The Empress Of Mind Reader

The Empress Of Mind Reader
BAB 71. Berpamitan


__ADS_3

Tuan Muda Roan pun akhirnya pergi ke Kediaman Duke Carrole dengan menggunakan sihir teleportasi agar tidak ada yang tau jika Shiena sedang sakit karna jika hal itu tersebar akan merusak reputasi Shiena sebelum debutnya.


Tuan Muda Roan pun sampai di Mansion Utama di Kediaman Duke Carrole dan bertemu dengan Zee yang merupakan pengawal pribadi Shiena Ve Carrole.


Zee diperintahkan oleh Nyonya Duchess untuk menunggu kedatangan Tuan Muda Roan.


Akhirnya Zee mengantar Tuan Muda Roan ke ruang kerja Tuan Duke Carrole dimana Nyonya Duchess Carrole juga ada di sana.


"Selamat datang Tuan Muda Roan. Hamba di perintahkan untuk menunggu kedatangan Tuan Muda dan mengantar Tuan Muda untuk menemui Tuan Duke dan Nyonya Duchess." ucap Zee.


"Baiklah. Tunjukkanlah jalannya." ucap Tuan Muda Roan.


Setelah beberapa menit berjalan, Tuan Muda Roan dan Zee sampai di tempat yang dituju.


"Salam Tuan Duke Carrole dan Nyonya Duchess Carrole. Saya Tuan Muda Roan dari Keluarga Marquess Laurence datang menghadap." ucap Tuan Muda Roan.


"Hahaha (tawa) santai saja Roan. Jangan terlalu formal. Kami kan sudah bilang panggil saja dan bibi." ucap Duchess Carrole.


"Ah, baiklah bibi." ucap Tuan Muda Roan.


"Roan, apa kau bisa mengenalkan bibi salah seorang yang hebat dari Menara Sihir yang bisa membantu bibi pergi ke Kerajaan Emerald?" tanya Duchess Carrole.


"Maaf bibi tidak ada tapi Bibi tidak perlu khawatir karna aku sendiri bisa mengantar bibi ke Kerajaan Emerald" ucap Tuan Muda Roan.


Duke dan Duchess yang terkejut akan pernyataan Tuan Muda Roan hanya bisa saling pandang untuk menunjukkan kebingungan mereka.


"Saya tau, paman dan bibi pasti tidak akan percaya. Saya akan membuktikannya jika paman dan bibi mengizinkan." ucap Tuan Muda Roan.


"Tidak perlu Roan. Paman percaya padamu." ucap Duke Carrole.


"Terima kasih paman." ucap Tuan Muda Roan.


"Baiklah kita akan berangkat sebentar lagi. Apa kau sudah mempersiapkan semuanya?" tanya Duchess Carrole.


"Sudah bibi. Saya dapat pergi kapan pun." ucap Tuan Muda Roan.


"Bagus. Kau beristirahatlah dahulu dan pelayan akan mengantarmu untuk beristirahat sejenak." ucap Duke Carrole.

__ADS_1


Tuan Muda Roan yang ingin melihat Shiena terakhir kali sebelum berangkat pun meminta izin.


"Maafkan kelancanganku paman dan bibi. Apa aku di izinkan melihat Shiena terlebih dahulu sebelum kita berangkat?" tanya Tuan Muda Roan.


"Tentu saja. Zee yang akan mengantarmu." ucap Duke Carrole.


Duke Carrole pun memerintahkan Zee untuk mengantar Tuan Muda Roan pergi ke kamar Shiena.


"Kau antarkan Tuan Muda Roan untuk pergi melihat Shiena." perintah Duke Carrole.


"Baik, Tuan Duke." ucap Zee.


Zee pun menuntun Tuan Muda Roan menuju kamar Shiena.


"Silahkan Tuan Muda." ucap Zee.


"Terima kasih." ucap Tuan Muda Roan.


Ruang kamar shiena cukup jauh dari ruang kerja Duke Carrole dan itu memakan waktu beberapa menit.


Setelah berjalan beberapa menit, Tuan Muda Roan sampai di kamar Shiena. Semua pelayan keluar dan memberikan waktu untuk Tuan Muda Roan bersama.


"Shiena, tunggu kakak ya. Kakak akan melakukan semampu kakak untuk membawa kakekmu kemari agar kau bisa segera sadar." ucap Tuan Muda Roan.


Tuan Muda Roan merasa sangat sedih dan hanya bisa duduk diam melihat keadaan Shiena yang tidak merespon akan ucapan, perkataan atau pun tindakan. Tatapannya kosong seperti tidak memiliki semangat hidup lagi.


"Shiena, kakak janji jika kau sadar nanti. Kakak akan selalu menjagamu. Kakak janji tidak akan ada seorang pun yang bisa menyakitimu. Siapapun yang mencoba menyakitimu maka orang itu akan mengahdapi kakak terlebih dahulu meskipun itu adalah Putra Mahkota. Itu adalah janjiku. Janji sebagai seorang laki-laki!" ucap Tuan Muda Roan penuh tekad.


Setelah mengatakan hal itu, Zee datang dan mengatakan bahwa sebentar lagi waktunya untuk berangkat ke Kerajaan Emerald.


Tuan Muda Roan mengeluarkan sebuah kotak hadiah yang ingin dia berikan. Tuan Muda Roan memberikan kotak itu kepada Marry dan memintanya untuk memakaikannya pad Shiena dan Marry pun menurut.


"Shiena, anting ini sengaja kakak berikan untukmu. Kau terlihat sangat cantik memakainya. Tunggulah kakak. Kakak akan mengajarimu tekhnik penggabungan sihir agar kau bisa membalas Putra Mahkota." ucap Tuan Muda Roan.


Tuan Muda Roan pun mengambil tangan kanan Shiena dan menciumnya.


Tuan Muda Roan pun beranjak pergi dari kamar itu tapi saat sampai di depan pintu. Tuan Muda Roan melihat kebelakang.

__ADS_1


*Kau akan segera sehat kembali gadis kecilku yang cantik. Aku mencintaimu.* fikir Tuan Muda Roan.


Tuan Muda Roan pergi menemui Duchess Carrole dan bersiap berangkat bersama ditemani Zee.


"Tekhnik Penggabungan : Teleportasi" ucap Tuan Muda Roan.


Wuuusssshhhhh


(Suara Angin Teleportasi)


#Bersambung#


Jangan Lupa Tekan Like, Komen, Vote dan Favorite nya ya.. 😁


Terima kasih.. πŸ₯°πŸ˜β€πŸ˜˜


**β– Noteβ– 


Hi Readers... 😁


Author lagi sakit tapi tetep author usahain update setiap hari minimal 1x sehari.. 😫😒


Kabar gembira...


Crazy up tinggal 10 hari lagi.. Yeayyy πŸ₯°πŸŽ‰πŸŽŠ


Semakin banyak dukungan, semakin banyak juga CRAZY UPDATE nya.. 😁😁😁


-Kalau tidak sesuai ekspektasi author, Crazy Up nya 11-15 bab.. 😭


- Kalau sesuai ekpektasi author, Crazy Up nya 20 - 25 bab Update.. 😁


- Kalau melebihi ekspektask author, Crazy Up nya bisa lebih dari 30 bab.. πŸ₯°


Jadi jika mau banyak Up nya, selalu dukung author ya.. 😁


Jangan lupa LIKE, KOMEN & VOTE nya.. 😘😍πŸ₯°**

__ADS_1


__ADS_2