
Duke Simons yang telah mendapatkan bayangan dari jumlah keuntungan yang akan didapatnya mencoba mendapatkan keyakinan lebih dari Tuan Valkrim tapi Shiena yang berpura-pura menjadi Gadis Suci yang menjelaskan yang membuat Duke Simons semakin semangat.
"Apakah Tuan punya pertanyaan?" tanya Shiena lembut.
"Ah, ini bukanlah pertanyaan tapi hanya sekedar keingintauan dan kepastian." ucap Duke Simons.
"Baiklah. Tuan bisa katakan padaku sekarang." jawab Shiena.
"Saya ingin tau jika saya menginvestasikan uang saya disini berapa persentase keuntungan yang saya peroleh?" tanya Duke Simons.
"Itu semua tergantung dari jumlah uang yang ditanam oleh Tuan Duke. Saat ini, saya sebagai pemilik resmi dari Toko Pelelangan memiliki saham sebesar 70% dan 30% untuk Tuan Valkrim yang mengelola Toko Pelelangan ini." ucap Shiena.
'Saat ini Keuangan Keluargaku hampir 50.000 koin emas. Aku akan coba menginvestasikan setengahnya. Coba kita hitung berapa bnyak yang aku dapatkan.' ucap Duke Simons dalam hati.
'Jika Duke Simons masih menyisakan setengah dari jumlah uangmya, itu tidak cukup baik. Aku harus mempengaruhinya untuk menmbah lebih banyak lagi.' fikir Shiena.
"Bagaimana dengan 25.000 koin emas? Berapa persen yang aku dapatkan?" tanya Duke Simons.
"Jika 25.000 koin emas mungkin Tuan hanya akan mendapatkan 20% saham. Dengan perkiraan keuntungan bulan lalu yang mencapai 85.000 koin emas, Tuan Duke hanya akan mendapatkan 17.000 koin emas." ucap Tuan Valkrim.
"Tuan bisa menambah jumlah uang investasi dan itu juga berarti kenaikan jumlah saham yang Tuan miliki dan pastinya kenaikan keuntungan tiap bulannya." ucap Shiena merayu.
'Benar! Semakin banyak uang yang aku investasikan maka semakin besar untungnya.' fikir Duke Simons.
"Saya akan menginvestasikan 35.000 koin emas yang artinya saya memiliki 32% saham bukan?" tanya Duke Simons.
"Benar sekali Tuan. Jadi berapa banyak jumlah koin emas yang akan Tuan investasikan?" tanya Shiena.
"35.000 koin emas." ucap Duke Simons bangga.
"Pilihan tepat. Bisa kita mulai transaksinya sekarang." ucap Shiena senang.
"Tentu saja, Lady."
Setelah menyelesaikan perbincangan yang panjang, Shiena segera menggunakan Sihir Debu untuk membuat pandangan Duke Simona sedikit buram agar tak dapat mengenali Surat Perjanjian Palsu itu dalam hitungan menit Surat Perjanjian Palsu telah ditandatangani secara Sah dan Duke Simona juga telah memberika jumlah uang yang telah disepakati dengan mudahnya.
"Semoga kerjasama kita semakin baik." ucap Shiena.
"Tentu saja Lady" ucap Duke Simons.
'Semakin baik menuju kehancuranmu!' ucap Shiena dalam hati.
__ADS_1
Duke Simons segera pergi dari Ruang VVIP dan kembali ke Kediamannya sementara Shiena dan Tuan Valkrim pindah ke ruang pertemuan pribadi. Disana Tuan Valkrim menertawakan kebodohan Duke Simons yang sangat mudah dibodohi dan Shiena yang tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya pun tak henti-hentinya tersenyum.
'Satu mangsa telah masuk perangkap. Sebentar lagi giliran Tuan Hanz yang telah mencoba menghancurkan Keluargaku.' ucap Shiena dalam hati.
Ketika Shiena sedang larut dalam rencananya yang selanjutnya, Tuan Valkrim pergi keluar menemui mata-mata yang mendapatkan perintah darinya. Mata-mata itu menyerahkan beberapa lembar kertas informasi dan langsung menghilang.Tuan Valkrim pun masuk kembali dan memberikan laporan itu pada Shiena.
Shiena yang membuka lembaran itu sudah menduga bahwa hancurnya Bisnis Surat Kabar milik Keluarga Strolana adalah ulah Duke Simons yang ingin melindungi Anastasya agar gosip tentangny tak menyebar lagi. Shiena yang merasa iba karena bagaimana pun hal ini terjadi karena dirinya. Shiena memutuskan pergi menemui Keluarga Strolana.
Shiena pun keluar dari Toko Pelelangan dan kembali ke dalam kereta kudanya. Di dalam kereta kuda, Shiena tidak mengganti identitasnya sebagai Putri Duke tapi tetap menjadi Gadis Suci. Shiena tak ingin membuat masalah yang tidak perlu untuknya.
Setelah satu jam berlalu, Shiena sampai di sebuah rumah kecil di pinggir ibukota. Rumah itu cukup layak untuk Kaum Rakyat Jelatah yang miskin tapi bagi Keluarga Seorang Bangsawan apalagi Bangsawan Menengah tempat itu sangat lah tidak cocok. Tempatnya kecil, sempit dan juga kotor.
Shiena yang merasa tidak enak hati bergegas masuk dan berharap tawarannya akan diterima. Namun jika tawarannya Shiena tak ingin memaksa orang karena akan percuma saja hasilnya jika tidak berasal dari hati dan melakukan sesuatu setengah-setengah.
Tokkk...Tokkk...Tokkk...
(Suara Ketukan Pintu)
"Maafkan kelancangan saya yang datang tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Saya adalah Gadis Suci dan ingin bertemu dengan Keluarga Count Strolana." ucap Shiena sopan.
"Ga-gadis Suci! Si-silahkan masuk Lady." ucap Kepala Pelayan Rumah Tangga.
Shiena dapat melihat masih ada beberapa orang yang setia dan loyal kepada Keluarga Count Strolana meskipun telah menjadi bangkrut seperti Kepala Pelayan Rumah Tangga, dan beberapa Pelayan Pribadi mungkin milik Nyonya Countess dan Lady Francise.
"Selamat Sore, Tuan Count." ucap Shiena sopan.
"Selamat Sore, Lady. Sepertinya ada hal yang sangat penting hingga Lady yang sangat terhormat datang kemari. Mari perkenalkan ini Istriku Countess Strolana, Putraku sekaligus Penerusku Fraddemir Strolana dan Putriku Francise Strolana." ucap Count Strolana.
Shiena yang senang mendapatkan perlakuan baik dan juga tulus semakin ingin membantu karena Shiena tau semua ini bukanlah kesalahan mereka. Shiena pun langsung ke inti pembicaraan tanpa harus membuang waktu.
"Bisa kita pindah ke tempat yang lebih Private lagi? Karena ada sesuatu yang penting yang ingin saya katakan kepada semuanya." ucap Shiena tegas.
"Mari ikuti saya, Lady." ucap Count Strolana.
"Tentu." ucap Shiena senang hati.
Shiena yang tau banyak sekali pertanyaan yang ingin dilontarkan oleh semuanya tapi mereka semua siap menunggu dan sabar membuat Shiena senang. Setelah sampai di suatu ruangan. Countess Strolana segera meminta pelayan pribadinya untuk menyiapkan teh dan cemilan seadanya. Shiena yang mengerti situasi yang dialami oleh Keluarga Count Strolana tak mempermasalahkan apapun.
Count Strolana tau bahwa mereka akan membicarakan hal penting maka meminta putra dan putrinya keluar dan kembali ke kamarnya masing-masing tapi Shiena mencegahnya karena menurut Shiena mereka bukanlah anak kecil lagi dan sudah seharusnya tau apa yang sebenarnya terjadi dan menyusun rencana pembalasan kepada orang yang telah membuat mereka menjadi menderita.
"Saya kemari ingin memberitaukan satu buah informasi dan juga ingin memberikan satu buah penawaran." ucap Shiena tegas.
__ADS_1
"Apa itu Lady?" tanya Tuan Muda Fraddemir.
"Ini dia! Silahkan dibaca." ucap Shiena memberikan sebuah kertas laporan yang diterimanya dari Tuan Valkrim.
Satu per-satu semua Keluarga Count Strolana membaca isi informasi yang diberikan Shiena. Perubahan wajah terlihat dengan sangat jelas pada semuanya bahkan Tuan Muda Fraddemir tak bisa menahan dirinya yang ingin memukul meja dengan tangannya hingga mengakibatkan tangannya memerah dan wajah Countess Strolana dan Lady Francise yang menjadi tegang.
"Apakah ini semuanya benar, Lady?" tanya Count Strolana.
"Tentu saja. Anda bisa mencaritaunya sendiri jika tidak percaya." jawab Shiena santai.
"Tapi bagaimana mungkin? Apa yang Keluargaku lakukan? Kenapa Tuan Duke melakukan ini?" tanya Tuan Fraddemir.
"Keluargamu tak melakukan kesalahan apapun percayalah itu hanya saja ada satu hal yang membuat Tuan Duke Simons harus menutup bisnis Keluarga Count Strolana." ucap Shiena.
"Merasa terancam!" ucap Count Strolana.
"Tentu saja." jawab Shiena.
"Mengapa merasa terancam?" tanya Countess Strolana.
"Apakah ini ada hubungannya dengan skandal Lady Anastasya?" tanya Lady Francise.
Shiena yang tau semuanya membutuhkan penjelasan tak ingin mengatakan apapun. Shiena hanya mengangguk dan memberikan Lady Francise menceritakan semuanya. Lady Francise menjelaskan bahwa Duke Simons sengaja membuat Bangkrut Bisnis Keluarga Count Strolana karena tak ingin berita buruk tentang Lady Anastasya yang tidur dengan seorang Baron di hari pertunangannya.
"Jadi itu bukanlah gosip tapi kenyataan?" tanya Countess Strolana.
"Tentu saja, Ibu. Aku dan Lady Priyana melihatnya sendiri dengan kedua kepala dan mata kami saat itu." ucap Lady Francise.
"Jika seperti itu maka semuanya sudah pasti ini adalah perbuatan Duke Simons. Kita tidak bisa diam saja, Ayah. Kita harus membalasnya." ucap Tuan Muda Fraddemir.
"Tapi kita tak memiliki apapun. Bagaimana kita membalasnya?" tanya Count Strolana.
Setelah mendengar perkataan Count Strolana semuanya menjadi sedih. Shiena yang tak bisa diam saja pun menyampaikan penawarannya.
"Kalian bisa membalasnya tentu saja dengan cara menerima penawaran dariku tapi sesungguhnya aku tidaklah memaksa. Aku melakukan ini demi Lady Francise." ucap Shiena.
"Demi aku?" tanya Lady Francise bingung.
Shiena yang tau jika mereka semua adalah orang baik dan Shiena telah membaca fikiran semua dengan tekad yang kuat bahwa mereka rela melakukan apapun termasuk hal buruk sekalipun untuk membalaskan perbuatan Duke Simons tapi Shiena tak ingin hal itu terjadi karena jika mereka melakukan hal yang buruk justru itu akan menghancurkan diri mereka sendiri.
Bersambung
__ADS_1
Jangan Lupa Like, Komen dan Vote nya ya..
🥰😍😘😚 Terima Kasih