
Namun setelah tau hasil awal adalah kekalahan di pihak Raja Philiph membuat semuanya memutuskan mengirimkan surat kepada Kaisar Franz bahkan Ratu Jasmine memutuskan untuk pergi menemui Permaisuri Shiena dan berbicara dengannya empat mata.
Ratu Jasmine meminta kepada Kaisar Franz untuk dapat mengalahkan Raja Philiph dan Ratu Jasmine bersedia membocorkan semua rahasia dari Kerajaan Shafir dengan imbalan kebebasan dirinya dan wanita lain milik Raja Philiph. Ratu Jasmine hanya ingin Keluarganya tidak dibunuh setelah berhasil mengalahkan Raja Philiph. Ratu Jasmine juga meminta agar Selir dan Wanita Raja dikembalikan ke Kerajaan mereka masing-masing karena merek menikah dikarenakan paksaan dari Raja Philiph.
Sebelum memutuskan menemui Permaisuri Shiena, Ratu Jasmine mengirimkan pesan kepada Permaisuri Yerome yang telah diketahui berada di Kediaman salah satu Bangsawan di Kekaisaran Pear
Ratu Jasmine meminta Permaisuri Yerome meminta kebebasannya dan wanita Raja yang lain kepada Permaisuri Shiena tapi jika Permaisuri Yerome tidak berhasil maka Ratu Jasmine telah memutuskan untul pergi ke Kekaisaran Pearl sendiri.
Sementara itu di medan Perang, Perperang berlangsung sengit. Raja Philiph yang telah kehilangan banyak Kesatrianya memerintahkan Penasehat Kerajaan untuk menuliskan surat yang isinya adalah meminta bantuan Kesatria dari Kerajaan yang telah ditaklukannya.
Kerajaan itu pun membalas akan memberikan bantuan tapi memerlukan waktu untuk menyiapkan Kesatria sehingga balasan itu membuat Raja Philiph marah besar hingga menghancurkan meja yang ada di depannya dengan satu tangan
"Sial! Harusnya ku hancurkan saja Kerajaan-kerajaan itu. Mereka sangat tidak berguna bahkan tidak bisa mengirimkan Kesatria bantuan dengan cepat!" ucap Raja Philiph marah.
Raja Philiph yang merasa mereka akan segera kalah jika pasukan bantuan datang segera memutuskan untuk mengambil resiko dengan memerintahkan pelayan wanita yang telah disusupkannya ke Maskas Kekaisaran Pearl untuk melakukan tugasnya malam ini juga.
Pelayan Raja Philiph pun berusaha sebisa mungkin melaksanakan tugasnya dengan baik karena jika satu saja kesalahan maka nyawanya lah yang menjadi taruhannya.
Sore hari pun tiba, Pasukan Kesatria yang berperang kembali ke Tenda untuk beristirahat dan mengisi energi mereka untuk perperangan esok harinya. Pelayan dapur yang bertugas memasak makanan dan mengambil air bekerja sangat keras.
Mereka pun menyiapkan makanan untuk semua Kesatria dan juga Pemimpin Kekaisaran Pearl. Pelayan Raja Philiph yang mencoba menyusup ke dapur khusus pembuatan makanan untuk Kesatria ternyata tidak mendapatkan kesempatan sama sekali karena dijaga sangat ketat oleh Kesatria Penjaga yang membuatnya memutuskan untuk mengurungkan niatnya sementara.
Pelayan Raja Philiph pun berjalan keluar dapur khusus dan memikirkan ide untuk menuangkan racun pada makanan tapi tiba-tiba Pelayan yang bertugas menyiapkan makanan untuk Duke Carrole sakit perut dan meminta dirinya untuk membawakan makanan itu ke Tenda Duke Carrole.
Pelayan Raja Philiph pun dengan senang hati melakukan tugas itu. Pelayan itu pun pergi ke tempat sepi dan menuangkan bubuk beracun yang tidak berbau, tidak berwarna dan tidak memiliki rasa pada makanan Duke Carrole lalu membawanya ke tenda Duke Carrole. Duke Carrole yang merasa pelayan yang mengantar makanannya adalah pelayan yang berbeda segera menanyakan kemana pelayan yang biasa.
"Ini makan malamnya, Tuan!" ucap Pelayan Raja Philiph.
__ADS_1
"Siapa kau? Dimana pelayan biasa yang mengantarkan makanan?" tanya Duke Carrole curiga.
'Gawat! Aku harus bisa meyakinkannya untuk memakan makanan itu lalu kabur dari sini. Aku tidak boleh tertangkap atau nyawaku yang akan melayang malam ini juga.' ucap Pelayan Raja Philiph dalam hati.
"Pelayan itu sedang sakit Tuan. Jika Tuan tidak percaya, Tuan bisa menanyakannya pada Kepala Dapur." ucap Pelayan Raja Philiph.
Duke Carrole yang mendengarnya pun mengangguk mengerti lalu memerintahkan Pelayan Raja Philiph keluar. Pelayan itu pun keluar lalu berlari dengan sangat cepat dan memutuskan untuk segera kabur tapi Pelayan Raja Philiph tidak sengaja menabrak Tuan Eit.
Pelayan Raja Philiph itu tidak mengenali Tuan Eit dan langsung bangun lalu pergi. Tuan Eit yang merasa curiga segera memerintahkan Kesatria penjaga untuk menangkap pelayan itu.
Pelayan Raja Philiph yang dikejar oleh Kesatria Penjaga pun berlari dengan sekuat tenaganya sehingga membuat Kesatria Penjaga itu curiga. Akhinya semua Kesatria Penjaga pun mengejarnya dan berhasil menangkap pelayan itu.
Pelayan Raja Philiph itu merasa sangat ketakutan akhirnya memberontak dan memohon ampun. Kesatria Penjaga pun membawa pelayan itu ke Tuan Eit. Tuan Eit pun segera menginterogasinya dan mengetahui bahwa Pelayan itu adalah mata-mata dari Raja Philiph.
Ketika Tuan Eit sedang menginterogasi terdengar kabar buruk dari Tenda Duke Carrole.
"Maafkan saya mengganggu Tuan. Tuan ada kabar buruk." ucap Kesatria.
"Tuan Duke Carrole telah diracuni dan saat ini kondisinya kritis." ucap Kesatria.
"Apa!" teriak Tuan Eit terkejut.
Tuan Eit pun segera pergi dari tempat interogasi itu menuju Tenda Duke Carrole. Tuan Eit yang mencurigai pelayan itu pun memerintahkan Kesatria untuk berjaga dengan sangat ketat dan tidak mengizinkan siapapun untuk masuk tanpa seizinnya siapapun itu.
"Tetaplah disini dan jaga mata-mata ini dan jangan biarkan dia lolos." perintah Tuan Eit.
"Baik, Tuan." ucap Kesatria Penjaga.
__ADS_1
"Ingat jangan biarkan siapapun masuk dan jika ada yang memaksa masuk tanpa seizinku atau Kaisar langsung tangkap orang itu." perintah Tuan Eit.
"Baik, Tuan." ucap Kesatria penjaga.
Tuan Eit pun segera pergi menemui Duke Carrole. Kaisar Franz yang mengetahui Duke Carrole terkena racun bergegas menemuinya dan memerintahkan Dokter yang bertugas untuk segera menyelamatkannya. Kaisar juga memerintahkan Murid Menara Sihir yang memiliki Sihir Cahaya untuk segera membantu menyelamatkan Duke Carrole.
Setelah beberapa jam berlalu, kondisi Duke Carrole tidak mengalami perubahan yang berarti. Dokter dan Murid Menara Sihir hanya bisa menghambat penyebaran racun dan tidak bisa menghilangkannya karena tak ada satu pun yang bisa mengetahui penawar racun dari racun tersebut.
Kaisar Franz yang tak ingin Permaisuri Shiena mengetahuinya terlambat mencegahnya karena pesan itu ternyata telah sampai kepada Permaisuri Shiena.
Permaisuri Shiena yang mendapat kabar jika Duke Carrole terluka karena terkena racun yang diberikan oleh mata-mata dari Raja Philiph menjadi sangat cemas. Duchess Carrole yang juga tinggal di Istana Kekaisaran sementara waktu ikut merasa cemas.
Permaisuri Shiena yang tidak bisa tinggal diam saja mendengar berita Duke Carrole yang terkena racun pun memutuskan untuk pergi ke medan perang dan menyembuhkan Duke Carrole lalu mengalahkan Raja Philiph dengan tangannya sendiri karena telah berani menyentuh Duke Carrole tapi niat itu dihentikan oleh Duchess Carrole.
"Aku harus pergi ibu. Aku tidak bisa membiarkan ayah dalam keadaan seperti itu." ucap Permaisuri Shiena.
"Kau tidak bisa pergi, Shiena. Ingat kau sedang hamil sekarang. Bagaimana jika terjadi sesuatu pada bayimu?" tanya Duchess Carrole khawatir.
"Tapi, bu. Aku tidak bisa diam saja seperti ini. Aku pasti tidak akan bisa memaafkan diriku jika terjadi sesuatu pada ayah sementara aku bisa menyembuhkannya." ucap Permaisuri Shiena.
"Ibu mengerti tapi kau seorang Permaisuri. Jika kau pergi maka siapa yang akan memimpin Kekaisaran Pearl ini menggantikan Yang Mulia Kaisar." ucap Duchess Carrole.
Permaisuri Shiena yang tidak bisa mengatakan apapun lagi akhirnya terdiam memikirkan semuanya. Permaisuri Shiena mengalami dilema yang sangat besar karena dirinya terjebak antara statusnya sebagai Permaisuri dan Anak.
#**Bersambung#
Jangan Lupa Like, Komen dan Vote ya..
__ADS_1
🥰😊😍😘
Terima kasih**