The Empress Of Mind Reader

The Empress Of Mind Reader
BAB 293. Penguntit


__ADS_3

Setelah menghabiskan malamnya beristirahat dan melepaskan hasrat serta kecemasan beberapa hari ini. Permaisuri Shiena pun dapat tidur dengan nyanyak dan saat waktu telah pagi. Kaisar Franz membelai wajah Permaisuri Shiena dan Permaisuri Shiena pun tiba-tiba terbangun.


"Selamat pagi Permaisuriku!" sapa Kaisar Franz lembut dengan wajah tampan yang disinari cahaya matahari pagi.


"Selamat pagi juga Suamiku!" ucap Shiena tersenyum cantik.


'Sial! Wajahnya ketika bangun tidur dan sanyumnya yang cantik itu membuatku goyah lagi. Aku tidak melakukannya lagi. Jika aku melakukannya Shiena pasti akan kesakitan lagi pula semalam aku telah meminta sebanyak tiga kali.' ucap Kaisar Franz dalam hati.


Kaisar Franz yang diam sambil menepuk wajahnya dengan satu tangan dapat diketahui oleh Permaisuri Shiena apa yang diinginkannya. Permaisuri Shiena yang mendengar isi fikiran Kaisar Franz langsung teringat kejadian sensor semalam yang membuat keduanya memalingkan wajah.


Kaisar Franz pun buru-buru pergi ke kamar mandi sementara Permaisuri Shiena menutup kepalanya dengan selimut.


Setelah beberapa jam kemudian mereka pun sarapan pagi bersama dan setelah selesai Kaisar Franz mengusir semua pelayan keluar.


"Apakah ada yang kau sukai pada makanannya, Franz?" tanya Permaisuri Shiena.


"Tidak ada. Aku hanya ingin bertanya. Bagaimana dengan ulang tahunmu? Aku berencana akan mengadakan Pesta yang mewah dan mengundang semua Bangsawan dan beberapa Raja dari Kerajaan sekutu." ucap Kaisar Franz.


"Aku tidak terlalu menyukai Pesta yang besar tapi karena statusku yang seorang Permaisuri saat ini bukankah aku harus menerimanya." ucap Permaisuri Shiena.


"Aku mengerti. Jangan khawatir Pesta ini hanya akan diadakan satu hari jadi kau tidak perlu merasa lelah nantinya." ucap Kaisar Franz.


"Terima kasih Franz." ucap Permaisuri Shiena.


Kaisar Franz kemudian kembali ke ruang kerjanya menyelesaikan sisa-sisa masalah setelah Pemberontakan. Sementara Shiena memanggil Designer gaun, sepatu dan perhiasan yang dipercaya untuk datang ke Istana. Shiena ingin membuat Gaun baru untuk dipakai saat Pesta Ulangtahunnya nanti.


"Kirim surat kepada beberapa Toko Gaun, Toko sepatu dan Toko perhiasan untuk datang ke Istana membawa design terbaik mereka." ucap Permaisuri Shiena.


"Baik Permaisuri." ucap Marry dan Ana.


Permaisuri Shiena yang tak memiliki pekerjaan lain memerintahkan Marry dan Ana keluar dan meninggalkannya sendiri sementara Permaisuri Shiena mengganti pakaiannya menjdi Gadis Suci dan menyelinap keluar dari Istana menggunakan Sihir Gelapnya.

__ADS_1


Permaisuri Shiena yang ingin membaur dengan rakyat mengganti pakaiannya menjadi lebih sederhana lagi layaknya Rakyat Biasa tapi meskipun begitu Permaisuri Shiena tetap terlihat layaknya Nona Bangsawan.


Permaisuri Shiena yang sangat menyayangi rakyatnya mencoba berjalan-jalan di sekitar dan mendengarkan curhatan dari rakyatnya tanpa ada perasaan yang ditutup-tutupi atau perasaan tidak enak karena berbicara dengan penguasa.


Ketika Permaisuri Shiena sedang duduk bersantai di balkon salah satu Restoran. Permaisuri Shiena melihat ada seseorang yang sedang memarahi anak laki-laki berumur 8 tahun sehingga menarik perhatian banyak orang di sekitar. Permaisuri Shiena yang penasaran alasan Pria dewasa itu memarahi sang anak pun mencoba mencari tau alasannya dengan membaca fikiran Pria dewasa dan anak laki-laki itu.


'Dasar pencuri cilik! Kau harus aku hukum sekarang! Aku tak akan membiarkan orang yang telah mencuri di tokoku bebasa begitu saja.' ucap Pria dewasa dalam hati.


'Gawat! Aku ketahuan. Aku harus kabur jika tidak aku pasti akan tertangkap dan dimasukkan ke dalam penjara dan bersiap untuk dijual untuk dijadikan budak!' ucap Anak kecil.


"Apa budak?" ucap Shiena terkejut.


'Apakah saat ini masih ada perbudakan anak kecil? Bukankah Franz telah melarang dan menghukum semua pihak yang mencoba melakukan perbudakan?' fikir Permaisuri Shiena.


Permaisuri Shiena yang ingin menoling anak kecil itu sekaligus mencari tau apa yang dialami anak itu pun memilih untuk turun dari balkon Restoran lalu memanggil Pelayan Restoran untuk memberikan tips agar pelayan itu menjaga meja miliknya.


Ketika Pria dewasa itu ingin memukul anak kecil itu, Permaisuri Shiena yang telah ada di dekat anak kecil itu dengan cepat mengeluarkan Sihir Angin yang lembut sehingga pukulan itu seolah berhenti di udara dan tangan Pria dewasa itu seolah mengenai sesuatu yang sangat keras.


"Kita bisa bicarakan ini dengan baik-baik. Anda tidak perlu menggunakan kekerasan apalagi memukul anak ini. Saya tau dia bersalah dan harus mendapatkan hukumannya jadi biarkan saja pihak yang berwajib melaksanakan tugasnya." ucap Permaisuri Shiena lembut.


"Kau harus dihukum Pencuri kecil!" teriak Pria dewasa.


"....."Permaisuri Shiena diam.


"Siapa kau? Jangan ikut campur urusanku!" teriak Pria dewasa.


"Jangan berkata kasar padaku! Khawatirkan tentang masa depanmu nanti. Jangan pula tanyakan siapa aku sebenarnya jika kau tidak sanggup merasakan akibatnya setelah mengetahui kebenarannya!" ancam Permaisuri Shiena


Pria dewasa itu seketika merasa seluruh tubuhnya menjadi kaku dan dingin dan bahkan udara disekitar juga ikut merasakan dingin padahal cuaca saat itu sangatlah panas. Akhirnya Pria dewasa itu sadar jika dirinya tidak boleh menyinggung wanita cantik yang ada di depannya saat ini.


"Maafkan saya, Nona tapi anak ini telah dua kali mencuri di kedai rotiku. Aku tidak bisa membiarkan anak ini bebas begitu saja. Jika tidak maka anak ini akan melakukan itu terus." ucap Pria dewasa takut.

__ADS_1


"Aku mengerti. Ambillah satu koin emas ini. Aku rasa koin emas ini cukup untuk membayar apa yang telah dicuri kemarin dan sekarang oleh anak ini." ucap Permaisuri Shiena.


"Te-tentu saja Nona." ucap Pria dewasa.


'Syukurlah aku mendapatkan ganti rugi jika tidak aku bisa bangkrut jika hal ini sering terjadi.' ucap Pria dewasa dalam hati.


"Kau telah mendapatkan uang itu maka sekarang lepaskanlah kerah baju anak itu dari tanganmu." ucap Permaisuri Shiena.


"Baiklah." ucap Pria dewasa.


Setelah Pria dewasa melepaskan kerah baju sang anak. Anak kecil itu tanpa mengucapkan kata apapun langsung berlari dengan sangat kencang ke arah berlawanan seolah ingin kabur. Permaisuri Shiena yang melihatnya hanya bisa menggelengkan kepala.


Permaisuri Shiena yang memiliki rencana lain untuk anak itu pun menggunakan Sihir Anginnya Level Surgawi dengan membuat bola udara yang tidak terlihat lalu mengurung anak kecil itu di dalamnya.


Anak kecil itu panik karena dirinya tidak bisa melakukan apapun dan merasa jika saat ini dirinya sedang berada di dalam sebuah bola bergerak. Ketika anak kecil ini melihat arah tujuan bola itu pergi, anak kecil itu pun merasa takut sehingga seluruh wajahnya menjadi pucat.


"Kau ini sungguh anak yang tidak punya rasa terima kasih. Aku sudah menolongmu tapi kau malah lari begitu saja dan tak mengucapkan apapun. Jika aku biarkan saja tindakanmu ini, aku khawatir dikemudian hari kau akan melakukan hal ini lagi." ucap Shiena dengan nada mengancam tapi dengan senyum cantiknya.


"Maafkan saya Nona. Saya mohon jangan bunuh saya." ucap anak kecil ketakutan.


Pada saat yang sama, ada seseorang yang sedang mengamati dan melihat Permaisuri Shiena dari jauh. Orang itu adalah seorang pria muda dan tampan. Pria itu melihat Permaisuri Shiena menyelesaiakan masalah dengan mudah tanpa menimbulkan keributan lebih jauh.


"Aku tidak akan membunuhmu. Jika kau bisa menuruti perkataanku dan jika kau mencoba kabur lagi maka saat itu juga kau akan kehilangan nyawamu." ucap Shiena lembut tapi terdengar mengerikan ditelinga sang anak.


Anak kecil itu pun langsung mengangguk setuju dan Permaisuri Shiena pun melepaskan Sihir Anginnya. Permaisuri Shiena pun berjalan di depan lalu anak kecil itu mengikutinya dari belakang tanpa berkata apapun.


Permaisuri Shiena yang merasa ada seseorang yang telah memperhatikannya dari awal tidak mengambil pusing hal itu karena berfikir mungkin saja orang itu adalah Kesatria Elit kiriman dari Kaisar Franz untuk menjaganya tapi Permaisuri Shiena merasakan hal aneh sehingga Permaisuri Shiena menggunakan Sihir Gelapnya dan kabur bersama anak kecil meninggakkan penguntit itu.


#**Bersambung#


Jangan Lupa Like, Komen dan Vote ya..

__ADS_1


🥰😊😍😘


Terima kasih**


__ADS_2