The Empress Of Mind Reader

The Empress Of Mind Reader
BAB 315. Persiapan Ulang Tahun Shiena


__ADS_3

Setelah mengirimkan undangan ke berbagai tempat, Istana menjadi sibuk dengan dekorasi untuk merayakan Ulang Tahun Permaisuri Shiena. Permaisuri Shiena yang sebenarnya tidak ingin Ulang Tahunnya dirayakan tidak memiliki keinginan apapun tapi Kaisar Franz berusaha memberikan Ulang Tahun yang terbaik untuk Permaisuri Shiena.


Kaisar Franz sengaja membangun satu buah Istana khusus untuk merayakan Ulang Tahun Permaisuri Shiena. Kaisar Franz juga membuat sebuah danau buatan dengan taman-taman yang indah di sekitar Istana itu. Kaisar Franz memerintahkan tukang kebun untuk menanam banyak bunga mawar berbagai warna karena mengetahui Permaisuri Shiena menyukainya.


Kaisar Franz tau jika pembangunan itu akan menghabiskan waktu yang sangat lama sehingga meminta bantuan Menara Sihir. Menara Sihir yang telah tau jika Gadis Suci adalah Permaisuri Shiena pun dengan senang hati membantu sehingga hampir seluruh Murid Senior dari Menara SIihir ikut membantu dalam Pembangunan Istana, Danau buatan dan Tamannya.


Permaisuri Shiena yang merupakan Tokoh Utama dalam Acara itu nantinya, tidak kalah sibuk dari semua yang ada di Istana Kekaisaran. Permaisuri Shiena harus mewakili Kaisar Franz memilih pakaian, sepatu dan aksesoris yang akan dipakai keduanya saat Acara Perayaan Ulang Tahun Permaisuri Shiena nanti.


Permaisuri Shiena yang telah menentukan apa yang akan dirinya pakai dan Kaisar Franz segera memerintahkan Marry dan Ana untuk mengubungi Toko-toko tersebut untuk dapat segera hadir ke Istana membawa barang koleksi mereka yang terbaik. Marry dan Ana pun segera pergi dari Istana dan menjalankan tugas yang diberikan oleh Permaisuri Shiena pada mereka.


Keesokan harinya, setiap Toko yang dipilih Permaisuri Shiena bergantian datang ke Istana untuk menunjukkan apa yang mereka miliki sehingga membuat Permaisuri Shiena kebingungan memilih sementara Dayang dan Pelayannya menjadi sangat bersemangat melihat begitu banyak Gaun, Sepatu dan Perhiasan di depan mata mereka.


Setelah beberapa jam berlalu, Permaisuri Shiena akhirnya selesai memilih semua yang akan dipakai olehnya tapi masih belum bisa memilih apa yang akan dipakai oleh Kaisar Franz sehingga Permaisuri Shiena memerintahkan Marry mengirimkan pesannya kepada Kaisar Franz untuk datang menemuinya sekarang juga. Marry yang khawatir melakukan kesalahan tidak berani menjalankan perintah Permaisuri Shiena sehingga Permaisuri Shiena memerintahkan Ana untuk ikut pergi bersama Marry. Marry dan Ana pun pergi bersama menemui Kaisar Franz.


Kaisar Franz yang sedang berada di Ruang Kerjanya mendengar bahwa Marry dan Ana yang merupakan Dayang Pribadi sekaligus Dayang kepercayaan Permaisuri Shiena datang ingin bertemu dengannya segera memberi izin untuk mereka masuk. Marry dan Ana pun langsung bersikap sangat sopan dan ramah di depan Kaisar Franz.


"Kami menghadap Yang Mulia Kaisar Kekaisaran Pearl. Semoga Yang Mulia selalu sehat dan berjaya." ucap keduaya bersamaan sambil menundukkan kepalanya tanda memberi hormat.

__ADS_1


Kaisar Franz yang melihat sikap keduanya segera memerintahkan mereka dan bertanya alasan kedatangan keduanya yang mendadak. Marry dan Ana pun segera menyampaikan pesan dari Permaisuri Shiena. Kaisar Franz yang mendapatkan pesan itu pun segera menghentikan pekerjaannya dan bangun dari kursinya lalu berjalan keluar ruangan menuju tempat Permaisuri Shiena berada. Marry dan Ana yang melihat respon Kaisar Franz menjadi tidak percaya karena Permaisuri Shiena dapat memerintah seorang Kaisar dengan sangat mudah dan tidak perlu mengkhawatirkan nyawanya yang dapat di ambil kapan saja.


Ruangan tempat Permaisuri Shiena berada tertutup rapat dan dijaga oleh dua Kesatria Istana dan melarang pria manapun masuk dan saat Kaisar Franz tiba, dua Kesatria itu pun berteriak keras sambil memberi tau kepada orang yang ada di dalam ruangan itu bahwa Kaisar Franz telah tiba.


Pemilik Toko, Manager Toko dan Pelayan Toko yang ada di dalam Ruangan itu menjadi sangat gugup mengetahui kedatangan Kaisar Franz. Kaisar Franz yang baru sampai langsung mencari keberadaan Permaisuri Shiena berada dan tanpa memperdulikan setiap orang yang memberi salam padanya, Kaisar Franz berjalan lurus ke arah Permaisuri Shiena lalu memeluknya dari belakang. Permaisuri Shiena yang sangat terkejut pun segera berbalik dan langsung disambut ciuman hangat oleh Kaisar Franz.


Semua orang yang ada di dalam ruangan itu menjadi sangat terkejut dan menunjukkan ekspresi yang aneh. Semua pelayan dan dayang Istana yang masuk ke Istana Kekaisaran dan memiliki harapan jika suatu saat Kaisar Franz akan melihat mereka dan menjadikan mereka Selir selalu merasa gagal karena Kaisar Franz hanya melihat ke arah Permaisuri Shiena.


Permaisuri Shiena yang dipeluk dan dicium oleh Kaisar Franz secara tiba-tiba dan di depan semua orang menjadi sangat malu, Permaisuri Shiena pun memukul dada Kaisar Franz karena kasal tapi tindakan itu membuat Kaisar Franz semakin gemas dan ingin mencium Permaisuri Shiena lagi tapi Permaisuri Shiena segera menghentikannya karena Permaisuri Shiena telah membaca duluan fikiran Kaisar Franz.


Kaisar Franz pun menjadi kecewa tapi tidak menunjukkannya didepan semuanya. Kaisar Franz kemudian menarik Permaisuri Shiena dan menggendongnya lalu meletakkannya di dalam pangkuannya sehingga membuat semua yang ada menjadi salah fokus.


Permaisuri Shiena yang mendengar perkataan Kaisar Franz hanya bisa diam dan menurut karena Kaisar Franz mengatakan yang sejujurnya dan jika Permaisuri Shiena memaksa untuk bangun maka akan terjadi hal yang lebih memalukan lagi.


Kaisar Franz yang senang karena Permaisuri Shiena tidak memaksa untuk bangun dari pangkuannya pun memerintahkan kepada Pemilik Toko itu untuk menunjukkan apa yang telah mereka persiapkan untuknya. Semua Pemilik Toko itu pun bergerak dengan kecepatan yang cepat dan berirama menunjukkan profesionalitas yang mereka miliki.


Permaisuri Shiena yang hanya duduk diam di pangkuan Kaisar Franz menjadi mengantuk hingga akhirnya tertidur di pelukan Kaisar Franz. Semua orang yang melihat Permaisuri Shiena tertidur mendapatkan isyarat dari Kaisar Franz untuk terus melakukan tugas mereka masing-masing dan mengabaikan yang terjadi.

__ADS_1


Setelah beberapa jam berlalu, Kaisar Franz pun telah selesai juga memilih. Kaisar Franz kemudian memerintahkan Marry dan Ana mengurus semua yang dipilih lalu menggendong Permaisuri Shiena yang masih tertidur lelap ke kamar mereka. Kaisar Franz pun meletakkan Permaisuri Shiena dengan sangat hati-hati seolah barang yang akan langsung pecah jika salah bertindak sedikit saja ke ranjang.


Kaisar Franz yang masih ingin melihat dan bersama Permaisuri Shiena memerintahkan Tuan Eit untuk membawa semua berkas pekerjaannya ke kamar karena dirinya ingin menyelesaikannya disana dan dalam waktu singkat semua berkas yang ada di ruang kerja Kaisar Franz telah berpindah ke dalam kamar.


Malam hari pun tiba, Permaisuri Shiena yang tidak pernah merasa lelah meski harus melakukan banyak hal tidak mengetahui apa yang terjadi pada dirinya yang selalu merasa lelah dan hanya ingin tidur bahkan Permaisuri Shiena menjadi sangat pemilih dalam makanan. Kaisar Franz yang tidak menganggap itu hal yang aneh pun membiarkannya saja begitu pula dengan Pelayan yang lain tapi berbeda dengan Marry dan Ana yang curiga karena keduanya sangat mengetahui sifat Permaisuri Shiena yang tidak akan melakukan hal itu.


Permaisuri Shiena yang baru terbangun pada malam hari melihat ke sekeliling yang sangat berbeda saat dirinya sebelum tertidur. Ketika Permaisuri Shiena sedang mengumpulkan informasi apa yang terjadi padanya, Kaisar Franz tiba-tiba menyapa dan membuat Permaisuri Shiena malu.


"Apa dirimu lapar sayang?" tanya Kaisar Franz.


"A-aku... Bagaimana aku bisa ada disini? Lalu kenapa kau juga ada di sini Franz?" tanya Permaisuri Shiena bingung.


"Kau tertidur sehingga aku memindahkanmu disini dan aku tidak tega meninggalkanmu sendiri sehingga memilih untuk membawa semua perkerjaanku kemari." ucap Kaisar Franz.


Setelah mendengar penjelasan itu, Permaisuri Shiena akhirnya mengingat semua yang terjadi dan membuatnya malu tapi perut Permaisuri Shiena yang sangat lapar pun berbunyi sehingga membuat Kaisar Franz tertawa. Permaisuri Shiena pun langsung menarik selimut hingga menutupi seluruh kepalanya karena malu.


 

__ADS_1


 


__ADS_2