
Anastasya yang ingin sekali datang melihat Acara Penobatan Putra Mahkota Brian menjadi Kaisar mendapatkan pertentangan dari Duke Simons karena Duke Simons tak ingin Anastasya terlalu capek dan membahayakan bayi yang ada di dalam kandungannya.
Anastasya yang bersikeras ingin datang pun akhirnya diizinkan setelah Anastasya mengancam tak ingin meminum obat dari dokter jika masih tidak diizinkan. Duke Simons yang tak ingin terjadi apapun pada anaknya pun terpaksa mengiyakan keinginan Anastasya dengan syarat Anastasya hanya boleh duduk dan tak kemana-mana selama Acara Penobatan berlangsung. Anastasya pun setuju dan akhirnya mendapatkan izin.
Countess Larsca yang mendengar Anastasya mendapat izin pergi dari Duke Simons pun meminta untuk di ajak ikut melihat Acara Penobatan Calon Menantunya menjadi Kaisar. Akhirnya Countess Larsca, Anastasya dan Amy pergi ke Istana menggunakan kereta kuda yang sangat besar dengan pengawalan yang ketat karena takut Anastasya merasa tidak nyaman dan takut Anastasya diganggu orang dalam perjalanan.
Anastasya yang datang terlambat melihat semua tamu telah datang bahkan Duke Simons telah duduk dikursi yang telah disediakan untuknya. Anastasya yang ingin pergi menemui Putra Mahkota BrIan pun dikejutkan dengan rekaman perbuatan jahat Putra Mahkota Brian selama ini dan tak hanya itu. Anastasya juga melihat rekaman tentang pembicaraan Putra Mahkota Brian yang memang telah berniat meracuni Kaisar.
Anastasya yang sangat terkejut pun refleks memundurkan kakinya kebelakang. Anastasya tak menyangka ternyata semua rekaman itu akan diperlihatkan ketika Putra Mahkota Brian belum melakukan ritual Penobatan menjadi Kaisar.
Anastasya juga terkejut ketika tiba-tiba ada sekelompok Kesatria yang berpakaian aneh dan tidak sama seperti Kesatria Kekaisaran memblokir jalan rakyat menjadi dua bagian yang membuat Anastasya sedang berdiri termundur beberapa langkah hampir terjatuh dan langsung di tangkap oleh Kesatria yang ditugaskan oleh Duke Simons untuk menjaga Anastasya.
Anastasya pun dipaksa menyingkir dan duduk di tempat lain. Anastasya tak henti-hentinya melihat dan mengamati hal yang terjadi selama Acara Penobatan berlangsung. Anastasya sangat terkejut ketika melihat Kaisar yang kabarnya telah teracuni dan dalam keadaan kritis dapat berjalan dengan tegap dan gagah di hadapan semua orang yang diiringi oleh seorang Pria Muda dengan pakaian seperti seorang pangeran yang tampan dan seorang Penasehat Kekaisaran yang menurut informan Anastasya bahwa Penasehat Kaisar telah bersekutu dengan Putra Mahkota Brian.
'Apa ini? Kenapa Penasehat Kekaisaran berjalan di belakang Kaisar? Lalu siapa Pria tampan dibelakang Kaisar itu?' tanya Anastasya dalam hati.
Tak hanya itu, Kaisar pun berjalan mendekati Putra Mahkota Brian yang sedang mematung di tempatnya. Kaisar yang telah berada di atas Panggung pun memerintahkan Kesatria Elitnya menangkap Putra Mahkota Brian yang membuat Anastasya semakin cemas.
'Ada apa ini? Kenapa ini bisa terjadi?' fikir Anastasya bingung.
__ADS_1
Tak hanya disana, Anastasya di buat sangat terkejut dengan semua yang terjadi karena kenyataannya Pria Muda Tampan itu adalah Putra Mahkota Franz yang telah dikira meninggal oleh semua orang. Kaisar juga melepaskan Keluarga Carrole dan memberikan mereka Lencana Pembebasan yang artinya tak akan mudah untuk menghancurkan Keluarga Carrole.
Anastasya juga mulai memikirkan masa depannya yang terancam hancur karen Putra Mahkota Brian dilepaskan statusnya dari Putra Mahkota dan Calon Kaisar menjadi rakyat biasa lalu Kaisar memulihkan kembali status Putra Mahkota Franz yang selama ini dikira meninggal.
Anastasya yang tak percaya mimpinya untuk menjadi Permaisuri akan sirna dalam waktu hitungan jam sehingga membuat Anastasya pingsan dan jatuh hampir ke tanah. Kesatria yang melihat langsung mengangkat Anastasya dan membawanya ke kereta kuda. Anastasya pun dibawa kembali ke Rumah yang telah dibelikan oleh Duke Simons untuknya.
Duke Simons yang mendengar kabar dari Kesatrianya bahwa Anastasya jatuh pingsan menjadi panik dan segera meninggalkan Acara Penobatan dan bergegas kembali ke Rumah Anastasya.
Countess Larsca yang cemas akan keadaan Putri dan Calon Cucunya memerinthahkan pelayan memanggil dokter dan tak butuh waktu lama dokter pun datang dan memeriksa keadaan Anastasya.
"Bagaimana keadaan Putri saya, Dokter?" tanya Countess Larsca.
"Lady Anastasya baik-baik saja. Beliau hanya membutuhkan istirahat." jawab Dokter
"Bagaimana keadaan bayinya, Dokter?" tanya Duke Simons khawatir.
"Lady Anastasya dan bayinya baik-baik saja hanya membutuhkan waktu untuk beristirahat. Sebaiknya Lady Anastasya jangan dibuat terkejut. Anda harus bisa mengontrol emosi Lady Anastasya karena kan berpengaruh pada janin yang ada di dalam kandungannya." ucap Dokter.
"Baiklah terima kasih banyak Dokter." ucap Duke Simons.
__ADS_1
Duke Simons pun mengantar Dokter itu turun dan memerintahkan Dokter menutup mulutnya tentang kehamilan Anastasya karena Duke Simons tak ingin semua tau sebelum pengumuman pernikahannya nanti.
Duke Simons telah berencana akan melakukan Pesta Pertunangan dengan Anastasya segera dan juga segera menikahinya sebelum perut yang ada di dalam kandungan Anastasya semakin membesar. Duke Simons juga tak bisa melepaskan Anastasya lagi terutama saat Putra Mahkota Brian telah dipenjara atas tuduhan Percobaan Pembunuhan Kaisar.
Anastasya yang sangat terkejut pun tak bisa makan dengan baik bahkan meskipun Countess Larsca, Amy dan Duke Simons membujuknya. Anastasya meminta waktu untuk sendiri untuk mencerna semua yang telah terjadi. Duke Simons yang ingat pesan dari Dokter pun menyetujuinya dengan meninggalkan makanan kesukaan Anastasya dan berharap Anastasya mau makan paling tidak memikirkan bayi yang ada di dalam kandungannya.
Anastasya yang berada di dalam kamar sendiri tidak bisa mengontrol dirinya sehingga Anastasya menghancurkan semua barang yang ada di meja riasnya. Anastasya masih tak bisa menerima kenyataan bahwa dirinya tak bisa menjadi Permaisuri dan terpaksa menjadi Duchess Simons karena saat ini sedang mengandung anak Duke Simons.
Anastasya yang memang tak menginginkan bayi yang ada di dalam kandungannya pun berniat untuk menggugurkannya tapi Anastasya ingat jika dirinya salah bertindak maka Duke Simons akan membuangnya dan dirinya tak akan mendapatkan apapun nantinya tak mejadi Permaisuri dan tak menjadi Duchess juga sehingga Anastasya mempertimbangkan rencana untuk menjebak Shiena agar Shiena yang menjadi tersangka Pembunuhan bayinya dan Keluarga Carrole terpaksa menggunakan Lencana Pembebasan itu untuk menyelamatkan Shiena lalu Duke Simons yang tau bayinya dibunuh oleh Shiena pasti akan balas dendam dan saat itu tak ada lagi cara untuk Shiena bebas dari kehancuran.
Anastasya yang ingat akan janji Duke Simons untuk menjadikannya Pernaisuri pun mulai mempertanyakan semuanya hingga keesokan harinya ketika Duke Simons meminta Anastasya untuk menikah dengannya. Anastasya mengajukan syarat bahwa dirinya bersedia menikah jika Duke Simons berhasil menjadi Kaisar jadi sebelum Acara Pernikahan mereka terjadi Duke Simons harus berhasil melakukan kudeta dan tak boleh gagal lagi seperti Putra Mahkota Brian.
Duke Simons yang mendengar permintaan Anastasya pun setuju karena Duke Simons memang sudah tak ingin berada di bawah kekuasaan Keluarga Kekaisaran yang lemah dan bodoh. Duke Simons pun berjanji akan menjadi Kaisar dan akan berhasil menggulingkan Takhta Kaisar.
Anastasya yang mendengar janji Duke Simons menjadi senang dan cerah kembali karena merasa masih memiliki harapan menjadi Permaisuri seperti mimpinya selama ini. Countess Larsca yang mendengar kabar dari Anastasya juga ikut senang dan mulai membayangkan hidup mewahnya sebagai Ibu Permaisuri dan Nenek dari Putra Mahkota masa depan.
Keesokan paginya, Ketika Anastasya sedang berbelanja di salah satu butik langganannya mendapatkan surat yang tak terduga.
#Bersambung#
__ADS_1
Jangan Lupa Tekan Like, Komen, Vote dan Favorite nya ya.. 😁
Baca Juga Novel Terbaru Author "Terpaksa Menikah Karena Wasiat" Terima Kasih 🥰😍❤😘