
Tuan Eit yang mendapatkan tugas dari Kaisar Franz bergegas ke Ruang Tahanan Kekaisaran bersama Kepala Penyelidik untuk melakukan penyelidikan kepada semua Pengikut Duke Simons. Tuan Eit yang hanya memantau di balik kaca di Ruang Penyelidikan sementara Kepala Penyelidik melakukan tugasnya. Viscount Shamall yang menjadi salah satu pengikut Duke Simons dipanggil pertama kali ke dalam Ruang Penyelidikan.
Di dalam Ruang Penyelidikan, Viscount Shamall tak mau bekerjasama dengan baik dengan Kepala Penyelidik tapi setelah Kepala Penyelidik memberi tau tentang kemungkinan hukuman yang akan didapatnya membuat Viscount Shamall menjadi takut. Viscount Shamall yang masih muda dan belum menikah dan bahkan baru mendapatkan gelarnya tak ingin kehilangan semua yang dimilikinya saat ini dengan mudah.
"Baiklah jika anda tak ingin mengatakan semuanya. Jangan salahkan siapapun jika nantinya anda akan dihukum dengan hukuman yang sangat berat." ucap Kepala Penyelidik pura-pura keluar.
"Tu-tunggu!" teriak Viscout Shamall.
"Apa ada yang ingin anda bicarakan?" tanya Kepala Penyelidik.
"Sa-saya mau bekerjasama tapi saya mohon tolong bantu saya agar tak menderita ketika hukuman itu dijatuhkan" ucap Viscount Shamall.
"Tentu saja. Anda bisa memegang janji saya." ucap Kepala Penyelidik.
Viscount Shamall akhirnya mau bekerjasama dan mereka pun menghabiskan waktu sampai satu jam Viscount Shamall yang benar-benar ketakutan akan kematian segera menceritakan semuanya.Β Kepala Penyelidik dengan gesit merekam semua perkataan Viscount Shamall dengan Alat Sihir yang telah disediakan oleh Kekaisaran.
"Semua ini salah Duke Simons. Dia yang punya ide malakukan kudeta. Duke Simons juga lah yang telah membujuk dan merayu saya dan yang lain untuk melakukan Kudeta dengan keuntungan yang besar." ucap Viscount Shamall.
"Apakah ada lagi Pengikut Duke Simons yang belum tertangkap tapi terlibat dalam rencana Pemberontakan ini?" tanya Kepala Penyelidik.
"Tidak! Setauku semuanya telah tertangkap." ucap Viscount Shamall.
"Apa anda tau apa yang dijanjikan oleh Duke Simons?" tanya Kepala Penyelidik.
"Duke Simons menjanjikan kami untuk menaikkan status dan menambah Wilayah Kekuasaan. Ah aku ingat, Tuan Duke pernah bilang bahwa dia telah bekerja sama dengan Kerajaan lain bahkan kami diminta untuk menampung Kesatria dari Kerajaan itu. Duke Simons bilang bahwa semua yang telah kami keluarkan akan mendapatkan gantinya nanti." ucap Viscount Shamall.
"Baiklah. Saya rasa ini sampai disini. Kita akan lanjutkan pada sesi selanjutnya." ucap Kepala Penyelidik.
__ADS_1
Viscount Shamall yang khawatir jika Kepala Penyelidik membohonginya akhirnya meminta sebuah kepastian jika dirinya akan mendapatkan keringanan hukuman. Kepala Penyelidik tak mengatakan apapun tapi Penjaga Tahanan dengan cepat mengangkat dan memaksa Viscount Shamall untuk kembali ke Ruang Tahanannya.
Setelah kembali ke Ruang Tahanannya, Viscount Shamall mengatakan kepada Pengikut Duke Simons untuk ikut bekerjasama jika ingin mendapatkan keringanan hukuman tapi tak ada yang percaya tapi setelah Penjaga Tahanan yang berjaga tiba-tiba mengobrol tentang rencanya Kaisar Franz yang akan memberikan keringanan hukuman kepada siapapun yang mau melakukan kerjasama dalam Interogasi.
Pengikut Duke Simons yang tak mengatakan apapun tapi di dalam hati mulai berfikir untuk bekerjasama dengan Kepala Penyelidik dan berencana membuat Duke Simons sebagai pelaku utama dalam Pemberontakan yang terjadi.
Dalam waktu dua hari, Kepala Penyelidik yang melakukan tugasnya telah mendapatkan banyak sekali kesaksian tentang kejahatan yang dilakukan oleh Duke Simons. Sehingga Duke Simons menjadi terdakwa utama dalam RencanaΒ Pemberontakan.
Meskipun demikian, Anastasya yang sebenarnya merupakan otak dari Pemberontakan yang dilakukan Duke Simons tak terbukti ikut terlibat karena tak ada satu pun Pengikut Duke Simons yang mengetahui keterlibatan Anastasya. Raja Michael yang tau kebenaran itu ternyata telah melakukan banyak usaha untuk mendapatkan bukti keterlibatan Anastasya. Raja Michael menyerahkan rekaman suara yang telah direkam oleh Raja Michael saat mereka sedang mengobrol membahas rencana dirinya dan Duke Simons yang ingin melakukan Pemberontakan.
Sehari sebelum Acara Pengangkatan Status Bangsawan, Raja Michael yang tak memiliki banyak agenda berencana ingin menemui Duke Simons sehingga Raja Michael meminta izin khusus kepada Kaisar Franz untuk dapat menemui Penjahat Utama Kekaisaran karena dalam hukum Kekaisaran seorang narapidana berat tak boleh dijenguk siapapun tanpa izin khusus.
Kaisar Franz yang mengerti jika Raja Michael yang ingin menemui Duke Simons segera memberikan izin khusus itu. Kaisar Franz tau jika Duke Simons adalah satu-satunya keluarga dari Raja Michael yang tersisa dan jika Duke Simons dihukum mati maka Raja Michael akan sendiri tanpa keluarga sama seperti dirinya.
Raja Michael yang mendapatkan izin khusus dari Kaisar Franz mengajak Jenderal Besarnya untuk segera pergi ke Penjara Kekaisaran. Setelah Raja Michael sampai, Duke Simons segera dibawa menemui Raja Michael. Raja Michael yang melihat Duke Simons berada di depan segera memerintahkan Jendela Besar untuk menunggu diluar dan membiarkannya sendiri di Ruangan itu dan Jenderal Besar pun menurut karena tak memiliki pilihan lain.
"Maaf. Maafkan aku Paman. Aku bersalah. Semuanya adalah salahku. Aku telah dibutakan oleh cintaku hingga aku melakukan berbagai hal untuk menyenangkan dan mendapatkan cintanya bahkan aku rela melakukan hal yang tercela. Aku ternyata memang tak bisa memutus rantai kesalah ayahku dimasa lalu." ucap Duke Simons sedih.
"Apa kau sungguh menyesal?" tanya Raja Michael.
"Aku tidak menyesal paman karena ini semua adalah keputusanku tapi aku kecewa pada diriku yang tak bisa melihat kebenaran sehingga dengan mudahnya dibohongi. Seandainya aku memiliki kesempatan kedua, aku akan melakukan yang terbaik untuk memperbaiki semua kesalahanku." ucap Duke Simons.
"Apa kau fikir kau masih bisa memiliki kesempatan kedua?" tanya Raja Michael.
"Tidak! Kesalahanku terlalu besar. Aku tau jika nantinya akan ada banyak nyawa hilang." ucap Duke Simons pasrah.
"Jika aku bisa membantumu, apa yang akan kau lakukan?" tanya Raja Michael.
__ADS_1
"...." Duke Simons diam.
Duke Simons tak menyangka jika Raja Michael akan mengatakan semua itu sehingga Duke Simons tak mengatakan apapun. Duke Simons ingin sekali bertobat dan memperbaiki kesalahannya tapi Duke Simons juga sadar jika dirinya sudah tak pantas.. Duke Simons hanya ingin Anastasya mendapatkan hukuman yang berat.
Tak terasa izin yang diberikan oleh Kaisar Franz telah berakhir karena Jenderal Besar masuk ke Ruang Penyelidikan saat Raja Michael dan Duke Simons sedang bicara. Raja Michael yang tak punya pilihan hanya mengangguk. Duke Simons pun dibawa kembali ke dalam Ruang Tahanannya sementara Raja Michael berencana kembali ke Istana Kekaisaran dan tiba-tiba ketika Raja Michael akan pulang ada seseorang yang berteriak dan memohon untuk bicara. Raja Michael yang tau siapa itu hanya menunjukkan ekspresi dingin dan tajam.
Anastasya yang melihat kedatangan Raja Michael seolah memiliki harapan untuk hidup. Anastasya yang memiliki keinginan hidup yang tinggi tak mementingkan harga diri atau apapun itu. Anastasya terus saja memanggil nama Raja Michael dan memohon padanya untuk bicara. Meskipun dirinya harus menjadi seorang pelayan sekalipun itu lebih baik daripada harus kehilangan nyawanya.
'Aku harus keluar dari situasi ini. Meskipun menjadi pelayan, itu tidak akan menjadi masalah karena nantinya aku akan melakukan berbagai cara untuk merayu bangsawan-bangsawan untuk menaikkan statusku kembali.' fikir Anastasya.
#Bersambung#
**β Noteβ
Kita buat Session Request ya..πππ₯°
Duke Simons mau diselamatkan atau tetap dihukum ya?
Kalau dihukum maunya dikasih hukuman apa?
Jawaban terbanyak yang akan menentukan cerita selanjutnya.. ππ
Komen dibawah ya.. πππ**
Jangan Lupa Like, Komen dan Vote nya ya..
π₯°πππ Terima Kasih
__ADS_1