The Empress Of Mind Reader

The Empress Of Mind Reader
BAB 295. Titah Kaisar


__ADS_3

Ketika malam tiba, seperti biasanya Pelayan Istana akan sibuk menyiapkan menu makan malam untuk Kaisar dan Permaisuri karena mereka sudah sangat hafal jika Kaisar dan Permaisuri akan makan malam bersama.


Kaisar Franz yang terlihat lelah tetap memaksakan dirinya untuk tetap ceria dan melupakan semua bebannya saat bersama Permaisuri Shiena karena setelah pernikahan itu. Lebih tepatnya satu minggu kemudian, Kaisar Franz mengetahui identitas Permaisuri Shiena sebenarnya.


Permaisuri Shiena yang telah merahasiakan semuanya pada Kaisar Franz selama ini mencoba jujur padanya karena Permaisuri Shiena tidak ingin Kaisar Franz tau kebenarannya dari orang lain sehingga menimbulkan kesalahpahaman yang tidak berarti.


Kaisar Franz baru menyadari jika Permaisuri Shiena adalah Gadis Suci. Gadis cantik yang misterius dan selalu menutupi wajahnya dengan cadar putih. Gadis yang memiliki Kekuatan sihir yang sangat hebat dan Kekuatan bisnis yang tak diragukan lagi kehebatannya.


Kaisar Franz yang ingat saat Kaisar terdahulu sakit tapi Permaisuri Shiena yang saat itu telah menjadi kekasihnya tidak menolong mencoba bertanya karena tak ingin memiliki fikiran buruk sebelum mengetahui kebenarannya.


Permaisuri Shiena pun mengatakan semuanya termasuk alasan sebenarnya dirinya menolak menyelamatkan Kaisar terdahulu. Kaisar Franz yang sangat mengerti akan alasan Permaisuri Shiena melakukan itu terlepas dari karena keputusan itu nyawa Kaisar terdahulu tak bisa diselamatkan.


"Ayah telah melakukan banyak kejahatan selama hidupnya sebagai seorang Kaisar. Wajar saja jika ada Rakyatnya yang membencinya karena aku sendiri memiliki kebencian terpendam padanya padahal aku adalah anak kandungnya. Meskipun aku akui jika aku baru merasakan kehilangan satu-satunya keluargaku setelah meninggalnya beliau." ucap Kaisar Franz pada saat itu.


Kaisar Franz juga baru mengetahui bahwa Permaisuri Shiena dapat mengetahui orang berkata jujur atau bohong bahkan Permaisuri Shiena dapat mengetahui niat terselubung dari orang lain dengan membaca fikirannya.


Sehingga Kaisar Franz memilih untuk tidak memikirkan apapun saat bersama Permaisuri Shiena agar tidak ketahuan apa yang sedang direncanakannya meskipun sampai saat ini, itu adalah hal yang sangat sulit dilakukan bahkan Kaisar Franz tetap tidak bisa membuat kejutan apapun karena akan selalu ketahuan Permaisuri Shiena.


Makan malam pun telah tersedia, Kaisar Franz dan Permaisuri Shiena makan malam bersama. Setelah selesai mereka kembali ke kamarnya untuk tidur bersama tapi sebelum itu Permaisuri Shiena meminta waktu Kaisar Franz untuk bicara berdua saja.


"Franz, bisakah kita bicara sebentar?" tanya Permaisuri Shiena.


"Tentu saja Shiena. Duduklah disini." ucap Kaisar Franz.


Kaisar Franz pun meminta Permaisuri Shiena duduk di atas pangkuannya karena saat ini dirinya sedang duduk sambil membaca laporan. Permaisuri Shiena pun mengikuti permintaan Kaisar Franz.


"Katakanlah Permaisuriku yang cantik. Apa yang kau inginkan?" tanya Kaisar Franz.


"Aku pergi ke luar Istana tadi siang dan aku menemukan sesuatu yang aneh." ucap Permaisuri Shiena.


"Apa kau pergi bersama Marry dan Ana?" tanya Kaisar Franz.


"Ah, tidak." ucap Permaisuri Shiena takut.


Kaisar Franz yang tau jika Permaisuri Shiena adalah orang yang kuat tetap merasa khawatir jika wanitanya harus pergi sendirian sehingga Kaisar Franz meminta Permaisuri Shiena untuk tidak lagi pergi sendiri.

__ADS_1


"Aku melihat ada seorang anak kecil yg mencuri dan ternyata anak itu tinggal di pemukiman yang sangat kumuh bersama anak-anak lain sebayanya." ucap Permaisuri Shiena.


"Benarkah itu? Bukankah aku sudah memerintahkan Bangsawan yang berada di wilayah itu untuk mengurusi masalah itu." ucap Kaisar Franz marah.


"Tentu saja benar. Aku melihatnya secara langsung." ucap Permaisuri Shiena penuh percaya diri.


"Baiklah, besok pagi aku akan memerintahkan Tuan Eit untuk menyelidiki masalah ini hingga tuntas." ucap Kaisar Franz.


"Terima kasih suamiku." ucap Permaisuri Shiena manja sambil memeluk leher Kaisar Franz.


Permaisuri Shiena yang masih memiliki satu permintaan lagi mencoba membujuk Kaisar Franz untuk menyetujui idenya.


"Aku punya satu keinginan lain suamiku." ucap Permaisuri Shiena malu-malu.


"Katakan saja." ucap Kaisar Franz.


"Bolehkah aku membangun sekolah khusus untuk anak-anak dari kalangan Rakyat biasa. Aku ingin mereka bisa memperbaiki masa depan mereka." ucap Permaisuri Shiena.


"Tentu saja boleh. Aku akan memerintahkan Penasehat Kekaisaran mengurus masalah ini." ucap Kaisar Franz.


"Tidak! Aku ingin melakukannya bukan sebagai Permaisuri Kekaisaran Pearl." ucap Permaisuri Shiena.


"Gadis suci. Sudah saatnya semua tau tentang siapa gadis suci." ucap Permaisuri Shiena.


"Apa kau yakin?" tanya Kaisar Franz.


"Tentu saja." ucap Permaisuri Shiena tersenyum bahagia.


"Baiklah. Katakan saja jika kau membutuhkan bantuanku." ucap Kaisar Franz tersenyum.


Setelah selesai dengan keinginannya, Permaisuri Shiena pun mengajak Kaisar Franz untuk beristirahat dan berhenti mengurusi masalah Kekaisaran karena sudah larut malam. Kaisar Franz yang tak bisa menolak permintaan Permaisuri Shiena pun mengangguk setuju.


Keesokan paginya, ketika Kaisar Franz dan Permaisuri Shiena sedang sarapan pagi. Kesatria Istana datang melaporkan berita yang mengejutkan bahwa Putri dari Penasehat Kekaisaran yang merupakan keponakan Kaisar Franz telah mencoba melakukan percobaan bunuh diri.


Kaisar Franz yang mendengar berita itu sangat terkejut dan berencana untuk menjenguknya karena selama ini Keluarga pamannya lah yang selalu merawatnya meskipun tanpa sepengetahuan Kaisar Franz jika Kaisar terdahulu selalu melindunginya diam-diam.

__ADS_1


Kaisar Franz pun mengajak Permaisuri Shiena untuk datang menjenguk keponakannya yang sakit. Permaisuri Shiena yang merasa harus ikut pun setuju.


Setelah selesai makan, Permaisuri Shiena pun mengganti pakaiannya sementara Kaisar Franz menunggunya hingga selesai. Lalu, mereka pun pergi ke Kediaman Marquess Granka.


Ketika sampai, Lady Celestial yang sedang dimarahi oleh Penasehat Kekaisaran. Lady Celestial mendengar bahwa Kaisar Franz telah tiba dan segera bangun dari tempat tidurnya dan berlari ke arah Kaisar Franz. Kemudian memeluk Kaisar Franz dari depan.


Marquess Granka dan Marchioness Granka yang melihat tingkah laku Lady Celestial segera berlutut dan meminta maaf dan pengampunan karena ketidaksopanan yang telah dilakukan oleh Putri mereka.


Tanpa di sadari Lady Celestial, Permaisuri Shiena yang juga ikut menjenguk melihat kejadian itu tepat di depan matanya. Permaisuri Shiena mengendalikan emosinya dengan sangat baik sehingga tidak terlihat ekspresi marah ataupun cemburu.


Kaisar Franz yang tak tega melihat Marquess Granka dan Marchioness Granka berlutut seperti itu segera memintanya berdiri kemudian melepaskan pelukan Lady Celestial dengan cepat dan mencoba bertanya apa yang telah terjadi sebenarnya.


Lady Celestial yang ingin terus memeluk Kaisar Franz mencoba mencari alasan agar Kaisar Franz tetap memeluknya dengan cara berpura-pura sakit agar Kaisar Franz mau membantunya tetap nerdiri tapi Permaisuri Shiena yang tau maksud terselubung dari Lady Celestial pun tidak tinggal diam.


Permaisuri Shiena memberikan sindiran yang sangat pedas sehingga Lady Celestial terpaksa harus melepaskann pelukannya dari Kaisar Franz meski dengan wajah yang masam.


"Apakah Keluarga Marquess Granka tidak bisa mengajarkan etika kebangsawanan kepada Putrinya dan jika tidak bisa maka aku akan memerintahkan kedua dayangku untuk memberikannya pelajaran etika yang benar." sindir Permaisuri Shiena.


"Maafkan hamba Yang Mulia Permaisuri." ucap Lady Celestial.


Kaisar Franz yang mengerti jika Permaisuri Shiena sedang marah dan kesal segera merangkul Permaisuri Shiena dan pada saat yang sama segera menghentikan waktu agar dapat berbicara berdua tanpa ada yang tau dan mengganggu.


"Maafkan aku. Aku tidak memeluknya. Sungguh. Aku mohon jangan marah padaku." ucap Kaisar Franz takut.


"Aku tidak marah padamu tapi aku ingin kau menjaga jarak padanya karena Lady Celestial memeliki perasaan lebih padamu dan ingatlah janjimu bahwa tak akan ada wanita manapun dalam hidupmu selain aku." ucap Permaisuri Shiena.


"Aku mengerti sayang. Percayalah padaku." ucap Kaisar Franz.


Setelah itu, Kaisar Franz pun memutar kembali waktu seperti semula dan berpura-pura seolah tak ada yang terjadi.


Marquess Granka dan Marchioness Granka segera mempersilahkan Kaisar Franz dan Permaisuri Shiena untuk duduk di sofa. Marchionsss Granka segera memberi perintah kepada Pelayan untuk segera menghidangkan minuman dan makanan ringan.


#Bersambung#


Jangan Lupa Like, Komen dan Vote ya..

__ADS_1


🥰😊😍😘


Terima kasih


__ADS_2