
Pertandingan ketiga pun dilanjutkan, Tuan Muda Roan maju melawan Sam. Sam adalah Putra seorang Baron Ibukota yang memiliki wajah yang cukup tampan dan manis. Banyak wanita jatuh cinta dengan senyuman manisnya.
Sam adalah partner James dalam pertandingan ronde kedua. Sam menggunakan Sihir Air dan Sihir Api. Meskipun Sam memiliki dua sihir didirinya tapi dia tidak bisa menggunakan Tekhnik Penggabungan karena terlalu malas untuk berlatih.
Sam melakukan serangan duluan dengan menggunakan Sihir Air dan dihangan oleh Tuan Muda Roan dengan Sihir Api sehingga menimbulkan asap karena Air yang mencair. Mereka berdua bertarung seimbang dengan bergantian menggunakan dua elemen sihir meskipun begitu Tuan Muda Roan masih lah unggul karena memiliki Sihir Magma yang merupaka Sihir Penggabungannya.
Pertandingan menjadi sangat seru, penonton wanita menjadi semakin menggila. Mereka memanggil nama Tuan Muda Roan dan Sam secara bergantian dan membuat stadion menjadi sangat berisik.
"Roan, apa hanya segini kemampuanmu? Jika begitu aku jauh lebih hebat darimu meskipum aku juga tau jika aku jauh lebih tampan darimu." ucap Sam percaya diri.
Tuan Muda Roan yang mendengar hal itu pun menghentikan serangannya lalu tertawa.
"Tampan? Benarkah? Bagaiman jika aku membuat wajahmu menjadi hitam. Apa kau fikir masih bisa mengatakan dirimu tampan? Jangan terlalu narsis." ucap Tuan Muda Roan meremehkan.
"Aku memang tampan dan lebih tampan darimu dan tentu juga lebih kuat darimu." ucap Sam bangga.
Tuan Muda Roan sangat jarang mengeluarkan Tekhnik Penggabungannya Sihir Magma karena ingin menjadikan itu sebagai kartu terakhirnya tapi karena Tuan Muda Roan sudah tidak tahan dengan sikap narsis musuhnya mengharuskannya membuat musuhnya menjadi sangat jelek.
Tuan Muda Roan pun mengeluarkan Tekhnik Penggabungan Sihir Magma yang keluar dari tangannya. Suhu di stadion berubah menjadi sangat panas karena Magma yang keluar. Sam yang melihat itu menjadi cemas.
"Aku tak boleh terkena magma panas itu. Jika tidak aku pasti akan meleleh." ucap Sam khawatir.
Magma yang dikeluarkan itu sangat panas seperti berasal dari Gunung Berapi yang siap meletus. Lelehan Magma itu menjalar keluar arena, rumput yang ada di bawah area pertandingan berubah tak berwujud dan menjadi gosong serta kursi yang ada di luar arena menjadi hancur dan meleleh untunglah terpasang batas pelindung sehingga magma itu tak bisa sampai ke penonton.
Sam yang melihat Magma panas itu telah menjalar kearahnya pun mencoba mengeluarkan Sihir Api dan berharap Magma itu mundur tapi ternyata api itu malah menyatu ke dalam Magma dan semakin banyak. Sam menjadi semakin panik dan berjalan mundur. Sam telah berada di pinggir arena. Sam yang tak ingin kalah pun mencoba mengeluarkan Sihir Airnya dan berharap kali ini akan berhasil.
Ternyata Sihir Air yang dikeluarkan Sam berhasil tapi itu tidak lah cukup untuk menghentikan magma yang menjalar ke arahnya. Sam pun mengeluarkan sisa tenaganya dan mencoba menghentikan magma dengan Sihir Airnya.
__ADS_1
Tuan Muda Roan yang melihat hal itu tidak tinggal diam. Tuan Muda Roan mengeluarkan Tekhnik Surgawi dari Sihir Magma yang mengakibatkan tanah mulai bergetar dan arena pertandingan terbelah menjadi dua dan mengeluarkan magma panas dari gunung berapi bahkan penonton yang telah mendapatkan perlindungan pun dapat merasakan panasnya. Sam yang melihat itu menjadi pucat, kakinya kaku dan lemas hingga terjatuh ke tanah. Sam yang sudah putus asa pun mengatakan menyerah.
Pembawa acara yang mendengar hal itu berlari ke arena dan langsung mengkonfirmasi ucapan Sam dan mengumumkan kemenangan Tuan Muda Roan.
"Hentikan! Hentikan magma ini! A-aku tidak ingin menjadi abu!" ucap Sam takut.
Tuan Muda Roan yang mendengar hal itu hanya menggelengkan kepala lalu menghentikan Sihir Magmanya dan seketika Arena berubah bentuk menjadi berkawah.
Setelah itu Pembawa Acara pun mengumumkan bahwa Ronde Final dari Ujian Menara Sihir akan dilaksanakan lima hari lagi karena arena akan diperbaiki.
Semua penonton bersorak gembira dan banyak penonton yang memberikan tanggapan tentang kehebatan peserta yang menang.
Tuan Muda Roan yang menang menghampiri James tapi tiba-tiba Wax datang dan mengganggu.
"Kita menang James. Di ronde final nanti aku pasti menang." ucap Tuan Muda Roan percaya diri.
"Wah wah wah, ternyata dua orang kecoa sedang berkumpul. Sebaiknya kalian menyerah di Ronde Final nanti. Kalian tidak akan bisa menang melawanku." ucap Wax mengejek.
"Apa kau bilang?" teriak Tuan Muda Roan marah.
"Tenanglah. Kau tidak ingin didiskualifikasikan karena bertarung diluar arena." tanya James menenangkan.
Wax yang melihat itu hanya tertawa lantang dengan senyum mengejek. Tuan Muda Roan dan James semakin geram dengan sikap sombong yang dimiliki oleh Wax. Mereka memutuskan untuk ke ruang perawatan dan melihat keadaan Carl dan mengunjungi Catherine sebentar sebelum pulang bertemu kerabat dan istirahat.
Setelah berjalan beberapa menit, James dan Tuan Muda Roan melihat perawat berlari dengan cemas. Tuan Muda Roan yang khawatir pun mencoba mencari tau dan ternyata saat ini keadaan Catherine sedang dalam bahaya begitu pula dengan Carl yang ternyata mengalami hal yang sama dengan Catherine.
Tuan Muda Roan dan James tidak terima karena kedua sahabat mereka menjadi sakit seperti ini. Di ruang pengobatan sangatlah kacau, karena semua peserta yang menjadi korban sambaran petir Carl menjadi cacat dan koma. Ruang perawatan penuh dengan isak tangis keluarga peserta. Mereka menuntut hukuman kepada Wax karena telah melakukan tindakan yang terlalu berlebihan saat pertarungan.
__ADS_1
Namun, pembawa acara ataupun penanggung jawab tak bisa berbuat apapun karena memang pertarungan itu telah disetujui oleh peserta sebelumnya sehingga keluarga korba tak berhak menuntut jika terjadi sesuatu selama atau sesudah pertarungan.
Keluarga peserta korban yang melihat kedatangan pemenang peserta yang akan maju ke semi final menjadi gaduh. Mereka berbondong-bodong datang dan bersujud meminta keadilan dan meminta dibalaskan dendam mereka dan keluarga mereka. Mereka ingin Tuan Muda Roan dan James mengalahkan Wax hingga dia bisa merasakan apa yang telah dirasakan oleh keluarga mereka yang sedang koma sekarang.
Tuan Muda Roan dan James tak tau harus berkata apa karena sesungguhnya mereka juga khawatir apakah bisa mengalahkan Wax, belum lagi menghindari petir-petir itu sangat lah merepotkan. Untunglah, petugas keamanan datang dan mengusir keluarga korban dan memberi ruang kepada Tuan Muda Roan dan James.
Setelah melihat keadaan Carl dan juga Catherine, Tuan Muda Roan dan James berpisah untuk kembali ke keluarga mereka masing-masung.
Di kursi penonton, semua penonton yang senang karena dapat melihat pertandingan yang seru berkomentar tengang kekuatan dari peserta yang lolos seketika Tuan Muda Roan, James dan Wax menjadi sangat terkenal. Nyonya Maria yang mengetahui itu menjadi semakin senang dan bangga.
"Shiena, Roan menang. Semoga saja dia bisa menjadi juaranya." ucap Nyonya Maria senang.
"Aku juga berharap yang sama bibi." ucap Shiena.
Shiena yang menyaksikan pertandingan itu menjadi semakin bersemangat ingin segera melakukan latihan tertutup dan mencoba berhasil menguasai sihir gelapnya lalu mencoba menggabungkan semua sihir yang dimiliki.
"Sihir Penggabungan sangat lah hebat dan kuat. Sangat sulit untuk bisa menang dari pengguna Sihir Penggabungan tapi untuk memiliki Sihir Penggabungan juga tidak lah mudah karena sulitnya dalam proses latiha. Aku pun membutuhkan waktu sampai hampir berbulan-bulan untuk bisa menggunakan Sihir Magma." gumam Shiena.
Nyoya Maria diam-diam menjadi sangat kagum pada kehebatan Tuan Muda Roan. Nyonya Maria tidak menyangka jika keponakannya adalah orang yang jenius dalam Sihir. Nyonya Maria yakin jika Tuan Muda Roan menjadi Marquess selanjutnya maka akan meningkatkan status keluarganya di masa depan.
Nyonya Maria dan Shiena pun keluar dari Stadion pertandingan perasaan senang. Mereka berencana untuk kembali ke tempat kereta kuda mereka berada sambil menunggu kedatangan Tuan Muda Roan lalu kembali ke kediaman mereka masing-masing.
#Bersambung#
Jangan Lupa Tekan Like, Komen, Vote dan Favorite nya ya.. 😁
Terima kasih.. 🥰😍❤😘
__ADS_1