The Empress Of Mind Reader

The Empress Of Mind Reader
BAB 132. Promise


__ADS_3

Anastasya yang iri pada Shiena memerintahkan Amy untuk menyebarkan berita buruk tentang Shiena bahwa Shiena adalah wanita yang buruk dan suka mempermainkan hati wanita. Shiena tak hanya dekat dengan Putra Mahkota Tapi juga Tuan Muda Alphonso dan Tuan Muda Roan.


Anastasya memerintahkan Amy menyebarkan berita buruk itu melalui pelayan dan dayang sehingga Nona Muda mereka dapat mendengarkan berita itu melalui para pelayan karena Anastasya tak ingin jika nanti ketahuan bahwa dirinya lah penyebar berita bohong itu.


Marry yang mendengar berita bohong tentang tuannya langsung berlari menemui shiena dan menyampaikan apa yang telah dia dapatkan.


"Nona Nona Nona!" teriak Marry.


"Ada apa Marry? Jangan berteriak seperti itu. Kita sedang ada di lingkungan Kekaisaran. Apa kau ingin kehilangan kepalamu?" tanya Shiena menakut-nakuti.


Marry yang takut setelah mendengar perkataan Shiena langsung memegang lehernya dan Shiena pun tertawa.


"Nona ini senang sekali menggodaku!" ucap Marry ngambek.


"Salahmu sendiri siapa yang menyuruhmu berlari dan berteriak keras sekali seperti itu." ucap Shiena.


"Maafkan aku nona." ucap Marry sedih menundukkan kepala.


"Sudah. Lupakanlah. Sekarang katakan ada apa?" tanya Shiena.


"Nona, semua pelayan di Acara Perburuan ini sepertinya sedang membicarakan anda karena anda dekat dengan Tuan Muda Alphonso dan Tuan Muda Roan." ucap Marry.


"Tenanglah. Gosip itu tak akan bertahan lama lagipula aku tau siapa yang sengaja melakukannya." ucap Shiena.


"Siapa nona? Aku ingin sekali menghancurkan wajahnya. Akan ku buat orang itu kehilangan mukanya." ucap Marry.


"Sabar. Daripada kau marah seperti ini lebih baik kau bawakan aku camilan dan teh karena Kak Roan akan datang kemari." ucap Shiena.


"Baik, nona." ucap Marry.


Marry pun segera keluar melaksanakan perintah dari Shiena. Shiena pun memanggil Tuan X dan mencoba meminta bantuannya.


"Kita bertemu lagi Lady." ucap Tuan X.


"Ya dan aku butuh bantuanmu." ucap Shiena.


"Katakan saja. Aku akan melakukan seperti yang anda minta asalkan bayarannya sesuai." ucap Tuan X.


"Baiklah. Aku ingin kau menyelidiki tentang bisnis baru yang sedang dilakukan ayahku. Aku ingin kau mencari tau dengan siapa saja ayahku melakukan transaksi dan investasi. Aku ingin laporan yang detail dan akurat." ucap Shiena.


"Tak masalah. Aku akan melaporkan semuanya. Apa hanya itu saja?" tanya Tuan X.


"Tidak. Aku ingin kau juga mencari tau tentang Baron Fromboo." ucap Shiena.


"Baron Fromboo? Bukankah dia sedang di tahan sekarang?" tanya Tuan X.


"Kau benar. Aku ingin membebaskannya. Aku ingin dia bekerja untukku." ucap Shiena percaya diri.

__ADS_1


"Apa kau sudah kehilangan akal Lady?" tanya Tuan X.


Shiena yang mendengar perkataan Tuan X menaikkan satu alisnya dan dijawab permintaan maaf dari Tuan X.


"Maafkan aku. Aku hanya merasa aneh. Bukankah Baron Fromboo telah melakukan investasi dan perdagangan ilegal karena itu dia dihukum." ucap Tuan X.


"Dia tidak bersalah. Aku yakin akan hal itu. Dia dijebak dan aku tau itu." ucap Shiena percaya diri.


"Baiklah. Aku akan melakukannya." ucap Tuan X.


"Terima kasih." ucap Shiena.


'Wanita yang unik!' fikir Tuan X


Shiena yang bisa mendengar isi fikiran Tuan X hanya menggelengkan kepalanya.


'Siapa Tuan X ini sebenarnya? Aku tak pernah mendengar namanya di kehidupanku yang lalu sebelum kematianku.' fikir Shiena.


Tuan X pergi menggunakan Sihir Gelapnya ke tempat yang dituju seperti tak pernah datang karena tak ada satu pun jejak yang ditemukan kecuali jika orang itu juga pengguna Sihir Gelap.


Tuan X kembali ke Hutan Kesunyian bagian paling terdalam yang mana tak ada seorang pun pernah kesana. Tuan X yang baru sampai di sambut oleh seorang laki-laki pendek dan gendut bernama Etha dan dipanggil Eit.


Eit adalah pelayan, pesuruh, rekan kerja, sahabat dan keluarga dari Tuan X meskipun Tuan X bersikap kasar dan dingin terhadap Eit. Eit tak pernah menyalahkan atau meninggalkan Tuan X.


"Kau sudah kembali bos?" tanya Eit.


"Apa misinya? Bos sepertinya kau harus lebih hati-hati apalagi saat kau menggunakan sihirmu." ucap Eit


"Aku baik-baik saja. Sepertinya aku juga tak sendiri." ucap Tuan X.


"Tak sendiri! Apa maksudnya bos?" tanya Eit.


"Sudahlah itu bukan urusanmu. Kau urusi saja misi terbaru kita." ucap Tuan X.


"Baiklah bos. Apa misi kali ini bos?" tanya Eit.


"Mencari tau bisnis yang dilakukan Duke Carrole dan siapa saja partner bisnisnya." ucap Tuan X.


"Itu mudah bos." ucap Eit.


"Bagus. Ah ya satu lagi, cari tau tentang kasus Baron Fromboo." ucap Tuan X.


"Memangnya kenapa dengan Baron Fromboo? Bukannya dia itu penjahat bos?" tanya Eit.


"Jangan banyak tanya lakukan saja tugasmu." ucap Tuan X.


Eit yang tak mengerti maksud dari misinya hanya menghela nafas tanda setuju lalu Tuan X pergi menuju Kediaman Seorang Bangsawan.

__ADS_1


"Hah, bos ini selalu saja pergi seperti itu. Aku juga mau punya kemampuan seperti itu." ucap Eit.


Sementara itu, Shiena yang telah melihat kepergian Tuan X pun duduk bersantai lalu tiba-tiba Tuan Muda Roan datang dan Shiena mempersilahkannya masuk serta duduk.


"Aku senang kakak pulang dengan selamat." ucap Shiena.


"Terima kasih Shiena." ucap Tuan Muda Roan.


'Aku harus menjaga hubungan baik dengan Kak Roan. Sepertinya Kak Roan akan menjadi Ahli Sihir yang hebat apalagi sekarang dia sudah masuk tiga besar dalam Ujiam Menara Sihir. Kak Roan akan menjadi bantuan yang kuat untuk keluargaku.' ucap Shiena dalam hati.


"Aku senang kakak bisa menjadi pemenang dalam Acara Perburuan itu." ucap Shiena.


"Benarkah?" tanya Tuan Muda Roan.


"Ya, Kakak hebat sekali. Pasti banyak sekali Nona-nona Muda yang diam-diam mengidolakan Kakak." ucap Shiena pura-pura sedih.


"Hey, jangan bicara seperti itu. Mereka menyukai Kakak karena Kakak memiliki kemampuan jika tidak pasti mereka tak akan melirik Kakak sama sekali." ucap Tuan Muda Roan.


"Kakak jangan bicara seperti itu." ucap Shiena.


'Aku melakukan ini semua hanya untukmu Shiena. Aku ingin kau menyukaiku. Tak ada artinya wanita lain dimataku.' fikir Tuan Muda Roan.


'Hah, apa yang harus aku lakukan? Apakah aku menjadi wanita yang jahat lagi? Aku tak bermaksud mempeemainkan hati pria manapun karena tujuanku adalah membalas semua perbuatan mereka yang menyakitiku di masa lalu.' fikir Shiena.


Lalu Tuan Muda Roan dan Shiena mencicipi kue dan secangkir teh sambil mengobrol bersama. Setelah bosan mereka pun berjalan-jalan di sekitar tapi tiba-tiba ada Putra Mahkota yang sedang lewat.


Putra Mahkota menghampiri Shiena dan Tuan Muda Roan. Ekspresi Putra Mahkota sangat masam dan kusut dan terlihat sekali raut wajah cemburunya tapi Shiena pura-pura tidak tau. Shiena tak ingin kembali bersama Putra Mahkota karena tak ingin mengalami kejadian tragis di masa lalu.


'Kenapa kau bersama Pria jelek ini Shiena? Apa kau tak bisa menemukan pria yang lebih baik dariku? Lihat saja aku tak akan melepaskanmu. Kau akan kembali menjadi tunanganku dan permaisuriku bagaimanapun caranya.' fikir Putra Mahkota.


Shiena yang membaca fikiran Putra Mahkota bergidik ngeri dan wajahnya seketika pucat karena teringat perlakuan buruk dan kasar yang diterimanya di masa lalu.


Shiena pun memberanikan diri meminta izin untuk kembali dan beristirahat dan Putra Mahkota pun mengizinkan karena merasa kasihan pada Shiena. Sebenarnya Putra Mahkota ingin sekali menemani dan mengantar Shiena tapi dirinya harus menemui Yang Mulia Kaisar dan Putra Mahkota tak bisa menolak hal itu.


Tuan Muda Roan pun mengantar Shiena kembali ke tendanya. Tuan Muda Roan sangat khawatir karena perubahan ekspresi diwajah Shiena yang tadinya ceria menjadi muram setelah bertemu Putra Mahkota.


Tak lama kemudian Shiena sampai di tendanya dan disambut oleh Marry yang berteriak kaget karena melihat Nona sakit. Lalu Shiena pun berbalik masuk tapi Tuan Muda Roan tiba-tiba memanggil dan Shiena pun menoleh.


"Jangan takut padanya. Kakak akan menjadi kuat dan menjadi Tetua di Menara Sihir. Kakak janji Kakak akan selalu melindungi dan mendukungmu Shiena apapun yang terjadi. Jadi tetaplah sehat dan tersenyum." ucap Tuan Muda Roan penuh tekat.


"Terima kasih Kak." jawab Shiena dengan senyuman.


Lalu Shiena masuk kembali ke dalam tenda dan istirahat di ranjangnya. Sementara itu, Tuan Muda Roan pergi masuk ke dalam hutan dan berlatih dengan mengalahkan beberapa hewan buas dan monster.


#Bersambung#


Jangan Lupa Tekan Like, Komen, Vote dan Favorite nya ya.. 😁

__ADS_1


Terima kasih.. 🥰😍❤😘


__ADS_2