
Ketika Shiena dan Putra Mahkota sedang senang melihat acara Festival Bunga, Nyonya Maria berserta anak dan keponakannya datang kembali.
"Shiena!" panggil Nyonya Maria.
"Ya, Nyonya. Apakah anda akan segera kembali?" tanya Shiena sopan.
"Benar. Saya harus segera kembali karna harus ada yang saya urus." ucap Nyonya Maria.
Putra mahkota merasa kesal karna acara dia dan Shiena yang seharusnya bersenang-senang bersama mendapat banyak gangguan.
Putra mahkota tidak mempermasalahkan jika mereka bertiga asyik mengobrol dan mengabaikannyatapi ketika Putra Nyonya Maria mencoba mencium punggung tangan Shiena yang membuat Putra Mahkota tidak tahan lagi dan menjadi marah.
"Senang bertemu lagi denganmu Nona Shiena Ve Carrole. Datanglah berkunjung, aku yakin ibu pasti akan sangat senang." ucap Alex sambil mencoba mencium punggung tangan Shiena yang dihalangi oleh Putra Mahkota.
"Aku tidak mengizinkan kau menyentuh tunanganku!" ucap Ian dengan tatapan menusuk.
[Mode Senggol dikit Bacok] 😅
Shiena yang terkejut dengan respon Putra Mahkota langsung mencoba menenangkan sebelum Putra Mahkota yang sombong ini membantai habis keluarga Marquess Laurence.
"Te-tenang lah Ian. Dia hanya ingin menyapa. Kami adalah teman semasa kecil."ucap Shiena menenangkan.
"Aku tidak peduli. Tidak ada yang boleh menyentuhmu selain aku!" ucap Ian tegas.
'What? Hey, kita belum bertunangan secara resmi. Ayo lah, jangan terlalu kaku. Aku masih ingin melihat-lihat pria tampan' teriak Shiena dalam hati.
"Nonya Maria, dan Tuan-tuan perkenalkan beliau adalah Yang Mulia Putra Mahkota, Brian Shura Le Pearl." ucap Shiena menegaskan.
__ADS_1
"Apa!" ucap ketiganya berbarengan dengan ekspresi terkejut.
" Maafkan kelancangan Nyonya tua ini Yang Mulia, yang tidak menyadari akan keberadaan anda, Yang Mulia. Hamba pantas di hukum Yang Mulia." ucap Nyonya Maria.
"Ma-maafkn hamba Yang Mulia, Hamba tidak bermaksud menyentuh Nona Shiena. Saya berjanji, saya tidak akan mengulanginya lagi" ucap Alex.
"Tentu saja, karna jika kau mengulanginya lagi maka saat itu juga kepalamu akan berpisah dari tubuhmu!" ucap Putra Mahkota.
'What? Apa dia sudah gila? Mengambil nyawa bangsawan dengan sangat mudahnya. Hey, itu nyawa bukan benda!' ucap Shiena dalam hati.
"Ah, I-ian bisakah kau menurunkan amarahmu. Lihatlah Acara Festival Bunga sebentar lagi datang, suaranya sudah terdengar semakin jelas." ucap Shiena mendamaikan.
"Baiklah. Kalian sebaiknya pergi dari sini sekarang. Jika tidak jangan salahkan aku jika tidak ada lagi nama bangsawan Laurence esok pagi!" ancam Putra Mahkota.
Shiena bingung harus melakukan apa, karna Shiena tidak ingin hal ini membuat hubungan keluarganya dengan keluarga Marquess Laurence yang akan berakibat buruk padaku di masa depan jika Putra Mahkota mencoba untul membunuhku, keluargaku dan orang-orangku.
"Ikut aku!" perinta Ian.
Shiena yang tidak bisa menolak karna tangannya di tarik paksa oleh Putra Mahkota.
"Lepaskan! Sakit!" ucap Shisna marah.
"....." Ian
Shiena di seret sampai ke suatu ruangan dan tidak ada seorang pun berada disana.
"Yang Mulia!" bentak Shiena kesal dan menarik tangannya paksa.
__ADS_1
Tangan Shiena pun terlepas dan rasanya sangat sakit. Tangannya memerah dan membengkak. Shiena marah, kesal dan sangat ingin memukulnya sekarang.
"Apa kau ingat jika kau telah bertunangan denganku?" kata Ian penuh penekanan.
"Aku tau!" jawab Shiena.
Sebelum menyelesaika ucapanku, Putra Mahkota langsung memotong ucapan Shiena.
"Aku tidak suka kau berdekatan dengan Pria manapun!" teriak Putra Mahkota.
Shiena yang selama ini tidak pernah di bentak, baik di kehidupan sebelumnya, kehidupanku yang lalu atau setelah bereinkarnasi membuatnya sangat tertekan dan takut.
Karna perasaan takut yang besar inilah membuat air mata Shiena jatuh dengan derasnya tanpa bisa dia hentikan.
Huuuwaaaahh, Huuwaaahhh, Huuaawwaahh
(Tangis Shiena semakin keras)
Putra Mahkota yang melihat Shiena menangis menjadi bingung, dia tidak tau harus melakukan apa sampai akhirnya dia mencoba memeluk tapi justru berakhir tragis.
#Bersambung#
Jangan Lupa Tekan Like, Komen, Vote dan Favorite.
Terima Kasih
❤🥰😘
__ADS_1