The Empress Of Mind Reader

The Empress Of Mind Reader
BAB 129. Tuan X


__ADS_3

Ketika Shiena sedang tertidur, Shiena pun terbangun karena merasa ada seseorang yang menyelinap masuk ke dalam tendanya. Shiena yang memiliki Sihir yang kuat dan tak khawatir akan mampu menghabisi penyusup itu tapi Shiena menahan dirinya untuk menilai situasi.


Shiena pun bangun dari ranjangnya dan mengambil mantelnya untuk menutupi gaun tidurnya. Shiena berjalan perlahan menggunakan Sihir Gelap dan kemudian Shiena menemukan ada seseorang berpakaian hitam sedang mencari-cari sesuatu. Shiena mencoba membaca fikirannya untuk mencari tau apa yang sebenarnya diinginkan orang itu.


'Dimana hadiah itu? Aku harus segera menemukannya lalu akan aku hancurkan maka tugasku akan segera selesai. Aku akan mendapatkan bayaranku.' ucap penyusup.


Shiena yang sudah tau apa yang dicari penyusup itu mencoba berbicara dan bernegosiasi.


"Apakah kau mencari hadiah dari Kaisar?" ucap Shiena santai.


"....." tanya penyusup itu waspada.


'Bagaimana bisa dia tau aku ada disini? Padahal aku sudah menggunakan Sihir Gelapku. Aku akan menyerangnya terlebih dahulu lalu pergi dari sini.' fikir penyusup.


"Kenapa kau diam? Apa kau berencana untuk menyerangku?" ucap Shiena sambil duduk di atas kursi.


'Bagaimana dia tau rencanaku?' fikir penyusup.


'Dasar bodoh. Aku bisa membaca fikiranmu. Jelas saja aku tau apa yang akan kau lakukan!' ucap Shiena dalam hati.


"Apa maumu?" ucap penyusup.


"Aku ingin kau menghianati tuanmu." ucap Shiena.


"....." penyusup diam.


'Apa gadis kecil ini gila?' ucap penyusup.


"Aku punya tawaran bagus untukmu. Aku akan membayarmu tiga kali lipat dari yang tuanmu janjikan. Bagaimana?" tanya Shiena.


"...." penyusup diam


'Tiga kali lipat! Itu cukup banyak tapi bagaimana aku bisa mempercayainya?' fikir penyusup.


"Sepertinya kau cukup tertarik dengan tawaranku tapi tak ingin mengambil resiko dan takut aku akan ingkar janji. Jadi begini saja." ucap shiena.


Shiena bangun dari kursinya dan berjalan ke suatu meja dan mengambil kotak perhiasan lalu melempar sebuah kalung ke penyusup.


"Anggap itu sebagai bayaranmu di awal dan aku akan melunasinya jika pekerjaanmu telah selesai." ucap Shiena kembali duduk.


"Apa kau tak takut jika aku menghianatimu juga?" tanya penyusup.


"Kenapa aku harus takut? Justru kau lah yang sedang takut sekarang. Apa kau tidak curiga kenapa aku sangat santai menghadapimu?" tanya Shiena.


"...." penyusup diam.


'Aku memang curiga bagaimana dia bisa tau tapi itu tidak penting. Lagipula Lady bangsawan itu tak tau wajahku jadi aku bisa saja menghilang setelah menghianatinya.' ucap penyusup.

__ADS_1


"Baiklah. Aku terima tawaranmu. Lalu apa yang harus aku lakukan?" tanya penyusup itu.


"Mudah saja. Aku ingin kau menghancurkan barang pemberian Kaisar miliknya." ucap Shiena.


"Baik. Aku akan segera melakukannya dan jangan ingkari ucapanmu." ancam penyusup itu.


"Santai saja." ucap Shiena.


Lalu penyusup itu pergi tanpa jejak seperti tak perna ada tapi Shiena tau bahwa orang itu menggunakan Sihir Gelapnya untuk pergi seperti itu. Shiena pun kembali ke tempat tidurnya dan melanjutkan tidurnya dengan nyaman.


Keesokan paginya, Terjadi keributan di luar tenda dan Shiena yang terbangun menjadi tersenyum cerah.


"Sepertinya hal menarik akan segera terjadi." ucap Shiena.


Shiena memanggil Marry dan menanyakan hal yang telah terjadi diluar lalu Marry menjelaskan bahwa Lady Anastasya telah kehilangan hadiah yang tel ah diberikan oleh Kaisar kepadanya. Hadiah itu tak ada di dalam kotak dan hilang tanpa ada jejak sedikitpun. Saat ini beberapa kesatria sedang mencari hadiah itu.


"Bagaimana Nona Bangsawan lain? Apakah mereka saat ini sedang berada di tenda Lady Anastasya?" tanya Shiena penasaran.


"Tidak nona. Sepertinya saat ini semua Nona Muda belum mengunjungi Nona Anastasya tapi saya yakin mereka semua sudah mengetahui kejadian ini dari pelayan." ucap Marry.


"Begitu rupanya. Baiklah. Marry ayo bantu aku bersiap-siap." ucap Shiena.


"Baik, Nona." ucap Marry.


Di sisi lain, Anastasya yang telah selesai bersiap-siap dan ingin memamerkan hadiah dari Kaisar hari ini dibuat terkejut dan marah karena hadiah itu telah hilang. Anastasya pun menanyakannya pada Amy dan Amy menjelaskan bahwa dia telah menyimpannya di tempat yang aman. Amy bahkan tak tau apa yang telah terjadi.


"Saya mohon Nona. Tolong tahan emosi anda. Anda tidak boleh membunuh pelayan disini karena hari ini Yang Mulia Putra Mahkota akan kembali. Bagaimana jika Yang Mulia Putra Mahkota dan Yang Mulia Kaisar tau. Reputasi Nona pasti akan jelek." ucap Amy menenangkan.


Anastasya yang kesal hanya bisa menahan emosinya lalu duduk di atas kursi hiasnya.


"Kau urus pelayan itu! Lalu bawakan aku hadiah dari Tuan Duke Simons." ucap Anastasya.


"Baik Nona." jawab Amy.


Amy pun memanggil penjaga dan memintanya untuk menginterogasi pelayan itu dan meminta penjaga dan kesatria mencari tau kemana hilangnya hadiah pemberian dari Kaisar. Penjaga dan Kesatria pun bergegas melakukan tugasnya.


Amy pun datang menemui Anastasya dan memberikan hadiah dari Duke Simons.


"Hadiah ini sangat indah nona." ucap Amy.


"Kau benar. Aku yakin harganya pasti mahal." ucap Anastasya.


"Benar sekali Nona. Aku juga berfikir begitu dan kalung ini sangat cocok sekali di leher anda nona." ucap Amy.


"Benarkah? Bagaimana penampilanku?" ucap Anastasya.


"Sempurna Nona." ucap Amy memuji.

__ADS_1


Tak lama kemudian Kepala Kesatria datang dan meminta bertemu dengan Anastasya.


"Bagaimana hasilnya?" tanya Anastasya.


"Maafkan saya Nona tapi kami telah berusaha tapi tak menemukannya dan tak ada petunjuk sam sekali." ucap Kepala Kesatria.


"Apakah kau tidak tau barang apa yang telah dicuri itu? Itu adalah hadiah pemberian dari Yang Mulia Kaisar. Kalian bahkan tak menemukan petunjuk apapun." ucap Anastasya marah.


"Maafkan saya Nona tapi kami telah berusaha. Kami curiga bahwa orang yang mencuri barang itu adalah orang yang sama dengan yang telah menghancurkan alat musik dan gaun Nona Bangsawan lain." ucap Kepala Kesatria.


Anastasya yang mendengar penjelasan dari Kepala Kesatria menjadi pucat. Anastasya seperti telah tau siapa pelakunya tapi Anastasya tak tau bagaimana itu mungkin terjadi.


"Nona! Apa anda baik-baik saja?" tanya Kepala Kesatria.


"Aku kurang sehat. Akan lebih baik jika kau bisa tinggalkan aku sekarang." ucap Anastasya.


"Maafkan saya Nona. Saya permisi dulu. Saya akan melakukan yang terbaik untuk menemukannya." ucap Kepala Kesatria meyakinkan.


Setelah Kepala Kesatria pergi, Amy membantu Anastasya untuk kembali ke tempat tidur tapi Anastasya menolak dan meminta dibawa kursinya.


"Amy, coba kau cari tau. Apa tugas yang telah aku berikan kepada Tuan X berhasil?" perintah Anastasya.


"Baik, nona." ucap Amy.


Amy pun langsung pergi meninggalkan Anastasya


Amy pun mencari tau keberadaan Tuan X dan mencari tau hasil dari tugas yang telah diberikan.


'Bagaimana ini mungkin? Siapa yang telah berani mencuri hadiah dari Kaisar. Apakah orang itu tak takut dihukum.' fikir Anastasya.


Tak lama kemudian Amy kembali dan melaporkan bahwa dirinya tak bisa menghubungi atau pun menemukan keberadaan Tuan X. Tuan X pergi seolah telah hilang ditelan bumi. Amy juga melaporkan bahwa semalam tak terjadi apapun di dalam tenda Lady Shiena.


"Apa!" teriak Anastasya.


"...." Amy diam.


"Bagaimana itu bisa terjadi? Apa kau telah memerintahkan Tuan X melalukannya?" tanya Anastasya.


"Ya Nona. Aku sudah melakukan semua seperti yang Nona katakan." ucap Amy.


'Bagaimana itu bisa terjadi? Sepertinya Tuan X menghianatiku dan saat ini sepertinya Tuan X bekerjasama dengan Shiena.' fikir Anastasya.


Anastasya yang mengetahui hal ini menjadi semakin kesal dan bertekad akan membalas Shiena dan membuatnya menderita.


#Bersambung#


Jangan Lupa Tekan Like, Komen, Vote dan Favorite nya ya.. 😁

__ADS_1


Terima kasih.. 🥰😍❤😘


__ADS_2