
Anastasya yang mencoba untuk membunuh Duke Simons karena ingin menutupi kejahatannya tidak dibiarkan oleh Shiena begitu saja. Dengan cepat Shiena menangkap pedang yang ada di tangan Anastasya hingga pedang itu pun terjatuh ke tanah.
Kaisar Franz yang marah karena ulah Anastasya yang mencoba membunuh Duke Simons dengan cepat memerintahkan Kesatrianya untuk menangkap Anastasya. Anastasya yang tak menyangka semua rencananya telah gagal mencoba bunuh diri karena tak ingin mati dalam keadaan yang memalukan nantinya. Anastasya tak ingin jika semua keburukannya terbongkar dan membuatnya dikatakan sebagai seorang Penghianat dan Pendosa.
Shiena yang tau niat Anastasya kemudian mengambil pedang yang terjatuh ke tanah sebelum pedang itu diambil oleh Anastasya. Akhirnya pedang itu berpindah tangan ke ke tangan Shiena. Shiena kemudian membuang pedang itu jauh dari jangkuan mereka berdua.
Kesatria Elit yang mendapatkan perintah Kaisar Franz bergegas melakukan tugasnya. Kesatria Elit itu dengan cepat menangkap tubuh Anastasya dengan kuat agar tidak terleoas. Anastasya yang tak terima perlakuan buruk itu pun memberontak dan menjerit meminta dilepaskan tapi tak ada yang mendengarkan akhirnya Anastasya pun pasrah.
Tak hanya Anastasya tapi juga pelayan yang bersamanya pun ditangkap. Anastasya yang sangat terkejut saat salah satu pelayannya tidak ditangkap dan diikat seperti pelayan yang lain menjadi curiga. Shiena yang tau isi fikiran Anastasya sengaja ingin memberikan kejutan istimewa padanya. Shiena pun memutuskan untuk memberi tau semuanya tanpa terkecuali.
Anastasya yang telah mendapatkan izin dari Kaisar Franz dan Raja Michael untuk berbicara pada Anastasya pun berjalan mendekati Anastasya lalu duduk dan kemudian berbisik di telinganya.
"Apakah sekarang kau penasaran kenapa pelayan itu tidak diikat?" tanya Shiena sambil berbisik.
"....." Anastasya diam.
"Karena aku adalah orang yang baik hati. Akubakan memberi taumu semuanya tapi jangan sampai terkejut ya... Itu semua terjadi tentu saja karena pelayan itu adalah mata-mata dariku yang sengaja aku kirim untuk menjebakmu." ucap Shiena sambil tersenyum.
"A-apa?" teriak Anastasya marah.
Setelah selesai berbicara, Shiena pun berdiri dan berjalan dengan anggun ke arah Kaisar Franz. Kaisar Franz kemudian memerintahkan Kesatria itu untuk membawa Anastasya dan semua Penghianat yang telah diikat untuk dibawa ke Penjara Kekaisaran untuk bersiap menerima hukuman mereka.
Anastasya yang sangat kesal dan marah pada Shiena ingin sekali membalasnya tapi saat ini dirinya tak bisa melakukan apapun. Anastasya yang merasa telah hancur tak ingin jika nanti dirinya hancur sendiri. Anastasya pun berencana membawa Shiena ikut hancur bersamanya. Anastasya pun berencana membawa Shiena mati bersamanya.
'Jika aku harus mati nantinya. Wanita ini juga harus ikut mati bersamaku! Aku tak akan biarkan dirinya hidup tenang dan bahagia!' ucap Anastasya dalam hati.
__ADS_1
Dengan seluruh sisa tenaganya, Anastasya menendang ******** Kesatria Elit lalu menarik pedang yang ada dipinggangnya. Anastasya kemudia berlari ke arah Shiena dan menusukkan pedang itu tepat ke jantung Shiena.
Kaisar Franz yang melihat Anastasya akan menusuk Shiena dengan pedang bergerak menggunakan Sihir Gelapnya lalu mempringati Shiena untuk berhati-hati.
Shiena yang mendengar teriakan Kaisar Franz pun tak menyadari apa yang telah terjadi padanya. Dengan cepat Shiena menoleh ke belakangnya. Shiena yang tak menduga jika Anastasya nekat ingin menusukkan pedang kepadanya ternyata tak siap untuk melakukan apapun. Ketika jarak pedang dan tubuh Shiena hanya beberapa cm lagi ternyata pedang itu ditahan oleh seseorang yang sangat Shiena kenali.
Marquess Laurence yang memiliki firasat buruk tentang Shiena akhirnya meninggalkan Posnya dan menyerahkan tugas itu kepada Jenderal Kediaman Laurence. Lalu, Marquess Laurence pun segera melakukan teleportasi ke Kediaman Carrole untuk memastikan jika firasatnya itu salah dan ketika sampai Marquess Laurence mendapatkan informasi bahwa Shiena tidak ada disana.
'Kemana perginya dirimu, Shiena?' tanya Marquess Laurence dalam hati.
Lalu, Marquess Laurence pun menebak jika Shiena saat ini pasti ada di Istana Kekaisaran dan sedang bersembunyi untuk melindungi Duke Carrole. Marquess Laurence yang sebenarnya hanya bisa melakukan satu kali teleportasi karena Energi Sihirnya yang belum pulih sepenuhnya setelah membuat Segel Perlindungan pun memaksakan dirinya untuk melakukan teleportasi kembali.
Marquess Laurence pun melakukan teleportasi ke Istana Kekaisaran. Ketika sampai di Lapngan Istana, Marquess Laurence melihat sesuatu yang sangat aneh tapi meskipun begitu mata Marquess Laurence tak henti-hentinya berkeliling mencari keberadaan Shiena.
Ketika Marquess Laurence melihat Shiena yang dalam bahaya karena Anastasya sedang mencoba mencelakai Shiena. Marquess Laurence tak bisa tinggal diam saja melihatnya. Marquess Laurence pun melakukan teleportasi untuk yang ketiga kalinya.
Marquess Laurence yang telah berada di samping kanan Shiena tidak memikirkan dirinya lagi lalu menangkap pedang itu dengan tangannya sendiri hingga tangannya mengeluarkan darah segar. Shiena yang melihatnya sangat terkejut.
"Kakak!" teriak Shiena.
Marquess Laurence yang tak memperdulikan tangannya yang berdarah pun menarik pedang itu dari tangan Anastasya lalu melemparnya sangat jauh. Dengan cepat Marquess Laurence menggunakan tangannya yang satunya untuk memukul dada Anastasya dengan sisa kekuatannya hingga Anastasya mundur beberapa langkah yang mengakibatkan dirinya muntah darah.
Marquess Laurence yang tau jika Anastasya sama seperti Shiena yang memiliki Sihir Cahaya yang tentunya bisa menyembuhkan dirinya sendiri pun tak membiarkan hal itu terjadi. Marquess Laurence kemudian berlari kearah Anastasya dan menggunakan jari-jarinya untuk melumpuhkan titik Energi Sihir Anastasya hingga dirinya tak bisa lagi menggunakan Sihir Cahayanya bahkan untuk menyembuhkan dirinya sendiri.
Anastasya yang mulai merasakan kesakitan pada bagian dadanya pun menjerit dengan sangat keras lalu terjatuh kemudian terbaring lemah ditanah dan akhirnya tak sadarkan diri.
__ADS_1
Marquess Laurence yang telah mencapai batas maksimalnya pun terjatuh dengan posisi terduduk dengan satu kaki. Marquess Laurence masih berusaha menjaga keseimbangannya dengan menahan tubuhnya dengan satu tangan tersisa.
Shiena yang melihatnya lalu berlari ke arah Marquess Laurence dan mengobatinya. Shiena pun membopong Marquess Laurence dan memintanya untuk duduk. Shiena yang melihat keadaan Marquess Laurence yang sangat memprihatinkan tak kuasa menahan air matanya lalu menangis.
"Ma-maafkan aku kak." ucap Shiena menangis.
"Jangan menangis! Bukankah inilah tugas seorang kakak yang akan selalu melindungi adiknya." ucap Marquess Laurence tersenyum.
'Aku menganggapmu lebih dari seorang adik tapi aku tau jika kau tak akan bisa menerimanya karena hatimu bukan untukku. Meskipun hatiku sakit mengatakan ini asalkan kau bahagia itu sudah lebih dari cukup bagiku.' ucap Marquess Laurence dalam hati.
Shiena yang bisa membaca fikiran orang lain, tak bisa berhenti menangis. Shiena merasa jika dirinya tak pantas menerima perasaan yang begitu tulus sampai seperti ini tapi Shiena juga tak bisa menerimanya karena perasaan itu tak bisa dipaksakan. Shiena hanya bisa menangis dan berjanji akan selalu bahagia seperti permintaan Marquess Laurence.
Shiena kemudia mengobati tangan Marquess Laurence dengan Sihir Cahayanya lalu membagikan sedikit Energi Sihirnya pada Marquess Laurence. Lalu tak lama kemudian, Marquess Laurence pun tak sadarkan diri. Shiena kemudian memanggil Kesatria dan memintanya untuk membawa Marquess Laurence bersamanya ke Ruang Perawatan Istana agar dirinya bisa beristirahat dengan tenang.
Lalu, Kaisar Franz yang tak ingin membuang waktu dengan cepat memerintahkan Kesatrianya untuk menangkap Anastasya dan membawanya ke Penjara Kekaisaran bersamaan dengan Duke Simons, Pengikut, Kesatria dan Pelayannya.
Kaisar Franz juga segera memerintahkan Bangsawan yang setia padanya dan Kesatria Kekaisaran yang masih sehat untuk bergegas ke Kediaman Bangsawan yang menjadi Pengikut Duke Simons untuk menangkap keluarga dan pelayan mereka lalu membawanya ke Penjara Kekaisaran.
Raja Michael yang tak ingin diam saja meminta izin untuk membantu. Setelah mendapatkan izin dari Kaisar Franz, Raja Michael memerintahkan Kesatrianya ikut membantu menangkap semua Penjahat dan Penghianat di Kekaisaran Pearl.
Kaisar Franz yang telah sangat marah karena hari ini orang yang dicintainya telah dua kali hampir celaka tapi dirinya tak bisa tepat waktu untuk menyelamatkan ataupun membantunya. Akhirnya melampiaskan kekesalannya pada semua penjahat. Kaisar Franz yang tanpa pandang bulu menangkap semua penghianat dan keluarganya beserta pelayan mereka untuk memasukkan ke dalam Penjara Kekaisaran. Dalam satu hari, Penjara Kekaisaran pun telah penuh dengan orang-orang jahat yang berkhianat pada Kekaisaran.
#Bersambung#
Jangan Lupa Like, Komen dan Vote nya ya..
__ADS_1
🥰😍😘😚 Terima Kasih