
Duke Carrole yang tidak ingin memiliki menantu seperti Putra Mahkota pun meberikan ketegasan bahwa dia akan membatalkan pertunangan itu.
"Kau tidak akan menjadi tunangan putriku apalagi menikahinya. Pria yang bahkan tidak bisa mengontrol anak buahnya bagaimana bisa menjaga wanitanya. Kau bahkan sudah dua kali membuat putriku celaka. Sebagai seorang ayah. Aku tidak akan pernah mau memiliki menantu sepertimu." ucap Duke tegas dan marah.
"Tuan Duke reda kan lah amarahmu. Sunggu aku tidak sengaja mendorong Shiena tadi. Aku mohon jangan batalkan pertunanganku dan shiena. Aku mencintainya Tuan Duke." ucap Putra Mahkota.
"Cinta? Apa kau fikir aku bodoh? Kau tidak mencintai putriku, kau hanya terobsesi padanya. Jika kau mencintainya, kau tidak akan menyakitinya dan pasti akan membuatnya bahagia." ucap Duke Carrole.
"...." Putra Mahkota.
Putra Mahkota yang tidak bisa mengatakan apapun hanya bisa terdiam serta hadiah yang ingin dia berikan malah tak bisa dia pakaikan langsung.
Duke Carrole pun meminta Putra Mahkota kembali ke Istananya karma di Kediaman Duke Carrole dirinya sudah tidak diterima.
"Dengan rasa hormat kepada Keluarga Kekaisaran, saya berharap Yang Mulia Putra Mahkota bisa meninggalkan Kediaman saya." ucap Duke Carrole.
"Baiklah. Saya permisi Tuan Duke." ucap Putra Mahkota.
Putra Mahkota sebenarnya masih ingin menemui Shiena dan memberikannya hadiah yang telah dia persiapkan tapi ayahnya, Duke Carrole tidak mengizinkannya.
Putra Mahkota ingin melawan dan tetap berada di Kediaman Duke Carrole tapi Putra Mahkota tidak ingin membuat Duke Carrole semakin marah dan benar-benar memutuskan Pertunangannya.
*Sebaiknya aku menyerah saja dulu dan mencoba meminta maaf dan menarik perhatian Shiena nantinya. Aku tidak bisa membuat Duke Carrole jadi membenciku dan menolakku sebagai menantunya. Aku tidak ingin kehilangan Shiena.* fikir Putra Mahkota.
Akhirnya Putra Mahkota dan semua orang yang ada ikut bersamanya pulang kembali ke Istana dan hadiah itu dibawanya kembali pulang.
__ADS_1
*Aku tidak bisa menyerahkan hadiah ini kepada Tuan Duke karna saat ini dia sedang marah padaku, aku tidak tau nantinya hadiah ini akan diberikan atau dibuang* fikir Putra Mahkota.
Setelah kepergian Putra Mahkota, Duke Carrole bersama kedua Tuan Muda pergi menemui Shiena.
Di dalam kamar, Shiena bersama Duchess yang sedang duduk di samping tempat tidur Shiena, dokter yang sedang memeriksa Shiena sedangkan Marry berdiri di belakang dokter berjaga jika dokter membutuhkan sesuatu.
Duke masuk bersama Tuan Muda Roan dan Tuan Muda Alphonso pun merasa sangat sedih melihat keadaan Shiena.
Shiena terlihat sangat Shock karna tatapan matanya menjadi kosong, tak bergerak, tak berkedip dan tanpa ekspresi. Shiena seperti mengalami trauma yang hebat.
*Kau, Putra Mahkota yang sombong. Aku bersumpah tidak akan membiarkan Shiena hidup bersama Putra Mahkota* fikir Tuan Muda Alphonso dan Tuan Muda Roan.
Tuan Muda Roan dan Tuan Muda Alphonso pun tetap berada di kamar Shiena dan menunggu sampai dia sadar kembali.
Duke dan Duchess yang melihat keadaan Shiena seperti itu menjadi sangat sedih.
"Bagaimana keadaan putriku, dok?" tanya Duchess cemas.
"Nona Shiena mengalami trauma yang cukup berat sehingga membuat kesadarannya berada di alam bawah sadarnya." ucap dokter.
"Apakah putri saya bisa sembuh dok?" tanya Duchess sambil menangis.
"Tentu saja bisa tapi saya tidak bisa memastikan kapan dia akan sadar." ucap Dokter.
Duchess yang mendengar hal itu langsung menangis tersedu-sedu. Duke yang melihat hal itu menjadi tidak tega dan memeluk istrinya.
__ADS_1
"Apa yang harus kami lakukan agar putri kami bisa segera sadar?" tanya Duke.
"Jangan biarkan Nona Shiena sendiri dan selalu ajak Nona Shiena bicara." ucap Dokter.
"Baiklah dokter." ucap Duke.
"Maafkan saya Tuan Duke, saya harus segera kembali karna masih banyak pasien yang harus diperiksa." ucap Dokter sopan.
"Baiklah dokter. Saya akan mengantar anda." ucap Duke.
Setelah dokter pergi, Duke dan Duchess pergi ke kamar Shiena dan dalam perjalanan Duchess bertanya bagaimana nasib putri mereka.
"Suamiku bagaimana nasib putri kita?" tanya Duchess.
"Tenanglah dia akan segera sehat." ucap Duke menenangkan.
"Semoga. Aku ingin pertunangan ini dibatalkan suamiku. Aku akan memberi kabar kepada ayah dan kakakku untuk membantu. Aku tidak terima jika Shiena menikah dengan Putra Mahkota." ucap Duchess.
"Jangan khawatir istriku. Besok aku akan pergi ke istana dan menghadap Yang Mulia Kaisar untuk membatalkan pertuangan ini dan apapun resikonya akan aku terima asalkan putri kita tidak menikah dengan Yang Mulia Putra Mahkota." ucap Duke.
"Aku setuju padamu suamiku." ucap Duchess.
#Bersambung#
Jangan Lupa Tekan Like, Komen, Vote dan Favorite nya ya.. 😁
__ADS_1
Terima kasih.. 🥰😍❤😘