
Tuan Muda Roan yang telah berlatih selama satu minggu di Goa Tersembunyi memutuskan untuk kembali ke Kediaman Laurence. Tuan Muda Roan melakukan teleportasi dan di sambut oleh Kepala Pengawas Rumah Tangga.
"Selamat siang, Tuan Muda." ucap Kepala Pengawas Rumah Tangga.
"Selamat siang. Sepertinya kau sudah tau bahwa aku akan segera kembali sehingga telah menyambut kedatanganku." ucap Tuan Muda Roan.
"Anda terlalu memuji Tuan. Saya hanya menebak dan kebetulan tebakan saya itu benar." ucap Kepala Pengawas Rumah Tangga merendah.
"Kau terlalu merendah. Aku tau kredibilitasmu yang sangat tinggi. Lalu, apa ada yang terjadi selama kepergianku?" tanya Tuan Muda Roan yang berjalan menuju kamarnya.
"Tidak ada yang terjadi Tuan Muda. Semuanya berjalan dengan normal seperti biasa dan selamat Tuan sepertinya anda sudah menaikkan lagi level sihir anda." ucap Kepala Pengawas Rumah Tangga.
"Terima kasih. Bagaimana keadaan tanteku? Dimana dia sekarang?" tanya Tuan Muda Roan.
"Nyonya baik-baik saja, Tuan Muda. Nyonya sedang mengikuti pesta minum teh pergaulan kelas atas." ucap Kepala Pengawas Rumah Tangga.
"Begitu rupanya. Aku ingin mandi. Apa air mandiku sudah siap?" tanya Tuan Muda Roan.
"Sudah Tuan. Anda bisa langsung mandi sekarang. Saya akan mempersiapkan baju ganti anda, Tuan." ucap Kepala Pengawas Rumah Tangga.
Tuan Muda Roan adalah orang yang perfesionis dan tak pernah ada satu pun pelayan di Kediaman Laurence yang mengerti kebutuhan Tuan Muda Roan selain Kepala Pengawas Rumah Tangga sehingga hanya Kepala Pengawas Rumah Tangga lah yang mengurus semua keperluan Tuan Muda Roan.
Setelah mandi, Tuan Muda Roan pun mengganti pakaiannya dan menuju ke ruang makan untuk menikmati makan siangnya. Tuan Muda Roan yang telah selesai menikmati makan siangnya berencana akan pergi ke Menara Sihir untuk mempersiapkan Ujiannya
"Bagaimana keadaan Kediaman Carrole?" tanya Tuan Muda Roan yang sedang bersiap pergi.
"Tidak ada hal buruk yang terjadi Tuan Muda hanya saja tiga hari yang lalu Nona Shiena dan Tuan Duke dipanggil ke Istana oleh Kaisar untuk membahas tentang masalah Kekeringan dan Kebanjiran yang melanda beberapa wilyah di Kekaisaran Pearl karena berdasarkan pemberitahuan dari Tuan Muda Alphonso bahwa Nona Shiena memiliki solusi untuk masalah itu." jelas Kepala Pengawas Rumah Tangga.
"Begitu rupanya. Bagaimana Alphonso tau bahwa Shiena memiliki ide untuk mengatasi masalah kebanjiran dan kekeringan?" tanya Tuan Muda Roan.
__ADS_1
"Nona Shiena sempat pergi bersama Tuan Muda Alphonso ke Balai Penelitian Kekaisaran dan sepertinya saat itu lah Tuan Muda Alphonso mengetahuinya, Tuan Muda." ucap Kepala Pengawas Rumah Tangga.
"Baiklah kau boleh pergi sekarang." ucap Tuan Muda Roan.
"Saya permisi, Tuan Muda." ucap Kepala Pengawas Rumah Tangga.
Ucapan izin dari Kepala Pengawas Rumah Tangga hanya dibalas dengan anggukan oleh Tuan Muda Roan. Tuan Muda Roan kesal karena merasa Tuan Muda Alphonso telah memulai aksinya duluan mendekati Shiena. Akhirnya, Tuan Muda Roan pun memutuskan untuk pergi ke Kediaman Duke Carrole.
Shiena yang sedang bersantai di ganggu oleh berita dari Marry bahwa Tuan Muda Roan datang berkunjung.
"A-apa? Kak Roan ada disini sekarang?" tanya Shiena terkejut.
"Benar Nona. Apa yang saya harus lakukan nona?" tanya Marry.
'Aku sangat lelah dan ingin beristirahat tapi Kak Roan sudah datang langsung setelah berlatih. Aku juga ingin tau sejauh apa perkembangan yang dimiliki Kak Roan selama latihan tertutup.' fikir Shiena.
Tuan Muda Roan yang berharap dapat bertemu Shiena harus melupakan keinginannya itu sementara karena saat ini Shiena sedang beristirahat. Tuan Muda Roan pun kembali ke Kediamannya dan beristirahat mengumpulkan tenaga untuk Ujian besok.
Keesokan paginya, Tuan Muda Roan dan Nyonya Maria telah sampai di Menara Sihir dan berada di depan pintu pendaftaran dan sedang menunggu kehadiran Shiena karena Shiena tak bisa masuk jika tidak pergi bersama. Tak lama kemudian Shiena datang bersama Marry dan Zee, karena Marry dan.Zee tak bisa masuk mala mereka menunggu di dalam kereta.
Tuan Muda Roan yang telah satu minggu tak bertemu Shiena menjadi gugup kembali padahal selama ini sudah terbiasa bertemu dengan Shiena.
Tuan Muda Roan pun berpisah dengan Shiena dan Nyonya Maria. Tuan Muda Roan pergi ke tempat duduk peserta untuk mengikuti seleksi awal sedangkan Nyonya Maria dan Shiena menyemangati di bangku penonton. Biasanya Ujian Menara Sihir sangat sepi karena hany dapat dilihat oleh siswa-siswa yang belajar sihir tapi sekarang orang umum dapat melihat juga.
Orang yang mengikuti peserta ada seratus peserta. Dalam Ujian Menara Sihir terdapat tiga ronde untuk menuju ke babak semi final.
Di ronde pertama, setiap peserta mengambil bola-bola yang berisikan nomor urut dari nomor satu sampai seratus. Lalu, semua peserta yang mendapatkan nomor urut satu sampai sepuluh, sebelas sampai dua puluh, dua satu sampai tiga puluh dan seterusnya menaiki arena pertempuran. Kesepuluh orang yang telah menaiki arena akan saling bertarung hingga menyisakan dua peserta. Di ronde pertama biasanya orang-orang akan beramai-ramai menyerang orang yang kuat agar di pertandingan selanjutnya mereka akan bisa menang dengan mudah.
Di ronde kedua, setiap peserta di wajibkan mengambil nomor urut dengan cara undian lagi. Setiap nomor akan memiliki satu nomor yang sama, setiap peserta yang memiliki nomor yang sama akan menjadi satu tim sehingga di ronde kedua hanya akan ada sepuluh nomor, yaitu nomor satu sampai sepuluh. Setelah itu, akan diadakan pertandingan ganda dan siapapun yang berhasil menumbangkan semua tim lawan akan menjadi pemenangnya.
__ADS_1
Di ronde ke tiga, akan di adakan pertandingan satu lawan satu dan siapapun yang menang akan melanjutkan pertandingan ke semi final yang akan di adakan lima hari lagi setelah pengumuman semi final.
Tuan Muda Roan memiliki empat orang teman di dalam Menara Sihir. Mereka berempat adalah murid dari satu guru sihir yang sama namun dengan level kekuatan yang berbeda-beda bernama Carl, James and Cathrine. James adalah saingan terberat Tuan Muda Roan karena James telah lebih dulu memasuki level enam sementara Tuan Muda Roan baru memasuki level enam beberapa hari yang lalu setelah berlatih keras.
"Semoga kita bisa maju bersama di babak semi final." ucap Carl.
"Kalu itu James dan Roan aku pasti yakin mereka akan lolos tapi jika itu kau. Aku meragukannya Carl." ucap Cathrine
"Hei, kau itu temanku atau musuhku sih. Kau itu harusnya mendoakanku semoga lolos." ucap Carl kesal.
"Aku berkata yang sejujurnya dan aku tak pernah berbohong." ucap Cathrine.
"Benarkah? Bagaimana dengan saat catatan Roan..." ucap Carl yang mulutnya di tutup oleh Cathrine menggunakan tangan.
"Hei, tutup mulutmu!" teriak Cathrine.
"Woy, Carl cepat katakan bagaimana dengan catatanku?" teriak Tuan Muda Roan kepada Carl sambil mencoba melepaskan mulut Carl dari Cathrine.
Tuan Muda Roan yang telah kehilangan catatannya dan ternyata Carl mengetahui hal itu sebenarnya Tuan Muda Roan sudah curiga kepada sahabatnya tapi tak ingin menuduh karena tak ada bukti sedangkan Cathrine yang tak ingin ketahuan karena takut dimarahi bahwa dia telah membuat catatan itu luntur karena air menjadi bingung. Ketika mereka bertiga sedang berdebat dan bertengkar, James yang kesal pun memukul kepala Tuan Muda Roan dan Carl sedangkan Cathrine dijewer dan dipaksa mengaku. Akhirnya Cathrine pun mengaku dan Tuan Muda Roan yang mendapatkan catatannya kembali menjadi sedih karena catatan itu telah rusak.
Tak lama kemudian, pembawa acara memberikan pemberitahuan bahwa Ujian Menara Sihir akan segera dimulai dan semua peserta diharuskan mengambil bola undian untuk mengikuti ronde pertama.
Tuan Muda Roan telah mengambil nomor urutnya dan mendapatkan nomor empat puluh enam yang artinya akan lanjut di ronde pertama di pertandingan ke empat. Sedangkan, Carl mendapatkan nomor lima, Cathrine nomor lima puluh dua dan James mendapatkan nomor sembilan puluh. Dengan berakhirnya pengambilan nomor undian maka dimulai lah Ujian Menara Sihir Ronde Pertama.
#Bersambung#
Jangan Lupa Tekan Like, Komen, Vote dan Favorite nya ya.. 😁
Terima kasih.. 🥰😍❤😘
__ADS_1