
Tuan Muda Roan yang berlari kearah Tuan Muda Alex, lalu mengarahkan tangannya ke tubuh Tuan Muda Alex dan mengeluarkan jurus kombinasinya.
"Tekhnik Kombinasi, Sihir Api dan Tanah : Kobaran Magma" teriak Tuan Muda Roan.
Seketika itu juga, Keluar cairan magma dari tubuh Tuan Muda Alex. Tekhnik itu, memberikan magma yang sangat panas sehingga membakar seluruh tubuh Tuan Muda Alex hingga menjadi abu.
Disaat yang sama, saat Tuan Muda Roan menyentuh tubuh Tuan Muda Alex, sihir kutukan milik Shiena juga di rasakan olehnya.
"Aaarrrgggghhhh" teriak Tuan Muda Roan
Roan yang berteriak sangat kuat membuat semua hewan yang ada di dalam hutan ketakutan dan berlari menjauh seratus kilometer dari tempat itu.
Tuan Muda Roan pun mendapatkan tanda yang sama dengan Tuan Muda Alex dan merasakan seluruh tubuhnya sangat kesakitan.
Tuan Muda Roan tak tahan sakit itu sehingga perlahan kehilangan kesadarannya.
Seharusnya Tuan Muda Roan tidak akan sampai pingsan tapi karna dia menggunakan tekhnik kombinasi yang menggabungkan dua elemen menjadi satu, hal itu membuatnya kehilangan banyak tenaga.
Shiena yang melihat semua itu hanya bisa menghela nafasnya.
"Sangat ceroboh! Apa dia tidak memikirkan keselamatanku? atau keselematan dirinya sendiri. Bagaimana bisa dia melakukan ini? Jika seperti ini, kita berdua bisa meninggal bersama." ucap Shiena kesal.
Akhirnya Shiena mengumpulkan sisa tenaganya dan mengeluarkan sihir cahaya.
"Sihir Cahaya: Pelepasan Kutukan Surgawi" ucap Shiena.
Tekhnik ini adalah tekhnik terkuat dari sihir cahaya karna dengan tekhnik ini, semua kutukan akan menghilang dan orang itu akan terselamatkan dari kematian.
__ADS_1
Shiena menggunakan sihir cahaya untuk menghilangkan kutukannya dan kutukan Tuan Muda Roan.
Saat dirasa semua kutukan didalam dirinya menghilang. Shiena pun berjalan santai kearah Tuan Muda Roan.
Shiena pun setengah duduk dengan tangan berpangku di lututnya yang telah ia tekuk.
"Kak, kakak! Apa kakak sudah sadar?" tanya Shiena.
Tuan Muda Roan yang merasa ada yang memanggil namanya langsung perlahan membuka matanya.
Tuan Muda Roan sangat terkejut, sebelumnya dia merasa sangat kesakitan tapi sekarang semua rasa sakit itu hilang entah kemana.
Tuan Muda Roan yang telah berhasil mengumpulkan tenaganya sehingga dia pun duduk dan melihat ke arah orang yang ada di sampinya.
"Apa kakak merasa ada yang sakit?" tanya Shiena.
Cahaya matahari pagi yang telah perlahan muncul tepat berada di belakang shiena dan hembusan angin pagi yang sejuk mengenai rambut Shiena yang terbang terurai cantik.
Shiena yang bertanya dengan nada lembut dan senyum indah yang menghiasi wajahnya seketika membuat Tuan Muda Roan terkesima.
Tuan Muda Roan yang tidak berpengalaman soal ini pun bertanya-tanya apakah saat ini dia telah mengalami sakit yang lain.
Seluruh tubuhnya memanas, pipi nya memerah begitu juga dengan telinganya yang membuatnya tersipu malu.
Detak jantung yang tak beraturan seirama dengan nyanyian burung-burung di pagi hari.
Dag.. Dig.. Dug..
__ADS_1
(suara jantung Roan)
Tanpa Roan sadari saat itu juga, dia telah jatuh cinta pada pandangan pertama dengan Shiena Ve Carrole, penyelamatnya dan juga seluruh Keluarga Laurence.
Shiena yang bingung dengan sikap Tuan Muda Roan mencoba membaca fikirannya tapi tak ada yang bisa dia dengar.
Shiena yang merasa cemas pun menyentuhkan tangannya ke dahi Tuan Muda Roan dan mencoba mengecek suhu tubuhnya.
"Apa kakak demam?" tanya Shiena sambil menyentuh dahi Tuan Muda Roan.
Karna tindakan Shiena ini membuat Tuan Muda Roan semakin tidak bisa mengendalikan dirinya sendiri sehingga tersentak berdiri.
"A-aku baik-baik saja. Kau lihat aku sudah sangat sehat. Ayo kita kembali." ucap Tuan Muda Roan sambil memperagakan gerakan-gerakan aneh.
Haa...ahhaa..haa
(Tawa Shiena)
Tuan Muda Roan yang melihat tawa Shiena yang amat sangat indah itu pun membuatnya mabuk dan ingin memilikinya.
"Ayo!" jawab Shiena senyum.
#Bersambung#
Jangan Lupa Tekan Like, Komen, Vote dan Favorite nya ya.. 😁
Terima kasih.. 🥰😍❤😘
__ADS_1