
Dikediaman Duke Watson, Tuan muda Alphonso Aranta Ye Watson yang telah mendapatkan surat balasan dari Kediaman Duke Carrole. Dia pun merasa sangat senang
Tokk.. tokkk...
(suara pintu)
"Selamat malam Tuan Muda, hamba ingin menyampaikan surat balasan dari Kediaman Nona Shiena Ve Carrole." ucap Kepala Pelayan.
"Baiklah. Berikan padaku." ucap Alphonso.
Tuan Muda Alphonso pun menerima surat itu dan setelah membaca surat tersebut Tuan Muda Alphonso pun tersenyum lebar.
Jadi pada malam itu, Tuan Muda Alphonso menyelesaikan tugasnya dengan cepat agar tidak ada yang mengganggunya saat pergi ke Kediaman Duke Carrole menemui Shiena.
*Shiena, aku sangat mencemaskanmu dan merindukanmu. Semoga mimpi indah shiena.* fikir Alphons
Saat Tuan Muda Alphonso sedang fokus dengan pekerjaannya. Kepala Pengawas Rumah Tangga di Kediaman Duke Watson datang memberikan berita yang membuat Tuan Muda Alphonso marah.
Tookkkk.... Tookkk... Tokkkk
(Ketukan pintu)
"Maaf mengganggu waktu anda Tuan Muda, hamba ingin menyampaikan berita tentang Nona Shiena." ucap Kepala Pengawas Rumah Tangga.
"Cepat katakan. Apa yang terjadi pada Shiena?" tanya Alphonso.
"Saya mendapatkan berita bahwa Nona Shiena tidak sakit Tuan Muda melainkan karna diculik." ucap Kepala Pengawas Rumah Tangga.
"Diculik? Bagaimana bisa?" tanya Alphonso.
Tuan Muda Alphonso pun terkejut setelah mendengar berita penculikan Shiena karna yang dia tau Shiena pergi ke Festival Bunga bersama Putra Mahkota.
__ADS_1
"Menurut kesatria yang kita kirim untuk mengetahui keadaan Nona Shiena, dia mendengar perbincangan antar pelayan yang mengatakan bahwa Putra Mahkota telah lalai menjaga Nona sehingga di diculik." ucap Kepala Pengawas Rumah Tangga.
"Siapa penculiknya?" tanya Alphonso.
"Kelompok Wolf Wild tapi saat ini kelompok itu sudah tidak ada karna semalam terjadi kudeta kekuasaan di Kediaman Marquess Laurence dan salah satu pendukungnya adalah kelompok itu tapi sayang semuanya meninggal begitu juga pelopor kudeta Tuan Muda Alexander Van Laurence." ucap Kepala Pengawas Rumah Tangga.
"Ceritakan detailnya. Bagaimana bisa Shiena di culik?" tanya Alphonso penasaran dan marah.
"Pada saat itu Yang Mulia Putra Mahkota pergi meninggalkan Nona Shiena sendiri karna ingin membelikan minuman dan pada saat itu nona Shiena diculik Tuan Muda." ucap Kepala Pengurus Rumah Tangga.
"Bagaimana dengan pengawal dan kesatria kekaisaran? Apa tidak ada yang menolong? Bagaimana bisa di tangkap?" tanya Alphonso.
"Semua kesatria dan pengawal sedang tidak ada yang berjaga bahkan tidak ada yang menolong saat Nona Shiena berteriak. Menurut rakyat yang ada pada saat itu, semua penjaga tidak akan menolong jika tidak mendapat imbalan." ucap Kepala Pengurus Rumah Tangga.
"Apa? Bagaimana bisa Putra Mahkota memiliki pengawal dan kesatria yang seperti itu? Dia tidak bisa melindungi Shiena." ucap Alphonso kesal.
"Maaf Tuan Muda, anda tidak bisa menyalahkan Yang Mulia Putra Mahkota karna menurut kabar Nona Shiena adalah tunangan Putra Mahkota dan akan di umumkan saat perayaan hari kedewasaannya tahun depan." ucap Kepala Pengurus Rumah Tangga.
Tuan Muda Alphonso yang sangat marah pun tidak bisa berdiam diri melihat Shiena menderita nantinya.
"Ini tidak boleh terjadi. Pertunangan itu harus di batalkan. Aku tidak bisa terima jika Shiena harus bersama laki-laki yang tidak bertanggung jawab itu. Shiena milikku." ucap Alphonso.
"Tenang lah Tuan Muda." ucap kepala Pengurus Rumah Tangga menenangkan.
"Bagaimana aku bisa tenang? Apa kau tidak lihat apa yang dilakukan Putra Mahkota yang ceroboh itu? Dia hampir membuat Shiena celaka. Aku tidak bisa terima." ucap Alphonso.
"Tuan Muda masih bisa merebut Nona Shiena. Bukankah Tuan Muda sudah berjanji akan pergi ke Badan Penelitian Kekaisaran bersama. Tuan Muda bisa menggunakan kesempatan itu untuk mengambil hati Nona Shiena. Tuan Muda bisa membatalkan pertuangan itu, lagipula pertunangan itu belum resmi jadu masih bisa dibatalkan Tuan Muda." ucap Kepala Pengurus Rumah Tangga.
"Kau benar. Kalau begitu kau siapkan semuanya untuk kepergianku ke Kediaman Duke Carrole." ucap Alphonso
"Siap laksanakan Tuan Muda." ucap Kepala Pengawas Rumah Tangga.
__ADS_1
Setelah kepergian Kepala Pengurus Rumah Tangga, Tuan Muda Alphonso pun menyelesaikan pekerjaannya lalu istirahat.
Keesokan paginya Tuan Muda Alphonso pun bersiap-bersiap pergi ke Kediaman Duke Carrole sambil membawa sebuah hadiah yang sangat istimewa.
"Tuan Muda anda terlihat sangat tampan. Saya yakin Nona Shiena pasti akan terkesima melihat anda." ucap Kepala Pelayan.
"Terima Kasih." ucap Alphonso tersenyum puas.
"...." Kepala Pelayan.
"Apa sudah kau siapkan hadiahnya?" tanya Alphonso.
"Sudah Tuan. Ini adalah hadiahnya." ucap Kepala Pelayan.
Kepala Pelayan pun membukakan kotak hadiah yang akan diberikan kepada Shiena.
Tuan Muda Alphonso Aranta Ye Watson yang melihat isi hadiah itu tersenyum puas dan yakin bahwa Shiena pasti akan menyukainya.
Hadiah itu adalah sepasang sepatu yang sangat indah yang terbuat dari kaca dengan tali terbuat dari mutiara dan diberi hiasan permata kecil.
Sepatu itu di pesan kilat khusus sengaja untuk diberikan kepada Shiena.
Tuan Muda Alphonso juga memberikan satu buah gaun dengan warna senada dengan sepatu itu yaitu gaun cantik berwarna perak dengan beberapa pemanis berwarna merah muda.
Setelah yakin bahwa Shiena akan menyukai hadiahnya Tuan Muda Alphonso pun pergi ke Kediaman Duke Carrole menggunakan kereta kuda.
#Bersambung#
Jangan Lupa Tekan Like, Komen, Vote dan Favorite nya ya.. 😁
Terima kasih.. 🥰😍❤😘
__ADS_1