
Setelah mengetahui Anastasya yang keguguran dan bahkan saat ini sedang sakit, Duke Simons tetap menjaga dan merawat Anastasya dengan sangat baik. Duke Simons juga yakin dengan semua yang dikatakan oleh Couuntess Larsca. Sekarang, Duke Simons sedang berusaha menjerat Shiena dan membuatnya dihukum.
Duke Simons telah berusaha menutup mulut beberapa Bangsawan tapi gagal karena berita tentang Anastasya yang melakukan hubungan dengan pria lain di Acara pertunangannya telah menjadi berita utama hari itu.
Kemudian, setelah Duke Simons pergi ke Kantor Keamanan melaporkan Shiena Ve Carrole yang menjadi pelaku dari penganiayaan terhadap Anastasya hingga keguguran dan terbaring sakit sekarang.
Berita tersebut pun juga ikutan menjadi berita utama tapi semua Bangsawan dan Rakyat tak ada yang percaya jika Shiena Ve Carrole melakukan kejahatan itu karena awalnya Shiena digosipkan sebagai Pemain Wanita tapi ternyata Anastasya yang sebenarnya Pemain Wanita dan sekarang ketika ada berita jika Shiena melakukan kejahatan tak ada yang percaya.
Terlebih lagi, ketika berita tentang Anastasya keguguran tersebar ada salah satu Keluarga Bangsawan yang melihat kepergian Shiena bersama Putra Mahkota Franz pada saat itu di Sebuah Restoran.
Maka semua orang berspekulasi jika Shiena bukan lah penjahatnya dan penjahat sesungguhnya adalah Anastasya sendiri. Anastasya mungkin sengaja mendorong dirinya sendiri dan membuat dirinya keguguran untuk menutupi skandal dirinya tidur dengan pria lain di Acara Pertunangannya.
Nyonya dan Nona Bangsawan tak ada yang simpati dengan nasib buruk yang dimiliki Anastasya yang harus keguguran dan kehilangan bayinya justru mereka berfikir bahwa Anastasya adalah wanita yang licik yang berhasil mendekati Duke Simons karena telah berhasil menggoda dan menaiki ranjang Duke Simons buktinya Anastasya sampai hamil terlebih dahulu sebelum hari pernikahannya.
Semua Bangsawan juga meragukan cara Anastasya yang bisa menjadi Kekasih dari Mantan Putra Mahkota Brian. Semua berfikir mungkin saja Anastasya juga melakukan hal yang sama dengan Duke Simons. Maka semua Bangsawan dan Rakyat berfikir bahwa Anastasya adalah wanita yang murahan.
Anastasya yang baru sadar dari tidur panjangnya merasa suasana di dalam kamarnya menjadi aneh. Semua pelayan tak melayani Anastasya dengan baik bahkan ada yang terang-terangan memberikan tatapan mengejek dan menghina. Anastasya yang baru sadar dan bingung memanggil Amy dan mengusir semua pelayan lain keluar.
Amy yang datang setelah dipanggil Anastasya menjadi senang karena Anastasya telah sadar kembali tapi ketika Anastasya bertanya apa yang telah terjadi, Amy menjadi bingung menjelaskannya.
Setelah dipaksa oleh Anastasya akhirnya Amy mau menjelaskan bahwa semua pelayan dan kesatria di Kediaman Duke Simons menganggap Anastasya sebagai wanita yang hina dan murahan karena mendapatkan cinta Duke Simons karena berhasil menaiki ranjang Duke Simons, buktinya Anastasya bahkan sampai keguguran di hari Pertunangan.
Anastasya yang mendengar perkataan Amy menjadi marah karena saat ini reputasi yang dimiliki Anastasya sebagai wanita terhormat dan Calon Duchess Simons masa depan hancur dalam satu hari dan penyebabnya adalah Shiena Ve Carrole.
Anastasya menjadi sangat membenci Shiena dan berencana membalas perbuatan Shiena. Kemudian Anastasya ingat dengan Duke Simons. Anastasya pun bertanya apa reaksi Duke Simons saat mengetahui dirinya keguguran dan pelakunya adalah shiena. Amy hanya memberi tau bahwa Duke Simons sangat marah dan melaporkan Shiena agar dapat dipenjara tapi sampai saat ini Shiena belum dipenjara juga karena Shiena tak berada di tempatnya dan bahkan tak berada di Ibukota.
__ADS_1
Setelah mendengar musuhnya tidak dipenjara dan hidup bebas sementara dirinya malah kesakitan setelah keguguran dan belum lagi mendapati jika semua orang berfikir buruk tentangnya. Anastasya menjadi sangat marah. Anastasya kemudian menghancurkan semua barang yang ada di dalam kamar.
Countess Larsca yang mendapat laporan Anastasya telah sadar dan saat ini sedang mengamuk segera pergi ke kamar Anastasya dan menghentikannya sebelum Duke Simons kembali ke Kediamannya.
Countess Larsca tak ingin Duke Simons ikut membenci Anastasya lalu membuang Anastasya bukan hanya kehilangan kesempatan menjadi Permaisuri, Anastasya mungkin juga akan kehilangan kesempatan menjadi seorang Duchess masa depan.
Countess Larsca pun memasuki kamar Anastasya dan mencoba menenangkannya dan kemudian memerintahkan pelayan segera membersihkan sisa barang-barang yang dihancurkan Anastasya agar tak ketahuan Duke Simons.
Sementara itu, Anastasya yang berhenti mengamuk malah menangis dengan sangat keraa hingga membuat orang yang mendengarnya menjadi pilu dan sedih. Countess Larsca sangat tau apa yang dirasakan Anastasya yang telah kehilangan reputasi baiknya.
Countess Larsca pun berjanji kepada Anastasya akan membalas perbuatan Shiena dan membuatnya membayar perbuatannya ini dengan nyawanya dan setelah itu baru lah Anastasya mulai tenang dan tertidur kembali.
Countess Larsca yang melihat ada pelayan yang bersikap tidak sopan dan angkuh terhadap Anastasya segera menarik dan menampar pelayan itu untuk memberinya pelajaran kemudian memecatnya.
Pelayan tersebut tak tinggal diam karena dipecat akhirnya membuat gosip ke kalangan rakyat tentang sikap dan kelakuan sebenarnya Anastasya. Rakyat pun ikut membenci dan menghujat Anastasya sebagai wanita yang tak punya harga diri.
Tak hanya itu, Duke Simons juga menjadi semakin marah setelah mengetahui berita dan gosip yang beredar diluar sana yang menyebutkan bahwa Anastasya tidak lah pantas untuknya. Anastasya adalah wanita ular dan wanita yang tak punya harga diri. Baik Rakyat maupun Bangsawan mengatakan bahwa Anastasya selama ini hanya menggunakan topeng yang membuat Duke Simons menjadi ragu akan dirinya sendiri yang percaya perkataan Anastasya.
Kantor Keamanan yang selalu didesak oleh Duke Simons yang merupakan Bangsawan Atas tak bisa melawan karena tak memiliki kekuatan yang cukup kuat sehingga Kantor Keamanan mengirimkan beberapa Kesatria untuk menyusuri Wilayah di Kekaisaran Pearl untuk mencari tau keberadaan Shiena dan membawanya untuk diadili.
Ketika sedang mencari informasi keberadaan Shiena, Kesatria mengetahui bahwa saat ini Shiena sedang pergi bersama Putra Mahkota Franz. Informasi ini membuat Kesatria lebih berhati-hati dalam menangani kasus ini karena hal ini dapat menegaskan kepada semua Bangsawan tentang gosip bahwa Shiena memiliki hubungan yang lebih dengan Putra Mahkota Franz adalah benar.
Putra Mahkkta Franz dan Shiena yang telah berpergian selama satu hari di dalam kereta akhirnya sampai di sebuah pantai yang indah, tempar dimana mereka pergi terakhir kali. Ketika mereka sampai hari sudah malam sehingga Putra Mahkota Franz memutuskan untuk mencari penginapan di sekitar pantai.
Keesokan paginya ketika matahari belum muncul, Putra Mahkota Franz mrngetuk pintu kamar Shiena. Shiena yang memang sudah bangun pun membuka pintu. Putra Mahkota Franz yang ingin melihat Sunset di pagi hari pun mengajak Shiena. Shiena yang memang juga ingin pergi pun menyetujuinya.
__ADS_1
Di pantai, Shiena dan Putra Mahkota Franz duduk di pinggir pantai sambil menunggu matahari muncuo perlahan dari balik air laut. Shiena yang merasa itu adalah waktu yang tepat pun akhirnya memberanikan diri untuk mengatakan apa yang sebenarnya ada di dalam fikirannya.
"Yang Mulia!" ucap Shiena.
"Tolong, panggil aku Franz ketika kita hanya berdua." ucap Putra Mahkota Franz sambil tersenyum.
Shiena yang awalnya ragu akhirnya memberanikan diri memanggil nama Putra Mahkota Franz karena merasa telah berhutang budi.
"Franz!" panggil Shiena.
"Ya, Shiena." ucap Putra Mahkota Franz.
Shiena yang tak terbiasa dipanggil nama oleh orang yang baru dikenalnya menjadi canggung dan malu. Pipi Shiena pun menjadi kemerahan.
"Hmmm, terima kasih Franz karena telah datang untuk menolongku." ucap Shiena.
"Aku tak membutuhkan ucapan terima kasihmu Shiena. Aku melakukannya karena aku mencintaimu dan cintaku tak membutuhkan ucapan terima kasih." ucap Putra Mahkota Franz.
Degg... Deggg..Degg..
(Bunyi detak jantung)
#Bersambung#
Jangan Lupa Like, Komen dan Vote nya ya..
__ADS_1
🥰😍😘😚 Terima Kasih