumkan dan nyawa mereka akan segera diambil.
Anastasya yang masih merasa sakit pada dadanya hanya bisa diam sambil memegangnya. Anastasya sekarang merasa hidupnya telah benar-benar hancur. Semua yang dimilikinya telah hilang dan sirna. Anastasya yang dulu membanggakan tubuh serta wajahnya yang indah dan cantik sekarang terlihat kusam. Anastasya tak menyangka jika dirinya bahkan tak memiliki kemampuan untuk menyembuhkan orang lain apalagi menyembuhkan dirinya sendiri.
'Jadi Tuan Marquess telah benar-benar membuatku menjadi orang yang tidak berguna! A-aku tidak bisa terus seperti ini. Aku harus bisa bebas dan keluar dari situasi yang mengerikan ini.' ucap Anastasya dalam hati.
__ADS_1
Meskipun begitu Anastasya tak memiliki rencana apapun yang dapat membuatnya terbebas ataupun menghindari hukuman mati. Anastasya hanya bisa terduduk diam dengan tatapan kosong karena berfikir semua telah berakhir.
Setelah mengetahui semuanya, Tuan Eit pun kembali ke Ruang Kerja Kaisar Franz dsn memberi taunya kondisi sebenarnya di dalam Penjara Istana. Kaisar Franz kemudian memerintahkan Tuan Eit melakukan Penyelidikan itu segera bila perlu itu dilakukan besok hari dengan menginterogasi semua Pengikut Duke Simons.
Kaisar Franz yang juga tau jika Marquess Laurence adalah orang yang bertanggung jawab untuk melindungi Rakyat dan Bangsawan telah meninggalkan posnya tapi Kaisar Franz tak akan menyalahkannya karena jika Marquess Laurence telat satu detik saja mungkin saat ini orang yang sedang sekarat di Ruang Perawatan adalah Shiena dan karena tak ada korban apapun Kaisar Franz akan menutup mata untuk kelalaian Marquess Laurence.
Kaisar Franz kemudian memerintahkan beberapa orang Kesatria yang tidak bertugas untuk segera pergi ke tempat Persembunyian Rakyat dan Bangsawan untuk segera mengeluarkann semua orang dan memerintahkan semuanya untuk mengantar orang-orang itu kembali ke rumahnya masing-masing dengan selamat.
Lalu, Kaisar Franz juga memerintahkan Jenderal Istana untuk ikut pergi dan membantu Rakyat dan Bangsawan membawa ahli akuntan untuk mendata semua kerugian Rakyat dan Bangsawan lalu membantu mereka untuk membereskan rumah dan barang-barang mereka yang telah dihancurkan oleh Duke Simons dan Pengikutnya.
Kaisar Franz telah memerintahkan Penasehat Kekaisaran untuk mengambil alih semua aset Pemberontak dan menjadikannya milik Kekaisaran lalu mengganti semua kerugian Rakyat dan Bangsawan yang setia padanya.
Dengan menaiki kuda JenderaL Istana dan beberapa Kesatria bergegas ke Tempat Persembunyian untuk menjalankan tugas. Jenderal Istana memimpin semuanya dan melaksanakan perintah dengan baik.
#Bersambung#
Jangan Lupa Like, Komen dan Vote nya ya..
__ADS_1
🥰😍😘😚 Terima Kasih