The Empress Of Mind Reader

The Empress Of Mind Reader
BAB 291. Lady Celestial


__ADS_3

Kaisar Franz yang tak bisa melihat Permaisuri Shiena memikirkan hal yang tidak berguna mencoba mengalihkan perhatiannya dengan mengajak Permaisuri Shiena untuk berjalan-jalan sebentar di Taman Istana mereka.


Kaisar Franz tau jika Permaisuri Shiena saat ini pasti memikirkan gosip yang telah beredar saat ini jika dirinya tidak bisa memberikan pewaris untuk Kaisar Franz tapi Kaisar Franz tidak mempermasalahkan hal itu karena Kaisar Franz yakin jika nanti cepat atau lambat akan ada seorang anak di antara mereka.


Kaisar Franz pun pergi menemui Permaisuri Shiena di ruang pribadinya. Ana dan Marry yang melihat Kaisar Franz terkejut dan bermaksud memberi tau Permaisuri Shiena tapi Kaisar Franz langsung meletakkan satu jari telunjuknya di mulut dan memberi kode untuk kedua Pelayan itu diam lalu Kaisar Franz melambaikan tangan seolah mengusir Marry dan Ana keluar dari ruangan itu dan meninggalnya berdua saja dengan Permaisuri Shiena. Marry dan Ana pun mengerti dan bergegas meninggalkan ruangan tanpa menimbulkan suara apapun.


"Apakah Permaisuriku yang cantik ini sedang memikirkan ucapan pelayan bodoh itu?" tanya Kaisar Franz.


"Yang Mulia!" ucap Permaisuri Shiena.


Permaisuri Shiena yang terkejut pun langsung berbalik arah dan melihat ke arah Kaisar Franz. Shiena yang baru menyadari jika tidak ada siapapun di dalam ruangan itu selain dirinya dan Kaisar Franz segera melirik tajam ke arah Kaisar Franz.


"Jangan melihatku seperti itu! Aku mengusir kedua pelayanmu karena aku ingin berdua saja bersama istriku tercinta." ucap Kaisar Franz berjalan mendekat.


"Yang Mulia, kenapa anda disini? Apakah anda tidak mengerjakan pekerjaan anda lagi?" tanya Permaisuri cemas.


"Percuma saja aku tetap di ruang kerjaku bersama tumpukan kertas itu karena aku tidak akan bisa fokus mengerjakan apapun selagi fikiranku tertuju padamu." ucap Kaisar Franz meraba pipi Permaisuri Shiena.


"Yang Mulia A-aku..." ucap Permaisuri Shiena terbata-bata.


Ketika Kaisar Franz melihat Permaisuri Shiena yang tersipu malu dengan wajah yang memerah saat dirinya membelai wajahnya. Kaisar Franz pun langsung menarik Permaisuri Shiena dan meletakkannya di dalam pelukannya lalu Kaisar Franz pun mencium Permaisuri Shiena dengan lembut.


"Jangan fikirkan apa yang dikatakan pelayan itu! Aku tidak perduli dengan apa yang mereka katakan dan aku juga telah berjanji padamu bahwa apapun yang terjadi di masa depan hanya kau lah istriku." ucap Kaisar Franz penuh percaya diri.


'Aduh, jantungku berdegub sangat kencang. Franz pasti mendengarnya. Lalu wajahku kenapa sangat panas? Kenapa Franz terlihat sangat tampan sekarang?' ucap Permaisuri Shiena dalam hati.


"Bagaimana jika aku tidak bisa memberimu keturunan Franz?" tanya Permaisuri Shiena tiba-tiba.


Kaisar Franz yang mendengar pertanyaan Permaisuri Shiena pun tertawa dengan lantang dan menganggap seolah itu adalah lelucon tapi malah membuat Permaisuri Shiena menjadi kesal.


"Maafkan aku! Apakah itu yang sedang kau fikirikan sekarang sayangku?" tanya Kaisar Franz.


Shiena yang tak bisa menjawabnya secara langsung hanya bisa mengangguk.


"Jangan cemas! Kau pasti akan mengandung cepat atau lambat dan anak yang kau kandung itu pastinya adalah keturunanku." ucap Kaisar Franz.


"Maksud Yang Mulia apa?" tanya Permaisuri Shiena bingung.

__ADS_1


"Aku akan menjelaskannya padamu nanti tapi tidak sekarang dan disini." ucap Kaisar Franz lalu tersenyum


'Kita bicarakan ini di dalam Cincin Ruangmu nanti malam!' bisik Kaisar Franz.


Permaisuri Shiena yang mengerti situasinya pun mengangguk. Kaisar Franz pun mengajak Permaisuri Shiena untuk berjalan-jalan di Taman Kekaisaran yang dipenuhi bunga yang sedang mekar. wangindari bunga itu tercium dari pintu gerbang Taman yang langsung merubah suasana hati Permaisuri Shiena yang sedang gelisah.


Permaisuri Shiena yang melihat pemandangan yang sangat indah di depan matanya langsung bergerak ke arah bunga-bunga itu dan mencium wanginya. Ketika Permaisuri Shiena berbalik Kaisar Franz menyelipkan bunga di telinga Permaisuri Shiena dan itu langsung membuat permaisuri Shiena tersipu malu.


Mereka berdua pun berjalan-jalan di sekitar taman berdua saja sementara pelayan dan kesatria yang lain diperintahkan menunggu di gerbang Taman.


"Aku telah membunuh semua Pelayan Istana yang menyusup dan menjadi mata-mata dari beberapa Bangsawan yang serakah!" ucap Kaisar Franz jujur.


Permaisuri Shiena yang mendengarnya pun terkejut dan langsung berhenti berjalan dan menoleh ke samping dengan ekspresi yang tak biasa.


"Aku memenggal kepala mereka dan mengirim mayat itu ke Kediaman Bangsawan yang bersangkutan secara langsung." ucap Kaisar Franz yang berjalan santai.


"Apakah itu tidak berlebihan?" tanya Permaisuri Shiena.


"Tidak ada yang berlebihan jika itu menyangkut Permaisuriku. Mereka harus menyadari status mereka dan tidak melampaui batasannya." ucap Kaisar Franz dengan tatapan tajam dan aura membunuh.


'Perlahan aku mengenal dan mengetahui sifat kejamnya tapi tidak tau kenapa aku justru sangat menyukai sifatnya ini. Dewi cinta sepertinya menjodohkan aku dengan pria yang sama sepertiku' ucap Permaisuri Shiena dalam hati.


"Kenapa?" tanya Permaisuri Shiena bingung.


"Karena aku telah melakukan banyak hal kejam." ucap Kaisar Franz.


"Itu bukanlah hal yang kejam. Kau melakukan hal yang benar. Aku adalah istrimu. Aku adalah keluargamu. Membela keluarga dan melindungi keluarga dari orang yang jahat bukanlah hal jahat. Menghukum orang yang bersalah dengan hukuman berat juga bukan hal yang kejam." ucap Permaisuri Shiena.


'Hanya kau yang mengerti aku sayangku!' ucap Kaisar Franz dalam hati.


Sementara itu, Putri dari Penasehat Kekaisaran yang juga merupakan keponakan dari Kaisar Franz ternyata telah memiliki perasaan yang lebih pada Kaisar Franz sejak kecil tapi perasaan itu tidak berbalas karena Kaisar Franz mencintai wanita lain.


Penasehat Kekaisaran yang tak pernah mengetahui kenyataan itu tidak merasakan kecurigaan apapun pada putrinya meskipun Penasehat Kekaisaran tau jika putrinya selalu mengikuti Kaisar Franz tapi Penasehat Kekaisaran berfikir itu terjadi karena putrinya melihat sosok seorang kakak pada diri Kaisar Franz sehingga Penasehat Kekaisaran membiarkannya.


Lalu, tiba-tiba Penasehat Kekaisaran yang sedang bersantai dikejutkan dengan permintaan putri semata wayangnya.


"Ayah! Aku ingin masuk Istana." ucap Lady Celestial.

__ADS_1


"Apa maksudmu putriku?" tanya Penasehat Kekaisaran bingung.


"Aku ingin melayani Yang Mulia Permaisuri, ayah!" ucap Lady Celestial.


"Kenapa?" tanya Penasehat Kekaisaran.


'Tentu saja untuk menghancurkan Permaisuri! Aku ingin wanita itu menyingkir dari priaku. Aku akan merebut kembali Kak Franz dari tangannya. Kak Franz itu milikku. Hanya milikku.' ucap Lady Celestial dalam hati.


"Aku ingin berguna untuk keluarga ini ayah." ucap Lady Celestial.


"Jika begitu kau tidak harus melakukannya." ucap Penasehat Kekaisaran.


"Aku mohon ayah bantulah aku." ucap Lady Celestial dengan wajah memelas.


"Tidak!" teriak Penasehat Kekiasaran.


"...." Lady Celestial terdiam.


"Ayah tidak akan mengizknkanmu!" ucap Penasehat Kekaisaran bangun dari tempat duduknya lalu keluar.


'Sial! Aku harus masuk Istana dan mendapatkan perhatian Kak Franz lalu membuatnya salah paham dengan Permaisuri dan kemudian menyingkirkan wanita itu selamanya.' ucap Lady Celestial dalam hati.


Lady Celestial pun pergi menemui ibunya, Marchioness Granka, untuk meminta bantuan membujuk ayahnya Penasehat Kekaisara yang juga Marquess Granka tapi semua usaha dari Lady Celestial gagal karena Marchioness Granka menolak keras keinginan putrinya.


Marchioness Granka yang merupakan seorang ibu dan wanita sehingga sangat lah peka dengan perasaan yang di simpan rapat oleh Lady Celestial. Marchioness Granka yang telah menyaksikan dengan kepala dan matanya sendiri saat Kaisar Franz menghukum orang yang mengganggu Permaisuri Shiena dengan kejam sehingga Marchioness Granka memutuskan untuk tidak membantu Lady Celestial karena takut hal buruk terjadi padanya.


Namun Lady Celestial yang dibutakan oleh cinta masa kecilnya karena setiap dirinya pergi ke pesta atau pejamuan Bangsawan Atas setiap Nona dan Nyonya Bangsawan selalu membicarakan tentang Kaisar Franz yang sangat serasi dengan Permaisuri Shiena sehingga membuat Lady Celestial marah dan benci.


#Bersambung#


**Jangan Lupa Like, Komen dan Vote ya..


πŸ₯°πŸ˜ŠπŸ˜πŸ˜˜


Terima kasih


β– Noteβ– 

__ADS_1


Maafkan Author yang jarang update beberapa hari terakhir dikarena Author dan keluarga diwajibkan mengikuti tes Covid-19 dan syukurlah hasilnya bagus jadi sekarang Author bisa fokus kembali. πŸ₯°πŸ˜πŸ˜˜**


__ADS_2