The Empress Of Mind Reader

The Empress Of Mind Reader
BAB 249. Makan Siang Bersama


__ADS_3

Mendengar pernyataan cinta dari Shiena, Kaisar Franz segera berdiri dan memeluk Shiena. Mereka pun berpelukan cukup lama hingga Kaisar Franz memutuskan untuk melepaskan pelukannya dan memakaikan Kalung, Anting dan juga Cincin ke tubuh Shiena. Lalu, mereka pun melihat ke langit yang penuh dengan warna-warni kembang api yang masih menyala yang tak berhenti hingga 10 menit.


Setelah kembang api berhenti meledak di langit , Kaisar Franz pun mengantar Shiena kembali ke Kediaman Carrole dengan menggunakan Sihir Gelap karena Shiena cerita jika dirinya pergi dengan cara mengendap-ngendap dari Kediaman Carrole. Akhirnya, Kaisar Franz hanya mengantar Shiena sampai di depan balkon kamarnya. Kaisar Franz sebenarnya ingin sekali masuk kedalam kamar Shiena dan menghabiskan waktu bersama Shiena lebih lama lagi tapi Kaisar Franz khawatir jika dirinya tak akan bisa menahan diri hingga memilih untuk segera pergi setelah melihat Shiena masuk ke dalam kamarnya.


Sebelum masuk ke kamarnya Shiena yang berdiri dihadapan Kaisar Franz menjinjitkan kakinya dan berpegang pada pundak Kaisar Franz lalu mencium pipi Kaisar Franz yang membuat Kaisar Franz terdiam karena terkejut.


"Sampai bertemu besok, Pangeranku." ucap Shiena.


Setelah kepergian Shiena, Kaisar Franz baru tersadar dari keterkejutannya kemudian menyentuh pipinya yang dicium dengan tangan kanannya lalu tersenyum. Kaisar Franz tak menyangka jika malam itu dirinya akan dihadiahi sebuah ciuman manis pengantar tidur.


"Sampai bertemu juga Tuan Putriku yang cantik." ucap Kaisar Franz tersenyum.


Keesokan paginya, ketika matahari belum muncul, Marry dan Ana yang telah berada di kamar Shiena terlihat sangat sibuk dan berisik. Marry dan Ana membangunkan Shiena yang masih tertidur lelap di ranjang tempat tidurnya. Shiena yang sebenarnya baru tertidur dini hari mengalami sakit kepala karena dibangunkan tiba-tiba. Shiena yang sulit tidur karena semalaman tak bisa tidur membayangkan yang telah terjadi padanya dan Kaisar Franz terpaksa bangun dan bersiap-siap. Untuk mendapatkan hasil yang memuaskan, Shiena dituntut untuk melakukan perawatan terakhir selama beberapa jam dan tak diizinkan sarapan apapun hingga makan siang bersama Kaisar Franz tiba. Shiena yang ingin mengeluh tak berani melihat keseriusan dan ketulusan kedua pelayan yang telah menyiapkan segalanya untuknya.


Setelah beberapa jam yang penuh penyiksaan itu berlalu, Shiena yang duduk diam dan pasrah pada tubuhnya kepada kedua pelayannya tiba-tiba mengajak Shiena mendengarkan berita yang sedang hangat pagi ini. Marry dan Ana pun mulai bergosip tentang hal menakjubkan dan aneh yang terjadi semalam bahwa ada Bangsawan yang sangat kaya raya telah melamar kekasihnya di Sebuah Restoran mewah dengan fasilitas yang serba mewah.


"Apa Nona telah mendengar berita terbaru saat ini?" tanya Ana.


"Berita? Berita apa?" tanya Shiena tiba-tiba penasaran.


"Ada seorang Bangsawan dengan status yang Tinggi telah melamar kekasihnya dengan sangat mewah semalam." ucap Ana antusias.


"Siapa Bangsawan yang kalian maksud?" tanya Shiena.


"Saya tidak tau orangnya Nona karena pihak Restoran merahasiakannya tapi banyak yg berfikir begitu, Nona." ucap Marry.


"Itu hanya lah sebuah gosip." ucap Shiena santai


Ini bukan gosip Nona. Ini adalah kenyataan. Semalam di Restoran yang sangat mahal dan mewah telah terjadi pertunjukan kembang api selama setengah jam. Bahkan pelayan di Restoran itu juga menceritakan bahwa di Lantai 2 di Restoran itu telah sengaja disewa sehingga tak ada satu orang pun pengunjung yang makan disana." ucap Ana antusias.


"Rerstoran itu adalah Restoran yang sangat mewah. Makan disana bisa menghabiskan banyak uang apa lagi jika harus menyewa satu lantai penuh. Pasti orang yang menyewa Restoran itu adalah orang yang benar-benar kaya raya." sambung Marry.

__ADS_1


'Jadi semua orang telah tau tentang kejadian semalam tapi tak ada yang tau jika Franz yang menyewa dan aku adalah wanita yang dimaksud.' fikir Shiena.


"Apa Nona tau kabarnya Bangsawan kaya raya itu juga menyewa orang yang sangat berbakat dalam permainan alat musik untuk mengiringi mereka berdansa." ucap Marry.


"Benarkah itu?" tanya Shiena.


"Tentu saja, Nona." ucap Marry dan Ana besamaan.


Tiba-tiba ada seoang pelayan datang dengan terburu-buru menemui Shiena karena tak memiliki sopan santun dan etika sehingga Ana memarahi pelayan itu agar tidak melewati batasannya tapi Shiena yang baik hati tak mempermasalahkannya dan memaafkannya.


"Apa kau tidak tau sedang bicara dengan siapa? Dimana sopan santunmu?" teriak Ana.


"Maafkan saya. Sa-saya datang kemari karena ada hal yang penting." ucap Pelayan.


"Tapi kau bisa menjaga sikapmu itu terlebih dahulu sebelum melapor." ucap Ana dengan nada marah.


"Ma-maafkan saya." ucap pelayan tertunduk menyesal sekaligus marah.


"Maafkan saya, Nona." ucap Ana.


Shiena yang tau maksud Ana itu baik tapi dirinya terlalu berlebihan menurut Shiena sehingga Shiena memutuskan untuk membujuk Ana nantinya.


"Sekarang katakan ada perlu apa kau kemari?" tanya Shiena sopan.


"Maafkan ketidaksopanan saya, Nona. Saya datang kemari karena perintah dari Nyonya Duchess." ucap Pelayan taku-takut.


"Jangan takut! Katakanlah ada masalah apa?" tanya Shiena.


"Sebenarnya Mata-mata Keluarga Carrole telah memberi kabar bahwa Yang Mulia Kaisar Franz sebentar lagi akan datang jadi Nyonya Duchess meminta Nona untuk segera bersiap-siap." ucap Pelayan.


"Baiklah, aku mengerti. Kau boleh pergi sekarang." ucap Shiena.

__ADS_1


"Baik, Nona. Saya permisi." ucap Pelayan itu memberi hormat dan berjalan mundur.


Marry dan Ana pun bergegas menyelesaikan tugasnya mendandani Shiena. Marry dan Ana dengan cepat menata rambut Shiena dan membantu Shiena memakaikan Satu Set Perhiasan batu Ruby warna merah yang telah dipilih langsung oleh Shiena. Shiena yanv terlihat sangat cantik dan menawan dengan Gaun berwarna biru langit dengan perpaduan perhiasan simpel tapi elegan menambah kesan wamita dewasa yang anggun dan berwibawa.


Beberapa menit kemudian, Kiasar Franz yang dikabarkan sebentar lagi datang akhirnya tiba di Kediaman Carrole dengan menggunakan kereta kuda yang sangat mewah dengan permata berwarna warni di kereta kudanya dan tak lupa terdapat lambang Kekaisaran Pearl sebagai penanda siapa orang yang menaiki Kereta kuda itu. Kereta kuda yang pergi melewati jalan-jalan utama di Kekaisaran Pearl menjadi pusat perhatian rakyat dan bangsawan disekitar. Banyak Rakyat yang berkumpul untuk melihat kereta kuda milik Kaisar yang sangat jarang mereka lihat. Orang-orang yang melihat Kaisar Franz menaiki kereta kuda menuju Kediaman Carrole membuat banyak sekali gosip dan spekulasi dari tentang hubungan Kaisar Franz dan Lady Shiena adalah benar adanya.


Kiasar Franz yang baru datang segera disambut oleh Duke Carrole dan Duchess Carrole bersamaan. Kaisar Franz yang datang bersama Tuan Eit dan beberapa Kesaria segera mengeluarkan hadiah-hadiah yang telah disiapkannya untuk diberikan kepada Duke Carrole dan Duchess Carrole.


Kemudian tiba-tiba, Shiena yang telah selesai berdandan turun dari tangga menemui Kaisar Franz. Kaisar Franz dan semua orang yang ada yang melihat Shiena tak dapat mengedipkan matanya karena kagum akan kecantikan Shiena.


'Cantik sekali!' ucap Kaisar Franz dalam hati.


Shiena yang bisa membaca fikiran Kaisar Franz hanya bisa tersenyum karena rencananya yang ingin membuat Kaisar Franz terpukau padanya berhasil. Shiena kemudian memberikan salam kepada Kaisar Franz yang menghentikan lamunan Kaisar.


"Salam Yang Mulia Kaisar Kekaisaran Pearl. Semoga anda selalu sehat dan selalu berjaya." ucap Shiena sopan dan anggun.


Kaisar Franz kemudian tersenyum lalu memberikan satu buket bunga mawar merah kepada Shiena. Kaisar Franz juga memerintahkan Tuan Eit untuk memberikan sebuah kado yang telah disiapkannya untuk Shiena. Shiena pun langsung menerima hadiah itu dan memberikannya kepada Marry dan Ana agar bisa disimpan di kamar Shiena.


Duhess Carrole pun mengambil alih pembicaraan dengan mengajak Kaisar Franz untuk pergi ke Taman Kaca untuk menikmati makan siang bersama. Koki dan pelayan dengan cepat menghidangkan makanan pembuka, inti dan penutup dengan bahan-bahan yang berkualitas tinggi sehingga terlihat sangat mewah dan lezat.


"Saya harap Yang Mulia menyukai menu makanan yang telah kami sediakan." ucap Duchess Carrole.


"Terima kasih, Nyonya. Makanan ini sangat enak. Tentu saja saya menyukainya." balas Kaisar Franz.


Mereka pun makan siang bersama dengan mata Kaisar Franz yang tak berhenti memandang Shiena dari tempatnya. Duke Carrole yang melihatnya hanya bisa tersenyum melihat tingkah Kaisar Franz yang telah menjadi budak cinta putrinya.


#Bersambung#


Jangan Lupa Like, Komen dan Vote nya ya..


🥰😍😘😚 Terima Kasih

__ADS_1


__ADS_2