The Empress Of Mind Reader

The Empress Of Mind Reader
BAB 29. Galau


__ADS_3

Shiena yang telah selesai mandi dan bersiap-siap keluar dari kamar bersama Marry.


'Hmmm, kemana Putra Mahkota? Aku tidak melihatnya. Apa dia marah dengan semua perkataanku?' tanya Shiena dalam hati.


"Marry, dimana Putra Mahkota?" tanya Shiena.


"Yang Mulia sedang keluar sebentar nona. Saya tidak tau kemana Yang Mulia pergi." ucap Marry sopan.


"Ah, baiklah. Tolong siapkan sarapanku." perintah Shiena.


"Baik, nona." ucap Marry.


Akhirnya Shiena sarapan pagi bersama Marry. Di lain tempat Putra Mahkota pergi ke suatu tempat yang cukup sepi. Disana Putra Mahkota datang menemui Robert.


"Ada apa?" ucap Ian.


"Maafkan kelancangan hamba Yang Mulia. Wilayah sebelah Selatan Kekaisaran Pearl saat ini sedang mengalami kekeringan parah." ucap Robert.


"Bukankah daerah itu bukan menjadi tanggungjawabku. Ada apa sebenarnya ini?" tanya Putra Mahkota.


"Ini adalah Perintah dari Yang Mulia Kaisar. Hamba tidak dapat menjelaamskannya Yang Mulia." ucap Robert.


"Hah, baiklah. Berikan laporannya padaku dan letakkan di atas meja kerjaku." ucap Putra Mahkota.


"Baik Yang Mulia." ucap Robert.


Robert adalah Pengawal Pribadi Putra Mahkota sejak berumur 5 tahun. Sejak saat itu, Robert selalu ada untuk memdampingi kemanapun Putra Mahkota pergi.


Robert adalah salah satu orang kepercayaan Putra Mahkota dan setiap tugas penting akan selalu di serahkan kepadanya.


"Ada yang ingin aku tanyakan?" tanya Putra Mahkota.


"Katakan saja Yang Mulia. Saya akan berusaha menjawabnya." ucap Robert.


"Ah, tidak jadi. Kau boleh pergi" ucap Ian.

__ADS_1


"Baik Yang Mulia." ucap Robert.


Putra Mahkota yang merasa frustasi pun menghempaskan kasar wajahnya.


*Hah, kenapa sesulit ini berurusan dengan perempuan?* ucap Ian.


Saat Putra Mahkota dalam perjalanan kembali ke penginapan Shiena telah selesai sarapan dan sedang menunggu hasil laporan Zee.


"Saya mengahadap nona." ucap Zee sambil berlutu.


"Jangan berlutut. Berdirilah. Katakan apa yang kau dapatkan?" tanya Shiena.


"Tuan muda Alexander pergi menemui Anggota Wolf Wild, tapi saya tidak bisa mendekat untuk mengetahui apa yang di rencanakan beliau." ucap Zee.


" ..... " Shiena


'Hmmmm, sesuai dugaanku. Alex benar-benar berencana melakukan kudeta terhadap Nyonya Maria Von Laurence untuk mendapatkan posisi sebagai Marquess." ucap Shiena dalam hati.


"Apa ayah sudah mengetahuinya? tanya Shiena.


"Lalu, Bagaimana dengan perintahku yang meminta pengawal diam-diam untuk Nyonya Maria?" tanya Shiena.


"Sudah saya laporkan nona dan Tuan Duke langsung mengiring lima orang pengawal terbaik dan Tuan Duke bilang beliau percaya pada anda nona." ucap Zee.


"Baguslah. Sekarang kembalilah. Ikuti dan laporkan selalu gerak-gerik Tuan Alexander dan jika sesuatu hal buruk terjadi langsung bantu Nyonya Maria." perintah Shiena.


"Baik, nona." ucap Zee.


'Terima kasih ayah, ibu. Kalian memang yang terbaik. Aku tidak akan menyalahgunakan kepercayaan kalian.' ucap Shiena dalam hati.


Setelah Zee pergi, Shiena pun berencana keluar untuk berjalan-jalan tapi ternyata Putra Mahkota telah berada di ruang tamu menunggu Shiena.


'Ah, Yang Mulia Putra Mahkota telah kembali rupanya, aku harus segera memberi salam.' ucap Shiena dalam hati.


"Hamba menghadap, Yang Mulia Putra Mahkota Kekaisaran Pearl sang Mutiara Rembulan kekaisaran Pearl." ucap Shiena sopan.

__ADS_1


Putra Mahkota pun menoleh ke Shiena dan memberikan senyum terbaiknya.


"Maaf, karna pergi tanpa memberi tahu mu terlebih dahulu, ada urusan mendadak yang harus segera aku selesaikan." ucap Ian


"Tidak masalah Yang Mulia." kata Shiena sopan.


"Jangan panggil aku Yang Mulia, panggil namaku." ucapnya.


"Ian." kata Shiena menurut.


"...." Putra Mahkota.


"Hmmm, apa Ian sudah sarapan?" tanya Shiena.


"Ah, aku sudah sarapan. Bagaimana denganmu?" tanya Ian balik.


"Saya sudah selesai sarapan." kata Shiena singkat.


'Suasana apa ini, huuhhh, canggung sekali! Aku tidak menyukainya." ucap Shiena dalam hati.


"Maaf." ucap Ian sambil mengeluarkan sebuah gelang kaki.


"Apa ini Ian?" tanya Shiena bingung.


"Sebagai permintaan maaf, maaf untuk semua salahku. Aku tau, aku tidak bisa membuktikan jika aku tidak akan memiliki wanita lagi setelah kita menikah karna hanya waktu yang dapat menjawab keraguanmu, tapi aku bersungguh-sungguh. Aku tak ingin pertungan ini di batalkan." ucap Ian sedih.


"Baiklah, itu urusan mu." ucap Shiena singkat.


Ada senyum getir di bibir Putra Mahkota, ternyata ketidakperdulian shiena memberikan luka goresan yang tak berdarah di hati Putra Mahkota.


#Bersambung#


Jangan Lupa Tekan Like, Komen, Vote dan Favorite.


Terima Kasih.

__ADS_1


❤🥰😘


__ADS_2