
Anastasya yang sangat senang mendapatkan hadiah yang sangat luar biasa dari Duke Simons mulai memikirkan masa depan yang lebih baik bersama Duke Simons. Anastasya bahkan mengutarakan niatnya pada Countess Larsca yang langsung berbalas amarah.
"Apa kau sadar dengan ucapanmu, Tasya?" tanya Countess Larsca marah.
"I-ibu! Kenapa memangnya? Duke Simons sangat baik padaku." ucap Anastasya membela.
"Apa kau lupa perbuatan orang-orang yang pernah menghin kita hanya karena kita adalah Bangsawan kelas bawah yang miskin." ucap Countess Larsca.
"....." Anastasya diam.
Anastasya tak bisa mengatakan apapun setelah perkataan Countess Larsca. Anastasya sadar jika dirinya tak menjadi seorang Permaisuri maka dirinya tak akan bisa membalas perbuatan Nyonya dan Nona muda dari Bangsawan atas itu.
"Sebaiknya kau lupakan impian bodohmu itu! Kau boleh memikirkannya kembali jika Duke Simons telah berhasil mengambil Takhta Kaisar." ucap Countess Larsca.
Amy yang berada di samping Anastasya merasa sedih karena Amy telah menganggap Anastasya sebagai putrinya sendiri. Amy bahkan merasa prihatin dan simpati pada Anastasya yang tak bisa menentukan pilihannya tapi dirinya tak bisa melakukan apapun karena dirinya hanya seorang pelayan.Anastasya yang ingin sendiri meminta pelayan untuk keluar dan meninggalkannya.
Count Larsca yang sudah mendengar masalah Anastasya mencoba menemuinya.
Tookkkk...Tokkkk...Tokkkk...
(Ketukan pintu)
"Pergi! Aku sedang tak ingin diganggu siapapun!" ucap Anastasya marah.
"Apakah ayah tak boleh menemui putri ayah?" tanya Count Larsca.
'Ah, ayah!' ucap Anastasya dalam hati.
Anastasya pun bangun dari tempat tidur lalu pergi menuju pintu dan menemui Count Larsca.
"Maafkan aku, yah." ucap Anastasya menyesal.
__ADS_1
Anastasya pun meminta Count Larsca untuk masuk ke dalam. Anastasya juga memerintahkan Amy menyiapkan teh dan kue kering untuk mereka berbincang.
"Apa kau bahagia dengan pertunangan ini?" tanya Count Larsca langsung.
Anastasya yang mendengar pertanyaan Count Larsca pun terdiam. Tiba-tiba ucapan dari Countess Larsca terngiang di telinga Anastasya yang membuat Anastasya menjadi sedih.
"Jika kau tak bertunangan dengan Duke Simons jangan dipaksakan. Ayah akan membantumu mengatakannya." ucap Count Larsca cemas.
"Tidak ayah. Aku baik-baik saja. Sungguh." ucap Anastasya
"Baiklah tapi jika kau merasa tak sanggup katakan saja pada Ayah." ucap Count Larsca.
"Tentu Ayah!" ucap Anastasya.
Anastasya pun pergi bersama Count Larsca menemui Countess Larsca untuk melihat persiapan Acara Pertunangannya yang akan dilaksanakan sebentar lagi.
Sementara itu, Duke Simons yang telah bersiap-siap pun pergi keluar menuju Ruang Pertemuan Rahasia. Duke Simons pergi sendiri lalu Count Larsca pergi menyusul menggunakan kereta kuda yang lain.
Duke Simons yang datang terakhir segera pergi ke ruang yang telah disiapkan. Disana telah ada satu buah meja besar yang memanjang yang telah diisi belasan Bangsawan pendukung di sebelah kiri dan kanan meja. Sedangkan Duke Simons akan duduk di bagian ujung di depan sekali sebagai Pemimpin rapat.
Tak ada yang berani protes bukan hanya karena status dan kedudukan tapi juga karena jumlah Kekayaan yang dimiliki Keluarga Simons tak ada yang akan keberatan.
Duke Simons pun memulai rapat itu dengan pidato yang berapi-api tentang janji-janjinya yang akan memenangkan kudeta. Duke Simons juga menjelaskan rencananya secara mendetail.
Namun tak semua Bangsawan akan mudah percaya tali ada juga yang masih merasa khawatir jika rencana itu gagal sehingga Duke Simons pun menjelaskan bahwa dirinya yang masih memiliki hubungan darah dengan Raja Kerajaan Zambrud.
Duke Simons juga memberi tau bahwa dirinya telah mengirimkan pesan untuk meminta bantuan dalam rencana melakukan kudeta pada Kekaisaran Pearl. Duke Simons yang yakin pasti akan dibantu memberikan kepastian kepada seluruh pengikutnya bahwa Kerajaan Zambrud akan ikut membantu dan mengirimkan Kesatria terbaik mereka dalam Pertempurab nanti.
Bangsawan yang awalnya ragu perlahan mulai percaya dan menyetujui rencana Duke Simons. Bangsawan-bangsawan itu juga meminta kenaikan Status Bangsawan dan juga beberapa wilayah untuk kontribusi mereka nanti. Duke Simons yang yakin akan kemenangannya menyetujuinya.
Setelah selesai melakukan rapat dengan Beberapa Bangsawan yang menjadi pengikutnya, Duke Simons kembali ke Kediaman Simons. Duke Simons menanyakan persiapan pertunangannya. Duke Simons ingin Acara Pertunangannya berjalan lancar dan tanpa ada gangguan sedikitpun.
__ADS_1
Ketika yakin semua telah aman, Duke Simons yang tak bisa berdiam diri saja mencoba mengirimkan kembali pesan kepada Raja Zambrud untuk meminta bantuan. Raja Zambrud yang saat itu tak berada di Istananya tak bisa membalasnya. Surat itu berada di tangan Penghianat Kerajaan. Penghianat itu pun langsung melemparkan surat ke perapian dan membakarnya hingga menjadi abu.
Raja Zambrud yang sedang berjuang untuk mempertahankan posisinya dari para Penghianat Kerajaan yang dipimpin oleh Jendral Terkuatnya tapi Raja Zambrud yang gagal pun terpaksa melarikan diri bersama seluruh Anggota Keluarganya.
Di dalam pelariannya seluruh Anggota Keluarga Raja tertangkap termasuk Ratu, Permaisuri dan para Pangeran dan Putri. Tak hanya itu, semua Bangsawan yang masih setia padanya pun ikut di tangkap. Mereka semua di tangkap lalu dibawa ke Penjara Kerajaan dan disiksa.
Raja Zambrud yang bernama Raja Fernand Rilley Gernard melarikan diri ke perbatasan Kerajaan Zambrud guna mengumpulkan informasi dan melakukan serangan balik.
Sementara itu, di Istana Kekaisaran Pearl, Putra Mahkota Franz yang sedang beristirahat setelah melakukan banyak pekerjaan tetap tak bisa beristirahat dengan tenang setelah mendengar perkataan Duke Watson.
Putra Mahkota Franz masih mengingat dengan jelas saat Mantan Putra Mahkota Brian yang dengan tega membunuh ayah kandungnya sendiri. Putra Mahkota Franz yang saat ini tak memiliki Keluarga di sampingnya masih tak bisa berdiam diri dengan pasrah menerim jika semua yang dikatakan oleh Duke Watson adalah kebenaran.
Sehingga Putra Mahkota Franz memanggil Tuan Eit dan Kesatria Elit datang menemuinya. Tak butuh waktu lama, Tuan Eit dan Kesatria Elit telah berada di depan Putra Mahkota Franz dan siap menunggu instruksi selanjutnya.
Putra Mahkota Franz pun memerintahkan Tuan Eit dan Kesatria Elit bekerja sama menemukan informasi tentang kebenaran informasi yang dikatakan oleh Duke Watson bahwa saat ini ada Bangsawan yang berniat melakukan kudet.
Putra Mahkota Franz ingin tau detail rencana kudeta dan siapa saja yang terlibat sehingga Putra Mahkota Franz dapat melakukan serangan balik. Tuan Eit dan Kesatria Elit yang telah mengerti tugasnya segera keluar dari kamar Putra Mahkota Franz dan melakukan tugasnya.
Putra Mahkota Franz pun meminta Kepala Pelayan Kekaisaran mendata Bangsawan mana saja yang menyatakan kesetiaannya padanya setelah Kaisar meninggal karena Putra Mahkota Franz yakin akan membutuhkan bantuan-bantuan mereka untuk mengalahkan Bangsawan lain yang berniat kudeta.
Setelah selesai dengan urusannya Putra Mahkota Franz akhirnya tertidur lelap di kamarnya sambil memimpikan Shiena dimana saat ini dirinya dan Shiena sedang menjalani prosesi Pernikahan tapi tiba-tiba Pernikahan itu gagal karena rencana Kudeta Bangsawan lain yang berakibat pada Shiena yang tak bisa selamat di tragedi itu.
Putra Mahkota Franz pun terbangun dengan keringat di sekujur tubuhnya dan seluruh tubuhnya menjadi dingin dan kaku. Putra Mahkota Franz yang jarang bermimpi buruk mulai berfikir jika ini adalah petunjuk yang membuatnya harus segera menyelesaikan masalah ini.
Putra Mahkota Franz yang ingat jika dirinya diundang saat Acara Pertunangan Duke Simons dan Lady Anastasya akhirnya setuju untuk datang dan berencana akan memata-matai kediaman Duke Simons.
#Bersambung#
Jangan Lupa Like, Komen dan Vote nya ya..
🥰😍😘😚 Terima Kasih
__ADS_1