The Empress Of Mind Reader

The Empress Of Mind Reader
BAB 195. Kedatangan Marquess Laurence


__ADS_3

Setelah selesai membicarakan masalah Kaisar, Shiena pun keluar dari Ruangan itu dan kembali ke Kediaman Carrole dan hanya dalam beberapa menit Shiena telah sampai di kamarnya. Shiena pun membuka Cincin Ruangnya kemudian mengganti pakaiannya. Lalu, Shiena pun istirahat.


Sementara itu keesokan paginya Marquess Laurence yang telah selesai bersiap-siap pun pergi menuju Istana Kekaisaran menemui Kaisar menggunakan Kereta Kuda dengan Lambang Keluarga Laurence.


Rakyat yang melihat lambang Keluarga Laurence mencari tau keberadaan Marquess yang katanya adalah salah satu Tetua sihir. Rakyat yang melihatnya bersorak senang.


Setelah satu jam berlalu akhirnya Marquess Laurence pun sampai di Istana Kekaisaran. Marquess Laurence di sambut oleh Penasehat Kekaisaran dan diantar menemui Kaisar. Marquess Laurence diperlakukan dengan sangat baik dan membuatnya menjadi curiga.


Lalu, mereka pun sampai di ruangan yang ternyata kaisar telah menunggu. Kaisar mempersilahkan Marquess Laurence duduk. Kaisar yang memang tak menyukai basa basi langsung mengutarakan keinginannya.


"Hamba menghadap Yang Mulia Kaisar Kekaisaran Pearl, semoga Yang Mulia selalu sehat dan panjang umur." ucap Marquess Laurence membungkukkan tubuhnya.


"Bangunlah!" ucap Kaisar.


"....." Marquess Laurence diam.


"Duduklah disini disebalahku." ucap Kaisar.


Marquess Laurence pun menuruti perintah Kaisar dan duduk disampingnya. Kemudian Kaisar pun memerintahkan pelayan untuk menyediakan teh camomile dan juga cemilan ringan yang tidak terlalu manis. Tak butuh waktu lama, semua yang diperintahkan Kaisar telah tersedia di atas meja.


"Tinggalkan kami!" perintah Kaisar kepada seluruh pelayan.


Semua pelayan pun meninggalkan Kaisar bersama Marquess Laurence. Penasehat Kekaisaran pun ikut keluar karena merasa Kaisar hanya ingin berbicara berdua dengan Marquess Laurence.


"Marquess Laurence bagaimana keadaan wilayahmu? Aku dengar saat ini Wilayah Laurence telah menghasilkan banyak keuntungan dari hasil panen Gandum yang lebih banyak daripada saat Marchioness berkuasa." ucap Kaisar.


"Terima kasih Yang Mulia. Semua itu berkat dari Kaisar." ucap Marquess Laurence.

__ADS_1


Setelah berbicara beberapa saat akhirnya Kaisar memulai percakapan inti yang memang ingin disampaikannya dari tadi.


"Saya dengar jika Menara Sihir bisa memiliki hubungan dengan Gadis Penyelamat dan menjadikannya bagian dari Menara Sihir sehingga mengubah namanya menjadi Gadis Suci dan itu semua karenamu." ucap Kaisar.


"Yang Mulia terlalu berlebihan. Itu semua bukan karena saya." ucap Marquess Laurence merendah.


"Jangan merendahkan dirimu. Aku tau semuanya. Aku ingin kau mengirimkan permintaanku kepada Gadis Suci dan katakan jika aku mengundangnya datang ke Istana." ucap Kaisar.


"Hamba tidak lah terlalu dekat dengannya Yang Mulia." ucap Marquess Laurence.


"Jangan berbohong! Aku tau jika kau mengenal siapa Gadis Suci sebenarnya. Aku ingin tau siapa Gadis Suci itu Marquess jika kau pintar." ancam Kaisar.


"Maafkan hamba Yang Mulia. Hamba sungguh tidak mengerti maksud Yang Mulia. Hamba sungguh tidak mengetahui identitas Gadis Suci." ucap Marquess Laurence merendah.


"Jangan berpura-pura!" teriak Kaisar marah.


"Yang Mulia bisa melakukan apapun tapi sungguh saya tidak mengetahui identitas Gadis Suci. Saya dapat menghubunginya dari Toko Pelelangan yang merupakan miliknya. Jika Yang Mulia memang ingin Gadis Suci datang ke Istana saya bisa pergi ke Toko Pelelangan dan mengirimkan surat kesana." ucap Marquess Laurence.


"Baiklah. Aku ingin kau menyampaikan pesanku padanya." ucap Kaisar.


"Baik, Yang Mulia." ucap Marquess Laurence.


'Aku akan mengalah sekarang! tapi jika kau berbohong, kau akan mendapatkan hukumannya.' ucap Kaisar dalam hati.


Setelah selesai menghadap Kaisar, Marquess Laurence pun kembali ke Kediamannya dan setelah sampai di ruang kerjanya. Marquess Laurence mengirimkan pesan pribadi menggunakan alat komunikasi yang telah dirancang khusus untuknya dan Shiena agar mudah berkomunikasi.


Shiena yang saat itu sedang berlatih dai dalam Cincin Ruang mendapatkan pesan dari Marquess Laurence jika Kaisar ingin bertemu dengannya dan saat ini dirinya akan pergi ke Toko Pelelangan untuk berpura-pura mengirim pesan kepada Shiena.

__ADS_1


Shiena yang mengerti maksud dari Marquess Laurence pun hanya diam memikirkan rencana selanjutnya. Shiena yang tak ingin tunduk dengan mudah dihadapan Kaisar berencana menentang apapun yang diminta Kaisar jika hal itu tidak memberikan keuntungan yang banyak padanya.


Lalu, Marquess Laurence pun pergi menemui Tuan Valkrim yang memang sudah tau jika Marquess Laurence akan mengirimkan pesan untuk Shiena. Shiena telah memberitau Tuan Valkrim untuk berhati-hati dalam berbicara karena mungkin saja saat ini mata-mata Kaisar sedang mencari informasi tentangnya.


Tuan Valkrim yang mengerti maksud Shiena pun melakukan tugasnya dengan baik hingga Marquess Laurence pun bersandiwara dengan sangat baik. Saat Marquess Laurence ingin kembali ke Kediamannya, Marquess Laurence merasa jika saat ini dirinya sedang diikuti seseorang dan ternyata benar. Marquess Laurence diikuti oleh Kesatria Elit yang memang khusus dimiliki Kaisar yang bertugas menjalankan semua tugas yang diperintahkan Kaisar.


Setelah sampai di kamarnya, Marquess Laurence pun pergi ke kamar mandi dan mengecek apakah Kesatria Elit mengikuti dan ternyata tidak akirnya Marquess Laurence mengirimkan pesan kepada Shiena jika saat ini dia telah melakukannya sesuai rencana dan saat ini Kaisar memerintahkan Kesatria Elit untuk mengikutinya.


Shiena yang mengetahui itu menjadi geram dan marah dan ditambah sebelumnya Zee melaporkan bahwa Duke Simons sedang berusaha mengendalikan pasar yang artinya akan mempersulit Shiena dalam menjalankan bisnisnya.


'Aku harus segera mengatasi Kaisar tua dan Duke Simons yang bucin ini!' fikir Shiena.


Keesokan paginya, Shiena yang ingin pergi ke Istana beralasan kepada Marry dan Ana untuk tidak mengganggunya yang sedang istirahat dan Shiena juga memerintahkan kedua pelayannya untuk tidak datang ke kamarnya. Marry dan Ana yang mengerti pun mengangguk dan pergi dari kamar itu.


Shiena pun membuka Cincin Ruangnya lalu mengganti pakaiannya layaknya Gadis Suci dan tak lupa Shiena juga memberi tau Duke Carrole dan Duchess Carrole jika dirinya ingin pergi ke Istana agar kedua orangtuanya itu tidak khawatir.


Shiena yang telah besiap pun pergi ke Istana menggunakan Sihir Gelap dan Sihir Angin secara bersamaan agar segera sampai. Setelah sampai, semua penjaga dan kesatria yang melihat Shiena yang datang dari langit dan turun dengan sangat anggun dan cantik layaknya seorang bidadari dengan pakaiannya yang juga terbang karena angin membuat semua orang yang melihatnya terpana tak terkecuali Putra Mahkota Franz yang dibuat terpesona.


Ketika sampai di taman, kesatria tersebut bergegas memberi tau Kaisar jika Gadis Suci telah datang. Kaisar yang mengetahui itu langsung bergegas menemui Gadis Suci Sementara itu, Putra Mahkota Franz yang melihat Gadis Suci datang menemui Shiena.


"Selamat datang di Istana, Gadis Suci!" ucap Putra Mahkota Franz.


"Terima kasih Yang Mulia." ucap Shiena.


'Sungguh gadis yang cantik dan anggun. Meskipun dirinya menutupi wajahnya dengan cadar itu, hal itu tidak menghilangkan kecantikan alaminya. Aku menjadi penasaran siapa gadis yang berada di belakang cadar itu. Aku yakin gadis itu pasti sangatlah cantik.' fikir Putra Mahkota Franz.


 

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2