
Pelayan Kekaisaran yang selalu melayani Kaisar sejak Kaisar naik Takhta datang membantu Kaisar mengganti pakaian. Namun ketika pelayan itu hendak mengganti pakaiannya, pelayan itu merasa ada yang aneh pada Kaisar sehingga memanggil Dokter Kekaisaran untuk memeriksanya.
Dokter Kekaisaran yang khawatir terjadi sesuatu pada Kaisar bergegas ke Ruang Istirahat Kaisar. Setelah sampai, Dokter Kekaisaran bergegas memeriksa dan bertapa terkejutnya Dokter Kekaisaran bahwa Kaisar telah mangkat (Meninggal). Dokter Kekaisaran pun memerintahkan Perawat untuk segera menemui Putra Mahkota Franz dan mengabarinya.
Perawat itu pun segera pergi ke Ruang Kerja Putra Mahkota Franz. Putra Mahkota Franz yang sedang sibuk merasa sangat terganggu tapi karena ketukan pintu itu sangat berisik maka Putra Mahkota Franz pun mengizinkannya masuk.
Tookkkk... Tokkkk... Tokkkk
(Ketukan pintu)
"Masuklah." perintah Putra Mahkota Franz dingin.
"Ma-maafkan kelancangan hamba Yang Mulia." ucap Perawat takut.
"Apa kau tidak takut kepalamu akan ku penggal? Apa kau tidak tau jika aku sedang sangat sibuk?" ucap Putra Mahkota Franz marah.
"Ma-maafkan hamba Yang Mulia. Hamba Mohon ampuni hamba. Hamba datang kemari karena ada berita penting tentang Yang Mulia Kaisar, Yang Mulia." ucap Perawat.
"Kaisar? Ayahku? Apa yang telah terjadi padanya?" tanya Putra Mahkota Franz terburu-buru.
"Ya-Yang Mulia Kaisar telah meninggal, Yang Mulia." ucap Perawat takut.
"Apa?" teriak Putra Mahkota Franz kaget.
Putra Mahkota Franz yang sangat khawatir dan berharap semua hal yang dikatakan oleh perawat itu adalah bohong segera pergi ke Ruangan Kaisar dan meninggalkan semua pekerjaannya.
Putra Mahkota tak lupa memerintahkan Kesatria yang berjaga untuk menutup mulut mereka dan jika menyebarkannya maka mereka akan bernasib sama seperti Mantan Putra Mahkota Brian. Putra Mahkota Franz juga memerintahkan Kesatria Penjaga untuk memanggil Penasehat Kekaisaran ke Ruangan Kaisar.
Tak butuh waktu lama, Putra Mahkota Franz pun sampai di Ruangan Kaisar. Di dalam ruangan itu terdapat Dokter Kekaisaran dan Pelayan Pribadi Kaisar yang sedang menunggu.
"Dokter! Bagaimana keadaan ayahku?" tanya Putra Mahkota Franz.
"Maafkan hamba Yang Mulia, Yang Mulia Kaisar telah meninggal dan diperkirakan telah meninggal satu jam yang lalu." ucap Dokter Kekaisaran.
__ADS_1
"A-apa? Dokter jangan bercanda! Saya sangat tidak suka dengan ucapan Dokter." ucap Putra Mahkota Franz menyangkal.
"Putra Mahkota Franz yang masih tak bisa menerima kenyataan pahit itu malah tertawa hambar dan terus berkata "Tidak mungkin!" berkali-kali.
Dokter Kekaisaran dan Perawat Kekaisaran yang melihat Putra Mahkota Franz yang sangat terpukul setelah Kaisar meninggal merasa simpati dan mencoba menenangkan Putra Mahkota Franz tapi tidak berhasil.
Putra Mahkota Franz yang sangat sedih dan terpukul tak kuasa menahan kekecewaannya dan terduduk bersujud di sebelah kanan Kaisar sambil memegang tangan Kaisar dan merasa sangat bersalah karena pernah menganggap Kaisar pilih kasih.
Putra Mahkota Franz mungkin tak memiliki ikatan batin yang sangat kuat terhadap Kaisar tapi bagaimanapun hubungan darah itu tak bisa dipisahkan. Putra Mahkota yang tak pernah merasakan kasih sayang seorang ayah setelah kejadian mengerikan di hari dimana dirinya hampir kehilangan nyawanya akhirnya merasakan perasaan kehilangan dan kesendirian.
Putra Mahkota Franz mulai merasa sangat sedih dan sendiri karena dirinya sadar tak memiliki siapapun lagi sekarang untuk tempatnya bercerita, tak ada ibu, tak ada ayah dan tak ada saudara. Putra Mahkota Franz merasa sangat kehilangan sosok seorang ayah dan seorang panutan.
Dokter Kekaisaran yang sangat khawatir dengan kondisi Putra Mahkota Franz yang tidak stabil membuat Dokter Kekaisaran memutuskan memberikan obat tidur dan tentu saja atas izin Penasehat Kekaisaran yang baru saja datang.
"Apa yang terjadi?" tanya Penasehat Kekaisaran bingung.
"Tuan, Yang Mulia Kaisar telah meninggal." ucap Dokter Kekaisaran.
Penasehat Kekaisaran yang tak percaya dengan perkataan Dokter melihat tempat Kaisar terbaring dan ternyata Putra mahkota Franz sedang terduduk di samping jasad Kaisar.
"Tuan, Yang Mulia Putra Mahkota Franz telah dalam posisi seperti itu kurang lebih hampir satu jam. Saya khawatir Yang mulia Putra Mahkota Franz akan jatuh sakit." ucap Dokter Kekaisaran
"Baiklah aku mengerti. Aku akan membujuk Putra Mahkota Franz." ucap Penasehat Kekaisaran.
Penasehat Kekaisaran pun mencoba membujuk Putra Mahkota Franz tapi tak berhasil. Putra Mahkota Franz tetap berada di posiisnya saat ini.
"Tuan, Bagaimana jika kita memberi Yang Mulia Putra Mahkota Franz obat tidur agar dirinya bisa beristirahat." saran Dokter Kekaisaran.
"Baiklah saya setuju. Saya rasa Yang Mulia membutuhkan waktu untuk menenangkan dirinya." ucap Penasehat Kekaisaran.
"Baik Tuan." ucap Dokter Kekaisaran.
Dokter Kekaisaran pun memerintahkan Perawat Kekaisaran untuk menyiapkan peralatannya dan ketika Putra Mahkota Franz sedang terduduk Dokter Kekaisaran memerintahkan Kesatria memegang Putra Mahkota Franz dan Dokter Kekaisaran pun segera melaksanakan tugasnya dan tak butuh waktu lama Putra Mahkota Franz pun telah terbaring.
__ADS_1
Penasehat Kekaisaran langsung memerintahkan Kesatria untuk mengangkat Putra Mahkota Franz kembali ke Kamarnya sementara Penasehat Kekaisaran mengurus Pemakaman Kaisar yang akan berlangsung 3hari. Penasehat Kekaisaran juga memerintahkan Kepala Kesatria untuk membunyikan Lonceng di Menara Suci sebanyak tiga kali yang menandakan ada kabar duka dari Keluarga Kekaisaran.
Semua Bangsawan dan rakyat yang mendengar bunyi lonceng itu terkejut dan menebak-nebak siapa yang telah meninggal bahkan Keluarga Bangsawan mengutus seseorang untuk mencari tau informasi ini. Sementara Shiena yang telah mengetahuinya dari awal hanya terduduk santai di Taman Kaca di Kediaman Duke Carrole padahal semua pelayan di Kediaman Duke Carrole sudah sangat heboh.
Duke Simons dan Anastasya yang sedang duduk bersama pun mendengar bunyi Lonceng sebanyak tiga kali yang membuat mereka memikirkan siapa orang yang telah meninggal dari Keluarga Kekaisaran. Duke Simons pun memanggil Kepala Kesatria di Kediamannya untuk mencari informasi.
Sementara itu di Istana, Putra Mahkota Franz yang telah kebal dengan segala racun karena sejak kecil selalu menjadi target pembunuhan Ratu Monica sehingga Putra Mahkota Franz hanya bisa tertidur selama setengah jam padahal Dokter Kekaisaran memberikan dosis yang cukup banyak untuk membuat Putra Mahkota Franz tertidur cukup lama.
Pelayan yang bertugas menjaga Putra Mahkota Franz yang mengetahui bahwa Putra Mahkota Franz telah mulai sadar segera melapor ke Penasehat Kekaisaran. Penasehat Kekaisaran yang mengetahuinya segera pergi menuju kamar Putra Mahkota Franz.
"Yang Mulia, anda sudah sadar?" tanya Penasehat Kekaisaran.
"Apa yang terjadi padaku, paman?" tanya Putra Mahkota Franz.
"....." Penasehat Kekaisaran diam.
Putra Mahkota Franz yang sudah mulai sadar mengingat apa yang telah terjadi pun berteriak memanggil nama Kaisar dan berusaha bangun dari tempat tidurmya tapi tubuhnya masih belum kuat sehingga hampir terjatuh sementara Penasehat Kekaisaran yang menyadari tindakan Putra Mahkota Franz dengan sigap menangkap tubuh Putra Mahkota Franz dan menenangkannya.
"Ayah!" teriak Putra Mahkota Franz.
"Hamba mohon Yang Mulia tenanglah." ucap Penasehat Kekaisaran.
"Paman, aku sendiri sekarang! Tak ada siapapun paman." ucap Putra Mahkota Franz dengan perasaan pilu.
"Apa Yang Mulia tidak menggapku lagi? Bukankah Yang Mulia masih memilikiku?" ucap Penasehat Kekaisaran.
Putra Mahkota Franz yang mendengar hal itu hanya terdiam dan memikirkan semuanya bahwa selama ini dirinya selalu hidup sendiri di Hutan Kesepian bersama Tuan Eit dan meskipun begitu dirinya masih memiliki seorang paman yang selalu menjaga dan memperhatikannya. Putra Mahkota Franz yang sudah mulai merasa lebih baik menguatkan dirinya untuk mengambil alih Prosesi Pemakaman Kaisar untuk menunjukkan baktinya untuk yang terakhir kali.
#Bersambung#
Jangan Lupa Like, Komen dan Vote nya ya..
🥰😍😘😚 Terima Kasih
__ADS_1