The Empress Of Mind Reader

The Empress Of Mind Reader
BAB 190. Hukuman II


__ADS_3

Di atas Panggung Eksekusi telah berdiri dengan sangat kokoh alat eksekusi gantung dengan seorang algojo yang bertubuh kekar dan seram dengan membawa sebuah kapak besar ditangannya.


Semua orang yang tidak bisa percaya bahwa akan diadakannya hukuman dari Keluarga Kekaisaran untuk kedua kalinya mulai percaya dengan adanya hal itu.


Penasehat Kekaisaran yang telah diberi tugas oleh Kaisar membangun Panggung Eksskusi ternyata juga mendapatkan tugas untuk membacakan vonis hukuman Para Penghianat Kekaisaran.


Penasehat Kekaisaran telah maju ke depan semua orang membawa beberapa lembar kertas yang isinya sudah pasti adalah Keputusan Hukuman untuk Para Penghianat Kekaisaran dari Kaisar Kekaisaran Pearl.


Kaisar yang duduk di atas singgasananya bersama Putra Kesayangannya yang telah hilang, Yang Mulia Putra Mahkota Franz tak bisa memasang wajah bahagia karena harus menyaksikan Putrany yang lain mati di depan matanya.


Meskipun dari dalam hati terdalamnya, sebagai seorang ayah, Kaisar tak ingin memberika hukuman yang kejam pada Mantan Putra Mahkota Brian meskipun telah melakukan kesalahan yang fatal tapi sebagai seorang Kaisar, Pemimpin dari sebuah Kekaisaran besar, dirinya tak boleh berbelas kasih kepada seorang Penghianat Kekaisaran meskipun orang itu adalah darah dagingnya.


Semua Penghianat Kekaisaran telah ada di atas Panggung Eksekusi dengan wajah lesu dan tak bersemangat. Penghianat-penghianat yang terdiri dari Bangsawan dari berbagai golongan membuat Posisi di Kekaisaran menjadi kurang stabil tapi Kaisar yakin hal itu pasti akan segera dapat diselesaikan.


Semua Penghianat Kekaisaran yang telah berbaris rapi dengan tangan diikat dengan borgol sihir agar tak bisa lepas dan kabur telah siap menerima dakwaan dan hasil keputusan hukuman mereka.


Mantan Putra Mahkota Brian yang berada di baris terakhir tak bisa lagi mengangkat kepalanya dengan angkuh karena semua yang dimilikinya selama ini ternyata akan segera hilang dalam sekejap.


Mantan Putra Mahkota Brian yang terduduk bersimpuh di Panggung Eksekusi mengingat semua perbuatannya selama ini yang telah sangat egois dan tak berperasaan yang sangat mudah tergoda oleh wanita cantik dan sexy hingga harus terjebak dan hancur karenanya.


Mantan Putra Mahkota Brian yang tau akhir hidupnya yang tak lama lagi melihat ke atas ke arah Shiena yang sedang duduk bersama Duke Carrole dan Duchess Carrole.


'Maafkan aku Shiena. Maaf, maafkan semua kesalahanku. Aku sadar semuanya adalah kesalahanku. Andai aku masih punya kesempatan untuk mengubah semua ini, aku pasti akan berusaha menjadi lebih baik.' ucap Mantan Putra Mahkota Brian dalam hati.


Shiena yang juga melihat ke arah Mantan Putra Mahkota Brian bisa membaca dengan jelas isi dari fikiran Mantan Putra Mahkota Brian. Shiena tak bisa bersimpati dengan keadaan Putra Mahkota Brian tapi Shiena yakin ini adalah yang terbaik.


'Aku memaafkanmu tapi aku tak bisa bersimpati padamu atas semua perbuatanmu di masa lalu dan masa sekarang.' ucap Shiena dalam hati.

__ADS_1


Sementara itu, Anastasya yang melihat Shiena masih bisa duduk dengan anggun dan elegan dengan semua yang dimilikinya menjadi iri dan tidak senang. Anastasya pun bersumpah pada dirinya sendiri akan mengambil semua yang menjadi milik Shiena nantinya.


Lalu tiba-tiba, Kesatria Kekaisaran membunyikan gong yang sangat besar hingga suaranya terdengar sangat nyaring hingga ke seluruh ibukota. Semua orang yang tadinya berbicara satu sama lain dan mengucapkan banyak sekali sumpah serapah kepada Para Penghianat seketika terdiam.


Penasehat Kekaisaran yang telah bersiap mengucapkan vonis untuk Viscount Valkrim yang ternyata terlibat dan ikut mendukung Mantan Putra Mahkota Brian menjadi Kaisar yang baru.


"Viscount Valkrim, dihukum hukuman penggal bersama istrinya Viscountess Valkrim karena telah terlibat dan ikut mendukung dalam Rencana Meracuni Yang Mulia Kaisar. Gelarnya akan dicabut dan menjadi Rakyat biasa. Semua aset dan wilayah akan diambil oleh Kekaisaran tapi karena telah tak memiliki apapun maka Kaisar memutuskan akan mencabut gelar sanak saudara selama tiga generasi." ucap Penasehat Kekaisaran.


"Ti-tidak Yang Mulia. Tidak! Ini tidak adil Yang Mulia. Kami tidak bersalah!" teriak Mantan Viscountess Valkrim [Ada tambahan Mantan karena sudah jadi rakyat biasa ya 😊]


"Eksekusi laksanakan!" perintah Kaisar.


Viscount Valkrim yang mendengar bacaan hukumannya tak bisa melakukan apapun karena semua anggota tubuhnya seketika itu juga menjadi lemas dan Viscountess Valkrim yang berteriak-teriak berusaha meminta pengampunan dari Kaisar pun diseret paksa oleh Kesatria Kekaisaran. Akhirnya hukuman penggal pun terlaksana.


Rakyat yang menyaksikannya tak memiliki ekspresi kasihan atau pun simpati sama sekali bahkan mereka semakin gencar mengucapkan kata-kata kasar untuk semua Penghianat Kekaisaran.


"Penggal semuanya, jangan sisakan satu pun penjahat!" teriak salah satu Rakyat.


Tempat Eksekusi pun seketika menjadi ribut karena kata-kata Rakyat. Disamping itu, Baron Fromboo yang melihat hukuman yang dijatuhkan oleh Kaisar menunjukkan ekspresi bahagia dan puas karena berhasil membalaskan dendamnya selama ini.


Baron Fromboo sangat berterima kasih kepada Shiena karena telah membebaskannya dari semua tuduhan, mengangkatnya dari yang tak memiliki apapun menjadi orang yang diperhitungkan sekarang dan berkat Shiena juga Baron Fromboo dapat mengambil kembali semua yang seharusnya menjadi miliknya lalu membongkar kebusukan Mantan Viscount dan Viscountess Valkrim yang telah bersekongkol dengan Mantan Putra Mahkota Brian.


Baron Fromboo merasa sangat senang karena sekarang semua telah berjalan dengan baik dan telah memiliki pengganti dari istrinya yang tukang selingkuh yaitu Marry yang akan segera dinikahinya pada tahun depan.


Penasehat Kekaisaran yang ingin segera melanjutkan eksekusi meminta Kesatria Kekaisaran membunyikan kembali Gong dan membuat semua orang pun terdiam.


Penasehat Kekaisaran pun mengumumkan Vonis Hukuman untuk Bangsawan-bangsawan yang terlibat dalam Rencana Pembunuhan Kaisar dengan Hukuman Penggal dan pencabutan Status Bangsawan serta Penyitaan aset Kekayaan, Harta dan Wilayah. Penasehat Kekaisaran bahkan telah mengeksekusi lebih dari sepuluh Bangsawan hari itu.

__ADS_1


Lalu, di atas Panggung Eksekusi yang penuh dengan mayat Penghianat serta darah-darahnya yang mengalir hingga mengeluarkan bau anyir. Meskipun begitu tak menghentikan Rakyat dan Bangsawan yang tak terlibat menghentikan antusias mereka bahkan mereka semua semakin bersemangat untuk melihat Hukuman apa yang akan dijatuhkan Kaisar kepada Otak dari semua Rencana Pembunuhan Kaisar.


Di atas Panggung Eksekusi masih terduduk dua orang Penghianat yang masih tersisa yaitu Mantan Putra Mahkota Brian dan Robert yang merupakan tangan kanan dan orang kepercayaan dari Mantan Putra Mahkota Brian.


Penasehat Kekaisaran yang telah tak sabar akhirnya bisa mengeksekusi anak dari Pembunuh adiknya dan keponakannya meskipun telah gagal dalam rencana menghabisi keponakannya tapi itu mampu membuat sang keponakan menderita selama bertahun-tahun.


Rasa sakit hati dan juga dendam yang selama ini ditahan dan disembunyikan akhirnya dapat terbayar dengan lunas.


"Robert, Sebagai Kesatria dan Pengawal Pribadi Mantan Putra Mahkota Brian sekaligus tangan kanan dalam Rencana Pembunuhan Kaisar akan diberi hukuman Penggal dengan kepalanya diletakkan di alun-alun ibukota sebagai contoh kepada semua orang bahwa ini adalah hukuman bagi orang yang menjadi kaki tangan dari Seorang Penghianat Kekaiasaran." ucap Penasehat Kekaisaran.


"....." Robert terdiam lemas.


"Tak hanya itu, semua gelar dan jabatan yang dimiliki akan dicopot dan diambil kembali serta semua harta, kekayaan, aset miliknya dan keluarganya selama tiga generasi akan disita oleh Kekaisaran." ucap Penasehat Kekaisaran.


Robert yang mendengar keputusan itu menjadi linglung dan tak berdaya. Robert tak menyangka bahwa dirinya akan membawa seluruh keluarganya kedalam kehancuran.


"Eksekusi Laksanakan!" perintah Kaisar.


Setelah eksekusi dilaksanakan, Mantan Putra Mahkota Brian yang dari tadi hanya diam melihat satu per satu pengikutnya di hukum penggal tak bisa menahan dirinya lagi hingga berteriak dan mencoba melawan tapi dihentikan oleh Kesatria Elit Kaisar yang berjaga dengan satu pukulan kuat yang membuat Mantan Putra Mahkota Brian terjatuh.


"Tidaaaakkkkkk! Maafkan aku Robert!" teriak Mantan Putra Mahkota Brian sambil menangis.


#Bersambung#


Jangan Lupa Tekan Like, Komen, Vote dan Favorite nya ya.. 😁


Baca Juga Novel Terbaru Author "Terpaksa Menikah Karena Wasiat" Terima Kasih 🥰😍❤😘

__ADS_1


__ADS_2