
Keluarga Count Ashley melakukan tindakan yang tidak terpuji sebagai bangsawan dan mendapatkan hukum dimana gelar bangsawannya di cabut dan semua hartanya di ambil oleh Kekaisaran.
Tidak hanya itu, Count dan Countess Ashley di hukum cambuk seratus kali dan dipenggal dan kedua putrinya di hukum cambuk lima puluh kali dan diberi racun.
"Keluarga Count dan Countess Ashley telah melakukan kejahatan yang tidak termaafkan sehingga gelar bangsawannya di cabut, dihukum cambuk seratus kali dan dihukum penggal karna telah bekerja sama dengan Kelompok Wolf Wild, melakukan korupsi, menyelewengkan uang bantuan dan menyengsarakan rakyat." ucap Putra Mahkota marah
"Tidak Yang Mulia. Ampuni kami yang mulia." teriak Count dan Countess sambil menangis dan bersujud.
"Untuk kedua putrinya Nona Ashley akan di cabut gelar bangsawannya lalu dihukum cambuk lima puluh kali dan di beri minhm racun karna selalu melakukan kekerasan kepada pelayan, dayang dan rakyat di wilayah mereka." ucap Putra Mahkota kesal.
"Ampuni kami Yang Mulia. Kami di fitnah. Kami tidak pernah melakukan itu semua Yang Mulia." ucap Putri Tertua Count Ashley.
"Jangan bercanda! Kalian masih ingin berdalih di depan Yang Mulia Putra Mahkota. Pukul mereka." ucap Robet.
Plaaakkk... Plaakkk
(tamparan keras)
"Ampuni kami Yang Mulia." ucap Putri Tertua Count Asley.
"Kakaaakkkk!" teriak Putri Kedua Count Ashley.
__ADS_1
"Putriku!" teriak Countess Ashley.
"Ampunilah putri-putri hamba Yang Mulia. Hamba mengaku salah Yang Mulia. Hamba mohon hukum hamba saja Yang Mulia." ucap Count Ashley.
"Diam!" teriak Putra Mahkota.
Putra Mahkota yang sangat marah tidak bisa lagi menahan amarahnya ditambah lagi karna kedua putri Count Ashley tidak ada yang mau mengaku salah.
"Kalian ingin bukti bukan?" tanya Putra Mahkota.
"....." Keluarga Count Asley.
"Bawakan semua catatan keuangan Keluarga Count Ashley dan bawakan semua saksi-saki." perintah Putra Mahkota.
"Ya-Yang Mulia. Ampuni Keluarga hamba" teriak Count Ashley.
"Ampun? Apa semudah itu meminta ampun? Apa kalian tidak pernah berfikir dan memiliki hati bagaimana kondisi rakyat di Wilayah Amore. Mereka memiliki kesusahan sementara kalian hidup bermewah-mewahan." teriak Putra Mahkota marah.
Setelah semua ucapan Putra Mahkota tidak ada lagi orang dari Keluarga Count Ashley yang protes.
"Hukuman kalian akan dilaksanakan tiga hari lagi!" ucap Putra Mahkota.
__ADS_1
Saat Putra Mahkota mengatakan perintahnya, tangis Keluarga Count Ashley pecah dan mereka sangat menyesal dengan semua perbuatan mereka.
"Bawa mereka pergi dari sini dan penjarakan mereka lalu pisahkan ruangan mereka dan siska mereka terlebih dahulu agar mereka merasakan akibat dari melakukan kejahatan di Kekaisaran Pearl ini."ucap Putra Mahkota.
Putra Mahkota pun memerintahkan pengawal untuk membawa Keluarga Count Ashley ke dalam penjara dan di siksa terlebih dahulu.
Ruang penjara Count dan Countess terpisah begitu juga dengan putri-putrinya jadi mereka tidak bisa melihat keadaan masing-masing dan hanya bisa mendengar teriakan kesakitan dari mereka masing-masing.
Putra Mahkota pun memberikan peringatan kepada seluruh pengaw dan kesatria di ¹patkan hukuman tapi juga keluarga kalian." teriak Putra Mahkota tegas.
Semua pengawal dan kesatria yang melihat kekejaman Putra Mahkota hanya bisa menelan ludah setelah mendapatkan peringatan keras dark Putra Mahkota.
"Baik Yang Mulia." ucap semua Pengawal dan Kesatria serempak.
Putra Mahkota pun pergi meninggalkan Ruang Pengadilan bersama Pengawal Pribadinya.
Putra Mahkota pun pergi menuju Ruang Kerjanya sambil membaca laporan tengang Wilayah Selatan yang mengalami kegagalan panen karna kekeringan.
#Bersambung#
Jangan Lupa Tekan Like, Komen, Vote dan Favorite nya ya.. 😁
__ADS_1
Terima kasih.. 🥰😍❤😘