
Raja Micahel yang juga hadir pada Acara Pengangkatan Status Bangsawan dan melihat Kaisar Franz mengumumkan Pertunangannya segera menemui Kaisar Franz setelah Acara Pengangkatan Status selesai. Raja Michael mengucapkan selamat dan memberikan hadiah pertunangan pada Kaisar dan Shiena. Hadiah itu merupakan barang yang hanya ada di Kerajaan Zambrud yaitu Kalung Zambrud dengan Batu Zambrud berwarna Hijau Tua dan ternyata di dalam Batu Zambrud itu jika dilihat lebih teliti memiliki corak phonix di dalamnya.
Kemudian setelah memberikan hadiah itu Raja Michael meminta izin pergi karena ada urusan lain. Raja Michael yang telah menjuh ternyata terus memperhatikan Shiena dari jauh sehingga membuat Shiena tidak tenang apalagi setelah Shiena telah mengetahui bahwa Raja Michael ingin sekali bicara dengannya setelah membaca fikiran Raja Michael.
Shiena kemudian meminta izin kepada Kaisar Franz untuk pergi ke Ruang Istirahat karena merasa lelah. Kaisar Franz ingin mengantar Shiena tapi Shiena menolak dengan alasan seorang Kaisar tak boleh meninggalkan Acara Kedewasaannya sendiri. Kaisar Franz yang kalah berdebat dengan Shiena hanya diam dan mengangguk. Kaisar Franz kemudian memanggil pelayan untuk mengantar Shiena.
Setelah keluar dari Ruang Acara, Shiena yang telah memastikan Raja Michael mengikutinya dari belakang segera memerintahkan pelayan itu meninggalkannya. Pelayan itu menolak tapi Shiena mengancamnya dengan statusnya sekarang. Pelayan itu yang takut mendapatkan masalah jika melawan Permaisuri masa depan segera menyingkir dan berjanji akan menutup mulutnya.
"Keluarlah Yang Mulia. Saya tau anda mengikuti saya." ucap Shiena tegas.
"Ternyata benar dugaanku. Anda bukanlah wanita biasa karena anda dapat memikat hati seorang Kaisar." ucap Raja Michael.
"Apakah Yang Mulia mengawasi dan mengikuti saya sampai disini hanya ingin mengatakan ini pada saya?" tanya Shiena ketus.
"Ternyata lidahmu itu sama tajamnya dengan Kaisar Franz. Tentu saja tidak. Ada sesuatu yang ingin aku katakan padamu tapi sepertinya tak bisa dilakukan disini." ucap Raja Michael.
Shiena yang mengerti akan situasinya pun mengangguk setuju. Setelah Shiena memastikan tak ada orang disekitar mereka. Shiena pun membuka ruang dimensi di dalam Cincin Ruangnya dan meminta Raja Michael mengikutinya.
"Ada sesuatu hal rahasia yang ingin anda katakan bukan? Jadi ikuti saya." ucap Shiena.
Raja Michael dengan percaya diri masuk ke dalam Cincin Ruang milik Shiena. Raja Michael yang telah mencari tau tentang siapa Shiena Ve Carrole sebenarnya menyadari satu hal yang penting dan untuk memastikannya Raja Michael perlu bicara berdua saja dengannya.
"Disini aman, tak akan ada seorang pun yang menguping ataupun melihat kita. Anda bisa mengatakan apa yang ingin anda katakan Yang Mulia." ucap Shiena.
__ADS_1
"Maafkan kelancanganku. Aku tau jika aku adalah seorang Raja tapi aku juga tau siapa orang yang pantas aku hormati. Aku berhutang nyawa dan budi padamu Gadis Suci." ucap Raja Michael.
"Bagaimana kau tau? Bahkan hanya orang-orang tertentu yang bisa mengetahui identitas asli Gadis Suci adalah aku." ucap Shiena terkejut tapi tetap mengontrol ekspresi wajahnya.
"Saya hanya merasakan sesuatu yang aneh saat Perang terjadi. Anda mengunakan Sihir Cahaya terus menerus tanpa kelelahan karena setauku tak ada orang yang memiliki Energi Sihir sebesar itu di Kekaisaran ini atau mungkin di dunia ini selain Gadis Suci," ucap Raja Michael.
"Jadi saat itu kau langsung menyelidikiku? Lalu sekarang kau menemuiku untuk mendapatkan jawaban pastinya." ucap Shiena.
"Benar." ucap Raja Michael.
"Jadi kau ingin mengancamku dengan Identitasku sebagai Gadis Suci?" tanya Shiena sinis.
Raja Michael yang seketika merasakan bahaya menjadi sangat takut dan gugup disaat bersamaan. Raja Michael bahkan tiba-tiba tak bisa mengendalikan tubuhnya karena tekanan yang diberikan Shiena.
"Aku tak akan berani melakukan itu. Aku menemuimu untuk meminta tolong untuk membantu Duke Simons agar tak dihukum mati karena dia satu-satunya keluargaku." ucap Raja Michael sedih.
"Kau ingin aku membantumu agar Duke Simons tak dihukum mati. Lalu, bagaimana denganmu Yang Mulia? Apa kau mengampuni nyawa semua orang yang telah melawanmu dan merebut Takhtamu sebelumnya Yang Mulia?" tanya Shiena.
Raja Michael yang mendengar pertanyaan Shiena terdiam karena sama seperti pertanyaan yang diajukan oleh Kaisar Franz, Raja Michael tak bisa mengatakan apapun karena dirinya sendiri tak bisa mengampuni orang-orang itu bahkan Raja Michael langsung mengeksekusi mati Pemberontak.
"Kau menyelidikiku berarti kau juga tau apa yang telah dilakukan Duke Simons padaku dan keluargaku. Apakah menurutmu orang yang seperti itu dapat dimaafkan? Terlepas dari perbuatannya itu karena dihasut atau tidak dihasut oleh Lady Anastasya." ucap Shiena.
"Saya sangat mengerti maksud Nona tapi saya berharap Nona dapat mengabulkan permintaan saya." ucap Raja Michael sedih.
__ADS_1
Raja Michael yang tak ingin kehilangan keluarga satu-satunya pun berlutut di hadapan Shiena dan meninggalkan martabatnya sebagai seorang Raja dari suatu Kerajaan demi menyelamatkan nyawa Keluarganya. Shiena yang melihat tindakan Raja Michael merasa simpati tapi tak bisa juga memaafkan kesalahan Duke Simons dengan mudah setelah perbuatan yang dilakukannya.
"Apa yang akan aku dapatkan dengan melakukan itu?" tanya Shiena.
"Saya akan memberikan apa yang Nona inginkan." ucap Raja Michael.
Lalu Shiena yang mendengar perkataan Raja Michael pun terbesit satu ide jahil untuk mengetes kesungguhan Raja Michael. Shiena meminta Raja Michael berdiri terlebih dahulu lalu meminta Takhta Kerajaan Zambrud untuk ditukar dengan nyawa Duke Simons. Raja Zambrud sangat terkejut dan tak percaya jika Shiena meminta itu. Raja Zambrud pun terjebak dalam dilema yang dibuatnya sendiri sementara Shiena hanya tersenyum di dalam hati.
"Kau tak akan bisa mengabulkan permintaanku tapi kau menginginkan sesuatu dariku. Apa kau tidak sadar diri jika di dalam Hutan Kesepian aku tidak menolongmu mungkin saat ini kau sudah mati? Lalu, meskipun aku membantumu di dalam Hutan Kesepian jika aku tak membantumu merebut Takhta, apa kau fikir dapat merebutnya hanya dengan bantuan Kaisar Franz?" tanya Shiena dengan tatapan tajam dan menusuk disertai hawa membunuh.
Raja Michael yang mendengar perkataan Shiena pun terdiam. Raja Micahel sadar jika saat ini dirinya terlalu banyak meminta bahkan terlihat tidak tau diri. Raja Michael yang merasa tak memiliki jalan lain akhirnya kehilangan keseimbangan tubuhnya hingga jatuh berlutut di hadapan Shiena.
Shiena yang merasa kasihan pun menghentikan tindakannya yang sudah keterlaluan. Shiena pun setuju mengabulkan permintaan Raja Michael untuk membujuk Kaisar Franz agar tidak menghukum mati Duke Simons tapi Shiena tidak berjanji untuk tidak membuat Duke Simons menderita nantinya sebagai balasan perbuatan buruknya pada Keluarga Carrole.
Setelah mendengar perkataan Shiena, Raja Michael tersenyum cerah dan segera berdiri dan mencoba menggenggam tangan Shiena untuk berterima kasih tapi Shiena menepisnya.
Raja Michael dan Shiena pun keluar dari dalam Cincin Ruang dan kembali ke Acara Kenaikan Status Bangsawan dengan Raja Michael pergi terlebih dahulu agar tak ada orang yang curiga.
Setelah beberapa menit berlalu, Shiena pun kembali ke dalam Ruang Acara berlangsung. Shiena yang duduk sendiri di meja segera ditemui oleh Marry dan Ana. Marry dan Ana yang tak melihat Shiena beberapa waktu menjadi khawatir. Shiena yang senang dengan kenyataan itu pun tersenyum.
#Bersambung#
Jangan Lupa Like, Komen dan Vote ya..
__ADS_1
🥰😊😍😘
Terima kasih