
Putra Mahkota menghabiskan malamnya bersama Anastasya. Anastasya yang telah bangun terlebih dahulu merapikan rambut Putra mahkota yang berantakan ketika tidur. Anastasya juga memperhatikan lekuk wajah, hidung dan bibir Putra Mahkota.
'Pria ini akan menjadi milikku selamanya. Aku tak akan membiarkan siapapun mengambilnya dariku. Aku akan mengangkat derajat keluargaku dan menjadi Permaisuri di masa depan.' ucap Anastasya dalam hati sambil mencoba mencium bibir Putra Mahkota.
Putra Mahkota pun terbangun dan tersenyum kepada Anastasya.
"Selamat pagi cantikku." ucap Putra Mahkota.
"Selamat lagi juga sayang." ucap Anastasya malu-malu.
"Kenapa? Apa kau malu memanggilku sayang?" ucap Putra Mahkota.
Lalu Putra Mahkota menarik tubuh Anastasya untuk mendekat dan mencium bibirnya.
"Itu adalah ciuman selamat pagi dariku." ucap Putra Mahkota.
Anastasya hanya terdiam dan tersenyum lalu masuk lebih dalam ke dalam pelukan Putra Mahkota. Anastasya pun ingat jika mereka harus kembali ke Ibukota hari ini juga agar bisa datang di Acara Perburuan Naimar tepat waktu. Lalu, Anastasya pun bangun dari ranjang tapi Putra Mahkota menahannya dengan memegang tangan kanannya.
"Mau kemana? Kemarilah. Berbaringlah lebih lama lagi." pinta Putra Mahkota.
Anastasya pun pergi ke Putra Mahkota lalu melepaskan tanggannya dari Putra Mahkota dan menyentuh hidung mjancung Putra Mahkota dengan telunjuknya.
"Kita harus segera bersiap. Kita harus kembali ke ibukota. Kita akan terlambat dalam Acara Perburuan Naimar jika tidak berangkat sekarang ian." ucap Anastasya beranjak bangun dari ranjang.
"Apakah tidak bisa jika kita tidak ikut acara itu?" tanya Putra Mahkota malas.
"Tidak! Kita harus datang. Aku tak ingin dihina lagi jika tidak datang juga." ucap Anastasya.
"Hah, abaikan saja mereka. Jangan dihiraukan." ucap Putra Mahkota.
Anastasya yang mendengar hal itu menjadi marah karena merasa Putra Mahkota mengingkari janjinya.
__ADS_1
"Baiklah. Aku akan kembali sendiri." ucap Anastasya marah dengan membanting pintu kamar mandi.
Putra Mahkota yang melihat hal itu terkejut. Putra Mahkota pun beranjak dari tempat tidurnya mengejar Anastasya lalu mengetuk pintu kamar mandi sambil memanggil nama Anastasya tapi tak ada jawaban meskipun Putra Mahkota telah memanggil Anastasya berkali-kali.
Anastasya yang sedang marah tidak memperdulikan Putra Mahkota yang berulang kali mengetuk pintu dan memanggil namanya. Putra Mahkota yang telah menyerah memanggil Anastasya pu mengiyakan untuk ikut kembali ke ibukota asalkan Anastasya membuka pintu kamar mandi itu tapi jika Anastasya tetap tidak membuka pintu, Putra Mahkota akan kembali ke Akademi.
Anastasya yang mendengar hal itu menjadi tidak tenang. Di satu sisi Anastasya gengsi jika harus membuka pintu tapi di sisi lain Anastasya tak ingin Putra Mahkota kembali ke Akademi, Anastasya ingin Putra Mahkota ikut pergi ke Ibukota.
Dikehidupan yang lalu, Putra Mahkota tidak datang ke Acara perburuan Naimar karena Anastasya lebih mementingkan gengsinya tapi sekarang Anastasya lebih memilih menurunkan gengsinya dan membuka pintu.
Putra Mahkota yang melihat Anastasya yang telah membuka pintu mencoba memeluk Anastasya tapi Anastasya menolak karena masih sedikit marah.
"Tak ada peluk-pelukan. Tepati janjimu Ian dan bersiap-siaplah sekarang!" tegas Anastasya.
"Baiklah tapi satu kali pelukan saja. Oke." ucap Putra Mahkota manja.
"Tidak!" ucap Anastasya lalu menutup kembali pintu.
Putra Mahkota yang melihat itu hanya bisa menghela nafas lalu memanggil Robert masuk dan memerintahkannya untuk membawa pelayan untuk membantunya dan Anastasya bersiap-siap serta merapikan semua yang berantakan di kamar itu.
Selama perjalanan, kereta kuda yang dinaiki Putra Mahkota dan Anastasya berhenti beristirahat hanya beberapa jam saja lalu kembali melanjutkan perjalanan bahkan Putra Mahkota beristirahat hanya bisa di dalam kereta kuda.
Dua hari pun berlalu, Putra Mahkota dan Anastasya telah berada di Hutan Kesedihan. Putra Mahkota dan Anastasya sampai di ibukota ketika malam tiba. Putra Mahkota mengantar Anastasya kembali ke Kediaman Count Roxable. Semua orang yang ada di Kediaman Roxable, termasuk Count dan Countess sangat terkejut kepulangan Anastasya setelah pergi beberapa hari dan ternyata pulang bersama Putra Mahkota.
Perlakuan Count Roxable menjadi berubah seratus delapan puluh derajat, begitu pula dengan Putra dan Putrinya. Nona Roxable bahkan berdandan dengan sangat cantik untuk menemui Putra Mahkota tapi Putra Mahkota tidak melihatnya sama sekali. Putra Mahkota pun pergi meninggalkan Anastasya dan kembali ke Istana. Anastasya pun mengantar Putra Mahkota lalu kembali ke kamarnya yang jelek bersama Amy pelayannya dan semua barang-barang yang dibawanya.
Keluarga Count Rixable tidak percaya dengan apa yang telah mereka lihat. Selama ini mereka berfikir bahwa Anastasya hanya berbohong tentang hubungannya dengan Putra Mahkota dan setelah kenyataan ini terjadi, banyak sekali yang terkejut termasuk Putri Roxable yang tak terima kenyataan.
Count Roxable yang mengetahui hubungan Anastasya dan Putra Mahkota benar adanya mulai berubah menjadi baik dan meminta istrinya Countess Roxable membawa Anastasya ke kamar yang lebih baik karena Count Roxable tak ingin Anastasya melaporkan perbuatannya kepada Putra Mahkota.
Anastasya yang sedang mengganti pakaianmya tiba-tiba mendengar pintu kamarnya di ketok dan ternyata itu adalah Countess Roxable. Anastasya yang mengetahui hal itu meminta Amy membiarkan Countess Roxable masuk.
__ADS_1
"Ada keperluan apa bibi kemari?" tanya Anastasya langsung.
"Ah, bibi hanya ingin melihatmu karena telah beberapa hari pergi. Bibi mengkhawatirkanmu Tasya." ucap Count Roxable.
"Aku baik-baik saja. Maaf bi, aku sangat lelah jadi aku ingin beristirahat sekarang." ucap Anastasya mengabaikan.
"Hmmm, begitu rupanya. Bibi kemari juga ingin memberi tau mu sesuatu." ucap Count Roxable.
"Apa?" tanya Anastasya singkat.
"Pamanmu telah menyiapkan kamar untukmu. Pamanmu ingin kau pindah ke kamar itu dan pelayanmu juga akan pindah ke kamar yang lain." ucap Countess Roxable.
"Kenapa begitu? Kenapa aku harus pindah? Kenapa aku harus menuruti kalian? Bukankah kalian sendiri yang bilang tak ada kamar lain dan aku harus bersyukur karena kalian mau menerimaku?" tanya Anastasya meremehkan.
"Pamanmu hanya khilaf saat itu. Pamanmu tak bermaksud seperti itu padamu." ucap Countess Roxable membela Count Roxable.
"Benarkah? Aku tak berfikir seperti itu tapi maaf bi aku benar-benar lelah." ucap Anastasya.
Setelah berkata seperti itu, Anastasya langsung berjalan ke ranjangnya dan menarik selimut dan berpura-pura tidur. Countess Roxable yang tau bahwa dirinya sudah tidak diterima lagi akhirnya keluar dari kamar Anastasya.
Setelah Countess Roxable keluar Count Roxable datang dan menanyakan hasilnya tapi Countess Roxable hanya menggelengkan kepala dan itu membuat Count Roxable marah.
"Dasar tidak tau diri! Dia fikir dia siapa. Baru mendapatkan perhatian dari Putra Mahkota, sikapnya menjadi sangat sombong. Apa dia fikir Putra Mahkota benar-benar menyukainya?" ucap Count Roxable.
"Tenanglah suamiku. Aku pun sudah pernah mengatakannya padamu sebelumnya untuk tidak memperlakukan tamu dengan buruk." ucap Countess Roxable.
"Kau tak perlu ikut campur. Kau urus saja keponakanmu yang sombong itu dan pastikan agar dia tidak mengadukan perbuatanku pada Putra Mahkota karena jika itu terjadi tak hanya diriku yang hancur tapi dirimu juga." ucap Count Roxable.
Countess yang mendengar hal itu hanya bisa menghela nafas yang panjang sementara Count Roxable pergi keluar rumah tak tau kemana.
#Bersambung#
__ADS_1
Jangan Lupa Tekan Like, Komen, Vote dan Favorite nya ya.. 😁
Terima kasih.. 🥰😍❤😘