The Empress Of Mind Reader

The Empress Of Mind Reader
BAB 176. Jebakan I


__ADS_3

Kaisar yang mengerti maksud Shiena pun harus menyetujui keinginannya karena semua ini bisa terjadi juga karena peran penting dari Keluarga Duke Carrole yang telah rela berkorban dan menunjukkan kesetiaannya pada Kekaisaran Pearl.


"Baiklah. Dengarkan Titahku, Saya, Kaisar Kekaisaran Pearl akan memberikan Lencana Pembebasan Emas kepada Keluarga Carrole yang mana bisa membebaskan Keluarga Carrole dari segala tuduhan dan hukuman termasuk hukuman mati." ucap Kaisar.


"Terima Kasih, Yang Mulia." ucap Duke Carrole dan semua orang di Keluarga Carrole.


"Lencana Pembebasan Emas ini akan berlaku sampai kapanpun dan sampai ke generasi apapun bahkan jika aku wafat nantinya. Lencana Kekaisaran ini akan tetap berlaku." ucap Kaisar.


"Terima kasih banyak Yang Mulia." ucap Duke Carrole.


Duke Carrole, Duchess Carrole, Shiena, Pelayan dan kesatria Keluarga Carrole sangat senang karena sampai kapanpun selama Lencana Pembebasan Emas berada di tangan Keluarga Carrole maka nyawa mereka dan keturunannya akan terjamin.


Oleh karena hal ini, semua Pelayan dan Kesatria menyatakan kesetiaannya pada Keluarga Carrole dan bersumpah akan selalu mengabdi.


Kaisar juga ingat tak hanya Keluarga Duke Carrole tapi juga Penasehat Kekaisaran yang merupakan kakak kandung dari mendiang Permaisuri juga telah menunjukkan kesetiaan yang begitu besar karena ketika Putra Mahkota Franz yang telah mengetahui recana jahat Putra Mahkota Brian, Putra Mahkota Franz langsung menemui Penasehat Kekaisaran dan menceritakan semua kenyataannya.


Penasehat Kekaisaran yang telah mengetahui kenyataan dari Putra Mahkota Franz bergegas ke Istana menemui Kaisar. Kaisar yang kondisi tubuhnya sudah tidak sehat perlahan jatuh sakit meskipun tidak terlalu parah tapi sakit itu perlahan membuatnya semakin lemah.


"Maafkan kelancangan hamba Yang Mulia tapi ada yang perlu hamba sampaikan." ucap Penasehat Kekaisaran di depan pintu kamar.


"Masuklah." ucap Kaisar terbaring.


"....." Penasehat Kekaisaran diam.


"Kalian keluarlah!" perintah Kaisar kepada semua pelayan.


"Kamu ikuti aku!" ucap Kaisar.


Kaisar mengajak Penasehat Kekaisaran mengikutinya, Kaisar memberitaukan jalan rahasia miliknya. Penasehat Kekaisaran sangat terkejut tapi dia hanya diam.


Lalu, ketika sampai di sebuah ruangan kosong yang indah dan nyaman. Kaisar langsung duduk di sebuah kursi empuk dan pelayan tiba menawarkan teh serta cemilan. Kaisar mengangguk kepada pelayan serta meminta Penasehat Kekaisaran untuk duduk bersamanya.


"Yang Mulia, saya mendapatkan berita buruk tentang Putra Mahkota. Putra Mahkota ingin..." ucap Penasehat Kekaisaran yang terputus karena didahului Kaisar.


"Membunuhku!" ucap Kaisar langsung dan santai.


"Bagamana Yang Mulia..."tanya Penasehat Kekaisaran yang terhenti karena merasa telah melewati batas kesopanan.

__ADS_1


"Aku telah menyuruh Kesatria terbaikku untuk mengikuti Putra Mahkota dan aku telah mendapatkan kabar jika dia ingin membunuhku. Aku tau itu! Aku seorang Kaisar bukan boneka!" ucap Kaisar tenang.


"Lalu, apa yang akan Yang Mulia lakukan?" tanya Penasehat kekaisaran.


"Menunggu." ucap Kaisar dengan perkataan yang ambigu.


"Menunggu apa yang Mulia? Apa yang mulia benar-benar ingin Kekaisaran ini dipimpin oleh Putra Mahkota Brian?" tanya Penasehat Kekaisaran.


Penasehat Kekaisaran tau bahwa dirinya saat ini telah melewati batas kesopanan saat berbicara dengan Kaisar dan bisa saja dirinya diberi hukuman penggal karena telah bersikap tidak benar terhadap Kaisar tapi Penasehat tidak bisa mengerti jalan fikiran Kaisar sehingga menuntutnya agar segera mendapatkan jawabannya.


"Tergantung Putra kesayanganku. Jika dia ingin membunuhku maka aku akan menerimanya tapi jika tidak maka aku akan tetap hidup dan mengikuti apa kemauannya." ucap Kaisar sambil berjalan ke balkon.


"....." Penasehat Kekaisaran diam.


"Aku tau Putra Mahkota Franz masih hidup. Kau yang telah menyelamatkan dan membesarkannya. Aku tau tapi aku diam karena itu keputusannya yang tak ingin terlibat dalam perebutan Takhta tapi jika dia membantu Brian untuk naik Takhta aku akan mengalah." ucap Kaisar.


"Yang Mulia itu..." ucap Penasehat Kekaisaran yang terbata-bata.


"Aku hanya ingin bertemu Putra Kesayangku. Buah cinta kasihku dengan istriku tercinta. Bisa kau kabulkan?" tanya Kaisar.


"Tentu, Yang Mulia." ucap Penasehat Kekaisaran.


Penasehat Kekaisaran yang bingung bagaimana Kaisar bisa tau semuanya tiba-tiba teringat dengan ucapan Kaisar sebelumnya.


'Apa Kaisar menggunakan Kesatria terbaiknya untuk mencari tau kebenarannya? Jika benar begitu, maka Kaisar pasti telah tau semuanya.' fikir Penasehat Kekaisaran.


Kaisar mengantar kembali Penasehat Kekaisaran pergi dan Penasehat Kekaisaran tak membuang waktu karena difikirnya pembunuhan Kaisar dapat dilakukan kapan saja. Jadi Penasehat Kekaisaran harus bergegas menemui Putra Mahkota Franz dan mempertemukannya dengan Yang Mulia Kaisar.


Setelah sampai di Kediamannya Penasehat Kekaisaran mengirimkan pesan lewat cara Rahasia yang selama ini mereka pakai untuk berkomunikasi.


Putra Mahkota Franz yang membaca surat dari pamannya sangat terkejut mengetahui bahwa selama ini Kaisar telah mengetahui jika Putra Mahkota Franz masih hidup dan juga selama ini Kaisar selalu melindungi dan menjaganya dari jauh.


Putra Mahkota Franz selama ini bahkan sangat heran kenapa dirinya tidak pernah terluka atau tertangkap Kesatria Kekaisaran padahal dirinya pernah melakukan kesalahan. Sekarang, Putra Mahkota Franz menyadarinya bahwa Kaisar selama ini tidak pernah meninggalkannya atau pun mengabaikannya. Kaisar selalu bersamanya dan menghormati keinginannya yang tak ingin terlibat dalam semua Kegiatan Istana.


Putra Mahkota Franz yang tersentuh dan sadar jika selama ini dirinya terlalu egois sehingga mengabaikan semua tanggung jawabnya dan membiarkan adik tirinya, Putra Mahkota Brian melakukan kejahatan.


Putra Mahkota Franz pun memutuskan besok akan menemui Kaisar dan menyatakan bahwa dirinya akan mengambil alih semua yang seharusnya menjadi miliknya yang selama ini di salah gunakan oleh Putra Mahkota Brian.

__ADS_1


Putra Mahkota Brian yang merasa bersalah kepada Eit karena selalu menyembunyikan identitasnya selama ini akhirnya menceritkan semua kebenarannya dan Eit sangat terkejut dan tak percaya tapi karena Eit tau Putra Mahkota Franz bukanlah oranh yang mudah bercanda akhirnya Eit percaya.


Putra Mahkota Franz dan Eit pergi ke Kediaman Penasehat Kekaisaran setelah berganti pakaian layaknya seorang bangsawan atas tapi tiba-tiba Putra Mahkota berhenti di tengah Pasar dan meninggalkan Eit [Ingat BAB 160] yang ternyata bertemu wanita cantik dan karena salah bicara Eit pun dibakar hingga gosong oleh Putra Mahkota Franz dan ditinggalkan sendiri oleh Putra Mahkota Franz.


Tak butuh waktu lama Putra Mahkota Franz sampai di Kediaman Penasehat Kekaisaran dan mereka pun pergi ke Istana menggunakan Sihir Gelap milik Putra Mahkota Franz karena tak ingin membuat semuanya curiga.


Putra Mahkota Franz pun bertemu dengan Kaisar. Kaisar yang selama ini selalu menahan rindu ingin bertemu dan memeluk putranya tak bisa menahan dirinya hingga langsung bangkit dari tempat tidurnya dan memeluk erat dan lama Putra Mahkota Franz. Putra Mahkota Franz yang telah lama merindukan pelukan orang tua membalas pelukan itu.


Putra Mahkota Franz dan Kaisar pun berpelukan cukup lama, mereka menyalurkan semua perasaan yang selama ini mereka pendam.


Setelah beberapa waktu Kaisar melepaskan pelukannya dan bertanya pertanyaan ringan.


"Bagaimana keadaanmu anakku?" tanya Kaisar.


"Hamba, baik-baik saja Yang Mulia." ucap Putra Mahkota Franz.


"Apa kau tidak bisa memanggilku seperti dulu "Ayah"." ucap Kaisar berharap.


"Ayah!" panggil Putra Mahkota Franz.


Kaisar yang senang mendengarnya pun mengeluarkan air mata dan memeluk Putra Mahkota Franz kembali dengan erat.


"Kembalilah Putraku. Ayah sangat merindukanmu." pinta Kaisar.


"Baik ayah. Aku akan kembali ke Istana. Aku akan mengambil semua yang memang seharusnya menjadi milikku." ucap Putra Mahkota Franz.


"Ya, tentu saja. Ayah akan memberikan semua yang seharusnya menjadi hakmu." ucap Kaisar.


Kaisar memang sangat menyayangi Putranya yang dilahirkan oleh Permaisuri tapi Kaisar juga menyayangi Putranya yang dilahirkan oleh Ratu meskipun tak memiliki cinta untuk Ratu.


Kaisar yang tau bahwa Putra kandungnya sendiri tega ingin membunuhnya karena kekuasaan menjadi gelap hati dan telah melupakan hubungan ayah dan anak yang kaku itu.


Meskipun Putra Mahkota Brian adalah putranya sendiri tapi Kaisar tak bisa mentolerir lagi perbuatannya sehingga Kaisar telah memutuskan akan menghukum penggal Putra Mahkota Brian jika benar-benar melaksanakan rencananya.


#Bersambung#


Jangan Lupa Tekan Like, Komen, Vote dan Favorite nya ya.. 😁

__ADS_1


Baca Juga Novel Terbaru Author "Terpaksa Menikah Karena Wasiat" Terima Kasih 🥰😍❤😘


__ADS_2