The Empress Of Mind Reader

The Empress Of Mind Reader
BAB 189. Hukuman I


__ADS_3

Penasehat Kekaisaran yang telah berhari-berhari bekerja keras memimpin pekerja untuk membangun panggung eksekusi terlihat puas ketika di hari H semua telah selesai tepat pada waktunya.


Semua rakyat yang ingin melihat hukuman untuk seorang penghianat pun telah berkumpul di sekitar panggung eksekusi. Semua Bangsawan telah datang mulai dari Bangsawan Atas, Menengah dan Bawah telah berada di tempatnya. Mereka semua datang untuk menunggu Mantan Putra Mahkota Brian dan para Bangsawan yang ikut terlibat segera dihukum.


Semua penghianat dibawa menggunakan kereta tahanan dan dibawa menuju tempat eksekusi. Selama perjalanan, banyak sekali perkataan kasar dan tidak enak didengar terucap dari mulut rakyat dan bangsawan yang dilintasi oleh kereta tahanan.


Setelah sampai dan berada di dekat panggung eksekusi, semua penjahat dibawa keluar dan dikawal oleh puluhan Kesatria Kekaisaran dan Kesatria Elit Kaisar.


Rakyat yang melihat Mantan Putra Mahkota Brian dan pengikutnya turun dari kereta tahanan tak tahan mengucapkan kata-kata yang menyakitkan untuk di dengar.


"Coba lihat itu! Ternyata ibu dan anak sama saja!" ucap Rakyat.


"Kau benar! Ibunya pembunuh dan anaknya juga hampir membunuh ayah kandungnya sendiri.!" ucap Rakyat.


"Dasar anak durhaka! Tidak pantas dilahirkan!" sumpah serapah Rakyat.


Semua Rakyat dan Bangsawan tak henti-hentinya mengucapkan kata-kata menghina dan melemparkan tatapan tajam yang menusuk.


Mantan Putra Mahkota Brian yang selama hidupnya tak pernah merasakan tatapan menusuk dari siapapun menjadi terkejut dan seketika itu juga kakinya lemas sehingga susah berdiri.


"Hei kau! Penghianat... Berdiri! Aku tidak mau menggendong seorang penghianat dan anak seorang pembunuh!" ucap Kesatria Kekaisaran.


Ketika mendengar Kesatria berkata sangat kasar kepada Mantan Putra Mahkota Brian. Robert yang selama ini sangat tau bahwa Mantan Putra Mahkota Brian pasti sangat terkejut dan tak terbiasa dengan tatapan tajam seperti itu. Robert pun membantu Mantan Putra Mahkota Brian berdiri dan memapahnya menuju panggung ekesekusi meskipun terasa sangat berat.


"Ayo Yang Mulia, anda harus kuat. Ayo, anda harus tunjukkan pada semua bahwa anda tidak lah lemah." ucap Robert.


"Kau benar." ucap Mantan Putra Mahkota Brian.


Mantan Putra Mahkota Brian yang mendengar ucapan Robert pun berusaha berdiri lagi dengan sisa tenaganya dan sambil melihat kearah Anastasya berada.


'Aku tak akan pernah memaafkanmu, tasya. Semua perselingkuhan dan penghianatan ini akan segera kau dapatkan balasannya!' ucap Mantan Putra Mahkota Brian melihat Anastasya.


Anastasya yang melihat ekspresi wajah Mantan Putra Mahkota Brian seolah tidak peduli dan tetap acuh tak acuh.


'Jangan kau harap bisa mengertakku! Laki-laki bodoh sepertimu tidak pantas mendapatkanku! Aku hanya akan bersama Calon Kaisar atau seorang Kaisar!' fikir Anastasya.

__ADS_1


Duke Simons yang melihat pemandangan itu menjadi geram karena tidak suka melihat Mantan Putra Mahkota Brian melihat wanitanya meskipun sebelumnya Duke Simons mengizinkan dan mengantar Anastasya ke Penjara Kekaisaran untuk menemui Mantan Putra Mahkota Brian meskipun cemburu tapi Duke Simons mengerti bahwa Anastasya hanya ingin mengucapkan selamat tinggal.


Namun ada sebuah kenyataan lain yang tak diketahui Duke Simons saat Anastasya masuk ke Ruang Penjara menemui Mantan Putra Mahkota Brian.


Anastasya yang awalnya senang karena melihat semuanya baik-baik saja dan membiarkan Mantan Putra mahkota Brian memiliki sedikit harapan menjelang kematiannya.


Namun, tiba-tiba Anastasya berubah setelah mendengar percakapan Nona Bangsawan saat dirinya mengikuti Pesta Minum Teh yang diadakan oleh Nona-nona Bangsawan Kelas Atas.


"Apa kau tau ada gosip yang mengatakan kalau Mantan Putra Mahkota Brian telah mengirim Lady Shiena surat sebanyak dua kali untuk meminta Lady Shiena menjadi wanitanya." ucap Salah satu Nona Bangsawan.


'Apa? Jadi Ian benar-benar melakukan apa yang dikatakannya? Apa dia benar-benar tidak puas hanya dengan satu wanita' fikir Anastasya kesal.


Anastasya yang mendengarnya menjadi kesal dan marah karena Mantan Putra Mahkota Brian ternyata benar-benar serius memiliki wanita lain padahal sudah memiliki Anastasya yang telah mengandung anaknya meskipun bohong.


Anastasya tak terima jika Mantan Putra Mahkota Brian berencana memiliki wanita lain sehingga Anastasya berencana membongkar semua kenyataannya pada Mantan Putra Mahkota Brian agar dirinya tidak bisa bangkit lagi.


Anastasya yang memohon kepada Duke Simons untuk bisa bertemu Mantan Putra Mahkota Brian pun akhirnya mendapatkan izin dan berhasil datang menemui Mantan Putra Mahkota Brian.


Mantan Putra Mahkota Brian yang melihat Anastasya dan Calon anaknya untuk terakhir kalinya sebelum dirinya dibawa menggunakan kereta tahanan menuju panggung eksekusi mengubah raut wajahnya yang awalnya sedih menjadi bahagia tapi ekspresi itu dibalas dengan sikap dingin dan acuh oleh Anastasya.


"Sayang? Jangan bermimpi!" ucap Anastasya dingin.


"Kenapa sayang? Ada apa denganmu? Kenapa sikapmu seperti ini?" tanya Mantan Putra Mahkota Brian.


"Tanyakan itu pada dirimu sendiri! Oh ya, jangan kau fikir hanya dirimu yang bisa bermain cinta. Aku katakan padamu. Anak ini bukan milikmu!" ucap Anastasya sinis.


"A-apa? Apa maksudmu, tasya?" tanya Mantan Putra Mahkota Brian bingung dan tak mengerti.


"Apa kau benar-benar tidak mengerti maksudku atau kau pura-pura tidak tau?" tanya Anastasya menaikan alis.


"....." Mantan Putra Mahkota Brian diam.


"Baiklah akan aku katakan sekali lagi." ucap Anastasya.


Anastasya yang sedang duduk berhadapan dengan Mantan Putra Mahkota Brian pun berdiri dan berjalan menuju Mantan Putra Mahkota Brian lalu ketika jarak hanya tinggal setengah meter lagi Anastasya pun menundukkan tubuhnya.

__ADS_1


"Aku tak sudi bersamamu apalagi memiliki anak darimu. Apa kau ingin tau kebenarannya, Yang Mulia?" ucap Anastasya.


"....." Mantan Putra Mahkota Brian diam.


"Aku selama ini menipumu. Anak ini bukanlah milikmu tapi milik Duke Simons dan pernikahanku dan Duke Simons bukanlah paksaan tapi itu murni dan tulus." ucap Anastasya.


"Kau pasti berbohong, kan? Katakan padaku, siapa yang memaksamu berbohong?" tanya Mantan Putra Mahkota Brian tertawa hambar lalu memaksa.


"Lepaskan!" ucap Anastasya marah dan menghempaskan tangannya.


Mantan Putra Mahkota Brian yang terkejut dengan sikap Anastasya yang selama ini diketahuinya lemah lembut menjadi kasar dan dingin.


"Jangan pernah menyentuhku Pendosa! Kau tak sudah tak berarti lagi untukku!"ucap Anastasya sinis.


"Ja-jadi selama ini kau telah berselingkuh dan menipuku? Dasar wanita ******! Kau itu seperti ular dan rubah!" teriak Mantan Putra Mahkota Brian.


Anastasya yang mendengar perkataan Mantan Putra Mahkota Brian hanya tertawa lantang.


"Kau baru tau sekarang! Semua sudah terlambat!" ucap Anastasya angkuh.


"Tidak! Akan aku katakan siapa dirimu sebenarnya pada semua orang." ucap Mantan Putra Mahkota Brian.


"Apa kau fikir akan ada orang yang percaya?" tanya Anastasya sinis.


Mantan Putra Mahkota Brian pun terdiam karena pasti tak akan ada yang percaya dengan perkataannya dan bahkan Mantan Putra Mahkota Brian yakin semua orang pasti akan berfikir dirinya telah gila.


Mantan Putra Mahkota Brian yang menyadari hal itu hanya bisa terduduk lemas di tempatnya.


Tepat pada saat itu, Kesatria Kekaisaran datang dan menyeret Mantan Putra Mahkota Brian keluar dari Ruang Tahanan. Anastasya yang melihat pun tersenyum penuh arti.


#Bersambung#


Jangan Lupa Tekan Like, Komen, Vote dan Favorite nya ya.. 😁


Baca Juga Novel Terbaru Author "Terpaksa Menikah Karena Wasiat" Terima Kasih 🥰😍❤😘

__ADS_1


__ADS_2