
Kesatria Elit yang mendapatkan sinyal Kekaisaran segera pergi ke tempat yang dituju. Dengan cepat mereka menemukan sebuah Goa terpencil dan ketika mereka masuk. Kesatria Elit menemukan Lady Zoufay yang sedang terduduk dengan posisi terkejut.
Kesatria Elit yang melihat kejadian itu menjadi bingung tapi setelah mereka melihat ada jejak Sihir Gelap disana. Kesatria Elit yakin jika kode itu diberikan oleh atasan mereka yaitu Yang Mulia Kaisar Franz atau Yang Mulia Permaisuri Shiena. Kesatria Elit pun bergerak menangkap dan membawa Lady Zoufay ke Penjara Kekaisaran.
Setelah sampai di Penjara Kekaisaran, Kesatria Elit segera mengurung Lady Zoufay bersebelahan dengan ruang Penjara Marchioness Boufanski. Lady Zoufay yang masih dalam keadaan shock setelah mengetahui kenyataan yang sangat mengejutkannya akhirnya sadar setelah mendengar bunyi ruang penjara dikunci dari luar.
Lady Zoufay pun berteriak dengan sangat keras menolak dipenjara. Lady Zoufay juga berteriak mengatakan jika dirinya tidak bersalah dan hanya menjadi korban tapi tak ada yang percaya. Lady Zoufay malah dimarahi oleh Penjaga Tahanan karena berisik dan mengganggu tahanan lain.
Marchioness Boufanski yang awalnya marah karena Lady Zoufay dengan tega meninggalkannya sendiri akhirnya bersyukur jika Lady Zoufay bisa bebas tapi setelah melihat Lady zoufay juga tertangkap. Marchioness Boufanski menjadi marah kembali.
Lady Zoufay yang menyadari jika tepat disamping tempat dirinya ditahan adalah ruang tahanan Marchioness Boufanski. Lady Zoufay yang merasa bersalah segera meminta maaf tapi diabaikan oleh Marchioness Boufanski.
Di tempat lain, Permaisuri Shiena yang telah selesai dengan urusannya segera kembali ke dalam kamarnya. Permaisuri Shiena yang tidak menyadari keberadaan Kaisar Franz segera membuka pakaiannya dan berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan diri.
"Jika Permaisuriku berpenampilan seperti ini di tengah malam, sejujurnya aku tidak akan kuat." ucap Kaisar Franz.
"Franz! Sejak kau ada disana?" tanya Permaisuri Shiena.
Permaisuri Shiena yang kebingungan segera menarik selimut dan berusaha menutupi tubuhnya tapi kalah cepat dengan Kaisar Franz hingga akhirnya Permaisuri Shiena terbaring di atas ranjang dengan posisi yang akan membuat semua orang salah paham. Hingga akhirnya mereka berdua menghabiskan malam yang panjang bersama.
Keesokan paginya, Permaisuri Shiena meminta izin Kaisar Franz untuk pergi meninjau tempat yang akan dijadikan sebagai sekolah gratis untuk rakyat biasa. Kaisar Franz yang tau jika itu adalah hal yang baik segera memberi izin.
Setelah selesai sarapan, Permaisuri Shiena memanggil Marry dan Ana datang menemuinya. Permaisuri Shiena meminta dibawakan kertas dan pena untuk mengirim surat kepada Baron Vakrim, Baron Grogolia, Viscount Fromboo dan Marquess Strolana untuk datang menemuinya.
Dalam waktu beberapa jam, semua surat itu telah dikirim. Permaisuri Shiena pun mengganti pakaiannya dan pergi menemui keempat bawahannya di sebuah Restoran dengan ruang pribadi.
Tanpa diduga semuanya telah berada di dalam ruang pribadi dan ketika Permaisuri Shiena sampai, semuanya segera membungkukkan badan lalu memberi hormat kepada Permaisuri Shiena.
Permaisuri Shiena yang tidak suka berbasa-basi segera memulai pembicaraan ke inti permasalahan. Permaisuri Shiena menjelaskan niatnya mengumpulka semua orang.
"Saya tau jika kalian semua pasti sangat sibuk. Saya secara pribadi mengucapkan terima kasih karena telah meluangkan waktu untuk datang." ucap Permaisuri Shiena.
"Yang Mulia tidak perlu sungkan. Kami pasti akan datang kapanpun jika Yang Mulia meminta." ucap Viscount Fromboo.
__ADS_1
"Terima kasih Tuan Viscount." ucap Permaisuri Shiena.
"....." semua terdiam.
"Saya meminta kalian semua datang karena aku ingin memberikan tugas penting untuk semuanya." ucap Permaisuri Shiena.
"Kami siap menerima tugas apapun dari Yang Mulia Permaisuri." ucap Marquess Strolana.
"Benar Yang Mulia. Anda dapat memerintahkan kami melakukan apapun." ucap Baron Valkrim penuh percaya diri.
Permaisuri Shiena yang tau jika keempatnya tidak akan menolak tugas darinya pun segera menjelaskan semuanya secara rinci.
"Saya berencana membangun sekolah khusus rakyat biasa terutama anak-anak berbakat yang berasal dari Rakyat biasa agar mereka dapat memperbaiki kehidupan mereka di masa depan." ucap Permaisuri Shiena.
Baron Grogolia dan Baron Valkrim yang mendengar ide itu menjadi sangat setuju dan senang karena mereka sendiri berasal dari Rakyat biasa yang diangkat menjadi Bangsawan karena keterampilan yang mereka miliki.
Namun niat baik itu tidak disambut baik oleh Marquess Strolana karena Marquess Strolana berfikir jika hal itu terjadi maka akan banyak rakyat biasa yang memberontak dan cepat atau lambat akan menekan kekuasaan dari para Bangsawan.
Meskipun tidak setuju, Marquess Strolana tetap mendukung apapun yang akan dilakukan Permaisuri Shiena karena menurutnya semua itu pasti telah difikirkan oleh Permaisuri Shiena dengan sangat matang.
"Aku ingin Baron Grogolia mencarikan lokasi yang cocok untuk dijadikan sekolah untuk Rakyat biasa. Aku juga ingin Baron Valkrim menyiapkan koin emas yang cukup banyak untuk pembangunan sekolah itu. Aku ingin sekolah ini tidak kalah dari Sekolah untuk kaum Bangsawan." ucap Permaisuri Shiena.
"Baik Yang Mulia." ucap Baron Valkrim dan Baron Grogolia bersamaan.
"Viscount Fromboo, aku ingin kau ikut mengawasi pembangunan sekolah itu sekaligus temukan orang-orang berbakat yang pantas untuk mengajar disana." perintah Permaisuri Shiena.
"Baik, Yang Mulia." ucap Viscount Fromboo.
"Marquess Strolana, aku ingin kau membuat berita di surat kabarmu tentang pembangunan sekolah ini. Buat berita ini menjadi heboh dan besar sehingga semua rakyat dan Bangsawan membicarakannya. Aku ingin kau memberitau kepada semua orang bahwa Pembangunan Sekolah Kekaisaran ini dilakukan atas kerjasama Yang Mulia Kaisar Franz dan Gadis Suci sehingga tidak akan ada seorangpun yang berani memprotes masalah ini." perintah Permaisuri Shiena.
"Akan segera saya laksanakan Yang Mulia." ucap Marquess Strolana.
Setelah urusannya selesai, Permaisuri Shiena segera pergi dan meninggalkan restoran itu. Permaisuri Shiena yang pergi dengan pakaian layaknya rakyat biasa sehingga tidak menimbulkan kecurigaan rakyat disekitar.
__ADS_1
Namun, tiba-tiba ketika Permaisuri Shiena sedang berjalan-jalan sendiri di tengah pasar ada seorang Pria muda bernama Zero datang menghampiri Permaisuri Shiena dan berjalan beriiringan dengannya.
Zero yang baru selesai menyelesaikan Ujian Menara Sihir tahap pertama pergi ke pasar untuk berjalan-jalan mencari udara segar dan tidak diduga melihat gadis yang disukai. Zero pun melancarkan rayuannya.
"Cuaca siang ini sangatlah cerah. Secerah hatiku yang melihatmu saat ini." rayu Zero.
"...." Permaisuri Shiena diam.
"Bolehkah aku tau siapa namamu Nona manis?" tanya Zero berjalan mundur di depan Permaisuri Shiena.
Zero yang merupakan pria yang tidak akan berhenti jika belum mendapatkan apa yang diinginkannya terus merayu dan mengajak Permaisuri Shiena berbicara meskipun Permaisuri Shiena selalu mengabaikannya Zero terus merayu Permaisuri Shiena.
Lalu, tiba-tiba Kaisar Franz yang juga bosan di Istana menyamar menjadi rakyat biasa dan pergi ke pasar mencari keberadaan pujaan hatinya. Namun tidak disangka, Kaisar Franz melihat Permaisuri Shiena sedang digoda oleh pria lain di depan matanya.
Kaisar Franz yang tau jika Permaisuri Shiena mengabaikan sang pria tetap saja membuat Kaisar Franz cemburu. Kaisar Franz dengan cepat pergi ke arah Permaisuri Shiena.
Kaisar Franz yang melihat ada pedang yang menjual satu ikat bunga mawar merah yang sangat segar dengan cepat membelinya lalu berjalan ke arah perginya Permaisuri Shiena.
Kaisar Franz kemudian menyenggol bahu Zero dengan pundaknya lalu berlutut dihadapan Permaisuri Shiena kemudian memberikan seikat bunga mawar merah. Permaisuri shiena yang terkejut tidak menyangka jika Kaisar Franz akan melakukan hal yang kekanak-kanakan seperti itu. Tanpa pikir panjang Permaisuri Shiena segera mengambil bunga itu.
Zero yang merasa ditikung oleh orang yang tidak dikenalnya menjadi marah.
"Hei, apa kau tidak tau jika aku sedang PDKT?" teriak Zero marah.
"Apa perduliku?" ucap Kaisar cuek.
#**Bersambung#
Jangan Lupa Like, Komen dan Vote ya..
🥰😊😍😘
Terima kasih**
__ADS_1