The Empress Of Mind Reader

The Empress Of Mind Reader
BAB 109. Kedatangan Anastasya


__ADS_3

Bab 109 dan 110 harap dibaca sebelum imsya' dan setelah berbuka.. 😁😍


Semoga kalian suka.. ❤🥰😍


Tuan Muda Roan yang telah melakukan teleportasi pun sampai di Goa tersembunyi. Tuan Muda Roan pun melatih tekhnik Sihir Magmanya saat pagi hingga sore dan beristirahat di tengah danau magma sepanjang malam dan tak terasa Tuan Muda Roan telah melakukannya selama tiga hari berturut-turut.


Ketika berlatih, Tuan Muda Roan mendapatkan kemajuan yang sangat pesat. Saat ini Level Sihirnya telah mencapai puncak Level lima dan sebentar lagi akan naik menuju level enam.


Pelatihan Tekhnik Surgawi Sihir Magma tidaklah mudah dan membutuhkan tenaga dan fikiran mental yang kuat namun karena Tuan Muda Roan tak pernah menyerah dan terus berlatih sehingga membuahkan hasil yang baik seperti kata pepatah "Usaha tak akan menghasilkan Hasil". Tuan Muda Roan berhasil menguasai salah satu Tekhnik Sihir Magma meskipun belum sempurna dan Tuan Muda Roan bertekad dapat menyempurnakan Tekhnik itu sebelum ujian berlangsung.


Disisi lain, Putra Mahkota yang berada di akademi mengetahui bahwa Anastasya sedang dalam perjalanan mengunjunginya. Putra Mahkota memerintahkan pelayannya untuk menyewakan penginapan terbaik yang ada di dekat Akademi Arasha.


Putra Mahkota juga membantu Anastasya menggunakan Portal Teleportasi sehingga dapat tiba lebih cepat agar tak tertinggal untuk mengikuti Perlombaan Perburuan Naimar.


Setelah tiga hari berlalu, Putra Mahkota mendapatkan kabar bahwa Anastasya telah sampai di Wilayah Akademi Arasha. Putra Mahkota yang tak bisa meninggalkan latihannya harus menyelesaikan latihannya terlebih dahulu sehingga Putra Mahkota pun mengutus pelayan dan kesatrianya menjemput dan mengantar Anastasya ke tempatnya beristirahat.


Anastasya yang pergi ke Akademi Arasha bersama Amy dan Pengawal bayaran mendapatkan hadangan dari orang yang tak dikenal.


"Ada apa ini? Kenapa kereta kudanya berhenti?" tanya Anastasya bingung.


"Saya tidak tau nona. Saya akan turun dan melihatnya terlebih dahulu." ucap Amy menawarkan diri.


"Baiklah dan hati-hati." ucap Anastasya cemas.


"Baik nona." ucap Amy.


Amy pun turun dari kereta kuda dan melihat bahwa Pengawal Bayaran itu sedang waspada dan memegang pedang yang ada di tangannya. Namun, lima orang yang datang bersikap tenang dan ramah.


"Maaf mengganggu perjalanan anda. Apakah ini kereta kuda milik Nona Anastasya?" tanya salah seorang kesatria.


"Iya benar dan saat ini Nona sedang ada di dalam kereta. Ada apa ini? dan Siapa kalian? Kenapa mengganggu perjalanan kami?" tanya Amy kesal.

__ADS_1


"Maafkan mengganggu perjalannya tapi kami tak bisa membaritau siapa dan kenapa kami mengganggu. Kami hanya akan menjawab pertanyaan dari Nona Anastasya." ucap Kesatria.


Amy yang mendengar jawaban menjadi sangat kesal tapi memberi tau tentang hal ini kepada Anastasya. Anastasya yang mengetahui itu pun turun dari kereta kuda.


Anastasya memakai sebuah gaun berwarna biru langit yang menonjolkan bagian atas dan bawahnya sehingga membuat Pengawal bayaran serta Pelayan dan Kesatria yang diperintahkan Putra Mahkota bengong dan tak berkedip melihat kecantikan dan keindahan tubuh yang dimiliki Anastasya.


"Kenapa kalian menghentikan kereta kudaku?" tanya Anastasya kesal.


"Maafkan kelancangan kami Nona. Kami diperintahkan oleh Yang Mulia Putra Mahkota untuk menjemput dan menganta Nona Anastasya ke Penginapan yang telah dipersiapkan oleh Yang Mulia Putra Mahkota." ucap Kesatria.


Anastasya yang mendengar hal itu menjadi senang karena diperhatikan tapi Anastasya sedikit kesal karena bukan Putra Mahkota langsung yang menjemputnya. Namun, Anastasya tidak mempermasalahkan hal itu karena Anastasya tak ingin Putra Mahkota marah dan meninggalkannya sehingga Anastasya akan mengalah dan menurut apa perkataan Putra Mahkota.


"Baiklah. Antarkan aku kesana." ucap Anastasya lalu masuk kembali ke kereta kuda.


Pelayan dan Kesatria yang mendapatkan tugas dari Putra Mahkota tak bisa menghilangkan kekaguman mereka atas kecantikan Anastasya.


Setelah masuk, Amy yang kesal bertanya kenapa Anastasya tidak marah setelah dihentikan mendadak.


"Mengapa Nona tidak marah diberhentikan seperti tadi?" tanya Amy.


"Ya, nona." jawab Amy.


Tak butuh waktu yang lama, Anastasya dan Amy sampai di penginapan. Semua Pengawal bayaran itu pergi dan meninggalkan Anastasya dan Amy. Putra Mahkota juga memberikan sejumlah emas kepada Pengawal bayaran yang mengawal Anastasya. Mereka mendapatkan bayaran dua kali lipat dan membuat mereka menjadi sangat senang.


Anastasya dilayani oleh pemilik Penginapan secara langsung dan mendapatkan pelayanan terbaik karena permintaan dari Putra Mahkota. Anastasya yang diperlakukan spesial menjadi sangat senang.


'Tak sia-sia aku mengalami perjalanan jauh sampai dua hari jika diperlakukan sangar spesial dan kehidupan mewah seperti inilah yang aku inginkan. Putra Mahkota memang adalah jawaban yang tepat. Aku harus bisa mempertahankan dan mendapatkan Putra Mahkota.' fikir Anastasya.


Putra Mahkota yang telah menyelesaikan latihannya datang menemui Anastasya. Putra Mahkota yang datang di sambut dengan sangat ramah oleh pemilik penginapan dan pelayan yang berada disana. Putra Mahkota berjalan menuju ruangan Anastasya yang di sambut oleh pelayan.


"Diamana Anastasya?" tanya Putra Mahkota.

__ADS_1


"Nona Anastasya sedang ada di kamar mandi dan sedang mandi Yang Mulia." jawab pelayan.


Putra Mahkota yang mengetahui hal itu memerintahkan pelayan yang berada disana keluar. Putra Mahkota pun berjalan masuk ke dalam kamar mandi dan melihat Anastasya yang sedang berada di dalam kolam dengan mata tertutup. Anastasya mandi di dalam kolam air yang berisikan bunga-bunga mawar. Bau wangi dan manis dari bunga mawar dan juga madu menyebar ke seluruh ruangan. Putra Mahkota juga melihat rambut Anastasya yang sedang di pijat dengan minyak zaitun dan kaki Anastasya yang putih terlihat yang sedang di sirami susu. Tanpa sadar Putra Mahkota pun tersenyum dan detak jantungnya berdetak sangat cepat dan tak menentu.


Semua pelayan yang melihat Putra Mahkota yang ingin mengucapkan sesuatu berhenti karena Putra Mahkota meletakkan jari telunjuknya di bibir sebagai tanda agar diam. Putra Mahkota memberi isyarat untuk pergi dan semua pelayan pun mematuhi perintah itu lalu keluar.


Anastasya yang bingung karena tak ada seorang pun lagi yang melayaninya saat mandi pun menjadi bingung dan memanggil Amy tapi tak ada jawaban. Anastasya pun membuka matanya dan sangar tekejut karena melihat Putra Mahkota.


"I-ian!" teriak Anastasya terkejut.


"Tasya." ucap Putra Mahkota tersenyum.


Anastasya pun langsung bangun dari kolam dan lupa bahwa dirinya tak memakai apapun. Anastasya pun refleks menutupi tubuhnya. Putra Mahkota yang mengetahui apa yang diinginkan Anastasya pun bergegas mengambil handuk itu terlebih dulu. Lalu, berjalan menuju Anastasya dan menutupi tubuh Anastasya dengan handuk.


Putra Mahkota melihat Anastasya dan tak bisa menghentikan pandangannya dari tubuh Anastasya. Putra Mahkota dan Anastasya yang suda lama tak bertemu ingin sekali melampiaskan perasaan yang mereka tahan selama satu minggu ini.


Putra Mahkota mendekat dan memeluk Anastasya dan Anastasya pun memeluk balik Putra Mahkota dan melingkarkan kedua tangannya di leher Putra Mahkota.


"Ian." panggil Anastasya.


"Ya, sayang." ucap Putra Mahkota.


Putra Mahkota pun mencium sambil memeluk Anastasya. Mereka melampiaskan hasrat mereka berdua sehingga berjalan mundur sampai ke dinding dan Putra Mahkota tak menghentikan ciumannya dan semakin intens.


#Bersambung#


**Main tebak-tebak.an yok..


Kira-kira apa yang akan terjadi selanjutnya ya? 🥰😍


Komen di bawah ya.. 👇😁

__ADS_1


Jangan Lupa Tekan Like, Komen, Vote dan Favorite nya ya.. 😁


Terima kasih.. 🥰😍❤😘**


__ADS_2