The Empress Of Mind Reader

The Empress Of Mind Reader
BAB 299. Hancurnya Keluarga Boufanski I


__ADS_3

"Lepaskan aku! Apa yang kalian lakukan? Apa kalian tidak tau siapa aku?" teriak Marquess Boufanski memberontak.


"Diam! Cepat tangkap dan ikat penjahat ini." perintah Jenderal Istana.


Kesatria Istana dengan cepat menangkap tangan Marquess Boufanski lalu mengikatnya dengan sangar erat. Di saat yang bersamaan, Kesatria-kesatria Istana itu memungut semua koin emas milik Marquess Boufanski. Marquess Boufanski yang melihat itu berteriak dengan sangat keras dan terus memberontak.


Jenderal Istana yang pusing melihat tingkah laku Marquess Boufanski mengambil tindakan dengan memukul pundak Marquess Boufanski untuk membuatnya tertidur.


Setelah itu, Jenderal Istana memerintahkan Kesatria Istana untuk membawa Marquess Boufanski ke dalam Kereta Tahanan serta menyerahkan koin-koin emas itu kepada Tuan Eit tapi sebelum itu Jenderal Istana untuk memperingatkan kepada Kesatria Istana untuk tidak mengambil satu koin pun karena jika ketahuan maka taruhannya adalah nyawa mereka dan keluarga mereka. Kesatria Istana yang awalnya memiliki niat jahat bergidik ngeri dan bergegas melakukan perintah Jenderal Istana.


Disaat bersamaan, Kesatria Istana menemukan sebuah jalan rahasia setelah menginterogasi beberapa Pelayan di Kediaman Boufanski. Kesatria itu pun segera melapor kepada Jenderal Istana.


Jenderal Istana yang yakin jika Marchioness Boufanski dan putrinya, Lady Zoufay telah melarikan diri melalui jalur rahasia itu. Jenderal Istana pun memimpin pasukannya menyusuri jalan rahasia.


Jenderal Istana dan Kesatria Istana yang telah terbiasa dengan latihan fisik setiap hari tentu saja tidak merasakan capek sedikit meski harus terus berjalan atau berlari selama berjam-jam.


Namun, hal itu berbanding terbalik dengan marchioness Boufanski dan Lady Zoufay yang terbiasa hidup mewah dan selalu dilayani. Kekuatan fisik yang mereka miliki terbatas sehingga ketika mereka berjalan beberapa meter, mereka telah merasakan capek yang amat terasa.


Marchioness Boufanski yang telah sangat lelah berlari pun berhenti di tengah jalan dan berencana untuk istirahat sebentar tapi Lady Zoufay yang tak ingin tertangkap tidak bisa membiarkan Marchioness Boufanski beristirahat. Lady Zoufay memaksa Marchioness Boufanski terus berlari.


"Ibu, kita harus segera pergi dari sini. Kita masih belum aman." ucap Lady Zoufay.


"Ibu tidak sanggup lagi untuk berlari. Ibu mohon biarkan ibu istirahat sebentar. Lagipula ini adalah jalan rahasia Keluarga Boufanski jadi tak ada seorang pun yang tau tentang jalan ini." ucap Marchioness Boufanski membujuk.


"Kira masih belum aman ibu. Meskipun ini adalah jalan rahasia, tidak ada yang bisa menjamin jika Jenderal Istana dan Kesatrianya tidak bisa menemukan jalan rahasia ini. Aku mohon bu, tahanlah sebentar lagi." bujuk Lady Zoufay.


Setelah mendengar perkataan putrinya, Marchioness Boufanski pun bergerak kembali dan terus berlari.

__ADS_1


Jenderal Istana yang menyadari jika tidak ada jebakan apapun di sepanjang jalan rahasia itu pun memerintahkan Kesatria Istana untuk bergegas menyusuri jalan rahasia agar dapat segera menemukan keberadaan Marchioness Boufanski dan Lady Zoufay.


Lima belas menit berlalu, Kesatria Istana akhirnya melihat keberadaan Marchioness Boufanski dan Lady Zoufay. Kesatria Istana pun bergegas mengejar keduanya, Marchioness Boufanski dan Lady Zoufay yang melihat kedatangan Kesatria Istana segera melarikan diri hingga terjadilah kejar-kajaran di dalam jalan rahasia.


Namun, tiba-tiba Marchioness Boufanski pun terjatuh hingga tangan dan kakinya berdarah. Marchioness Boufanski pun kesulitan untuk berdiri apalagi berjalan dan berlari.


"Aargghh! Kakiku!" teriak Marchioness Boufanski.


Lady Zoufay pun dilema antara menolong Marchioness Boufanski dan melarikan diri bersama tapi dengan resiko tertangkap lebih besar atau meninggalkan Marchioness Boufanski dan melarikan diri sendiri dengan peluang kabur lebih besar.


Akhirnya, Lady Zoufay pun memutuskan untuk meninggalkan Marchioness Boufanski dan melarikan diri sendiri. Lady Zoufay terus berlari tiada henti tanpa menoleh kebelakang sebentar saja karena Lady Zoufay yakin jika dirinya menoleh maka dirinya akan menyesali keputusannya sekarang dan segera berbalik arah dan menolong Marchioness Boufanski.


"Tidak! Jangan pergi! Jangan tinggalkan ibu!" teriak Marchioness Boufanski.


Marchioness Boufanski yang berusaha berdiri dan pergi dengan kekuatannya sendiri tapi ternyata Kesatria Istana telah berada tepat dibelakangnya. Marchioness Boufanski pun berusaha mengerahkan sisa-sisa kekuatannya tapi tidak membuahkan hasil apapun justru Kesatria Istana semakin dekat dan akhirnya dirinya tertangkap.


Marchioness Boufanski yang begitu percaya diri bahwa tak ada seorang pun yang berani menolak uang tidak tau jika nyawa lebih berharga daripada uang. Tanpa pikir panjang Kesatria Istana segera terbagi menjadi dua bagian yaitu mengantar Marchioness Boufanski ke kereta tahanan dan yang lain terus mengejar LadynZoufay.


"Tidak! Saya mohon Tuan lepaskan saya. Saya tidak bersalah!" teriak Marchioness Boufanski.


"Zoufay, dasar anak durhaka! Matilah kau! teriak Marchioness Boufanski terakhir.


Marchioness Boufanski yang merasa semua sia-sia hanya bisa diam dan berhenti berteriak karena tidak akan ada seorang pun yang akan menolongnya. Marchioness Boufanski pun mengikuti Kesatria Istana dengan pasrah menuju kereta tahanan.


Disaat bersamaan, Lady Zoufay yang melarikan diri sendiri terus berlari tanpa henti hinggga akhirnya dirinya berhasil kabur ke dalam hutan. Lady Zoufay yang yakin saat ini jika kedua orangtuanya telah tertangkap mencoba bertahan sendiri.


Jenderal Istana dan Kesatria Istana yang sedang terus mengenjar Lady Zoufay akhirnya sampai di pinggir hutan. Jenderal Istana sangat yakin jika Lady Zoufay telah berhasil kabur hingga ke tengah hutan. Jenderal Istana pun memerintahkan Kesatria Istana terus mencari sementara dirinya kembali untuk melapor kepada Tuan Eit.

__ADS_1


Setelah mendengar perkataan Jenderal Istana, Tuan Eit menjadi sangat kesal karena merasa jika dirinya telah gagal melaksanakan tugas yang diberikan oleh Kaksar Franz. Akhirnya, Tuan Eit memberikan perintah kepada Kesatria Istana yang tersisa untuk ikut membantu menyusuri hutan untuk bisa menemukan keberadaan Lady Zoufay sebelum matahari terbenam.


Kemudian, Tuan Eit beserta lainnya kembali ke Istana untuk melapor kepada Kaisar Franz. Rakyat yang berada di sekitar Kediaman Marquess Boufanski telah mengetahui bahwa Keluarga Boufanski telah runtuh pada hari itu.


Berita itu menyebar dengan cepat, Bangsawan yang baru di angkat statusnya mulai waspada kembali setelah mendengar berita itu. Terutama Bangsawan yang telah melakukan kecurangan terhadap Kekaisaran mulai merasa was-was karena takut seluruh Keluarganya juga akan ditangkap.


Setelah setengah jam berlalu, Tuan Eit pun tiba di Istana. Tuan Eit segera pergi ke Ruang kerja Kaisar Franz untuk melapor sementara Jenderal Istana pergi ke Penjara Kekaisaran untuk mengurung Kepala keluarga dan Nyonya Keluarga Boufanski.


Kaisar Franz yang mendengar perkataan Tuan Eit menjadi marah karena setelah sekian banyak Kesatria Istana dikeluarkan tidak ada yang dapat menangkap seorang Nona Bangsawan muda yang melarikan diri.


Kaisar Franz kemudian mengusir Tuan Eit dari ruang kerjanya lalu memanggil sepuluh orang Kesatria Elit untuk membantu menangkap Lady Zoufay.


Permaisuri Shiena yang mendengar keributan diluar Istana setelah kembali ke kamarnya segera memerintahkan Ana untuk mencari informasi apa yang terjadi.


Dalam waktu singkat, Ana segera melaporkan bahwa Tuan Marquess Boufanski dan Marchioness Boufanski telah dipenjara atas tuduhan melakukan praktek perbudakan yang telah dilarang oleh Kaisar Franz dan tak hanya itu Marquess Boufanski juga dituduh telah melakukan penggelapan Pajak Kekaisaran.


Permaisuri Shiena yang ingat jika Keluarga Boufanski memiliki seorang Putri sehingga Permaisuri Shiena bertanya tentang keadaannya. Ana yang ternyata sangat lincah juga telah mencari informasi itu dan mengetahui bahwa Lady Zoufay berhasil kabur ke dalam hutan melalui jalan rahasia di Kediaman Boufanski.


Permaisuri Shiena yang ingat jika pelayan yang menyebarkan gosip buruk tentangnya adalah mata-mata yang dikirim oleh Lady Zoufay karena mengincar posisinya sebagai Permaisuri Kaisar menjadi sangat senang.


Ketika malam tiba, Permaisuri Shiena menyelinap keluar Istana kembali menuju ke dalam hutan untuk menangkap dan memberikan hukuman kecil kepada Lady zoufay sebelum dirinya diadili oleh Kaiaar Franz.


#**Bersambung#


Jangan Lupa Like, Komen dan Vote ya..


🥰😊😍😘

__ADS_1


Terima kasih**


__ADS_2