The Empress Of Mind Reader

The Empress Of Mind Reader
BAB 205. Kematian Kaisar


__ADS_3

Kaisar yang mendengar ucapan dengan nada dingin dari Shiena menjadi tidak karuan tapi karena rasa sakit yang dideritanya membuat Kaisar meninggalkan semua perasaan yang membelenggunya dengan niat bertahan hidup.


"Aku mohon Gadis Suci selamatkan aku." ucap Kaisar memohon.


Sebelum Shiena menjawab perkataan Kaisar menggunakan Sihir Cahaya untuk menyegel ruangan Kaisar agar tak seorang pun bisa masuk dan mendengar percakapan antara dirinya dan Kaisar.


"Menyelamatkan Kaisar serakah dan egois sepertimu, bukankah itu hanya akan membuat lebih banyak lagi orang yang menderita karena keserakahan dan keegoisanmu?" ucap Shiena sinis.


"Aku tau jika kau tak menyukaiku Gadis Suci terlebih dengan tindakanku yang semena-mena padamu tapi aku mohon sembuhkanlah aku." pinta Kaisar memelas.


Shiena yang melihat wajah memelas Kaisar tak memiliki perasaan simpati atau pun kasihan. Shiena malah tertawa lalu menggelengkan kepalanya yang membuat Kaisar menjadi semakin gusar sembari menahan sakit di perutnya.


Jika ada orang lain di ruangan itu yang mendengar dan melihat tindakan Shiena mungkin orang itu akan segera menghina dan memaki-maki Shiena yang tak memiliki rasa belas kasihan. Namun, jika orang itu berada di posisi yang sama dengan Shiena mungkin mereka akan melakukan hal yang lebih buruk atau bahkan mengatakan hal-hal yang lebih kejam.


"Kenapa kau tertawa? Apa ada yang lucu dengan yang aku katakan?" tanya Kaisar sambil menahan sakit.


"Kau tau jika kau salah tapi kau tidak meminta maaf tapi malah memintaku menyembuhkanmu Yang Mulia. Maafkan aku tapi aku tak bisa melakukannya." ucap Shiena.


Shiena yang sudah tak ingin melihat Kaisar pun berbalik arah untuk pergi tapi Kaisar tiba-tiba menghentikan Shiena dan menyebabkan Shiena berbalik dan menoleh ke arah Kaisar.


"A-aku akan melakukan apapun asalkan kau mau menyembuhkanku. Aku akan memberikanmu apapun yang kau inginkan." ucap Kaisar menawarkan.


"Tak ada yang aku inginkan darimu. Aku bisa mendapatkan apapun yang aku mau dengan mudah." ucap Shiena sinis.


"A-aku mohon Gadis Suci. Bukankah semua bilang bahwa kau adalah Gadis yang baik hati dan berhati malaikat. Apa kau tidak memiliki perasaan simpati atau kasihan sedikit pun padaku yang sedang menderita sekarang?" tanya Kaisar putus asa.


"Aku tak memiliki perasaan belas kasihan atau pun simpati padamu Yang Mulia. Orang yang mendapatkan kebaikan hatiku hanya lah orang-orang yang baik dan tau caranya berperilaku baik pada orang lain. Jika aku menyelamatkanmu Yang Mulia, aku tak bisa menjamin jika hidup semua orang disekitarku akan aman dan damai." ucap Shiena.


"....." Kaisar diam.


"Jika tak ada yang ingin anda katakan, saya akan pergi dari sini Yang Mulia." ucap Shiena dan berbalik.

__ADS_1


Kaisar yang mendengar perkataan Shiena yang terakhir menjadi penasaran akan identitas Shiena sebenarnya. Kaisar yang merasa tak bisa bertahan lebih lama lagi memilih untuk menghilangkan rasa penasarannya lebih dari apapun.


"Tu-tunggu!" ucap Kaisar.


"...."Shiena berhenti.


"Siapa kau sebenarnya? Kenapa sepertinya kau memiliki dendam yang sangat mendalam padaku?" tanya Kaisar penasaran.


"Apakah itu penting Yang Mulia?" tanya Shiena.


"Ya, aku tau jika aku tak akan bisa bertahan lebih lama lagi jadi aku mohon kabulkanlah dua permintaan terakhirku." ucap Kaisar menyerah.


"Aku tak bisa berjanji." ucap Shiena dingin.


"Pertama, bisa kau tunjukkan identitasmu yang sebenarnya agar aku bisa pergi dengan tenang? Kedua, bisakah kau meringankan sakitku ini? Tolong segera cabut nyawaku tanpa rasa sakit karena aku sangat tidak sanggup lagi menahan sakit ini." ucap Kaisar.


Shiena yang mendengar dua permintaan terakhir Kaisar hanya diam dan menghela nafas dan akhirnya mengangguk menyetujui permintaan terakhir itu.


Shiena pun membuka cadarnya perlahan dan menunjukkan wajahnya kepada Kaisar. Kaisar yang melihatnya sangat terkejut.


"Ka-kau! Bukankah kau Shiena Ve Carole, Putri Tunggal Duke Carrole?" tanya Kaisar tak percaya.


"Benar Yang Mulia. Saya adalah Shiena Ve Carrole." ucap Shiena.


"Bukankah Keluarga Carrole adalah Keluarga yang setia pada Keluarga Kekaisaran? Seharusnya kau menuruti permintaanku untuk menyembuhkanku?" ucap Kaisar tak percaya.


"Kenapa aku harus melakukannya?" tanya Shiena.


"Ka-kau seharusnya melakukannya. Kau adalah bagian dari Kekaisaran ini dan aku adalah Kaisar di Kekaisaran ini jadi seharusnya kau menuruti perkataanku." ucap Kaisar.


"Kenapa begitu? Aku hanya rakyatmu Yang Mulia dan bukanlah budakmu. Aku tak punya kewajiban untuk menuruti perkataan Kaisar sombong dan egois sepertimu! Jangan karena kau adalah seorang Kaisar maka semua orang harus tunduk dan patuh pada ucapanmu! Kau hanya lah Kaisar boneka dan Kekaisaran ini sebentar lagi akan hancur jika aku menginginkannya. Apa menurutmu aku tidak tau jika saat ini keadaan Kekaisaran sedang sangat kacau? Jika saat ini ada satu saja Keluarga Bangsawan yang memberontak sudah dapat dipastikan maka Kekuasaanmu dan keturunanmu akan selesai sampai disini!" ucap Shiena sinis.

__ADS_1


Kaisar yang mendengar ucapan Shiena merasa sangat terkejut seolah sebuah pedang tajam sedang menusuk tepat kejantungnya. Kaisar yang tak bisa mengatakan apapun karena semua yang dikatakan oleh Shiena adalah benar adanya. Kaisar yang tak ingin membuat putra satu-satunya menderita lagi akhirnya menyerah.


"Apa kau sangat membenciku karena keputusanku yang meminta Keluargamu berkorban?" tanya Kaisar pasrah.


"Tentu saja. Sama sepertimu Yang Mulia yang tak ingin melihat Putra Mahkota Franz menderita, aku sebagai seorang anak juga tak ingin melihat kedua orang tuaku dan orang-orangku menderita." ucap Shiena.


'Benar ini salahku. Seandainya aku tak memiliki ide untuk mengorbankan orang lain demi kepentinganku sendiri mungkin saat ini aku masih bisa hidup lebih lama.' ucap Kaisar dalam hati.


'Semua telah menjadi bubur, tak ada yang bisa kau ubah kecuali jika kau bisa kembali ke masa lalu.' ucap Shiena dalam hati.


"Maafkan aku!" ucap Kaisar tertunduk lesu.


"Apa kau menyesal Yang Mulia?" tanya Shiena.


"Apa gunanya aku menyesal karena semua telah terjadi? Aku hanya ingin menghapus salah satu dosaku padamu. Maafkan aku. Sekarang aku mohon cabutlah nyawaku." pinta Kaisar.


"Seperti yang kau inginkan Yang Mulia." ucap Shiena.


Kaisar yang telah siap menjemput ajal pun memejamkan matanya dan berbaring di ranjangnya dengan senyum di bibir seolah tak memiliki beban apapun lagi.


Shiena pun akhirnya mengeluarkan Sihir Debu dan debu-debu kecil tak kasat mata masuk ke hidung Kaisar dan berjalan menuju kerongkongan kemudian pergi menuju ke saluran jantung dan membuat gumpalan debu yang menyebabkan darah tak bisa mengalir ke Jantung.


Kaisar yang merasakan ada yang salah di area sekitar dadanya mulai mengarahkan tangannya ke tengah dada tepat di posisi Jantungnya berada.


Dalam hitungan detik, darah yang terhambat menuju jantung mengakibatkan Kaisar terkena serangan Jantung yang merenggut nyawanya. Kaisar pun menghembuskan nafas terakhirnya.


Shiena yang melihat detik-detik kematian Kaisar merasa ada sedikit perasaan bersalah dan juga lega. Shiena pun membuka segel ruangan itu dan segera pergi dari ruangan Kaisar menuju ke Kediaman Carrole. Shiena pergi meninggalkan Kaisar yang terbaring tak bernyawa di tempat tidurnya.


#Bersambung#


Jangan Lupa Like, Komen dan Vote nya ya..

__ADS_1


🥰😍😘😚 Terima Kasih


__ADS_2