
Duke Laurence ternyata membawa Shiena ke suatu ruangan yang sangat cantik. Shiena pun duduk di salah satu kursinya sambil melihat Duke Laurence membuka sebuah lemari dan mengambil sesuatu.
"Bukalah." perintah Duke Laurence menyerahkan sesuatu kepada Shiena.
"Apa ini kak?" tanya Duke Laurence.
"Buka saja." ucap Duke Laurence.
Shiena yang mengerti pun mengambil dan membuka kotak yang diberikan oleh Duke Laurence. Shiena yang melihat isinya menjadi bingung. Duke Laurence yang mengerti maksud dari raut wajah shiena pun menjelaskan semuanya.
"Aku belum memberikanmu hadiah apapun atas Pertunanganmu. Jadi sekarang aku ingin memberikan ini." ucap Duke Laurence.
"Ini apa kak?" tanya Shiena bingung.
"Itu adalah batu kehidupan. Kakak menemukannya saat berlatih di dalam Goa Tersembunyi sebelum Ujian Menara Sihir diadakan." ucap Duke Laurence.
"Batu Kehidupan? Apa maksudnya itu kak?" tanya Shiena.
"Kakak kurang tau apa itu Batu Kehidupan tapi batu ini sangatlah berharga. Setau kakak batu ini dapat membuatmu pergi ke masa depan." ucap Duke Laurence.
'Masa depan? Apa ini ada hubungannya dengan reinkarnasiku?' fikir Shiena.
"Pergi ke masa depan? Apa itu bisa kak?" tanya Shiena.
"Kakak kurang tau tapi kakak pernah baca buku yang gambarnya sama persis dengan batu ini. Di buku itu tertulis bahwa siapapun pemilik batu ini dapat pergi ke masa depan dalam situasi tertentu." ucap Duke Lauence.
"Situasi apa kak?" tanya Shiena.
"Maafkan kakak. Kakak kurang tau Shiena." ucap Duke Laurence.
'Aku harus segera pulang dan mencari tau apa maksudnya ini. Jika begitu, aku bisa kembali ke masa depan kapanpun jika terjadi sesuatu.' ucap Shiena dalam hati.
__ADS_1
Meskipun Duke Simons tidak terlalu mengetahui kegunaan dari Batu Kehidupan yang diberikannya pada Shiena. Duke Simons yakin Shiena dapat menggunakan batu itu dengan baik dan dapat mengetahui rahasia dari Batu Kehidupan.
Shiena yang sangat tertarik dan bersemangat setelah mengetahui ada Batu yang bisa membantunya kembali ke Kehidupannya di masa depan membuatnya merasa senang lalu mengucapkan terima kasih kepada Duke Laurence.
Shiena yang tak ingin mengganggu Duke Laurence bekerja lebih lama lagi akhirnya meminta izin untuk kembali ke Kediaman Carrole dengan menggunakan kereta kuda. Tak butuh waktu lama akhirnya Shiena pun sampai di Kediaman Laurence.
Shiena pun pergi ke kamarnya dan melarang siapapun masuk termasuk Marry dan Ana. Shiena yang penasaran dengan cara menggunakan Batu Kehidupan memilih untuk membuka Cincin Ruang dan masuk ke dalamnya. Shiena masuk ke perpustakaan dan mencari tau tentang Buku Kehidupan. Namun setelah beberapa jam berlalu, Shiena tak menemukan apapun yang berhubungan dengan Batu Kehidupan. Shiena yanh kesal dan lelah akhirnya tertidur di Perpusatakaan dengan buku sebagai alasnya.
Ketika bangun, Shiena yang merasa tubuhnya sakit karena tidur dalam posisi yang salah memutuskan untuk membuka kembali Cincin Ruang dan kembali ke kehidupan nyata. Shiena yang merasa sakit pinggang memanggil Marry dan Ana dan meminta untuk dipijat hingga akhirnya Shiena tertidur kembali.
Shiena yang merasa lapar setelah tidur lama pun memanggil Marry dan Ana dan meminta untuk dibawakan makanan ke kamarnya. Shiena yang masih memikirkan masalah batu kehidupan sampai lupa jika makanannya telah dingin sehingga Marry dan Ana yang dari tadi berada di samping Shiena merasa bingung karena Shiena taknpernah bersikap seperti itu.
Lalu, tiba-tiba Marry dan Ana menceritakan tentang kejadian saat dirinya bertemu dengan Anastasya yang dihukum oleh Kaisar membersihkan Jalanan Ibukota dan selokan yang kotor dan penuh dengan sampah. Shiena yang mendengarnya menjadi penasaran.
Lalu , Shiena meminta Marry dan Ana untuk meninggakkannya sendiri. Shiena yang ingin melihat keadaan Anastasya memutuskan untuk mengganti pakaiannya menjadi Gadis Suci lalu pergi ke Penjara Kekaisaran menggunakan Sihir Gelap dan Sihir Angin bersamaan.
Tak butuh waktu lama, Shiena pun sampai di Penjara Kekaisaran. Shiena menggunakan Sihir Gelap dan menyelinap ke masuk ke dalam Penjara. Shiena yang telah memberikan Sihir Debu kepada semua Pemberontak mengaktifkan Sihir Debu itu dan seketika seluruh Tahanan yang berada di dalam Penjara menjerit kesakitan.
'Bangsawan yang menjadi Pengikut Duke Simons tidak pernah mencoba mengganggu Keluargaku tapi tindakan mereka cukup menyebabkan banyak masalah untuk rakyat. Sama seperti Franz aku lebih setuju jika semuanya dihukum mati agar tak ada lagi yang bisa mengganggu ataupun mengacau di Kekaisaran ini dimasa mendatang tapi karena aku telah berjanji dan telah mendapatkan imbalan untuk ini. Aku harus menahan diri agar mereka tetap hidup tapi aku tidak bisa membiarkan mereka bebas begitu saja. Paling tidak mereka harus merasakan akibat dari perbuatan mereka.' ucap Shiena dalam hati.
"Ada apa ini? Kenap berisik sekali?" tanya Kepala Penjaga Tahanan.
"Kami tidak tau Tuan. Tiba-tiba semua narapidana berteriak kesakitan dan mereka terus meminta tolong." ucap Penjaga Tahanan yang bertugas.
"Segera laporkan hal ini pada Yang Mulia Kaisar!" perintah Kepala Penjaga Tahanan.
"Baik, Tuan." ucap salah satu Penjaga Tahanan.
Penjaga Tahanan itu pun bergegas menemui Kaisar Franz sementara Shiena masuk ke dalam Cincin Ruang melihat situasi dari dalam Shiena tak ingin mengambil resiko ketahuan Kaisar Franz jika dirinya ada disana menggunakan Sihir Gelap.
Kaisar Franz yang tak perduli dengan nasib para Pemberontak hanya memerintahkan Penjaga Tahanan untuk memberikan air dan obat penahan rasa sakit. Kepala Penjaga Tahanan yang mengetahui itu memijat kepalanya karena merasa sangat pusing.
__ADS_1
Setelah satu jam berlalu, Shiena pun menghentikan penyiksaannya. Seketika wajah seluruh pemberontak terlihat lega dengan posisi pasrah. Meskipun telah dihentikan, Shiena telah membuat Sihir Debu itu berguna untuk menyiksa semua Pemberontak terutama Anastasya. Shiena memberikan Anastasya Sihir Debu yang paling banyak sehingga tak hanya menyerang jantung tapi bagian tubuh lainnya juga.
Shiena pun keluar dari dalam Cincin Ruang ketika suasana telah sepi dan menggunakan Sihir Gelap untuk kembali ke Kediaman Carrole sedangkan Kepala Penjaga dan Penjaga Tahanan yang lain mengingat kembali apa yang terjadi.
"Tuan, menurut saya kejadian ini pernah terjadi pada Mantan Yang Mulia Putra Mahkota Brian." ucap Penjaga Tahanan.
"Kau benar! Aku baru ingat sekarang tapi bagaimana ini bisa terjadi? Dulu kita telah memanggil dokter tapi tetap tidak tau apa yang telah terjadi sebenarnya." ucap Kepala Penjaga Tahanan.
Kepala Penjaga Tahanan menjadi sangat bingung dengan kejadian yang baru saja terjadi tapi tidak bisa melakukan apapun karena tidak mendapatkan persetujuan dari Kaisar Franz akhirnya Penjaga Tahanan memutuskan untuk berpura-pura tidak tau dan menutup mata untuk masalah ini.
Keesokan harinya, Hari eksekusi pun dilaksanakan. Panggung eksekusi telah berdiri kembali untuk yang kedua kalinya di Lapangan Ibukota. Panggung itu dibuat dua kali lebih besar dari sebelumnya sehingga menarik minat semua kalangan baik itu Rakyat biasa maupun Bangsawan. Rakyat biasa yang ingin melihat wajah dari orang-orang yang telah melakukan Pemberontakan dan menyerang Kaisar berdesakan di depan Panggung Eksekusi. Tak hanya itu mereka bahkan telah sengaja menyiapkan telur busuk dan tomat busuk untuk dilemparkan kepada para Pemberontak terutama kepada Anastasya.
Semua Pemberontak yang akan segera di eksekusi dibawa dengan paksa oleh Penjaga Tahanan dan Kesatria Istana menggunakan kereta tahanan. Selama Perjalanan, banyak Rakyat yang melihat Pemberontak ΓΉhΓ½
tak henti-hentinya mengucapkan kata-kata kasar dan tidak sopan sehingga membuat siapa saja yang mendengarnya menjadi tidak nyaman.
Anastasya, Duke Simons dan Para Pengikutnya yang telah beberapa kali mendengar Rakyat dan Bangsawan menghina dan mengucapkan kata-kata kasar dan tidak sopan padanya hanya bisa diam menahannya.
Namun, Anastasya yang sudah sangat sering mendengar kata-kata jelek tentangnya dan keluarganya membuatnya lama-lama tidak tahan. Anastasya yang baru keluar dari dalam kereta tahanan pun berteriak protes tapi semua orang malah menertawakannya hingga Anastasya hanya bisa diam seperti yang lain menerima nasibnya.
"Diam! Kalian fikir kalian itu suci? Kalian terus-terusan menghinaku dan keluargaku sesuka hati!" teriak Anastasya.
"Ha....ha.....ha.... (tawa)" Rakyat.
"Kami memang tidak suci tapi kami tidak sekotor dirimu dan keluargamu! Yang dengan tega melakukan pemberontakan dan menjual negaranya sendiri." ucap Rakyat.
"Ya benar sekali!" teriak Rakyat lain.
#Bersambung#
Jangan Lupa Like, Komen dan Vote ya..
__ADS_1
π₯°πππ
Terima kasih