
Kaisar Franz yang tak ingin digannggu siapapun untuk sementara waktu pun menyendiri sehingga membuat Permaisuri Shiena mengambil alih tugas Kekaisaran. Permaisuri Shiena yang telah terbiasa mengerjakan hitungan di kehidupannya yang dulu tidak mendapatkan masalah yang berarti.
Setelah beberapa jam berlalu, Kaisar Franz pun keluar dari tempatnya menyendiri dan menanyakan kepada Pelayan keberadaan Permaisuri dan segera menyusulnya.
Kaisar Franz yang telah sampai di Ruang Kerjanya mengusir Marry dan Ana serta Pelayan lain yang juga ada di dalam Ruang kerja itu.
Setelah semuanya pergi, Kaisar Franz segera memeluk Permaisuri Shiena dan membenamkan wajahnya di tengkuk leher Permaisuri Shiena. Permaisuri Shiena yang terkejut dengan tindakan yang dilakukan Kaisar Franz hanya bisa pasrah dan menepuk-nepuk pundak Kaisar Franz. Permaisuri Shiena yakin jika saat ini Kaisar Franz lebih membutuhkan pelukan daripada hanya sekedar ucapan sabar.
Permaisuri Shiena tau jika orang yang kau percaya apalagi orang itu adalah keluargamu sendiri yang sedang mencoba untuk menghancurkan kebahagiaanmu dan bahkan mengancammu dengan nyawanya pastinya akan membuatmu semakin sedih dan kecewa.
Akhirnya setelah cukup lama, Kaisar Franz pun tertidur di pangkuan Permaisuri Shiena. Permaisuri Shiena dengan tenang terus membelai rambut Kaisar Franz hingga dirinya merasa lebih baik sampai akhirnya Permaisuri Shiena ikut tertidur di posisi terduduk.
Setelah beberapa jam berlalu, Permaisuri Shiena yang merasa sangat segar setelah bangun dari tidurnya menemukan ternyata dirinya telah berganti posisi dan tempat.
Permaisuri Shiena pun memanggil Marry dan Ana untuk membantunya bersiap-siap dan merapikan pakaiannya yang berantakan karena Permaisuri Shiena ingin pergi menemui Kaisar Franz.
Sementara itu, Kaisar Franz yang telah merasa lebih baik melanjutkan pekerjaannya dengan memanggil Tuan Eit ke Ruang kerjanya.
"Hamba menghadap Yang Mulia Kaisar." ucap Tuan Eit.
"Aku ada tugas untukmu." ucap Kaisar Franz.
"Hamba siap menerima tugas apapun Yang Mulia." ucap Tuan Eit penuh percaya diri.
"Bagus. Aku ingin kau menyelidiki tentang perbudakan yang terjadi di Wilayah Kekuasaan Keluarga Marquess Boufanski." perintah Kaisar Franz.
"Siap laksanakan Yang Mulia." ucap Tuan Eit.
Tuan Eit yang telah menerima perintah dari Kaisar Franz segera keluar dari ruang kerja Kaisar dan bergegas melaksanakan tugasnya.
Sementara itu, Permaisuri Shiena yang telah selesai bersiap-siap segera menemui Kaisar Franz. Kesatria yang berjaga di depan pintu Ruang Kerja Kaisar segera mengumumkan kedatangan Permaisuri Shiena. Kaisar Franz yang mendengarnya segera memasang wajah senang dan bahagia.
"Hamba menghadap Yang Mulia Kaisar." ucap Permaisuri Shiena lembut dan sopan.
__ADS_1
"Kemarilah Permaisuri. Semuanya keluarlah." perintah Kaisar Franz.
Permaisuri Shiena kemudian berjalan ke arah Kaisar Franz dan Kaisar Franz dengan cepat mengulurkan tangannya kemudian meletakkan Permaisuri di atas pangkuannya.
Permaisuri Shiena yang membutuhkan perizinan dari Kaisar untuk membangun sebuah bangunan segera mengutarakan keinginannya. Kaisar Franz yang telah berjanji akan membantu pun dengan senang hati mengabulkan keinginan Permaisuri Shiena.
Permaisuri Shiena yang senang pun memeluk Kaisar Franz dan meminta izin untuk pergi ke Pemukiman Rakyat. Kaisar Franz yang tau jika Permaisuri Shiena tak akan bisa dicegah memilih untuk mengizinkan dengan syarat Permaisuri Shiena harus mau diikuti oleh Kesatria Elit secara diam-diam. Permaisuri Shiena yang tau jika Kaisar Franz bermaksud baik pun mengangguk setuju.
Permaisuri pun kembali ke kamarnya dan mengganti pakaiannya seperti rakyat biasa sementara Marry dan Ana yang telah membujuk Permaisuri Shiena untuk diizinkan ikut pun tetap tak mendapatkan izin akhirnya Marry dab Ana hanya bisa pasrah menunggu hingga Permaisuri Shiena kembali.
Permaisuri Shiena pun menggunakan Kekuatan Sihir Gelapnya untuk menyelinap keluar dari Istana agar tak ada seorang pun yang melihatnya. Permaisuri kemudian pergi ke pasar untuk membeli beberapa potong roti serta susu untuk diberikan kepada anak-anak yang akan ditemuinya nanti.
Setelah selesai berbelanja, Permaisuri Shiena pun bergegas ke Pemukiman Rakyat tapi ketika sampai Permaisuri Shiena langsung dihadang oleh beberapa orang dewasa. Mereka semua terlihat marah dan menolak kedatangan Permaisuri Shiena.
Kesatria Elit yang melihat perlakuan buruk Rakyat mencoba keluar dari persembunyiannya dan berniat melindungi Permaisuri Shiena tapi Permaisuri Shiena segera memberikan kode agar tak ada yang boleh keluar membantunya akhirnya Kesatria Elit itu memutuskan untuk tetap menunggu perintah selanjutnya dari Permaisuri Shiena.
"Kau tidak boleh kemari! Bangsawan semuanya sama saja! Kalian memperlakukan kami layaknya hewan yang tidak berarti." teriak salah satu dari mereka.
Ketika para orang dewasa mencoba mendorong Permaisuri Shiena. Anak-anak yang ditemui Permaisuri Shiena sebelumnya datang menolong dan ikut membela Permaisuri Shiena.
"Jangan! Jangan sakiti Nona ini. Nona ini bukan orang jahat. Dia adalah orang yang baik." ucap Andrian merentangkan tangan.
"Minggir! Kalian itu masih kecil dan tidak mengerti apapun." teriak orang dewasa.
"Kami mengerti. Kalianlah yang orang dewasa tidak tau. Nona ini adalah orang yang baik. Dia telah membantuku dan menyelamatkanku ketika aku hampir dibawa ke Petugas Keamanan dan Nona ini juga telah memberikan aku dan teman-temanku makan. Nona ini adalah orang baik." teriak Andrian.
"Benar! Jangan sakiti Nona." ucap setiap anak-anak yang ditemui Permaisuri Shiena bergantian.
Permaisuri Shiena yang melihat anak-anak itu membelanya dan bahkan tanp ragu berdiri di depannya untuk melindunginya membuat Permaisuri Shiena tersentuh.
Lalu, pria-pria dewasa yang ada didepan Permaisuri Shiena itu terlihat sangat marah karena telah dibantah oleh anak kecil. Pria dewasa itu pun mencoba mendorong anak-anak kecil itu. Permaisuri Shiena yang melihatnya bersiap mengeluarkan Sihir Tanah untuk melindungi anak-anak itu.
Namun tiba-tiba ada seorang pria tua dengan rambut yang sepenuhnya berwarna putih. Pria tua itu membawa tongkat untuk membantunya berjalan dan ada dua orang pemuda yang berdiri di samping kanan dan kirinya.
__ADS_1
Pria tua itu dengan cepat berteriak dan menghentikan tindakan Pria dewasa. Permaisuri Shiena yang melihat Pria dewasa yang ada di depannya telah menurunkan tangannya segera membatalkan Sihir Tanahnya.
Anak-anak yang terlihat sangat takut akan dipukul tiba-tiba merubah raut wajahnya menjadi ceria.
"Ketua!" teriak anak-anak bersamaan.
"Ada apa ini? Kenapa kalian bertengkar?" tanya Pria tua.
"Ketua! Anak-anak ini membawa seorang Bangsawan ke tempat persembunyian kita. Anak-anak ini harus diberi hukuman yang sangat berat." ucap salah satu Pria dewasa.
"Ma-maafkan saya Ketua. Sayalah yang membawa Nona ini kemari tapi percayalah Ketua Nona ini adalah orang yang baik." ucap Andrian membela.
"Tidak! Semua Bangsawan itu sama saja. Tak ada yang baik, semuanya adalah orang jahat." ucap Pria Dewasa kesal.
"Tidak! Nona adalah orang yang baik." ucap Andrian membel disusul anak-anak yang lain.
"Diam!" teriak Ketua.
Pria tua yang dipanggil Ketua oleh semua orang itu pun melihat kearah Permaisuri Shiena. Raut wajah Pria tua itu yang awalnya datar langsung berubah pucat dan cemas. Permaisui Shiena yang telah membaca fikiran Pria tua itu segera memberikan kode agar Pria tua itu menutup mulutnya dengan mengirim pesan suara melalui Sihir Angin miliknya.
'Ti-tidak mungkin! Yang Mulia Permaisuri! Bagaiman Yang Mulia Permaisuri ada disini? Apa yang telah kami lakukan? Semoga tidak ada hal buruk yang terjadi.' ucap Pria tua dalam hati.
'Tenanglah. Aku datang kemari untuk membantu kalian.' ucap Permaisuri Shiena lewat pesan sihir.
Setelah mendengar perkataan Permaisuri Shiena, wajah Pria tua itu langsung berubah menjadi cerah dan segera mengangguk tanda hormatnya.
#**Bersambung#
Jangan Lupa Like, Komen dan Vote ya..
🥰😊😍😘
Terima kasih**
__ADS_1