
Anastasya berpura-pura merasa perih saat Putra Mahkota mengobatinya membuat Putra Mahkota menjadi salah tingkah.
Putra Mahkota yang mendengar rintihan perih dari anastasya menjadi semakin tidak tenang karna rintihan itu.
Putra Mahkota yang telah mencoba menahan dirinya menjadi takut tidak bisa menahan dirinya.
Anastasya yang telah melihat tingkah Putra Mahkota menjadi semakin bersemangat mengeluarkan semua jurusnya.
"Ian, itu sakit sekali." ucap Anastasya mencondongkan sedikit bahunya membuat Putra Mahkota melihat bagian atas Anastasta.
Anastasya sengaja menyondongkan tubuhnya kepada Putra Mahkota untuk membuat Putra Mahkota menjadi semakin tidak tenang.
'Aku harus bisa bersama dengan Putra Mahkota malam ini sehingga Putra Mahkota akan bisa menjadi milikku selamanya.' fikir Anastasya.
Putra Mahkota yang melihat pemandangan itu menjadi semakin tidak tenang. Putra Mahkota pun buru-buru menyelesaikan tugasnya mengobati luka Anastasya.
Anastasya yang tau bahwa rencananya akan gagal, Anastasya mulai melakukan rencana keduanya.
Setelah selesai mengobati, Putra Mahkota bermaksud pergi dan meninggalkan Anastasya sendiri tapi sebelum hal itu terjadi Anastasya telah mencoba berdiri dan mencoba meninggalkan kereta kuda Putra Mahkota terlebih dahulu.
Namun tiba-tiba, Anastasya berpura-pura tersandung gaunnya sendiri dan hampir terjatuh. Putra Mahkota yang sangat peka dan cekatan pun mencoba menangkap tubuh Anastasya.
Anastasya dan Putra Mahkota pun terjatuh bersama. Putra Mahkota pun terjatuh di atas tubuh Anastasya.
Namun Putra mahkota masih bisa menahan tubuhnya agar tidak terlalu dekat dengan Anastasya.
__ADS_1
Anastasya yang memperhatikan Putra Mahkota mencoba menggoda Putra Mahkota dan melanjutkan rencana awalnya.
"I-ian." panggil Anastasya.
Putra Mahkota yang mendengar namanya di panggil dengan sangat lembut membuatnya semakin merasa tidak nyaman.
Putra Mahkota yang sudah tidak bisa menahan dirinya lagi pun mulai mencium Anastasya. Anastasya yang mendapatkan kesempatan pun tidak menyia-nyiakannya dan membalas ciuman itu hingga sulit bernafas.
"Ian. Ini tidak benar." ucap Anastasya memerah.
"Aku menginginkanmu tasya." ucap Putra Mahkota.
Anastasya yang mendengar hal itu tersenyum menang tapi dia harus berpura-pura menolak.
Putra Mahkota yang medengar hal itu, langsung bangun dari tubuh Anastasya. Anastasya masih terguling. Putra Mahkota pun menoleh ke Anastasya dan berkata.
"Aku tak memiliki wanita manapun. Aku tak tau ini disebut apa. Tapi aku menginginkanmu, aku ingin kau berada bersamaku, disisiku!" ucap Putra Mahkota.
"Aku juga ingin bersamamu Ian." ucap Anastasya malu-malu.
Putra Mahkota yang mendengar pernyataan Anastasya menjadi sangat senang. Putra Mahkota pun langsung mendekati Anastasya dan menciumnya lagi. Putra Mahkota yang melihat respon Anastasya menjadi semakin bersemangat.
Putra Mahkota menurunkan tangannya dari tekuk leher anastasya menuju gundukan yang besar yang sudah di perhatikannya sedari tadi. Putra Mahkota yang sudah tahan pun mencoba membuka gaun Anastasya tapi anastasya mengehentikannya.
"I-ian. Bukankah ini sudah berlebihan?" ucap Anastasya.
__ADS_1
"Jangan khawatir. Aku akan bertanggung jawab terhadapmu. Aku adalah Putra Mahkota Kekaisaran ini dan kau akan menjadi wanitaku. Apa kau tidak ingin menjadi wanitaku?" ucap Putra Mahkota.
"Aku mau. Hanya saja Ian harus berjanji bahwa Ian tidak akan pernah meninggalkanku setelah aku menyerahkan semuanya." ucap Anastasya.
"Tentu saja. Aku tak akan pernah meninggalkanmu." ucap Putra Mahkota.
"Bersumpahlah, ian." ucap Anastasya di pelukan Putra Mahkota.
"Aku Brian Shura Le Pearl, Putra Mahkota Kekaisaran Pearl. Bersumpah atas tahta bahwa aku tak akan meninggalkanmu dan kau akan menjadi wanitaku di masa depan." sumpah Putra Mahkota.
Anastasya yang mendengar itu langsung senang dan berbunga-bunga dan memeluk erat Putra Mahkota.
Putra Mahkota pun membuka gaun Anastasya dan Anastasya pun tak menolak. Putra Mahkota memeluk lalu mencium Anastasya dan menelusuri setiap inci dari tubuh Anastasya.
Putra Mahkota dan Anastasya menghabiskan malam itu bersama. Sementara itu, Kesatria, Pelayan dan Robert tidak ada yang berani mengganggu.
Anastasya dan Putra Mahkota terbangun bersama dan keluar dari kereta kuda itu. Mereka membersihkan diri masing-masing. Setelah itu, Putra Mahkota dan Anastasya sarapan pagi bersama. Putra Mahkota yang harus segera pergi ke akademi terpaksa harus meninggalkan Anastasya.
Putra Mahkota memberikan gelang komunikasi agar mereka masih bisa berbicara meski jarak mereka jauh. Putra Mahkota juga memberikan sebuah token tanda anggota kerajaan kepada Anastasya untuk menunjukkan kesungguhannya. Putra Mahkota dan Anastasya pun berpisah.
#Bersambung#
Jangan Lupa Tekan Like, Komen, Vote dan Favorite nya ya.. 😁
Terima kasih.. 🥰😍❤😘
__ADS_1