The Empress Of Mind Reader

The Empress Of Mind Reader
BAB 248. Kejutan


__ADS_3

Duke Carrole yang telah mendapatkan Surat balasan persetujuan dari Kaisar Franz segera memberitau Duchess Carrole dan Shiena. Duhess Carrole yang tau bahwa dirinya adalah Nyonya di Kediaman Carrole membuat persiapan dengan sangat teliti selama beberapa hari. Duchess Carrole mengganti semua warna cat dan tirai di Kediaman carrole. Duchess Carrole juga memerintahkan semua pelayan rumah untuk membersihkan Kediaman Carrole dengan sangat bersih jangan sampai tertinggal debu sedikit pun. Tak hanya itu, Duchess Carrole memanggil Arsitek berbakat dan terkenal untuk merenovasi Taman dan beberapa tempat yang akan menjadi tempat pertemuan antar Keluarga itu. Duchess Carrole memerintahkan arsitektur itu melakukan renovasi hanya dalam beberapa hari yang membuatnya terpaksa harus kerja lembur tanpa istirahat dan tentunya dengan bayaran yang sangat mahal.


Duchess Carrole juga memerintahkan Koki untuk menyiapkan bahan makanan dan makanan yang sangat lezat, elegan, mewah dan berkualitas tinggi karena Duchess Carrole ingin Kaisar Franz dapat menyukai semua makanan yang disediakan. Duchess Carrole juga mengundang beberapa Designer Gaun, Sepatu dan Perhiasan terkenal ke Kediaman Carrole sengaja untuk membeli Gaun yang akan dipakai Shiena dan dirinya ketika Kaisar datang.


Shiena tak terlihat antusias tapi lebih ke gugup dan juga khawatir tapi berbeda dengan Duke Carrole dan Duchess Carrole yang sangat bersemangat dan antusias. Tak hanya mereka, Marry dan Ana juga sangat bersemangat bahkan satu hari sebelum kedatangan Kaisar Franz, Shiena dipaksa oleh Marry dan Ana untuk menjalankan berbagai ritual perawatan mulai dari wajah, rambut, tubuh dan juga kuku. Shiena juga dipaksa melakukan diet agar berat badannya tidak naik dan Gaun yang telah diukur tetap muat dipakai.


"Aku sangat lapar. Apa aku tidak bisa mendapatkan satu potong kue stroberi dan juga jus buah yang segar, Marry?" tanya Shiena frustasi.


"Tidak bisa, Nona. Anda harus diet agar berat badan anda tidak naik." ucap Marry.


"Benar, Nona. Anda harus bisa menahannya. Ini demi diri anda sendiri Nona agar bisa terlihat cantik dan menawan ketika Kaisar datang." ucap Ana.


'Menarik apanya? Apa kalian tidak tau jika saat ini aku sangat tersiksa dan kelaparan. Aku harus mencari cara untuk mengusir Marry dan Ana keluar lalu menyelinap keluar dan membeli banyak cemilan dan menyimpannya di dalam Cincin Ruangku. Jika tidak aku pasti akan mati kelaparan sebelum bertemu dengan Franz!' ucap Shiena dalam hati.


Setelah beberapa jam berlalu, Shiena yang telah menjalani berbagai perawatan seharian akhirnya dapat bersantai dan tidur di kamarnya. Shiena meminta Marry dan Ana untuk keluar dan tidak mengganggunya. Marry dan Ana yang mengerti segera keluar. Shiena yang merasa situasi telah aman menggunakan Sihir Cahaya untuk membuat segel agar tak seorang pun bisa masuk atau keluar dari kamar itu kecuali dirinya. Shiena kemudian bersiap-siap dan menggunakan Sihir Gelap dan keluar dari Kediaman Carrole dengan memakai pakaian yang sederhana dan tak terlihat seperti seorang Bangsawan atas meskipun begitu tetap tak bisa menghalangi pandangan pria diseklilingnya yang menganggap Shiena adalah Nona Bangsawan yang sedang menyamar.


Shiena yang senang dapat bebas pergi ke Taman Kota dan melihat pemandangan dan juga bunga-bunga yang mekar disana tak menyadari ada seseorang yang sedang mengawasinya dari awal ketika sampai di Taman Kota. Shiena yang sedang duduk sangat tertarik dengan seorang pedangan yang menjual makanan manis berwarna merah muda yang berbentuk kapas dan dapat dibentuk berbagai bentuk. Shiena pun memesan satu tapi ketika ingin membayar ada seseorang yang telah mengeluarkan koin perak terlebih dahulu.


Shiena yang merasa mengenali bau tubuh dari sang pria segera melihat kebelakang. Shiena sangat terkejut melihat Kaisar Franz yang sedang berdiri dibelakang termundur kebelakang dan tak sengaja menjatuhkan permen gulalinya yang berbentuk bunga. Kaisar Franz dengan sigap menangkap permen itu dan memberikannya kepada Shiena. Ketika Shiena ingin mengucapkan salam hormatnya Kaisar Franz segera menutup mulutnya dan menempelkan jari telunjuknya ke bibir. Shiena yang mengerti kode yang diberikan Kaisar Franz pun mengangguk.


"Apa Nona sendiri? Apa boleh saya menemani Nona berjalan-jalan?" tanya Kaisar Franz.


"AH, tentu saja, Yang... Ah, maksud saya Tuan." ucap Shiena terbata-bata.

__ADS_1


Kaisar Franz pun menekuk sikunya dan Shiena segera meletakkan tangannya di antar siku itu kemudian mereka pergi berdua. Shiena tak banyak bicara tapi Shiena tau jika saat ini Kaisar Franz ingin menjalani hidupnya sebagai rakyat biasa dan bukan sebagai Kaisar.


"Apakah Yang Mulia selalu seperti ini?" tanya Shiena.


"Seperti ini?" tanya Kaisar Franz bingung.


"Yah tentu saja menyamar sebagai rakyat biasa dan berpura-pura sebagai rakyat biasa dan mungkin menggoda beberapa Nona Bangsawan." ucap Shiena menyindir.


"Tentu saja jika Nona Bangsawan itu adalah kau!" ucap Kaisar Franz menggoda.


Shiena pun merasa malu dengan ucapan spontan dari Kaisar Franz. Seluruh wajah Shiena berubah menjadi merah muda dan Shiena bahkan membuang wajahnya karena tak berani menatap langsung wajah Kaisar Franz.


Shiena dan Kaisar Franz pergi ke berbagai tempat bersama dan makan malam bersama sebagai rakyat biasa. Shiena yang merasa ada hal yang aneh pada Resstoran tempat mereka makan segera bertanya pada Kaisar Franz.


"Aku telah mengosongkan Restoran ini." ucap Kaisar Franz.


"Bu-bukankah Restoran ini sangatlah mahal. Bukankah ini akan menghabiskan banyak uang?" tanya Shiena bingung.


"Aku tidak perlu membayar untuk makan disini karena Restoran ini adalah milikku." ucap Kaisar Franz.


"A-apa?" teriak Shiena terkejut.


"Jangan terkejut dulu, kejutannya masih belum selesai." ucap Kaisar Franz.

__ADS_1


"...." Shiena diam.


"Lihatlah makanannya telah tiba. Aku harap kau menyukainya." ucap Kaisar Franz.


Shiena dan Kaisar Franz pun makan malam romantis hanya berdua di Lantai 2 dengan jendela-jendela yang terbuka dengan hanya diterangi sinar bulan. Setelah selesai makan, Pelayan yang telah menunggu mengambil makanan itu dan menuangkan segelas anggur merah dengan kualitas terbaik dan tiba-tiba Kaisar Franz bangun dari kursinya dan berlutut dihadapan Shiena.


"Maukah My Lady berdansa denganku satu lagu pertama?" tanya Kaisar Franz.


Shiena pun menurunkan gelasnya dan menerima uluran tangan Kaisar Franz. mereka pun berdansa dengan alunan musik yang indah. Lagu itu dimainkan dengan sangat lembut dan lamban dengan alunan biola dan sinar bulan. Kaisar Fran mengajak Shiena berdansa dan mengiringnya ke balkon Restoran dan tiba-tiba ada suara kembang api yang menghiasi malam indah itu. Kembang api yang bersinar dengan warna warni yang indah di malam hari menambah kesan romantis.


Shiena sangat terkejut dan sangat senang, dirinya tak menyangka akan mendapatkan kejutan yang sangat indah dan juga romantis. Ketika Shiena berfikir kejutan malam itu telah berakhir Kaisar Franz telah berlutut kembali di depannya dengan membawa sebuah kotak beludru berwarna merah. Ketika Shiena melihat kearah kotak itu, Kaisar Franz segera membukanya. Dikotak itu terdapat satu set perhiasan Ruby berwarna merah.


"Merah adalah lambang cintaku padamu. Sama seperti Perhiasan ini, aku harap kau mau menerima cintaku. Aku tau jika kau telah menerimanya tapi aku ingin mendengar langsung dari mulutmu jika kau telah jatuh cinta padaku. Aku mencintaimu tulus dari lubuk hatiku yang terdalam Shiena Ve Carrole. Jadilah wanitaku satu dan selamanya." ucap Kaisar Franz.


Shiena yang tak bisa menahan perasaan bahagianya pun menangis. Shiena tak menyangka jika masa depan telah benar-benar berubah. Dikehidupannya yang lalu, dirinya tak pernah dicintai dan bahkan selalu dimanfaatkan bahkan saat dirinya telah menyerahkan semuanya, cinta itu mengkhianati dan menghancurkannya berkeping-keping.


"Aku juga mencintaimu, Franz!" ucap Shiena terharu.


#Bersambung#


Jangan Lupa Like, Komen dan Vote nya ya..


🥰😍😘😚 Terima Kasih

__ADS_1


__ADS_2