The Empress Of Mind Reader

The Empress Of Mind Reader
BAB 89. Ciuman


__ADS_3

Anastasya mengulur waktu hingga malam telah larut. Anastasya terus mendengar cerita dan memuji Putra Mahkota di setiap ceritanya. Putra Mahkota yang terus di puji semakin senang sehingga lupa jika waktu telah semakin larut.


Anastasya pun memulai rencananya. Anastasya berpura-pura jika dia ingin pergi buang air tapi karna sudah larut malam dan sepi meminta Putra Mahkota menemani. Putra Mahkota yang melihat sekitar pun akhirnya menyetujui.


Robert dan beberapa pengawal yang masih berjaga bersiap untuk mengikuti Putra Mahkota tapi mereka semua di larang mengikuti oleh Putra Mahkota.


Putra Mahkota benar-benar berfikir bahwa Anastasya benar-benar ingin buang air kecil. Putra Mahkota yang tau bahwa itu adalah hal yang cukup memalukan bagi seorang gadis bangsawan jika diketahui oleh kesatria. Putra Mahkota pun memutuskan untuk memerintahkan semua tetap berjaga di perkemahan.


Anastasya dan Putra Mahkota masuk ke dalam hutan dan Putra Mahkota meninggal Anastasya untuk buang air kecil.


Namun tiba-tiba Anastasya berteriak kecil yang dapat didengar Putra Mahkota tapi tidak cukup jelas untuk kesatria yang berjaga.


Putra Mahkota yang mendengar hal itu pun berlari menuju Anastasya karna merasa khawatir terjadi sesuatu. Ketika Putra Mahkota sedang berlari, Putra Mahkota tersandung batu yang dari awal telah disiapkan oleh Anastasya ketika berpisah dari Putra Mahkota.


Putra Mahkota yang tersandung batu pun akhirnya terjatuh dan berada di atas tubuh Anastasya dan bibir Putra Mahkota bersentuhan dengan bibir Anastasya.


Anastasya yang mendapatkan kesempatan itu hanya berpura- terdiam dan menutup matanya. Putra Mahkota yang merasakan ada sesuatu sensasi yang berbeda tak bisa menahan diri.


Akhirnya Putra Mahkota pun mencium Anastasya secara perlahan dan lembut. Anastasya yang sadar bahwa Putra Mahkota tengah menciumnya pun perlahan membalasnya.


Ciuman itu pun perlahan menjadi semakin intens. Putra Mahkota yang telah mulai menikmati ciuman itu mengganti posisi tangannya dengan memegang tengkuk leher Anastasya dan menciumnya dengan perlahan memanas.


Anastasya yang tau bahwa Putra Mahkota telah mulai terlena dan terjerat perlahan mencoba melepaskan diri.

__ADS_1


Putra Mahkota yang baru sadar akan tindakannya mulai melepaskan pelukan dan ciumannya. Putra Mahkota mencobe menghilangkan kecanggungan itu dengan bertanya apa yang telah terjadi.


"Ada apa kau berteriak tadi?" tanya Putra Mahkota.


"Ah, iya. A-ada sesuatu yang bergerak di semak-semak itu tadi Ian. Maaf membuatmu kemari." ucap Anastasya.


Putra Mahkota pun langsung berdiri dan mengecek ke semak-semak ternyata tak ada apapun disana. Lalu Putra Mahkota pun menghampiri Anastasya kembali.


"Tak ada apapun. Sepertinya ada seekor kelinci tapi kelinci itu telah pergi. Ayo kita pergi. Aku bantu kamu berdiri." ucap Putra Mahkota.


"Iya." ucap Anastasya.


Anastasya yang takut kehilangan kesempatan telah merencanakan hal lain. Anastasya berteriak kesakitan dan menunjukkan lukanya.


"Ian tidak salah. Aku lah yang tidak hati-hati. Ini hanya luka ringan. Aku akan membasuhnya dengan air nanti." ucap Anastasya.


"Tidak boleh. Nanti lukamu infeksi. Kau harus ke kereta kudaku. Aku akan membantu mengobatinya. Ini salahku jadi aku akan bertanggung jawab." ucap Putra Mahkota memaksa.


"Baiklah Ian." ucap Anastasya.


Anastasya sangat senang karna rencananya berhasil. Putra Mahkota pun menggendong Anastasya keluar dari hutan dan membawanya masuk ke dalam kereta kudanya.


Robert dan kesatria yang melihat itu hanya bisa diam dan berpura-pura tidak tau karna mereka tau posisi mereka saat ini.

__ADS_1


Kereta Kuda putra Mahkota cukup luas karna untuk di gunakan dalam perjalanan jauh sehingga dapat digunakan untuk bersantai dan tidur.


Putra Mahkota mendudukkan Anastasya di atas tempat duduk dan Putra Mahkota mengambil kotak obat.


Anastasya memiliki sihir cahaya sehingga bisa menyembuhkan lukanya sendiri tapi karna dia ingin mejerat Putra Mahkota maka Anastasya berpura-pura tak bisa melakukan apapun dan menjadi wanita lemah.


Putra Mahkota yang telah memegang kotak obat menjadi canggung untuk mengobati. Anastasya yang mengetahui itu langsung mengangkat gaunnya sampai ke atas lutut karna letak luka itu tepat berada di lututnya.


Putra Mahkota yang melihat hal itu hanya bisa menelan ludahnya karna melihat kulit putih bersih milik Anastasya dan seketika itu juga Putra Mahkota teringat ciuman singkat tapi hampir panas yang dilakukannya.


Putra Mahkota mencoba membuang semua fikirannya lalu mencoba mengobati Anastasya dengan perlahan agar tidak merasa perih.


#Bersambung#


**Main tebakan lagi yok..


Kira-kira apa yang akan terjadi selanjutnya ya? 🤔😁


Yang tau komen di bawah ya.. 👇😁😅


Jangan Lupa Tekan Like, Komen, Vote dan Favorite nya ya.. 😁


Terima kasih.. 🥰😍❤😘**

__ADS_1


__ADS_2