
Duke Simons yang mendengar vonis hukuman yang diberikan padanya. Duke Simons menjadi sangat bersyukur meskipun dirinya harus dikeluarkan dari Kekaisaran dan mendapatkan hukuman cambuk paling tidak dirinya masih bernyawa dan bisa menebus semua perbuatan yang dilakukan.
Kesatria yang menjaga Duke Simons segera menarik paksa Duke Simons ke depan algojo. Lalu, algojo pun mengeluarkan cambuknya dan mencambuk tubuh Duke Simons berkali-kali hingga hitungan ke 30.
Teriakan demi teriakan terdengar sampai ke seluruh Ibukota. Semua orang yang mendengar seolah merasakan sakit yang dirasakan oleh orang-orang yang mendapatkan hukuman. Bahkan banyak Perempuan dan anak-anak yang pergi menjuh dari Panggung Eksekusi karena tidak tahan dengan kekejaman yanh terjadi.
Namun, meskipun begitu, tak ada seorang pun yang protes karena merasa hukuman ini jauh lebih baik daripada hukuman pancung dimana orang yang melakukan kejahatan akan merasakan penyiksaan terlebih dahulu hingga ajal menjemput.
Anastasya yang melihat Duke Simons dihukum dengan sangat berat menjadi semakin takut karena di atas Panggung Eksekusi hanya tinggal dirinya seorang. Anastasya yang tak ingin mengalami penyiksaan seperti Duke Simons dan Pengikutnya berharap akan segera dihukum mati secara langsung daripada harus tersiksa terlebih dahulu.
'Aku tak ingin disiksa seperti itu. Rasanya lebih baik mati daripada seperti ini.' ucap Anastasya ketakutan.
Shiena yang membaca fikiran Anastasya hanya tersenyum bahagia membayangkan ekspresi dan tindakan yang akan dilakukan Anastasya nanti setelah hukuman vonis dijatuhkan padanya.
'Keinginanmu itu tak akan pernah terjadi Anastasya. Orang yang menjadi dalang dari semua ini tak akan bisa bebas dengan mudah. Aku tidak akan memberikan kematian yang mudah untukmu!' ucap shiena dalam hati.
Setelah hukuman fisik sebanyak 30 kali diberikan kepada Duke Simons. Duke Simons yang berusaha bangun pun hampir terjatuh dan kemudian mengeluarkan darah dari mulutnya lalu Kesatria Istana yang melihatnya seger memegang tubuh Duke Simons yang sangat lemah.
Semua orang dapat melihat dengan jelas bahwa saat ini Duke Simons sedang sangat menderita karena cambukan yang diterimanya lebih banyak dari semua Pengikutnya. Namun, semua berfikir itu lebih baik daripada hukuman mati karena Duke Simons dapat memperbaiki kehidupannya di masa depan.
Kaisar Franz yang melihat Duke Simons seperti itu hanya bisa menghela nafas yang panjang lalu memberikan perintah untuk segera menyingkirkannya dari atas Panggung Eksekusi karena hukuman untuk Anastasya akan segera dilaksanakan.
'Aku telah mengabulkan permohonanmu Raja Michael untuk tidak menjatuhkan hukuman mati kepada Keluargamu satu-satunya tapi aku tidak bisa membiarkannya bebas begitu saja. Dia telah melakukan kesalahan dan harus dihukum dan ini adalah belas kasihku sekaligus tanda pesahabatan antara kedua Kerajaan kita.' ucap Kaisar Franz dalam hati.
"Bawa dia pergi dan lanjutkan vonis hukuman selanjutnya!" perintah Kaisar Franz.
Setelah mendapatkan perintah dari Kaisar Franz. Kesatria Istana segera menyeret Anastasya ke tengah Panggung Eksekusi tapi Anastasya yang tak ingin melakukan itu oun mencoba melawan dan memberontak tapi karena perbedaan kekuatan yang besar Anastasya pun kalah dan terpaksa menurut.
__ADS_1
Anastasya yang tak ingin tubuhnya disentuh membuat Kesatria Elit kesal dan menarik paksa rambut Anastasya dengan kuat hingga Anastasya menjerit kesakitan dan menangis tapi meskipun begitu Kaisar Franz tak bereaksi apapun dan hanya memberikan kode kepada Hakim Kekaisaran untuk melanjutkan tugasnya.
Gong ketiga pun dibunyikan, seluruh rakyat dan Bangsawan pun fokus dengan hukuman yang akan diterima oleh Anastasya.
"Anastasya Sheira Larsca yang merupakan keturunan terakhir Keluarga Count Larsca telah melakukan kejahatan yang sangat banyak. Anastasya telah terbukti menjadi dalang dan otak dari Pemberontakan yang dilakukan oleh Duke Simons dan Pengikutnya. Anastasya yang telah menjadi Tunangan Duke Simons melakukan berbagai cara untuk membujuk Duke Simons menghianati negaranya. Tak hanya itu, Anastasya juga terbukti telah melakukan pemalsuan bukti tentang kematian bayinya. Anastasya terbukti sengaja menjatuhkan dirinya ke dinding hingga terbentur dengan keras lalu mengakibatkan dirinya keguguran dan memberikan tuduhan palsu kepada Lady Shiena Ve Carrole yang mengakibatkan hukuman mati pada ibu kandung dan pengasuhnya...." ucap Hakim Kekaisaran terputus.
Mendengar perkataan Hakim Kekaisaran, semua Rakyat menjadi bereaksi. Semua rakyat menjadi semakin kesal dan marah dengan tindakan kejam dan jahat yang dilakukan Anastasya hingga Rakyat dengan sengaja melemparkan Anastasya dengan telur dan tomat busuk yang tersisa.
Rakyat yang marah juga tidak segan-segan mengucapkan kata-kata kasar yang tidak pantas dan ditujukan kepada Anastasya. Bahkan ada beberapa Rakyat yang sengaja melempar Anastasya dengan batu kerikil karena kehabisan bahan untuk dilempar.
Anastasya yang dilempar telur dan tomat busuk kembali oleh Rakyat segera menutupi tubuhnya dengan tangan tapi ketika kerikil dilemparkan Anastasya tak kuasa menahan sakit. Anastasya pun menangis dan menjerit kesakitan.
Kaisar Franz yang tak ingin Anastasya mati lebih cepat pun memberi perintah kepada Kesatria Elit untuk menghentikan tindakan yang dilakukan oleh Rakyat dan dalam waktu singkat semua Rakyat berhenti melempar Anastasya dengan batu tapi terus menghujani Anastasya dengan kata-kata kasar.
"Dasar wanita kejam dan tak punya hati. Bagaimana bisa kau yang merupakan seorang ibu dengan tega membunuh bayimu sendiri?" teriak Rakyat.
"Wanita rendahan! Kau tak pantas hidup!" teriak Rakyat.
Rakyat yang sangat marah berteriak meminta hukuman mati untuk Anastasya. Kaisar Franz yang tak ingin mendengar protes rakyat memberi kode kepada Tuan Eit untuk segera membunyikan Gong untuk menenangkan Rakyat.
Gong pun berbunyi, semua orang pun menutup telinganya karena bunyi itu. Suara teriakan pun berhenti dan Hakim Kekaisaran pun melanjutkan vonis hukuman untuk Anastasya yang tiba-tiba terhenti.
"Setelah dilakukan penyelidikan yang mendalam ternyata Anastasya Sheira Larsca terbukti telah melakukan banyak kejahatan seperti menghasut Mantan Yang Mulia Putra Mahkota Brian untuk meracuni Kaisar terdahulu, melakukan pembelian Racun yang sangat berbahaya dengan tujuan meracuni Lady Shiena Ve Carrole yang saat itu adalah Kandidat Permaisuri..." ucap Hakim Kekaisaran.
Anastasya yang mendengar tuduhan palsu padanya mencoba berdalih meskipun racun yang dibeli itu memang untuk mencelakai Shiena tapi bukan Anastasya yang membelinya tapi Countess Larsca.
"Tidak Yang Mulia! Itu tidak benar! Hamba tidak pernah membeli racun itu." teriak Anastasya membela diri.
__ADS_1
Kaisar Franz yang mendengarnya menjadi kesal karena sepertinya Eksekusi ini berjalan sangat lama dari perkiraan. Shiena yang melihat tindakan Ananstasya memiliki rencana untuk berpura-pura sebagai korban padahal racun itu belum pernah diberikan padanya.
"Diam! Baiklah jika bukan kau yang membelinya tapi kau lah yang memerintahkan seseorang untuk membeli racun itu bukan? Kau juga telah berencana meracuni Lady Shiena bukan?" tanya Kaisar Franz langsung.
Anastasya yang merasa semua perkataan Kaisar Franz adalaj kebenaran membuatnya menjadi sangat gugup saat menjelaskan dan saat itu lah Shena memulai aksinya.
"Yang Mulia A-ak....." ucap Anastasya terputus.
"Jadi semuanya adalah perbuatanmu. Apakah kau juga lah yang telah menghasut Tuan Duke untuk menghancurkan bisnis keluargaku?" tanya Shiena menangis.
Kaisar Franz yang mengetahui bahwa ini adalah akting Shiena mencoba membantu agar terlihat natural dan tak diketahui siapapun.
"Tenanglah." ucap Kaisar Franz.
"Bagaimana aku bisa tenang Yang Mulia? Apakah aku orang yang jahat? Kenapa dia melakukan ini padaku dan keluargaku?" tanya Shiena sambil menangis dan pura-pura bersedih.
Rakyat yang mendengar perkataan Shiena pun mulai membicarakan Anastasya kembali bahkan Rakyat mulai menghina dan mengejek Anastasya atas perbuatan kejam yang dilakukannya.
Anastasya yang tak tahan dengan perkataan Rakyat dan kesal dengan akting Shiena dan Kaisar Franz yang seolah menyudutkannya melepas topengnya selama ini. Anastasya menunjukkan sisi gelapnya. Anastasya mengeluarkan semua perasaan yang dirasakannya selama ini.
#Bersambung#
Jangan Lupa Like, Komen dan Vote ya..
🥰😊😍😘
Terima kasih
__ADS_1